;
Tags

Pertumbuhan Ekonomi

( 471 )

Ekonomi Indonesia Masih Akan Terjebak di Level 5%

HR1 06 Mar 2024 Kontan
JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi masih berkutat di kisaran 5% pada tahun ini. Sejumlah faktor internal dan eksternal turut mengancam perekonomian, mulai dari resesi global hingga inflasi akibat lonjakan harga pangan. Proyeksi dari banyak lembaga internasional juga menyimpulkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di sepanjang 2024 maksimal berada di level 5,2%. Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro memprediksi, pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya mencapai 5,06%, sementara tahun depan diprediksi lebih tinggi yakni mencapai 5,05% hingga 5,15%. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tersebut, menurut dia, pemerintah bisa mengandalkan sektor-sektor fundamental, seperti industri fast moving consumer goods atau industri yang bergerak di bidang produk konsumen untuk keperluan sehari-hari. "Kemudian ritel, health care, education, telekomunikasi, sektor yang di-drive oleh kebijakan pemerintah, seperti hilirisasi, yang nanti relatif bisa men-drive," tutur Asmo, panggilan akrab Andry Asmoro, usai konferensi pers Mandiri Investment Forum (MIF) 2024, Selasa (5/3). Untuk meraih pertumbuhan ekonomi di atas 5% bukanlah hal mudah. Ada sejumlah tantangan, baik di tingkat global maupun domestik, yang harus dihadapi. Di tingkat global, tensi geopolitik masih belum usai. Ada juga Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) yang berlangsung pada November 2024, yang tentunya banyak mempengaruhi Indonesia pada beberapa aspek, seperti ekonomi, politik, keamanan dan pertahanan. Sementara Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P Sasmita menyoroti sejumlah tantangan ekonomi Indonesia, mulai dari kebijakan fiskal yang bisa terganggu dengan program baru hingga penurunan daya beli akibat lonjakan harga komoditas. Maurice Obstfeld, Ekonom dari Peterson Institute for International Economics mengatakan, masalah yang akan dihadapi makro ekonomi global adalah terkait tingkat utang, baik dari sektor swasta maupun pemerintah. "Saya khawatir dengan utang di Amerika Serikat, yakni terkait dengan ketidakmampuan pihak-pihak di AS untuk menetapkan prioritas fiskal dengan cara bertanggung jawab dan tanpa terkait politik," kata dia di sesi acara Mandiri Investment Forum 2024.

Pemilu Satu Putaran Akan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

KT1 06 Mar 2024 Investor Daily
Bank Indonesia (BI) menyatakan berlangsungnya  pemilu dalam satu putaran turut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi tahun 2024 ditargetkan dalam  kisaran 4,7% sampai 5,5% dan pertumbuhan ekonomi tahun 2025 akan berada dalam kisaranm 4,8% sampai 5,5%. "Dengan pemilu satu putaran kami mengharapkan pertumbuhan ekonomi tahun ini akan mencapai lebih dari 5,1%. Untuk tahun mendatang akan mencapai sekitar 4,8%-5,6%, kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara mandari Investasi Forum 2024 di jakarta (5/4/2024). Perry mengatakan, pertumbuhan ekonomi  masih berada dalam tren  kenaikan dengan prognosa pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1% pada 2024 dan menjadi 5,2% pada 2025. Menurut dia, Indonesia memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi. (Yetede)

Menyasar Pertumbuhan Ekonomi 5,6%

KT1 27 Feb 2024 Investor Daily

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,3% hingga 5,6% pada 2025. Meski terbilang tinggi, target pertumbuhan ekonomi yang dirancang tersebut tetap mencerminkan kehati-hatian terhadap risiko ekonomi global seperti resesi. Adapun target pemerintah untuk menurunkan  tingkat kemiskinan pada tahun depan sekitar 6% sampai dengan 7%, serta tingkat pengangguran terbuka  di angka 4% sampai dengan 5%. Beberapa target tersebut dibahas dalam sidang  kabinet paripurna yang dipimpin  Presiden Joko Widodo  di istana Negara, Jakarta, Senin (26/2/2024). Dalam sambutan sidang di awal paripurna Presiden menyoroti tentang situasi  dan risiko ketidakpastian  ekonomi global yang berpengaruh  pada Kerangka ekonomi makro tahun 2025. Kepala Negara mengatakan bahwa perekonomian beberapa negara seperti Inggris dan Jepang sudah masuk kedalam resesi. "Antisipasi dalam menyusun target pertumbuhan juga harus mencerminkan kehati-hatian tapi optimisme dan kreadibilitas  agar tetap harus kita jaga. Kita tahu semuanya bahwa beberapa negara  sudah masuk ke resesi seperti Jepang, Inggris yang baru saja masuk proses resesi itu," kata Presiden Jokowi. (Yetede)

