Pertumbuhan Ekonomi
( 471 )Pemerintah Tetap Pede
JAKARTA,ID-Berbekal pertumbuhan ekonomi kuartal II-2023 sebesar 5,17% secara tahunan (yoy), pemerintah tetap pede alias percaya diri bahwa target pertumbuhan ekonomi 2023 sebesar 5,3% bakal tercapai. Dalam dua kuartal ke depan, pemerintah akan menggenjot konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah di tengah risiko perlambatan ekspor dan investasi akibat gejolak ekonomi global. Menurut Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, kinerja belanja pemerintah akan menjadi pengungkit perekonomian domestik pada kuartal III-2023. "Penungkitnya itu kita lihat di kuartal III-2023, seberapa jauh pertumbuhan ekonomi kuartal III bisa kita genjot. tentu harapannya kuartal III-2023 masih bisa kita tingkatkan karena salah satu pengungkitnya adalah belanja pemerintah," kata Airlangga dalam konferensi pers Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2023 di kantor Kemenko Perekonomian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diumumkan Senin (7/8/2023), perekonomian nasional pada kuartal II-2023 tumbuh 5,17% (yoy) dan 3,86%, sedangkan pertumbuhan ekonomi semester I-2023 mencapai 5,11%. (Yetede)
Pasar Aspirasi Pertumbuhan Ekonomi RI, IHSG Menuju 7.600
JAKARTA,ID-Pelaku pasar mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2023 sebesar 5,17%, di atas konsensus analis sebesar 5% dan kuartal I sebesar 5,03%. Sejalan dengan itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) kini menuju fase bullish consolidation dan menuju level 7.600 akhir 2023. Kemarin, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat 33,53 poin (0,49%), ke level 6.886,3 Senin (7/8/2023), ditopang pertumbuhan keluarnya data PDB terbaru. Indeks bergerak dalam rentang 6.852-6.904, dengan nilai transaksi Rp7,27 triliun. Penguatan IHSG didukung keniakan sejumlah sektor saham, seperti keuangan sebesar 0,8%, teknologi 0,64%, dan industri 0,53%. sebaliknya, pelemahan melanda saham sektor teknologi 0,71%, infrastruktur 0,38%, dan properti 0,07%. "Market mengapresiasi kinerja PDB Indonesia kuartal II-2023 yang diatas survei. Proyeksinya di 5% sedangkan hasilnya 5,17%, karena memang sangat ditopang peningkatan konsumsi domestik," ujar Senior Investment Information Mirea Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta kepada Investaor Daily, Senin (7/8/2023). (Yetede)
Tak Berkinerja Baik Status KEK Bakal Ditarik
SURABAYA,ID-Pemerintah akan mencabut kawasan ekonomi khusus (KEK) terhadap kawasan-kawasan ekonomi yang hingga medio 2024 nanti tidak mampu menunjukkan kinerja baik, yang diukur melalui tingkat realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja (naker). Ini dilakukan guna memastikan tidak ada proyek mangkrak setelah pemerintahan Presiden Joko Widodo berakhir pada 20 Oktober tahun depan. "Arahan Presiden jelas, tegas, pokoknya cek, lihat KEK, PSN (proyek strategi nasional), dan sebagainya. Apakah kira-kira dipertengahan 2024 jalan? Begitu hanya komitmen investasi dan kemudian yang masuk investasi hanya hitungan kecil-kecil, (Presiden) minta dicabut," ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso selaku Plt Sekjen Dewan Nasional (Denas) KEK di Surabaya, Kamis (03/08/2023). Ia menambahkan, sejumlah indikator tengah didesain dengan KEK untuk menetapkan kawasan ekonomi yang akan dicabut atau dipertahankan status KEK-nya pada pertengah 2024 nanti. "Utamanya, indikator penilaiannya itu satu, realisasi investasi. DI KEK kalau tidak membangun fisik, itu belum kami hitung. Maka realisasi di KEK itu 'baru' Rp 128 triliun," ucap Susiwijono. (Yetede)
PERTUMBUHAN EKONOMI : DORONGAN MINIM LIBUR PANJANG
