;
Tags

Industri Manufaktur

( 226 )

PERFORMA MANUFAKTUR : Pemilu Picu Optimisme Pengusaha

HR1 29 Dec 2023 Bisnis Indonesia

Juru bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, optimisme pelaku usaha terus mengalami peningkatan pada semester II/2023. Hal tersebut diyakini bakal berlanjut seiring dengan banyaknya momentum yang bisa memacu peningkatan produk manufaktur pada tahun depan. “Mayoritas responden yang menjawab optimistis menyampaikan keyakinannya terhadap kondisi pasar bakal terus membaik, dan kepercayaannya ditopang oleh kebijakan pemerintah yang lebih baik,” katanya, Kamis (28/12). Berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Perindustrian tercatat bahwa 62,4% responden menyatakan optimismenya terhadap kondisi usaha di dalam negeri hingga 6 bulan ke depan. Kepercayaan tersebut juga sejalan dengan persentase pelaku usaha yang menyebutkan kondisi kegiatan usahanya meningkat yang mencapai 31,8% pada Desember 2023, dan 46,8% lainnya menyatakan kondisi usahanya stabil. Setidaknya ada 15 subsektor yang mengalami ekspansi pada kuartal III/2023, di antaranya makanan, kendaraan bermotor trailer, minuman, dan tembakau.

LEDAKAN SMELTER, Mengejar Mimpi ke Morowali

KT3 29 Dec 2023 Kompas (H)

Tahun 2024 mestinya bakal penuh makna bagi Irfan Bukhari (26), asal Polewali Mandar, Sulbar, yang berencana meminang kekasihnya.Tapi ledakan tungku smelter di PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park, Minggu (24/12) mengakhiri rencananya. Irfan salah satu dari 19 korban tewas dalam insiden tersebut. Kaharuddin Qasyim (31) bercerita sudah setahun keponakannya, Irfan, bekerja di ITSS, tiap bulan Irfan mengirim uang ke orang tuanya. Dia juga membiayai sekolah adik bungsunya.  Ayahnya petani dan ibunya berjualan kue. “Irfan sudah meminta bapak dan ibunya berhenti bekerja” katanya, Kamis (28/12). Namun, tekad Irfan pupus secara tragis.

Bekerja dan menopang keluarga juga dilakoni Martinus (26) korban ledakan smelter yang masih dirawat di ruang ICU RSUD Morowali. Menurut adik Martinus, Hendra (25), sejak bekerja di PT ITSS, kakaknya rutin mengirim sebagian gajinya untuk membantu orangtua. ”Harusnya akhir tahun ini kami berkumpul bersama orangtua. Ternyata, ceritanya lain. Sampai sekarang ibu belum datang karena shock,” katanya. Menyebut Morowali berarti menyebut tambang, industri nikel, dan peluang hidup. Beberapa tahun terakhir, usaha tambang dan industri nikel tumbuh pesat di daerah ini, Morowali serupa tanah harapan. Tak hanya pencari kerja, perintis usaha kecil dan besar turut berharap berkah dan peluang di tengah maraknya industri.

Kamis (28/12), suasana sekitar PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Bahodopi riuh. Pekerja masuk keluar kawasan industri. Ribuan sepeda motor pekerja diparkir dan tersebar di beberapa lokasi. Truk besar hilir mudik menjemput dan mengambil material. Saat pertukaran sif kerja, kemacetan panjang terjadi di jalan-jalan kawasan industri. Sepanjang jalan Bungku ke Bahodopi, warung makan, toko penjual berbagai keperluan, bengkel, kos-kosan, penginapan, dan tempat usaha lain memadati kiri kanan jalan. Di jalan yang tak seberapa lebar itu, setiap truk besar melintas, sebagian kendaraan lain harus menepi. Alfian (26) dari Tana Toraja, Sulsel, sudah sebulan menumpang di kamar kos kerabatnya yang telah bekerja di PT IMIP. ”Saya memasukkan lamaran dan menunggu jadwal interview. Saya tak tahu sampai kapan akan menunggu, akan diterima atau tidak. Semoga nanti ada jawaban,” katanya.