Presiden Ajak Industri Jasa Keuangan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

KT1 21 Feb 2024 Investor Daily (H)
Presiden RI Joko Widodo mengajak pelaku industri jasa keuangan untuk terus menjaga ekonomi Indonesia agar inklusif dan berkelanjutan ditengah situasi geopolitik yang masih belum kondiusif. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa keuangan Tahun 2024, Selasa (20/2/2024). "OJK harus terus memperkuat inklusi  dan literasi keuangan. Ini catatan saya disini, tingkat inklusi keuangan kita  diangka 75% dan tingkat literasi keuangan kita masih di angka 65% di 2023," ujarnya. Pada kesempatan itu Presiden mengapresiasi resilensi industri keuangan di tingkat permodalan perbankan yang  mencapai 27,69%, atau diatas sejumlah negara di kawasan. Selain itu, Presiden juga mengapresiasi pertumbuhan ekonomi nasional yang berjasa di kisaran 5,05%, inflasi yang terkendali di 2,57%, cadangan devisa sebesar 145 triliun Dolar AS, neraca perdagangan yang surplus  sekitar Rp570 triliun, serta current account dificit yang surplus di 0,16%. (Yetede)

Menjaga Pertumbuhan Ekonomi Tetap 5%

KT1 20 Feb 2024 Investor Daily
Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional bisa tetap berada di atas 5% pada kuartal I-2024. Guna mencapai angka  tersebut, pemerintah harus mendorong permintaan domestik melalui peringkatan konsumsi masyarakat dan investasi. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Ferry Irawan mengatakan, perekonomian Indonesia masih akan tetap kuat sejalan dengan sejumlah indikator makroekonomi yang menunjukkan kinerja positif, diantaranya PMI manufaktur yang konsisten  berada di level ekspansi, surplus neraca perdagangan terus berlanjut, cadangan devisa terjaga stabil dan laju inflasi yang terkendali. "Ditengah ketidakpastian global, pada kuartal I-2024 ekonomi Indonesia diproyeksikan dapat  dapat tumbuh diatas 5%. Hal tersebut dicapai dengan mendorong permintaan domestik melalui peningkatan konsumsi masyarakat dan investasi," kata Ferry kepada Investor Daily. (Yetede)

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Mencapai 5,5%

KT1 07 Feb 2024 Investor Daily
Bank Indonesia (BI) optimistis ekonomi Indonesia pada tahun ini tumbuh dalam kisaran 4,7-5,5%, bisa lebih tinggi dari proyeksi pemerintah sebesar 5,2%. Pendorong pertumbuhan ekonomi tersebut antara lain adalah pembangunan Proyek Strategi Nasional (PSN), termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN). Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini didukung oleh permintaan domestk utamanya berlanjut pertumbuhan konsumsi, termasuk dampak positif penyelenggaraan pemilu." jelas Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi tahun 2023 mencapai 5,05% secara year on year (yoy). Perekonomian Indonesia tersebut  berdasarkan kemauan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp20.892,4 triliun dan atas dasar harga konstan mencapai Rp 12.301,4 triliun pada 2023. (Yetede)

Ekonomi Masih Solid dan Tangguh

KT1 06 Feb 2024 Investor Daily (H)
Ekonomi Indonesia pada 2023 masih solid dan tangguh. Tahun lalu, pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,05% di tengah tren pelemahan ekonomi dunia dan harga komoditas. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produk domestik bruto (PDB) Indonesia dengan harga berlaku mencapai Rp 20.892 triliun pada 2023. Adapun pendapatan per kapita mencapai Rp 75 juta atau US$ 4.919. Pertumbuhan ekonomi tahun 2023 ditopang oleh konsumsi masyarakat, belanja pemerintah, dan  investasi yang masih kuat serta dimulainya kampanye pada kuartal IV. Pada 2023, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,82% dan menyumbangkan 53,18% PDB dan 2,55% pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya pembentukan modal bruto (PMTB) atau invetasi tumbuh 4,4, menyumbangkan 29,33% PDB dan 1,38% pertumbuhan ekonomi. (Yetede)