Daya dorong libur panjang pertengahan tahun ini tampaknya terbatas pada pertumbuhan ekonomi, sedikit meleset di bawah impian pemerintah yang ingin memacu konsumsi dan perjalanan di tengah perlambatan ekspor. Indikator peningkatan konsumsi yang tidak setinggi harapan terlihat pada laporan Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) yang menyebutkan penjualan hewan kurban pada Iduladha tahun ini turun 10%—20% jika dibandingkan dengan Lebaran Haji tahun lalu. PPSKI menyebut daya beli masyarakat saat ini hewan kurban lebih rendah, padahal harga sapi dan kerbau cenderung sama dengan Iduladha tahun lalu. Laporan ini mengukuhkan estimasi Indonesian Development and Islamic Studies (IDEAS) yang menyebutkan jumlah orang yang membeli hewan kurban hanya 2,08 juta tahun ini, turun dari 2,17 juta orang tahun lalu. Angka ini juga masih di bawah level prapandemi yang sebanyak 3,5 juta orang pada 2019. Adapun, nilai ekonomi dari kambing dan sapi yang dikorbankan sekitar Rp6,02 juta dan Rp33,86 juta per ekor. Output ekonomi ini mencakup bisnis distribusi dan perdagangan hewan (yang dapat menikmati margin keuntungan 41% menurut IDEAS), serta proses pemeliharaan dan pemotongan. Tim ekonom Bahana Sekuritas, termasuk Satria Sambijantoro, melihatnya sebagai bukti bahwa di tengah pembukaan kembali ekonomi, tingkat pendapatan dan tabungan agregat sebagian masyarakat kelas menengah Indonesia masih terpengaruh oleh dampak ekonomi Covid-19. Di sisi lain, harapan tambahan ‘bahan bakar’ pertumbuhan ekonomi muncul dari aktivitas perjalanan. Wakil Ketua Bidang Penguatan dan Pengembangan Kewilayahan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan periode libur panjang sudah pasti akan dibarengi dengan peningkatan perjalanan, baik untuk moda transportasi umum maupun kendaraan pribadi. Apalagi, saat ini infrastruktur pendukung moda transportasi juga telah berkembang pesat. Djoko memberi contoh, perjalanan Jakarta-Semarang menggunakan kereta api kini hanya memakan waktu 5 jam 15 menit dari sebelumnya sekitar 6 jam. Selain itu, pemerintah juga gencar melakukan pembangunan jalan tol yang turut meningkatkan mobilitas masyarakat.
Bergegas Menuju Indonesia Emas 2045
JAKARTA,ID-Indonesia akan punya julukan mentereng di tahun 2045: sebagai negara maju, negara super kaya dengan pendapatan tinggi. Targetnya ambisius, sebesar US$ 30.300 per kapita, atau 6,3 kali lipat dari posisi saat ini sebesar US$ 4,784. Kalangan pengusaha dan ekonomi meyakini target mewujudkan "Visi Indonesia Emas 2045" meski sangat berat, dengan segunung kerja esktra keras. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RRJPN) 2025-2045 untuk menuju Indonesia Emas 2045, pemerintah mematok target Produk Domestik Bruto (PDB) di posisi ke-5 dunia, PDB per kapita US$ 30.300, kontribusi sektor maritim terhadap PDB 17,5%, serta kontribusi industri pengolahan 28% PDB. Selain itu, kemiskinan digiring ke 0,5-0,8%, rasio Gini 0,290-0,320, serta ketimpangan antar wilayah menyempit, dengan PDRB Kawasan Timur Indonesia (KTI) 26%. Daya saing SDM meningkat dengan skor Human Capital Index o,73. Pemerintah juga menetapkan 8 Agenda Pembangunan. Kepala EKonomi Bank Mandiri Andry Asmoro berpendapat, untuk menggapai berpendapat, untuk menggapai pendapatan per kapita US$ 30.300, Indonesia harus berupaya ekstra keras agar mampu tumbuh US$ 1.200 per tahun mampu tumbuh US$ 1.200 per tahun atau pertumbuhan ekonomi minimal 6% per tahun selama periode 2024-2045. (Yetede)
Giliran Goldman Sachs Pangkas Proyeksi Pertumbuhan RRT