Ledakan tungku smelter di PT ITSS, tenant di bawah PT IMIP, tak jadi soal bagi pencari kerja. Mereka tetap berharap bisa bekerja di sana. Kadisnakertrans Sulteng Arnold Firdaus menyampaikan, Morowali hingga Morowali Utara menjadi magnet tenaga kerja. Di IMIP, ada 72.000 tenaga kerja, 87 % adalah pekerja local, selebihnya pekerja asing. ”Pekerja lokal sebagian besar dari luar daerah, baik dari Sulsel, Sultra, Gorontalo, maupun Jawa. Pekerja dari Sulteng berkisar 20 %,” ujar Arnold, kemarin. Jumlah pekerja itu belum termasuk ribuan pekerja di perusahaan lainnya. Di Morowali Utara, ada perusahaan lainnya yang memiliki hingga 15.000 tenaga kerja. Kehadiran industri ini menekan tingkat pengangguran terbuka Sulteng. Pada Agustus 2023 sebanyak 47.080 orang menganggur atau 2,95 % dari total angkatan kerja. Jumlah ini turun 2.000 orang dibandingkan Agustus 2022. (Yoga)

Sektor Riil Jadi Daya Ungkit

KT3 29 Dec 2023 Kompas

Kebijakan tepat untuk menggerakkan sektor riil pada 2024 menjadi kunci menggairahkan konsumsi masyarakat yang tahun ini melemah. Pemerintahan dituntut untuk dapat merespons dengan cepat berbagai siklus krisis global dan domestik yang diprediksi masih akan terjadi beberapa tahun ke depan. Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani berharap di tahun 2024 transisi pemerintahan dapat berjalan mulus. Pasalnya, kebijakan ekonomi dalam beberapa tahun kedepan diharapkan bisa adaptif untuk mengakomodasi dinamika perekonomian ke depan. Tahun ini berbagai dinamika dan krisis, baik di sektor ekonomi maupun politik global, telah berdampak terhadap pelemahan aktivitas konsumsi dan sektor riil, yang imbasnya turut menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai krisis, lanjut Aviliani, masih akan terjadi di tahun 2024 dan 2025.

”Untuk merespons berbagai krisis ke depan seharusnya tak perlu menunggu undang-undang. Karena siklus krisis ke  depannya akan semakin pendek dan dinamis. Regulator harus membuat kebijakan lebih cepat dan fleksibel,” ujarnya dalam ”Diskusi Ekonom Perempuan Indef” yang berlangsung secara daring, Kamis (28/12). Geliat sektor riil yang mampu menyerap tenaga kerja menjadi syarat utama pertumbuhan konsumsi masyarakat secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kebijakan moneter, fiskal, dan perbankan harus berjalan bersama-sama untuk menopang setiap aktivitas di sektor riil. Berbagai insentif fiskal perlu diarahkan dan dipertajam sesuai sasaran kebutuhan sektor riil. Di sisi lain, kebijakan moneter dan perbankan diharapkan bisa bergerak secara fleksibel untuk meningkatkan akses keuangan dari sektor-sektor penyerap tenaga kerja. (Yoga)

Hilirisasi Masih Terhambat Transformasi Industri

KT3 29 Dec 2023 Kompas

Hilirisasi yang digenjot Pemerintah Indonesia lima tahun terakhir, khususnya di sektor tambang mineral, dinilai sudah menunjukkan hasil positif. Namun, belum mampu menggenjot kontribusi industri pengolahan terhadap ekonomi Indonesia. Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli mengatakan, hilirisasi saat ini, terutama untuk nikel, sudah mengalami kemajuan. Indonesia sejauh ini masih lebih banyak berinvestasi untuk memberi nilai tambah pada produk tambang nikel. ”Hal ini dapat dilihat dari menjamurnya smelter nikel di Indonesia, terutama di Sulawesi dan Maluku Utara. Indonesia saatini sudah menjadi produsen nikel terbesar di dunia dengan tingkat produksi 1,8 juta ton per tahun,” katanya saat dihubungi, Kamis (28/12) di Jakarta. Menurut data Badan Geologi Kementerian ESDM, total sumber daya nikel Indonesia 17,3 miliar ton dengan jumlah cadangan 5,08 miliar ton, yang diolah di 44 smelter lewat pemrosesan nikel dengan pirometalurgi atau ke arah produk stainless steel, dengan produk akhir feronikel, nikel matte, dan nickel pig iron (NPI). Sebagian lagi diolah di tiga smelter hidrometalurgi atau ke arah baterai untuk kendaraan listrik.

Rizal berpendapat, sebaiknya kapasitas pengolahan produk antara menjadi barang jadi dimaksimalkan. Saat ini, Indonesia masih banyak mengekspor produk antara ke negara lain untuk diolah menjadi produk jadi, seperti alat kesehatan, alat rumah tangga, alat transportasi seperti pesawat, kapal, kendaraan termasuk kendaraan listrik, dan produk pertahanan. ”Dengan menjadikan industrialisasi produk turunan  ini, nilai tambah yang didapat Indonesia akan jauh lebih besar. Bahkan, Indonesia akan menjadi negara industri. Untuk itu diperlukan visi dan misi pemimpin bangsa ke depan yang dapat mentranformasi industrialisasi ini menjadi kekuatan bangsa,” kata Rizal. Kepala Center of Industry, Trade, and Investment Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satryo Nugroho berpendapat, konsep hilirisasi yang dilakukan pemerintah masih pada upaya menghentikan ekspor barang mentah dan menarik permodalan untuk membangun industri pengolahannya. (Yoga)

Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan

KT3 28 Dec 2023 Kompas (H)

Ledakan tungku smelter nikel di Morowali, Sulawesi Tengah, menggambarkan minimnya perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan kerja. Ledakan tungku ini pun bukan kali pertama terjadi. Peningkatan kompetensi dan jumlah tenaga pengawas mendesak dilakukan. Kemenaker mengusulkan peningkatan kompetensi sekaligus penambahan tenaga pengawas agar insiden seperti ledakan tungku smelter di Morowali, Sulteng, tidak terulang. Hingga saat ini, penyebab insiden yang mengakibatkan belasan pekerja tewas dan puluhan pekerja luka-luka itu masih didalami. Berdasarkan data yang dikumpulkan lembaga Trend Asia dari pemberitaan di media, pada 2015-2022, sebanyak 53 pekerja smelter tewas, yang terdiri atas 40 pekerja Indonesia dan 13 warga negara China. Adapun pada Januari-September 2023, ada 19 kecelakaan di smelter nikel yang membuat 16 orang tewas dan 37 orang terluka. Ledakan smelter nikel di Sulteng terjadi di PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS), salah satu perusahaan tenant atau penyewa yang beroperasi di kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Minggu (24/12) pukul 05.30 Wita.

Saat itu pekerja memperbaiki tungku pembakaran dan memasang pelat di bagian tungku formasi nomor 41. Sekjen Kemenaker Anwar Sanusi, Rabu (27/12), di Jakarta, mengakui, ledakan itu tidak lepas dari belum optimalnya pengawasan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (SMK3). ”Memang betul (pengawasan belum optimal) karena pengawasan ketenagakerjaan itu harus linier dengan perkembangan teknologi yang digunakan sehingga kami sebagai pengawas juga harus linear secara kompetensi. Oleh sebab itu, kami mengusulkan update kompetensi dan penambahan jumlah tenaga pengawasan kepada Kementerian PAN dan RB karena aturannya harus PNS,” katanya. Terkait insiden ledakan tungku smelter di Morowali, Kemenaker menugaskan tim pengawas ketenagakerjaan ke lokasi sejak Senin (25/12) untuk melakukan investigasi. Pihaknya mengumpulkan data mengenai penerapan SMK3 secara lebih lengkap. ”Data yang kami minta, antara lain, job safety analysis (JSA), prosedur standar operasional (SOP), terutama saat memperbaiki tungku smelter,” katanya. (Yoga)