Terhambat Pelemahan Daya Beli Masyarakat

KT1 06 Feb 2024 Tempo
TAHUN 2023 menjadi tahun yang sulit bagi Rania Ahmad. Kondisi keuangan karyawan swasta 28 tahun itu tak stabil setelah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Oktober 2023. "Pesangon ada, tapi tidak seberapa. Tetap saja pada akhirnya menggerus tabungan karena hidup harus tetap berjalan," ujar pegawai perusahaan rintisan (startup) bidang pendidikan yang telah bekerja dua tahun tersebut kepada Tempo, kemarin. 

Meski kini sudah mendapat pekerjaan baru, dia tetap waswas dan cenderung berpikir dua kali sebelum menggunakan uangnya untuk belanja atau konsumsi di luar kebutuhan primer. "Sekarang lebih suka banyak menabung, menahan belanja, apalagi yang tidak urgen. Jadi tidak lagi impulsif jalan-jalan ke mal. Rekreasi juga dikurangi," katanya. Kondisi perekonomian yang serba tak pasti serta sulitnya mencari pekerjaan menjadi pertimbangan utama Rania tetap berhati-hati mengelola keuangannya.

Kondisi serupa dialami Fandi Nugroho, 34 tahun, yang pada tahun lalu harus menutup usaha toko baju miliknya di Semarang, Jawa Tengah, yang telah berdiri lebih dari enam tahun, karena sepi pembeli. Alih-alih berfoya-foya, dia mati-matian berhemat untuk menutup biaya operasional tokonya menggunakan tabungan pribadinya. "Belum selesai dampak pandemi terlewati, sekarang kalah saing oleh jualan online di TikTok Shop," ucapnya.

Ayah dua anak itu tak lagi punya cukup modal untuk melanjutkan usaha. Kini ia memilih beralih profesi menjadi sopir taksi online. "Sekarang yang penting bagaimana keluarga bisa makan dan bisa bayar sekolah anak saja," katanya. Konsumsi masyarakat yang terpukul itu tecermin jelas pada realisasi pertumbuhan ekonomi 2023. Konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi tercatat melambat cukup signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga sepanjang tahun lalu hanya tumbuh 4,82 persen, lebih rendah dibanding pada 2022 yang sebesar 4,94 persen. (Yetede)


Pertumbuhan Manufaktur Melambat

KT1 06 Feb 2024 Investor Daily (H)
Pertumbuhan industri manufaktur dipandang melambat, karena sudah lebih dari 10 tahun selalu berada di bawa pertumbuhan ekonomi  nasional. Untuk itu perlu dilakukan pembenahan bila tidak ingin terus melambat atau bahkan menuju deindustrialisasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan industri pengolahan  pada 2023 mencapai 4,64%, angka itu lebih rendah dari pertumbuhan  tahun 2022 lalu sebesar 4,89%. Namun, menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi pada 2023 sebesar 18,67% atau naik dibandingkan  tahun 2022 sebesar 18,34%. Menanggapi hasil tersebut, Ketua Umum Asosiasi  Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani mengatakan, hasil tersebut tidak menjadi hal yang mengejutkan, karena sudah lebih dari 30 tahun  manufaktur selalu menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan sudah lebih dari 10 tahun, pertumbuhannya selalu dibawah pertumbuhan  ekonomi nasional. (Yetede)

Bauran Kebijakan Mendukung Pertumbuhan Ekonomi 5,5%

KT1 01 Feb 2024 Investor Daily
Bank Indonesia (BI) optimistis pertumbuhan ekonomi  Indonesia tahun ini  di atas 5% dengan kisaran target 4,7-5,5%. Untuk itu, BI terus memperkuat bauran kebijakan  dengan mensinergikan  upaya menjaga stabilitas dengan kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Upaya tersebut dilakukan untuk mewaspadai dampak rambatan dari gejolak perekonomian dunia terhadap perekonomian domestik.Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kebijakan moneter difokuskan untuk menjaga stabilitas, sedangkan keempat kebijakan makro prudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar uang, serta ekonomi-keuangan inklusif hijau, diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Ikhtiar menjalankan bauran kebijakan dilakukan secara sinergis dengan  seluruh pemangku  kepentingan  terkait mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga akademis. (Yetede)