;
Tags

Pertumbuhan Ekonomi

( 471 )

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menuai Apresiasi Ekonom Dunia

KT1 15 Dec 2023 Investor Daily

JAKARTA,ID- Pertumbuhan ekonomi Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo menuai apresiasi ekonom dunia. Hal ini diungkapkan oleh Exective Chairman B-Universe Engartiasto Lukito di sela acara International Economic Association World Congress di Medelin, Kolombia, Selasa, waktu setempat (12/12/2023)"Didalam pertemuan-pertemuan informal dengan berbagai tokoh ekonomi dunia, satu hal yang membahagiakan salah adalah apresiasi yang diberikan oleh mereka atas pertumbuhan ekonomi dan kemampuan pemerintah kita menjaga laju bertumbuhan, menekan inflasi dan berbagai hal lainnya, ditengah situasi yang tengah tidak baik-baik saja," ungkap Enggar. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia tumbuh 4,94% secara year-on-year (yoy) pada triwulan III-2023. Sementara itu Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI pada 2023 tetap berada dikisaran 4,5% hingga 5,3%. Adapun Presiden Jokowi menargetkan agar perekonomian Indonesia bisa tumbuh di kisaran 5,1%. (Yetede)

Jamu Kuat Ekonomi 2024

HR1 14 Dec 2023 Bisnis Indonesia

Soal pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan, Bank Dunia rupanya tak seoptimistis Pemerintah RI. Teranyar, Bank Dunia meramal pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 di angka 4,9%.Angka itu masih berada di bawah target pemerintah yang termuat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 yakni, sebesar 5,2%.Menurut Bank Dunia, risiko eksternal akan lebih menantang, utamanya pada kinerja perdagangan serta tekanan pembiayaan global. Hal itu tak lepas kondisi higher for longer suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve.Belajar dari pengalaman, rezim suku bunga tinggi The Fed, lazimnya akan menekan pasar keuangan negara berkembang, tak terkecuali Indonesia.Alhasil, beragam langkah antisipasi semestinya diterapkan dari sekarang, agar ekonomi tak kalang kabut diterjang berbagai tekanan. Tentu saja, insentif tersebut diharapkan dapat memompa kinerja dunia usaha, yang pada gilirannya bakal ikut mendongkrak ekonomi nasional.Oktober lalu, pemerintah mengumumkan insentif fiskal berupa pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) ke sektor properti.Kebijakan itu berlaku untuk pembelian rumah komersial di bawah Rp2 miliar, di mana PPN DTP 100% sampai Juni 2024. Adapun, mulai Juni sampai Desember 2024, PPN DTP tetap diterapkan, tetapi hanya 50%. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah memberikan bantuan biaya administrasi sebesar Rp4 juta. Insentif yang bertebaran memang amat mungkin mendongkrak geliat sektor usaha yang menerimanya. Hal itu nyata terjadi manakala pemerintah mengobral insentif fiskal untuk sejumlah sektor industri guna memacu aktivitas bisnis pascapandemi Covid-19.Contohnya saat insentif diberikan ke sektor properti pada 2021 dan 2022. Kala itu penjualan properti melejit dan turut menyokong pemulihan sektor ini. Kendati demikian, insentif tak bisa menjadi satu-satunya cara untuk mendongkrak kinerja dunia usaha. Terlebih pemberian insentif juga lazim dibarengi dengan penurunan penerimaan negara dari setoran pajak.Bahkan, sebagian penerima keringanan PBB tersebut, selama ini dikenakan pajak penghasilan final, yang berarti penerimaan negara sukar bertambah berlipat-lipat.

Ekonomi Bisa Tumbuh 5,4%

KT1 05 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,4% pada 2024, ditopang oleh masifnya investasi proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan industrialisasi kendaraan listrik  serta rantai pasoknya. Selain itu, suku bunga acuan diprediksi mulai turun semester II tahun depan, sehingga ekonomi bisa terakselerasi. Faktor lain yang dapat memacu ekonomi adalah bergairahnya konsumsi rumah tangga dan kucuran  belanja pemerintah di tahun 2024. Berkaca pada pengalaman sebelumnya, kala pemilu digelar, pemerintah biasanya meningkatkan belanja bantuan sosial dan belanja bantuan subsidi, yang diharapkan dapat mendongkrak daya beli. Kuartal III-2023, pertumbuhan ekonomi nasional melambat menjadi 4,94%, dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 5,17%. Adapun pertumbuhan ekonomi secara year on date (ytd) hingga September 2023 mencapai 5,05%. (Yetede)

