Indonesia Berpeluang Jadi Tumpuan Rantai Pasok Kendaraan Listrik Global
Belum adanya satu pun negara di dunia yang mampu memenuhi
keseluruhan elemen ekosistem kendaraan listrik secara mandiri, membuka peluang
bagi Indonesia untuk dapat terlibat lebih jauh dalam rantai pasok kendaraan
listrik global. Kepala Pusat Riset Ekonomi Industri, Jasa, dan Perdagangan BRIN
Umi Mu’awanah mengatakan, selain Indonesia, di kawasan ASEAN saat ini sudah ada
Vietnam, Thailand, dan Malaysia yang telah memiliki basis produksi industri
kendaraan listrik. Namun, dibandingkan ketiga negara lainnya, Indonesia lebih
unggul dalam ketersediaan bahan baku. Dari sisi produksi, Indonesia punya
kekayaan sumber daya alam nikel yang merupakan bahan baku baterai. ”Produsen kendaraan
listrik global bisa mendapatkan kepastian bahan baku produksi dari Indonesia,” ujarnya
dalam simposium mini yang dilaksanakan BRIN bertajuk ”Tantangan Ekosistem Mobil
Listrik di Indonesia”, di Jakarta, Rabu (24/4).
Produksi mobil listrik di dalam negeri, lanjut Umi, berpotensi
bisa lebih efisien karena bahan baku baterai seperti tembaga dan nikel mudah
diperoleh dari dalam negeri. Efisiensi produksi ini bisa meningkatkan daya saing Indonesia sebagai produsen mobil
listrik. Namun, pada kenyataannya saat ini harga jualnya masih relatif mahal
untuk konsumen Indonesia. Di pasar Indonesia, mobil yang laku keras memiliki harga
di bawah Rp 300 juta per unit, sementara harga mobil listrik dari berbagai
merek kebanyakan masih di atas Rp 700 juta. ”Fenomena harga mobil listrik yang
lebih mahal daripada mobil berbahan bakar ini tidak hanya terjadi di Indonesia,
tetapi juga di seluruh dunia,” kata Umi. Kendati harga kendaraan listrik
relatif lebih mahal, berkaca dari permintaan di pasar domestik, minat
masyarakat Indonesia terhadap mobil listrik tumbuh secara konsisten dan
signifikan, tercermin lewat serapan pasar yang melonjak dari 700 unit pada
2021, lalu 10.000 unit pada 2022, dan menjadi 17.000 unit pada 2023. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023