Disnakertrans Akui Lemah Awasi Smelter

KT3 27 Dec 2023 Kompas

Korban tewas akibat ledakan tungku peleburan nikel di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, bertambah lima orang. Total korban tewas menjadi 18 orang dan puluhan lainnya dirawat secara intensif. Disnakertrans Sulteng mengakui adanya kelemahan dalam pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja. Ledakan tungku smelter itu terjadi di PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS), Minggu (24/12), salah satu tenant atau penyewa yang beroperasi di kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Kadisnakertrans Sulteng Arnold Firdaus mengatakan, pihaknya cukup rutin mengawasi dan memantau lokasi industri, termasuk di wilayah IMIP. Terbaru, tim telah ditugasi melakukan pengecekan berkala pada awal Desember lalu. ”Berdasarkan pemantauan dan pengawasan selama ini, sistem K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) di IMIP lumayan bagus, tidak ada masalah dan berjalan sesuai aturan. Hanya saja, harus diakui juga pengawasan kami belum sempurna,” kata Arnold, dihubungi Selasa (26/12) petang dari Kendari, Sultra.

Menurut Arnold, pemantauan dan pengawasan di wilayah Morowali dilakukan UPT Wilayah II. Unit kerja yang beranggotakan lima orang ini mengawasi tujuh kabupaten. Di sisi lain, kawasan industri dan fasilitas pemurnian nikel di beberapa kabupaten tersebut tidak hanya IMIP. ”Untuk IMIP saja itu tidak cukup satu hari untuk pantau semua. Jadi, memang ada keterbatasan dari kami juga, baik operasional maupun anggaran,” ucapnya. Saat ini Disnakertrans Sulteng fokus pada pemantauan bersama tim Kemenaker yang telah tiba di lokasi kejadian. Hal itu untuk mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja yang merenggut banyak nyawa itu. ”Ke depan, agar kawasan industri besar seperti IMIP diawasi secara terpadu bersama pemerintah pusat karena kami di daerah memiliki banyak keterbatasan untuk memantau kawasan, apalagi yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional,” ujarnya. (Yoga)

INDUSTRI MANUFAKTUR, Kian Ekspansif Jelang Akhir Tahun

KT3 06 Dec 2023 Kompas

Momen liburan akhir tahun diperkirakan akan meningkatkan belanja masyarakat. Hal ini diantisipasi oleh dunia usaha dan industri manufaktur dengan berekspansi. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, menjelang akhir tahun sentimen ekspansi kinerja dunia usaha meningkat. ”Hal ini disebabkan adanya kenaikan konsumsi masyarakat di momentum liburan akhir tahun, seperti halnya periode Idul Fitri,” ujar Shinta yang dihubungi pada Selasa (5/12) di Jakarta. Ia menambahkan, konsumen juga masih memiliki daya beli dan keyakinan akan kondisi ekonomi. Hal ini lantaran inflasi dan nilai tukar rupiah juga relatif terkendali. Semua hal ini sangat mendukung adanya kinerja sektor manufaktur yang lebih tinggi.

Ekspansi dunia usaha dan manufaktur tersebut tecermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia pada November 2023 di posisi 51,7, meningkat dibanding Oktober 2023 di posisi 51,5. PMI merupakan indeks yang dirilis lembaga riset pemeringkat kinerja perekonomian S&P Global untuk melihat geliat dunia usaha merespons permintaan pasar. Indeks di atas 50 mengindikasikan dunia usaha atau industri manufaktur dalam posisi ekspansi. Menurut data PMI, ekspansi sektor manufaktur Indonesia akan bertahan terus sampai triwulan keempat tahun ini. Kenaikan produksi didukung kenaikan permintaan baru dan kenaikan jumlah tenaga kerja. ”Kinerja sektor industri manufaktur nasional menjelang akhir tahun 2023 ini masih berada di fase ekspansi meski mendapat tekanan dari kondisi ekonomi global. Artinya, capaian positif PMI Indonesia ini bertahan hingga 27 bulan berturut-turut,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, akhir pekan lalu. (Yoga)