Komitmen, Konsistensi, dan Keberlanjutan

HR1 02 Dec 2023 Bisnis Indonesia

Indonesia bercita-cita menjadi negara dengan pendapatan per kapita yang setara dengan negara maju, sehingga dapat keluar dari Middle Income Trap (MIT). Oleh karena itu, Indonesia perlu mengubah pendekatan dalam membangun masa depan, dari reformatif menjadi transformatif, melalui tiga area perubahan, yakni transformasi ekonomi, sosial, dan tata kelola.Cita-cita tersebut muncul dalam bentuk visi Indonesia Emas 2045 yang melalui sebuah koridor Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 yang telah disepakati sejak pertengahan 2023.Pada area transformasi ekonomi, pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% yang saat ini telah digapai, masih perlu ditingkatkan. Dengan skenario transformatif, diperlukan rata-rata pertumbuhan sebesar 6% agar pada 2041 Indonesia dapat keluar MIT. Sementara itu, dengan skenario sangat optimistis, dibutuhkan rata-rata pertumbuhan ekonomi sebesar 7% agar pada 2038 Indonesia dapat keluar MIT.Modal utama untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi yang pantas diperhitungkan, yaitu pertama, Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia dengan angkatan kerja sebesar 146,6 juta. Modal kedua, yaitu optimalisasi peluang bonus demografi. Ketiga, letak wilayah Indo ne sia yang strategis sangat menguntungkan dalam perdagang an internasional. Keempat, melimpahnya sumber daya alam dengan kekayaan cadangan mineral yang sangat besar, di mana Indonesia menjadi peringkat pertama cadangan nikel (21 juta metric ton), bauksit peringkat ke-6 (1 miliar metric ton), tembaga peringkat ke-7 (24 juta metric ton), dan timah peringkat ke-1 (0,8 juta metric ton). Visi Indonesia Emas 2045 yakni Negara Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan hanya akan terwujud melalui kemajuan industri yang selaras dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Indonesia. Harian ini, sebagai salah satu punggawa pilar demokrasi selain eksekutif, yudikatif, dan legislatif tentu saja mendorong pencapaian Indonesia Emas. Itu menjadi tugas utama. Peningkatan pendapatan perkapita tentu perlu dikontribusi oleh industri manufaktur. Untuk meraih Visi Misi Indonesia Emas 2045, kontribusi industri manufaktur setidaknya harus mencapai 28% terhadap produk domestik bruto (PDB), dari posisi saat ini sekitar 18%.Industri manufaktur penting mengingat bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Dengan meningkatkan produktivitas dan daya saing industri manufaktur, Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Memacu Produktivitas Capai Visi Indonesia Emas 2045

KT1 01 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2045, pemerintah membutuhkan peran kebijakan fiskal dalam memastikan bahwa perekonomian akan didasarkan pada produktivitas dan inovasi. Di samping itu, sinergi bauran kebijakan ekonomi nasional akan memperkuat ketahanan dan kebangkitan ekonomi Indonesia. Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil dalam kisaran 5% dengan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) relatif tetap rendah, dan inflasi relatif stabil. Kondisi perekonomian tersebut merupakan sebuah pencapaian positif ditengah  terjadi saat ini. Namun hal, tersebut cukup memberikan kita optimisme bagi Indonesia Emas 2045? Jawabannya jelas tidak, bukan berarti hal itu tidak penting. Namun, hal ini tidak cukup untuk mempersiapkan Indonesia  mencapai impian dan tujuan kita, yaitu menjadi negara berpendapatan tinggi  yang sejahtera dan berkeadilan," kata Sri Mulyani. (Yetede)

Mencari Titik Keseimbangan antara Perubahan Iklim dan Pertumbuhan Ekonomi

KT1 28 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Pemerintah terus memperkuat peran pembiayaan  dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim. Namun dalam implementasinya sering terjadi kontradiksi antara penanganan dampak  dampak perubahan iklim dan upaya mendorong perekonomian negara. Oleh karena itu, diperlukan titik kesimbangan agar penanganan perubahan iklim bisa berjalan beriringan dengan ikhtiar mendorong geliat perekonomian.  Berdasarkan data bank Dunia, tercatat bahwa dalam 20 tahun terakhir peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan pengentasan kemiskinan berjalan seiring dengan meningkatnya emisi gas rumah kaca. Upaya Indonesia dalam meningkatkan pendapatan per kapita naik dua kali lipat sementara income per kapita naik hampir empat kali lipat. Ini menggambarakan Indonesia masih perlu terus meningkatkan kemampuan dalam meningkatkan pembangunan. (Yetede)

