;
Tags

Industri Manufaktur

( 226 )

Investasi dan Pembangunan Pabrik Kendaraan Listrik Kian Gencar

KT3 14 May 2024 Kompas

Dalam dua pekan terakhir terdapat tiga produsen motor listrik memulai pembangunan pabrik di Indonesia. Tidak hanya motor listrik, investor mobil listrik pun tengah menjajaki investasi di Tanah Air. Jumlah penduduk Indonesia yang besar dan pertumbuhan kelas menengah menjadi potensi pasar menarik bagi pabrikan kendaraan listrik Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik (Aismoli) Budi Setiyadi mengatakan, di bulan Mei ini ada tiga produsen motor listrik yang memulai pembangunan pabriknya. ”Artinya, ke depan, industri sepeda motor listrik ini bakal makin pesat,” ujar Budi di sela-sela peletakan batu pertama pembangunan pabrik motor listrik PT Yadea Teknologi Indonesia (Yadea) di Karawang, Jabar, Senin (13/5).

Pada 2 Mei 2024, PT Roda Pasifik Mandiri memulai pembangunan pabrik di Semarang, Jateng. Sehari setelah itu, PT Sunra Asia Pacific Hi Tech juga memulai pembangunan pabrik di Kendal, Jateng. Kehadiran merek dan pabrikan motor listrik tersebut menambah jumlah pelaku industri ini. Saat ini sudah ada 44 merek motor listrik yang menjadi anggota Aismoli. ”Tambahan pabrikan ini kelak akan menambah kapasitas produksi motor listrik di Tanah Air. Namun, kami masih harus menghitung lagi persis tambahan kapasitas produksi yang bakal disumbang oleh ketiga pabrikan tersebut,” katanya.

Wakil Ketua Umum Bidang Humas Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Achmad Rofiqi menambahkan, tak hanya motor listrik, investor mobil listrik juga tertarik untuk masuk ke Indonesia. Salah satunya adalah pabrikan mobil listrik asal China, GAC. Selain itu, juga ada potensi investasi sarana dan prasarana kendaraan listrik, seperti perusahaan penyedia charging station dan panel surya. ”Ini menunjukkan bahwa mereka melihat Indonesia sebagai pasar yang potensial untuk disasar,” ujarnya. Menurut Achmad, pembangunan pabrik motor listrik Indonesia semakin mendorong pertumbuhan populasi kendaraan listrik di Indonesia. Ini akan membantu Indonesia mencapai target emisi nol bersih pada 2060 atau lebih cepat. (Yoga)


Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Deindustrialisasi Prematur

KT3 08 May 2024 Kompas

Dani Rodrik, profesor ekonomi terkemuka di Harvard Kennedy School menyampaikan pandangannya yang murung tentang industrialisasi negara berkembang, yang mengalami premature deindustrialization (penurunan kontribusi sektor industri dalam ekonomi secara prematur). Studi terbarunya bersama Joseph Stiglitz menunjukkan, kemajuan teknologi membuat sektor manufaktur kurang padat karya hingga mengurangi efektivitasnya sebagai strategi pertumbuhan. Pertumbuhan ekonomi EMDE (emerging market and developing economies) yang mulai melambat, diperburuk pandemi Covid-19. Meningkatnya utang, ketegangan geopolitik, dan peralihan ke sektor jasa dari manufaktur semakin memperumit prospek pertumbuhan. Selain itu, krisis iklim dan pentingnya transisi hijau telah berdampak buruk pada sektor pertanian dan mengurangi permintaan global akan sumber daya alam. Ini semakin menyulitkan negara-negara berkembang.

Industri manufaktur yang kurang padat karya tak lagi mampu menciptakan lapangan kerja yang baik. Karena itu, Rodrik melihat pentingnya peran sektor jasa untuk memberikan lapangan pekerjaan yang baik. Di masa depan, disrupsi teknologi juga akan memengaruhi sektor jasa. Kecerdasan buatan (AI) akan membuat sektor jasa jadi kurang padat karya. Call centre dan back office, misalnya. Yang tersisa mungkin hanya pariwisata, yang padat karya dan memiliki produktivitas tinggi. Sektor perdagangan, walaupun padat karya, cenderung informal dan rendah produktivitasnya. Isunya bukanlah pada sektor jasa atau manufaktur, melainkan peningkatan kualitas SDM. Menurut Rodrik negara berkembang akan kesulitan mencapai pertumbuhan yang lebih cepat di masa depan. Dengan pertumbuhan ekonomi yang melandai, dia menyarankan agar EMDE berfokus pada perbaikan institusi, perlindungan sosial, dan peningkatan kualitas SDM.