Produsen Elektronik Lokal Belum Jadi Tuan di Negeri Sendiri

KT3 02 Dec 2023 Kompas

Pelaku industri barang elektronik merek lokal membutuhkan dukungan agar bisa bersaing di sektor pasar barang elektronik dalam negeri. Dengan masyarakat membeli dan menggunakan barang elektronik produk lokal turut mendorong pertumbuhan pabrik lokal dan memperluas kapasitas atau menambah tenaga kerja yang pada akhirnya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Direktur Operasional PT Adi Pratama Indonesia Tri Isyanta mengatakan, saat ini pelaku industri barang elektronik merek lokal hanya mendapatkan 2 % pasar barang elektronik dalam negeri. Selebihnya masih dikuasai barang elektronik merek global atau asing. Tri menambahkan, pelaku industri barang elektronik merek lokal membutuhkan dukungan keberpihakan negara dan diberikan kesempatan lebih luas untuk meningkatkan volume penjualannya.

”Beri kesempatan dan kepercayaan kepada merek lokal barang elektronik ini. Kualitasnya bisa bersaing dengan merek global,” ujar Tri saat ditemui di kantornya di Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (1/12). PT Adi Pratama Indonesia merakit dan memproduksi berbagai barang elektronik, seperti laptop, televisi, CCTV, dan interactive flat pannel (IFP). Dengan membeli dan menggunakan produk elektronik merek lokal, lanjut Tri, bisa membantu pelaku industri ini untuk terus bertumbuh. Melalui peningkatan kapasitas produksi dan bisnis, pelaku industri merek lokal ini bisa berekspansi dan menambah serapan tenaga kerja sehingga harapannya bisa mendorong perekonomian nasional. (Yoga)

DERU MANUFAKTUR SAMBUT NATARU

HR1 02 Dec 2023 Bisnis Indonesia (H)

Deru mesin pabrik manufaktur berpacu lebih kencang menjelang tutup tahun demi menangkap momentum permintaan yang lebih kuat pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2024. Kendati sederet pekerjaan rumah masih belum selesai, industri manufaktur tetap menunjukkan tren positif. Sejumlah subsektor manufaktur yang sebelumnya sempat mengalami perlambatan dan kontraksi, menjelang libur Natal dan tahun baru (Nataru) ini berhasil rebound. Tren positif ini setidaknya tecermin dari penguatan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia edisi November 2023 dan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada bulan yang sama. Momentum perbaikan ekonomi di dalam negeri juga dibarengi dengan tingkat inflasi yang terkendali, sehingga menjadi katalis positif dalam meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan catatan inflasi pada November 2023 sebesar 0,38%, inflasi Indonesia mencapai 2,86% secara tahunan (Year-on-Year/YoY) dan 2,19% (YtD). Tingkat inflasi pada November 2023 sesuai dengan konsensus ekonom yang meramal terjadi peningkatan, baik secara bulanan maupun tahunan. Realisasi inflasi ini juga masih dalam rentang target yang ditetapkan yaitu 3% +/- 1%. Adapun, berdasarkan catatan S&P Global, PMI Manufaktur Indonesia menguat ke level 51,7 pada November 2023, meningkat 0,2 poin dari 51,5 pada Oktober 2023. Padahal, dalam 2 bulan terakhir industri manufaktur sempat terkontraksi meski tetap ekspansif. Menurut S&P Global, pesanan baru yang akan datang untuk barang produksi Indonesia kembali naik pada November 2023, yang didukung oleh perbaikan kondisi permintaan dan ekspansi basis pelanggan. Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence Jingyi Pan menyebut tingkat kepercayaan bisnis naik dibandingkan dengan bulan sebelumnya, meskipun masih di bawah rata-rata jangka panjang. Sementara itu, Kemenperin meyakini persiapan libur Nataru mendorong industri pengolahan untuk rebound pada November 2023. Permintaan pemenuhan pesanan pada akhir tahun juga diyakini mendorong peningkatan ketersediaan lapangan pekerjaan. Namun, menurut Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif, laju pertumbuhan IKI sejatinya bisa lebih tinggi dengan adanya pengendalian impor, serta penegakan hukum terkait dengan produk impor ilegal. Seperti yang diungkapkan Ketua Umum Asosasi Pengusaha Indonesia Shinta Kamdani, tren PMI yang positif disebabkan oleh stabilitas daya beli masyarakat dan appetite konsumsi pasar domestik yang masih sangat encouraging, khususnya karena mendekati momentum konsumsi akhir tahun. Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia Redma G. Wirawasta menyoroti banyaknya produk impor yang mengambil porsi pasar dalam negeri sehingga membuat para pelaku UMKM menjerit. Di sisi lain, Ketua Bidang Perdagangan Apindo Anne Patricia Sutanto mengungkapkan pelaku usaha masih menantikan dampak dari kenaikan upah minimum provinsi (UMP) yang bakal berlaku efektif per 1 Januari 2024 terhadap tren rebound PMI akhir tahun ini. Dalam kesempatan terpisah, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengingatkan perlunya mewaspadai risiko ketidakstabilan global meskipun kondisi kegiatan usaha pada November 2023 lebih baik dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Setoran Pajak dari Sektor Usaha Andalan Melambat