SINGAPURA,ID-Para analis dari Goldman Sachs memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dengan alasan tingkat kepercayaan yang masih lemah. Pasar properti yang masih diliputi ketidakpastian juga dipandang sebagai faktor penghambat lebih kuat dari yang diperkirakan. Bank investasi asal Amerika Serikat itu menurunkan proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil Tiongkok untuk sepanjang tahun ini dari 6% menjadi 5,4%, Menurut catatan yang dirilis pada Minggu (18/06/2023) Goldman Sachs juga menurunkan proyeksi pertumbuhan 2024 dari 4,6% menjadi 4,5%. "Tidak ada pembukaan kembali (ekonomi pascapandemi) yang lajunya melambat secepat di Tiongkok. Kami perkirakan hambatan terhadap pertumbuhan terus berlanjut sementara para pembuat kebijakan terkendala oleh pertimbangan-pertimbangan ekonomi dan politik dalam menggelontorkan stimulus yang memedai," kata para analis Goldman, yang dikepalai oleh ekonom Hui Shan, yang dilansir Reuters pada Senin (19/06/2023). Revisi terbaru dari Goldman Sachs tersebut menyusul laporan USB, Bank of Amerika (BOFA), dan JPMorgan yang juga telah menurunkan perkiraan PDB Tiongkok setahun penuh. (Yetede)
Industrialisasi dan SDM Kunci Capai Pendapatan per Kapita US$ 30.300
JAKARTA,ID-Pembangunan industri berorientasi teknologi tinggi dan pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM), menjadi faktor penting dalam mencapai target pendapatan per kapita Indonesia sebesar US$ 30.300 pada 2045. Sementara itu, ditengah upaya mencapai target tersebut, Indonesia harus mampu bersaing diantara negara-negara sekawasan agar tidak tertinggal. Target pemerintah untuk mencapai pendapatan US$ 30.300 pada 2045 terbilang ambisius. Dalam peluncuran Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025-2045 di Jakarta,pekan lalu, Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah menargetkan agar pendapatan per kapita Indonesia berada di kisaran US$ 23.000 sampai US$ 30.300 pada 2045. Tingkat kemiskinan ditargetkan berada 1% yaitu dikisaran 0,5% sampai 0,8%. Pada area transformasi ekonomi, pertumbuhan sebesar 5% yang saat ini telah dicapai masih perlu ditingkatkan. Dengan skenario transformatif, maka diperlukan rata-rata pertumbuhan sebesar 6% agar tahun 2041 Indonesia dapat keluar dari MIT. Sedangkan dengan skenario sangat optimistis, rata-rata pertumbuhan sebesar 7% agar tahun 2038 Indonesia dapat keluar dati MIT. "Jadi persaingan kita ini bukan hanya mencapai target pendapatan perkapita , tapi juga adalah bagaimana agar kita juga tidak kalah bersaing atau tertinggal dengan negara sekawasan di Asean," kata Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Yudhistira kepada Investor Daily, Senin (19/06/2023). (Yetede)
Target Tinggi Pertumbuhan Ekonomi
PIJAKAN SOLID EKSPANSI BISNIS
Berlanjutnya tren pertumbuhan ekonomi domestik dan geliat daya beli konsumen menjadi pijakan yang solid bagi korporasi di Tanah Air untuk memacu produksi dan menggulirkan investasi di tengah kondisi eksternal yang menantang. Kendati demikian, dunia usaha tetap diminta waspada lantaran masih ada gejolak geopolitik dunia. Faktanya, pada kuartal I/2023, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,04% atau di atas proyeksi analis sebesar 4,8%. Pada saat yang sama, keyakinan konsumen juga merangkak naik sepanjang tahun berjalan 2023. Hal itu tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) lansiran Bank Indonesia yang merangkak naik ke level 126,1 pada April 2023 atau tertinggi sejak Juli 2022. Dus, optimisme konsumen pun semakin terbaca jelas. Indikator positif makro ekonomi tersebut turut berimbas terhadap kinerja dunia usaha di Indonesia, termasuk emiten-emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data BEI hingga 2 Mei 2023, pendapatan dan laba bersih 144 perusahaan meningkat sepanjang kuartal I/2023. Secara tahunan, pendapatan emiten naik 10,87% dan laba bersihnya tumbuh 4,12%. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengatakan kinerja pertumbuhan ekonomi, perbaikan kinerja di seluruh industri jasa keuangan, dan stabilitas sektor keuangan dapat terjaga dengan baik pada 2022 bahkan hingga akhir Mei 2023. Pada saat yang sama, kinerja industri dan perusahaan juga relatif bertumbuh.