Indonesia tak memiliki pilihan selain tumbuh lebih cepat. Tanpa itu, ada risiko jadi tua sebelum kaya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, sektor jasa akan memiliki peran penting ke depan. India dengan persoalan serupa, mampu tumbuh 8,4 % dalam triwulan IV-2023 karena India di samping melakukan reformasi di bidang perbankan, pajak, pembangunan infrastruktur, mulai masuk pada ”ekonomi baru” (new economy), seperti infrastruktur digital dan penerapan teknologi digital. Digital India Campaign berhasil menumbuhkan platform digital dan bisnis model baru. Penyebaran teknologi meluas ke masyarakat (difusi teknologi) membuat produktivitas meningkat. Ujungnya mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kedua, belajar dari China, India, dan Vietnam yang tumbuh pesat setelah mengadopsi kebijakan berorientasi ekspor. Produk ekspor memerlukan investasi dan inovasi agar dapat bersaing secara kompetitif. Mereka harus menyerap teknologi, meningkatkan keterampilan, dan terus-menerus meningkatkan kualitas. Benar ada risiko deindustralisasi dini, tetapi untuk meningkatkan produktivitas, industrialisasi yang berorientasi pada ekspor tetap memiliki peran yang sangat penting. Pasar domestik Indonesia memang besar, tetapi daya belinya masih terbatas. Oleh karena itu, strategi yang harus diambil bukan hanya fokus pada pasar domestik, melainkan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk pasar global. Strategi ini telah dipilih Vietnam, yang pada 2023 mencatat ekspor 355 miliar USD, melampaui Indonesia di 258,8 miliar USD. Ketiga, strategi orientasi ekspor berisiko membuat ekonomi Indonesia rentan terhadap gejolak global. Karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan pasar domestik dan global. (Yoga)


Pabrik Tutup, Ritel Bata Jalan Terus

KT3 07 May 2024 Kompas

Selepas mengumumkan penutupan pabriknya di Purwakarta, Jabar, pada Selasa (30/4) produsen sepatu PT Sepatu Bata Tbk tidak menutup toko yang menjual sepatu. Toko akan tetap mendapat pasokan sepatu dari impor pabrik mereka lainnya di luar negeri. Pantauan Kompas, Senin (6/5), toko sepatu Bata di salah satu mal di Tangsel, Banten, tetap beroperasi normal. Para penjaga toko pun masih bertugas seperti biasa. Salah satu penjaga toko mengatakan, seperti in formasi yang disampaikanpimpinannya, toko sepatu Bata masih tetap buka dan berjualan seperti biasa.

”Yang tutup pabriknya. Tokonya masih tetap buka,” ujarnya. Menurut informasi yang disampaikan pimpinannya, lanjut karyawan tersebut, sepatu yang akan dijual nanti akan diimpor dari negara lain. Na- mun, dirinya mengaku belum tahu dari mana asalnya. Edi (45), salah satu pelanggan, menuturkan, dirinya baru mengetahui bahwa pabrik sepatu Bata tutup. Namun, ia juga bersyukur, ternyata tokonya masih buka dan tetap menjual sepatu. Edi bercerita, ia telah menjadi pelanggan sepatu Bata sejak masih duduk di bangku SD.

Kini dia juga membelikan sepatu Bata untuk sepatu sekolah putri bungsunya yang kini duduk di kelas V SD. ”Harganya terjangkau untuk sepatu sekolah anak. Sepatunya juga punya pilihan warna yang hitam semua. Ini cocok untuk mematuhi aturan sekolah yang mengharuskan sepatu siswa hitam semua,” ucapnya. Bata menjual beragam sepatu, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Harga yang dijual beragam bergantung modelnya. Sepatu sekolah anak dijual mulai dari Rp 199.000 per pasang. Toko sepatu Bata lainnya, yakni di Pamulang, Tangsel, juga masih berjualan seperti biasa. (Yoga)