KT3 28 Nov 2023 Kompas

Setoran pajak dari industri pengolahan dan perdagangan melambat sepanjang tahun ini, bahkan terkontraksi selama dua triwulan berturut-turut. Lesunya sumbangan pajak dari kedua sektor andalan itu patut diwaspadai karena keduanya menyumbangkan hingga lebih dari separuh total penerimaan pajak negara. Berdasarkan laporan kinerja APBN Oktober 2023, sektor industri pengolahan dan perdagangan menyumbangkan penerimaan pajak tertinggi dibandingkan dengan sektor lain. Setoran pajak dari kedua sektor ini berkontribusi lebih dari separuh total penerimaan pajak. Pada Oktober 2023, industri pengolahan berkontribusi 27,3 % terhadap total penerimaan pajak sebesar Rp 1.523,7 triliun. Sementara sektor perdagangan menyumbangkan 24,2 %. Akan tetapi, sumbangsih kedua sektor itu terpantau melemah sepanjang tahun ini. Setoran pajak dari industri pengolahan tumbuh minus selama dua triwulan berturut-turut, yaitu minus 7 % pada triwulan II-2023 dan minus 9,4 % pada triwulan III-2023.

Pada Oktober 2023, penerimaan pajak dari sektor manufaktur mulai tumbuh positif, yaitu 6,7 %. Namun, pertumbuhan itu masih jauh di bawah pertumbuhan pajak industri pengolahan pada periode yang sama tahun lalu, yaitu 13,4 % pada Oktober 2022. Sektor perdagangan yang menjadi kontributor pajak kedua terbesar juga mengalami kontraksi selama dua triwulan berturut-turut, yakni minus 1,6 % (triwulan II) dan minus 0,3 % (triwulan III), kemudian anjlok semakin dalam pada Oktober 2023 hingga minus 28,5 %. Kepala Center of Industry, Trade, and Investment di Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho, Senin (27/11) menduga, turunnya penerimaan pajak dari industri pengolahan itu karena beberapa faktor. Selain efek basis yang tinggi (high-based effect) akibat lonjakan harga komoditas pada tahun 2022, penerimaan pajak tergerus karena kinerja ekspor-impor yang menurun tajam di tengah pelemahan ekonomi dunia. (Yoga)