Dia menuturkan sejumlah risiko global yang ada di depan mata yakni stagflasi di beberapa negara maju di Eropa, kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat, dan disrupsi rantai pasok dunia akibat kepentingan geopolitik. Di tengah tantangan tersebut, Mantan Wakil Menteri Keuangan itu menyampaikan pemerintah dan swasta perlu terus bekerja keras dan bersinergi untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian-capaian positif. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani mengatakan saat ini masyarakat meyakini terjadi perbaikan penciptaan lapangan kerja dan penghasilan di Indonesia. PT Kimia Farma Tbk. (KAEF), misalnya, menyiapkan capital expenditure (capex) sebesar Rp1,2 triliun pada tahun ini. Capex emiten farmasi BUMN itu telah menggunakan sebagian kecil capex untuk pengadaan tanah dan bangunan, pemeliharaan mesin dan kendaraan, serta inventaris. Senada, Direktur PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) Helmy Yusman Santoso mengatakan perusahaan menara telekomunikasi Grup Saratoga itu mengalokasikan capex senilai Rp3 triliun pada 2023. Belanja modal itu bakal digunakan TBIG untuk pembangunan menara dan jaringan serat optik (fiber optic).
Ekonomi 2024 Diprediksi Tumbuh 5,3-5,7%
JAKARTA, ID – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2024 di kisaran 5,35,7%, laju inflasi 1,5-3,5%, serta nilai tukar rupiah Rp 14.700-Rp 15.300 per dolar AS. Selain itu, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024, pemerintah juga mematok target rasio utang di kisaran 38,07% hingga 38,97% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR, Jumat (19/05/2023). Dalam Kerangka Eko nomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal. (KEM PPKF) RAPBN 2024, Menkeu menjelaskan beberapa asumsi dasar penyusunan RAPBN 2024. Di antaranya adalah pertumbuhan ekonomi 5,3-5,7%, inflasi 1,5-3,5%, nilai tukar rupiah Rp 14.700-Rp15.300 per dolar AS, dan tingkat suku bunga SBN 10 Tahun 6,49-6,91%. Kemudian harga minyak mentah Indonesia US$ 75-85 perbarel, lifting minyak bumi 597 ribu hingga 652 ribu barel per hari, dan lifting gas 999 ribu hingga 1,054 juta barel setara minyak per barel. Selain itu, pendapatan negara diperkirakan mencapai 11,81-12,38% dari PDB serta belanja negara 13,97-15,01% dari PDB. Keseimbangan primer berada pada kisaran defisit 0,43% hingga surplus 0,003% dari PDB. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Melawan Hantu Inflasi
10 Mar 2022 -
Krisis Ukraina Meluber Menjadi ”Perang Energi”
10 Mar 2022 -
Ekspor Sarang Walet Sumut Tembus Rp 3,7 Triliun
24 Feb 2022