Produsen Alas Kaki Bata Tutup Pabrik di Purwakarta

KT3 06 May 2024 Kompas

Produsen alas kaki PT Sepatu Bata Tbk akhir pekan lalu mengumumkan penghentian aktivitas pabriknya di Purwakarta, Jabar. Penurunan penjualan alas kaki dalam empat tahun terakhir menjadi alasannya. Pengumuman tersebut disampaikan dalam dokumen keterbukaan informasi di situs Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan yang didirikan di Ceko pada 1894 dan hadir di Indonesia sejak 1931 itu tercatat di pasar modal Indonesia pada 1982 dengan nama BATA. ”Perseroan sudah tidak dapat melanjutkan produksi di pabrik Purwakarta karena permintaan pelanggan terhadap jenis produk yang dibuat di pabrik Purwakarta terus menurun. Kapasitas produksi pabrik jauh melebihi kebutuhan yang diperoleh secara berkelanjutan dari pemasok di Indonesia,” kata Sekretaris PT Sepatu Bata Tbk Hatta Tutuko, dalam dokumen tersebut.

Menurut dia, kebijakan tersebut harus diambil setelah mereka berjuang menghadapi kerugian dan tantangan industri akibat pandemi Covid-19 dan perubahan perilaku konsumen yang begitu cepat. Masalah ini telah mereka alami empat tahun terakhir. Dalam laporan keuangan tahun 2023, perseroan mengumumkan penurunan nilai penjualan sebesar 5 % menjadi Rp 609,6 miliar dari penjualan di 2022 sebesar Rp 643,4 miliar. Penurunan ini linier dengan jumlah produksi tahun 2023 yang hanya sebanyak 1,15 juta pasang sepatu dan sandal, berkurang dari 1,80 juta pasang alas kaki pada tahun sebelumnya. Pada saat bersamaan, perusahaan mencatatkan peningkatan kerugian komprehensif sebesar Rp 188,4 miliar dari Rp 107,2 miliar di 2022. Rugi tahun berjalan juga meningkat dari Rp106,1 miliar menjadi Rp 190,5 miliar.

Kerugian yang dialami pada 2023 terutama disebabkan oleh kerusakan pada asset tetap dan persediaan barang yang sudah menua. Kinerja keuangan tersebut didapat kendati perseroan melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki penjualan. Garis besar inovasi mereka di tahun lalu, antara lain, mengoptimal- kan pemasaran dengan melibatkan pemengaruh (influencer), dengan harapan akan mampu meningkatkan pengunjung toko di platform daring perusahaan. Masalah yang dialami Bata tidak lepas dari kinerja industri alas kaki secara umum di dalam negeri. Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menyatakan bahwa industri alas kaki dalam negeri belum pulih ke normal sejak pandemiCovid-19. Dinamika ekonomi global belakangan juga turut memengaruhi. (Yoga)


MENGAKSELERASI 'MESIN' PRODUKSI

HR1 03 May 2024 Bisnis Indonesia (H)

Sejumlah terobosan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dalam mengamankan daya beli masyarakat terbukti mujarab sejauh ini. Tantangan selanjutnya yang tak kalah urgen adalah menggenjot sektor produksi. Apalagi, muncul gelagat mulai loyonya mesin manufaktur yang menjadi penopang ekonomi dari sisi produksi. Kemarin, Kamis (2/5), Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi pada April 2024 sebesar 3,00% (year-on-year/YoY), turun dibanding dengan bulan sebelumnya yang di angka 3,05% (YoY). Sejurus dengan itu, inflasi inti tercatat mengalami kenaikan yakni dari 1,77% pada Maret 2024 menjadi 1,82% pada bulan lalu. Turunnya inflasi umum dan naiknya inflasi inti ini bisa dimaknai adanya penguatan daya beli masyarakat. Keputusan tersebut, diiringi dengan langkah antisipatif BI yang menaikkan suku bunga acuan pada bulan lalu menjadi 6,25% diyakini mampu menopang stabilitas rupiah sehingga membatasi adanya lonjakan inflasi barang impor. 

Jika dari sisi konsumsi relatif berhasil dikendalikan, tidak demikian dari sisi produksi. Setidaknya, ada dua indikator yang patut diwaspadai oleh pemangku kebijakan. Pertama, kenaikan Indeks Harga Produsen (IHP) dari 130,77 pada kuartal IV/2023 menjadi 131,25 pada kuartal I/2024. Kedua, menurunnya PMI Manufaktur nasional dari 54,2 menjadi 52,9 pada bulan lalu. Apalagi, S&P Global mencatat adanya fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang akan memengaruhi daya beli masyarakat, serta adanya kenaikan biaya input yang menambah ongkos produksi. Kepala Negara juga menginstruksikan jajarannya untuk mendorong industrialisasi di bidang pertanian. Hal tersebut sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga. Selaras dengan Kepala Negara, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, mengatakan mitigasi risiko dan berbagai peningkatan harga pangan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas. 

