;

Produsen Alas Kaki Bata Tutup Pabrik di Purwakarta

Ekonomi Yoga 06 May 2024 Kompas
Produsen Alas Kaki Bata Tutup Pabrik di Purwakarta

Produsen alas kaki PT Sepatu Bata Tbk akhir pekan lalu mengumumkan penghentian aktivitas pabriknya di Purwakarta, Jabar. Penurunan penjualan alas kaki dalam empat tahun terakhir menjadi alasannya. Pengumuman tersebut disampaikan dalam dokumen keterbukaan informasi di situs Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan yang didirikan di Ceko pada 1894 dan hadir di Indonesia sejak 1931 itu tercatat di pasar modal Indonesia pada 1982 dengan nama BATA. ”Perseroan sudah tidak dapat melanjutkan produksi di pabrik Purwakarta karena permintaan pelanggan terhadap jenis produk yang dibuat di pabrik Purwakarta terus menurun. Kapasitas produksi pabrik jauh melebihi kebutuhan yang diperoleh secara berkelanjutan dari pemasok di Indonesia,” kata Sekretaris PT Sepatu Bata Tbk Hatta Tutuko, dalam dokumen tersebut.

Menurut dia, kebijakan tersebut harus diambil setelah mereka berjuang menghadapi kerugian dan tantangan industri akibat pandemi Covid-19 dan perubahan perilaku konsumen yang begitu cepat. Masalah ini telah mereka alami empat tahun terakhir. Dalam laporan keuangan tahun 2023, perseroan mengumumkan penurunan nilai penjualan sebesar 5 % menjadi Rp 609,6 miliar dari penjualan di 2022 sebesar Rp 643,4 miliar. Penurunan ini linier dengan jumlah produksi tahun 2023 yang hanya sebanyak 1,15 juta pasang sepatu dan sandal, berkurang dari 1,80 juta pasang alas kaki pada tahun sebelumnya. Pada saat bersamaan, perusahaan mencatatkan peningkatan kerugian komprehensif sebesar Rp 188,4 miliar dari Rp 107,2 miliar di 2022. Rugi tahun berjalan juga meningkat dari Rp106,1 miliar menjadi Rp 190,5 miliar.

Kerugian yang dialami pada 2023 terutama disebabkan oleh kerusakan pada asset tetap dan persediaan barang yang sudah menua. Kinerja keuangan tersebut didapat kendati perseroan melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki penjualan. Garis besar inovasi mereka di tahun lalu, antara lain, mengoptimal- kan pemasaran dengan melibatkan pemengaruh (influencer), dengan harapan akan mampu meningkatkan pengunjung toko di platform daring perusahaan. Masalah yang dialami Bata tidak lepas dari kinerja industri alas kaki secara umum di dalam negeri. Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menyatakan bahwa industri alas kaki dalam negeri belum pulih ke normal sejak pandemiCovid-19. Dinamika ekonomi global belakangan juga turut memengaruhi. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :