Kinerja Instrumen Investasi Kalah Melawan Inflasi
Ketidakpastian global mewarnai pergerakan pasar modal di sepanjang tahun 2022 ini. Pelaku pasar melakukan
risk aversion, sehingga membuat nilai tukar rupiah cenderung melemah sepanjang tahun ini. Tapi, kondisi ini memberi keuntungan bagi investor yang berinvestasi di valuta asing.
Salah satunya dollar Singappura. Sepanjang tahun 2022, dollar Singapura menguat 9,01% terhadap rupiah. Jadi, jika Anda menukar rupiah ke dollar Singapura akhir tahun lalu, nilai rupiah Anda di akhir tahun ini naik 9,01%. Dollar Singapura merupakan instrumen investasi berkinerja terbaik sepanjang tahun ini.
Di urutan kedua, instrumen yang memberi keuntungan paling besar masih valas, yakni dollar Amerika Serikat (AS). Kurs dollar AS naik 8,41% sepanjang tahun ini.
Selain dollar Singapura dan dollar AS, hanya obligasi korporasi yang imbal hasil rata-ratanya masih di atas inflasi tahun ini. Imbal hasil rata-rata investasi di obligasi, menilik pergerakan indeks Indobex Corporate Total Return, sebesar 6,57%.
Sebagai perbandingan, inflasi Indonesia hingga November tercatat sebesar 5,42% secara tahunan. Menurut proyeksi ekonom, inflasi di akhir 2022 diprediksi sekitar 5,39%.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023