Antara lain melalui operasi pasar dan pasar murah, pengaturan regulasi harga eceran pangan, percepatan impor dan penyaluran beras SPHP, hingga penguatan cadangan pangan. Dalam kaitan manufaktur dan IHP yang kurang menggembirakan, Febrio tak memungkiri adanya dinamika yang memengaruhi industri pengolahan. Sementara itu, kalangan pelaku usaha berharap pemerintah mendesain penangkal risiko yang sinyalnya makin nyata dari data manufaktur terkini. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani, mengatakan pemerintah perlu mewaspadai berbagai risiko. Di antaranya stabilitas rupiah, dampak kenaikan suku bunga acuan, dan efek turunan eskalasi geopolitik lain seperti kenaikan harga minyak dunia. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti, mengatakan penguatan fundamental ekonomi mendesak lantaran menjadi bekal dalam pengendalian infl asi dan stabilitas rupiah.

Indrawan S Adji dan Budi Kisrimanto Kulit Garut Terbang Tinggi

KT3 26 Apr 2024 Kompas (H)

Kolaborasi Indrawan S Adji dan Budi Kisrimanto membawa industri penyamakan kulit di Kabupaten Garut, Jabar, ke tingkatan lebih tinggi. Produknya menembus pasar nasional hingga menjadi bahan jok maskapai penerbangan. Budi Kisrimanto (61) konsultan Bidang Pengembangan Produk dan Teknik GMP mengawasi setiap proses produksi.Teknologi yang digunakan mengikuti perkembangan zaman. Ia pun turut menyiapkan prosedur dan standar kerja fasilitas pengolahan air limbah hasil produksi agar tidak mencemari lingkungan. Saat itu, Chief Operating Officer GMP Indrawan S Adji (57) bertemu rekanan produsen bahan kimia untuk pengolahan kulit sapi di ruang kerjanya, lalu ia memverifikasi beberapa lembar kulit yang melewati tahapan akhir produksi untuk jok pesawat milik Lion Air Group.

Sebelum bergabung dengan GMP, keduanya bekerja di PT Mastroto Indonesia di Sentul, Bogor, Jabar. Mastroto bergerak di penyamakan kulit. Di sana, Indrawan adalah pemimpin pabrik dan Budi manajer kualitas. Keduanya pensiun pada 2019. Keahlian mereka dilanjutkan di PT GMP, bagian dari grup PT Widodo Makmur Perkasa. GMP yang berdiri tahun 2014 sebelumnya hanya perusahaan penyamakan kulit dengan konsumen di Garut serta sejumlah kabupaten dan kota di Jabar. Kualitas produknya hanya untuk pasaran lokal dengan orderan hanya 30.000-50.000 square feet (1 square feet berukuran 929 cm²). Indrawan dan Budi mengubah GMP menjadi perusahaan penyamakan kulit level premium dengan segmen pasar nasional, demi mendapatkan profit optimal serta tidak mematikan 50 UMKM yang bergerak di bidang penyamakan kulit dengan pasaran lokal.

Mereka mendatangkan alat dengan teknologi mutakhir serta menggelar pelatihan dan perekrutan pegawai dari lulusan kampus terbaik di Indonesia. Kualitas produk GMP naik kelas ke level premium. Pemesan produk GMP dari berbagai institusi dan perusahaan besar berdatangan. Harga jual produk GMP dengan kualitas standar berkisar Rp 30.000-Rp 34.000 per 1 square feet, sementara produk dengan kualitas premium Rp 50.000. Pesanan besar dimulai dari kalangan militer Indonesia untuk bahan sepatu pada 2020-2023. Selain itu, ada pula 12.000 jaket kulit pada 2021.