Omzet Bisnis Turun saat Ekonomi Melaju

HR1 24 Nov 2023 Kontan

Pertumbuhan ekonomi Indonesia terus membaik pasca pandemi Covid-19. Pada 2022, ekonomi tumbuh mencapai 5,3% dan digadang-gadang bisa melampaui 5% pada tahun ini. Sayangnya, perbaikan angka pertumbuhan ekonomi tersebut tak sejalan dengan omzet yang diraih pengusaha. Omzet mereka justru menurun saat laju ekonomi pulih. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengungkapkan, hal yang perlu dilihat oleh dunia usaha adalah nominal produk domestik bruto (PDB), bukan PDB secara keseluruhan. David menyebutkan, ada dua faktor yang mempengaruhi kondisi penurunan nominal PDB Indonesia. Pertama, harga komoditas global yang terus mengalami penurunan. Kedua, produk China yang sudah masuk dan menguasai perdagangan di negara negara emerging market termasuk Indonesia dan ikut mempengaruhi inflasi. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso optimistis, beberapa sektor ekonomi akan menggeliat. Terutama didorong momentum Pemilu 2024. Beberapa sektor yang dimaksud yakni konveksi, percetakan, periklanan, media, transportasi, makanan dan minuman, juga beberapa jasa hiburan yang biasanya hadir dalam masa kampanye. Sementara itu, dampak tidak langsungnya akan disumbangkan dari konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga (LNPRT), yang diproyeksikan tumbuh 4,5% hingga 5% pada 2023, kemudian tahun depan akan meningkat lebih tinggi sekitar 6,5% hingga 7%.

Suku Bunga 6% Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

KT1 24 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-7-Day Reserve Repo rate (BI7DRR) sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25% dan suku bunga Lending facility 6,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 November 2023. Kebijakan tersebut dinilai tepat dan akan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. "Apa yang dilakukan oleh BI ini sudah sesuai dengan ekspektasi para analis  yang menganggap bahwa saat ini BI tidak diperlukan lagi untuk menaikkan suku bunga  karena kondisi ekonomi yang cukup stabil di dalam negeri, walaupun di luar negeri terjadi gejolak geopolitik," kata pengamat Ekonomi yang juga Direktur Laba Forexindo  Berjangka Ibrahim Assuaibi kepada Investor Daily. Menurut dia, walaupun di luar terjadi gejolak geopolitik, neraca perdagangan Indonesia masih cukup bagus. Demikian pula dengan cadangan devisa yang dinilainya masih cukup mumpuni. (Yetede)

Konsumsi Masyarakat Penopang Denyut Perekonomian

KT1 24 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Pemerintah menilai, kondisi perekonomian yang tumbuh merata diseluruh daerah turut memberikan dukungan terhadap resiliensi perekonomian nasional. Tingginya peran konsumsi masyarakat mendukung upaya pemerintah alam menjaga bantalan perekonomian nasional. Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah terus menjaga perekonomian tumbuh dikisaran 5%. Oleh karena itu, sektor konsumsi masyarakat terus dijaga dengan diimbangi peningkatan belanja pemerintah yang sebelumnya sempat terkontraksi pada kuartal III-2023. "Domestic demand baik dari konsumsi masih resilien, consumer index bertahan beberapa konsumsi listrik dan semen menunjukkan adanya geliat ekonomi. Sampai dengan kuartal IV-2023 nanti dengan akselerasi belanja pemerintah kami berharap momentum pertumbuhan masih akan terjaga," Kamis (23/11/2023)

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Masih Solid

KT3 16 Nov 2023 Kompas
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Arlyana Abubakar, dalam diskusi dengan media di Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/11/2023), mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jakarta secara tahunan pada triwulan III-2023 4,93 persen. Pertumbuhan itu masih solid walaupun triwulan II-2023 tumbuh 5,13 persen dan triwulan I-2023 tumbuh 4,95 persen. Perlambatan dipicu ekonomi global yang melambat. (Yoga)