INDUSTRI MANUFAKTUR, Kian Ekspansif Jelang Akhir Tahun
Momen liburan akhir tahun diperkirakan akan meningkatkan
belanja masyarakat. Hal ini diantisipasi oleh dunia usaha dan industri
manufaktur dengan berekspansi. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, menjelang akhir tahun sentimen ekspansi
kinerja dunia usaha meningkat. ”Hal ini disebabkan adanya kenaikan konsumsi
masyarakat di momentum liburan akhir tahun, seperti halnya periode Idul Fitri,”
ujar Shinta yang dihubungi pada Selasa (5/12) di Jakarta. Ia menambahkan,
konsumen juga masih memiliki daya beli dan keyakinan akan kondisi ekonomi. Hal
ini lantaran inflasi dan nilai tukar rupiah juga relatif terkendali. Semua hal
ini sangat mendukung adanya kinerja sektor manufaktur yang lebih tinggi.
Ekspansi dunia usaha dan manufaktur tersebut tecermin dari
Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia pada November 2023 di posisi 51,7,
meningkat dibanding Oktober 2023 di posisi 51,5. PMI merupakan indeks yang
dirilis lembaga riset pemeringkat kinerja perekonomian S&P Global untuk
melihat geliat dunia usaha merespons permintaan pasar. Indeks di atas 50
mengindikasikan dunia usaha atau industri manufaktur dalam posisi ekspansi. Menurut
data PMI, ekspansi sektor manufaktur Indonesia akan bertahan terus sampai
triwulan keempat tahun ini. Kenaikan produksi didukung kenaikan permintaan baru
dan kenaikan jumlah tenaga kerja. ”Kinerja sektor industri manufaktur nasional
menjelang akhir tahun 2023 ini masih berada di fase ekspansi meski mendapat
tekanan dari kondisi ekonomi global. Artinya, capaian positif PMI Indonesia ini
bertahan hingga 27 bulan berturut-turut,” kata Menteri Perindustrian Agus
Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, akhir pekan lalu. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023