Perusahaan sepatu dari luar negeri hingga sejumlah perusahaan perangkat juga kepincut. Hingga akhirnya, datang pesanan kulit sapi untuk jok 12 pesawat Lion Air Group pada akhir 2023. Butuh hampir setahun demi menghasilkan produk jok kulit pesawat yang sesuai standar industri penerbangan. Sebelum pemesanan untuk jok pesawat, produk kulit GMP telah memenuhi uji coba di laboratorium BRIN; Balai Besar Kulit, Karet, dan Plastik Yogyakarta; serta laboratorium lainnya. Manajer Produksi PT Batam Aero Teknik Budi Yuwono mengungkapkan, produk kulit GMP memenuhi tahap uji yang paling krusial untuk keselamatan penerbangan, yakni tahan bakar. Produk kulit GMP ketika dibakar tidak meluas lebih dari 12 inci atau 30,48 cm. Kini produk GMP telah mengudara ke penjuru Nusantara dengan maskapai tersebut. (Yoga)

Indonesia Berpeluang Jadi Tumpuan Rantai Pasok Kendaraan Listrik Global

KT3 25 Apr 2024 Kompas

Belum adanya satu pun negara di dunia yang mampu memenuhi keseluruhan elemen ekosistem kendaraan listrik secara mandiri, membuka peluang bagi Indonesia untuk dapat terlibat lebih jauh dalam rantai pasok kendaraan listrik global. Kepala Pusat Riset Ekonomi Industri, Jasa, dan Perdagangan BRIN Umi Mu’awanah mengatakan, selain Indonesia, di kawasan ASEAN saat ini sudah ada Vietnam, Thailand, dan Malaysia yang telah memiliki basis produksi industri kendaraan listrik. Namun, dibandingkan ketiga negara lainnya, Indonesia lebih unggul dalam ketersediaan bahan baku. Dari sisi produksi, Indonesia punya kekayaan sumber daya alam nikel yang merupakan bahan baku baterai. ”Produsen kendaraan listrik global bisa mendapatkan kepastian bahan baku produksi dari Indonesia,” ujarnya dalam simposium mini yang dilaksanakan BRIN bertajuk ”Tantangan Ekosistem Mobil Listrik di Indonesia”, di Jakarta, Rabu (24/4).

Produksi mobil listrik di dalam negeri, lanjut Umi, berpotensi bisa lebih efisien karena bahan baku baterai seperti tembaga dan nikel mudah diperoleh dari dalam negeri. Efisiensi produksi ini bisa meningkatkan daya  saing Indonesia sebagai produsen mobil listrik. Namun, pada kenyataannya saat ini harga jualnya masih relatif mahal untuk konsumen Indonesia. Di pasar Indonesia, mobil yang laku keras memiliki harga di bawah Rp 300 juta per unit, sementara harga mobil listrik dari berbagai merek kebanyakan masih di atas Rp 700 juta. ”Fenomena harga mobil listrik yang lebih mahal daripada mobil berbahan bakar ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia,” kata Umi. Kendati harga kendaraan listrik relatif lebih mahal, berkaca dari permintaan di pasar domestik, minat masyarakat Indonesia terhadap mobil listrik tumbuh secara konsisten dan signifikan, tercermin lewat serapan pasar yang melonjak dari 700 unit pada 2021, lalu 10.000 unit pada 2022, dan menjadi 17.000 unit pada 2023. (Yoga)

Apple Pertimbangkan Bangun Pabrik di RI

KT3 18 Apr 2024 Kompas

Apple Inc, perusahaan raksasa teknologi pemilik merek ponsel pintar iPhone, akan mempertimbangkan permintaan Presiden Jokowi untuk membangun pabrik manufaktur di Indonesia. Apple menilai Indonesia masih memiliki daya tarik tujuan investasi di sektor industri manufaktur. Hal itu dikatakan CEO Apple Tim Cook kepada media seusai bertemu dengan Presiden Jokowi, Rabu (17/4) di Istana Merdeka, Jakarta. ”Kami berbicara tentang keinginan Presiden untuk melihat ada manufaktur produk Apple di negara ini dan hal itu adalah sesuatu yang akan kami pertimbangkan,” ujar Cook.

Ketika ditanya apakah berinvestasi di Indonesia akan menguntungkan, Cook mengatakan, daya tarik berinvestasi di Indonesia tidak terbatas. Menurut dia, ada banyak negara yang bagus untuk berinvestasi dan Apple percaya Indonesia memiliki potensi sebagai tempat yang bagus untuk berinvestasi. Cook menyampaikan bahwa dirinya menyukai Indonesia. ”Saya pikir, masa depannya (Indonesia) sangat cerah,” kata Cook.

Dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi, Cook menyebut bahwa Apple Developer Academy Bali telah diresmikan. Apple Developer Academy pertama di Indonesia dibuka di BSD City, Tangsel, pada tahun 2018. Setelah itu, Apple membuka Apple Developer Academy di Surabaya dan Batam. Dia berharap, pembukaan Apple Developer Academy Bali bisa meluluskan ribuan orang dan banyak aplikasi untuk Apple Store. (Yoga)

Industri Manufaktur Berisiko Tekan Volume Produksi

KT3 16 Apr 2024 Kompas

Pelemahan nilai tukar rupiah secara terus-menerus berisiko menyebabkan sebagian besar industri manufaktur menekan volume produksi. Beban biaya nonproduksi akan melonjak jika pelemahan rupiah berkelanjutan. Meski perdagangan spot rupiah selama sepekan terakhir atau selama periode Lebaran belum dibuka, berbagai pemberitaan menyebutkan, rupiah telah menembus Rp 16.000 per dollar AS. Berdasarkan data Google Finance, pelemahan rupiah menyentuh titik tertingginya pada level Rp 16.089 per dollar AS pada Jumat (12/4).  Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menunjukkan, rupiah berada di level Rp 15.873 per dollar AS pada penutupan pasar Jumat (5/4).

Pelemahan rupiah sempat menyentuh level tertingginya sebesar Rp 15.923 per dollar AS atau terdepresiasi 2,9 % dibandingkan dengan awal tahun 2024. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani, Senin (15/4) mengatakan, pelemahan rupiah dipastikan berdampak negatif, terutama terhadap industri manufaktur nasional. Sebab, industri manufaktur masih bergantung pada impor bahan baku, bahan penolong, serta barang modal.

”Terbuka kemungkinan kenaikan harga jual di pasar apabila pelemahan ini terjadi lebih dari sebulan. Imbasnya, inflasi harga pasar bisa menjadi lebih tinggi, pertumbuhan penjualan atau konsumsi pasar melambat dan memengaruhi inflasi apabila pemerintah tidak bisa menstabilkan penguatan nilai tukar. Kami sangat berharap pemerintah dapat menciptakan intervensi moneter yang dibutuhkan untuk menciptakan stabilitas atau penguatan nilai tukar,” katanya.

Sekitar 80 % total impor nasional merupakan bahan baku, bahan penolong, serta barang modal industri. Ini mengakibatkan biaya nonproduksi (overhead cost) industri manufaktur seluruh subsektor melonjak dan sangat memberatkan. Apindo memperkirakan, sebagian besar industri manufaktur akan menekan volume produksi akibat kenaikan beban biaya nonproduksi yang disebabkan oleh pelemahan rupiah. (Yoga) 

PERFORMA MANUFAKTUR : Ramadan Pacu Permintaan Plastik dan Elektronik

HR1 03 Apr 2024 Bisnis Indonesia

Ramadan memberikan impak positif terhadap sejumlah subsektor industri di dalam negeri. Sentimen tersebut melengkapi peningkatan optimisme pelaku pasar setelah penyelenggaraan Pemilihan Umum 2024. Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Elektronik Daniel Suhardiman mengatakan, permintaan selama Ramadan hingga jelang Idulfi tri membuat peningkatan kinerja industri elektronik hingga 15% sepanjang Maret dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Siklus tahunan jelang Lebaran, kata dia, menjadi sentimen positif untuk penjualan elektronik, melengkapi impak pelaksanaan Pemilihan Umum 2024 yang mampu meningkatkan keyakinan pasar. Menurutnya, banyak pelaku industri elektronik yang merespons tingginya permintaan dengan menaikkan kapasitas produksi. Meski permintaan sedang tinggi, Daniel memastikan harga elektronik tidak akan mengalami kenaikan. Berkah serupa dirasakan oleh industri plastik nasional. Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) mencatat pertumbuhan positif industri plastik akibat meningkatnya kebutuhan kemasan sepanjang Ramadan tahun ini. Sekretaris Jenderal Inaplas Fajar Budiono mengatakan, kinerja positif industri plastik juga terdorong oleh daya beli masyarakat yang mulai menunjukkan perbaikan hingga kebijakan pembatasan impor, sehingga daya saing mulai terungkit. “Biasanya [pertumbuhan] ketika Ramadan, dalam 1 bulan itu bisa 8%—10%, atau naik 2%—4%. Berbeda dengan tahun lalu yang [kinerjanya] masih jelek, tahun ini kelihatannya momentumnya sedikit berpihak ke pertumbuhan.”