;
Tags

Pertumbuhan Ekonomi

( 471 )

Mesin-mesin Pertumbuhan Baru Group Astra

KT1 09 Aug 2024 Investor Daily (H)
PT Astra Internasional Tbk (ASII) membangun mesin-mesin pertumbuhan baru dengan memperkuat bisnis inti dan mengembangkan  sektor-sektor lain yang berdekatan atau berkaitan dengan bisnis inti. Manuver tersebut bertujuan untuk melebarkan gurita bisnis perseroan.  Group Astra mempunyai tujuh bisnis inti yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari otomotif; jasa keuangan; alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi; kemudian infrastruktur dan logistik; agrebisnis; teknologi informasi; serta properti. Sesuai arahan investasi yang dicanangkan ASIII mengelompokkan pengembangan bisnisnya ke dalam dua bagian. Pertama, investasi yang fokus meningkatkan optimalisasi kinerja bisnis inti. Kedua, berinvestasi di lini-lini bisnis  yang berdekatan atau berkaitan dengan bisnis inti. Dari optimalisasi bisnis inti, Astra sudah membuktikannya dengan berinvestasi ke bank digital seperti  Bank Saqu dan menepatkan modal ke platform penjualan mobil bekas, OLX. (Yetede)(Yetede)

Ekonomi Indonesia 2024

KT1 06 Aug 2024 Tempo
KONSUMSI rumah tangga masih menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga paruh pertama tahun ini. Badan Pusat Statistik mencatat kontribusi konsumsi rumah tangga mencapai 54,53 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II 2024. Jenis pengeluaran ini mendominasi faktor pendukung ekonomi lain, seperti belanja pemerintah, investasi, serta ekspor. 

Peran signifikan konsumsi rumah tangga terhadap perekonomian Indonesia sudah berlangsung bertahun-tahun. Setidaknya dalam 10 tahun terakhir, selama pemerintahan dua periode Presiden Joko Widodo, porsinya konsisten berada di kisaran 55 persen terhadap PDB. 

Peneliti dari Center for Strategic International Studies (CSIS) Deni Friawan mengatakan kondisi tersebut tidak terlepas dari besarnya pasar di dalam negeri. "Ada 275 juta orang di sini," katanya kepada Tempo, kemarin. 
Besarnya pasar dalam negeri yang ditopang oleh banyaknya jumlah penduduk Indonesia memang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Syaratnya, kesejahteraan masyarakat mesti tumbuh supaya daya beli tetap terjaga. (Yetede)

Ancaman Perlambatan Ekonomi

HR1 06 Aug 2024 Bisnis Indonesia

Pertumbuhan ekonomi mencatatkan laju perlambatan pada kuartal II/2024. Pelemahan daya beli ditambah dengan gejolak ekonomi dunia yang mengarah ke jurang resesi, bakal menjadi ancaman berganda bagi Indonesia. Badan Pusat Statistik mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2024 mencapai 5,05% secara year-on-year (YoY), namun laju ini lebih lambat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.

Penurunan konsumsi rumah tangga, perlambatan investasi, dan penurunan konsumsi pemerintah menjadi faktor utama yang mempengaruhi perlambatan ini. Ekspor dan impor mengalami rebound, namun tetap rentan terhadap gejolak ekonomi global, terutama dengan situasi ekonomi di Amerika Serikat yang semakin tidak stabil. Pasar modal dunia, termasuk Indonesia, ikut terpengaruh dengan aksi jual besar-besaran, yang dipicu oleh keputusan Berkshire Hathaway Inc. untuk melepas hampir 50% saham Apple Inc., sebuah sinyal bahwa kondisi ekonomi AS sedang bermasalah.

Untuk mengatasi situasi ini, pemerintah Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk menciptakan pasar domestik yang kuat dan menahan laju impor barang jadi, serta mendorong produksi dan konsumsi dalam negeri melalui kebijakan strategis. Fenomena global ini, meskipun berasal dari Amerika Serikat, diperkirakan akan membawa dampak signifikan pada perekonomian Indonesia.

Antisipasi Perlambatan Ekonomi

HR1 06 Aug 2024 Bisnis Indonesia (H)

Pertumbuhan ekonomi yang kurang trengginas pada kuartal II/2024, seiring lesunya kinerja konsumsi masyarakat dan aktivitas industri, memantik alarm pemerintah untuk kembali meramu formula pendongkrak produk domestik bruto. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi pada kuartal II/2024 hanya tumbuh 5,05% year-on-year (YoY), lebih lambat dari kuartal I/2024 dan periode yang sama tahun lalu. Konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 4,93% YoY, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tumbuh 5,23% YoY. Perlambatan konsumsi masyarakat ini menegaskan indeks keyakinan konsumen yang melemah selama dua bulan berturut-turut, yaitu pada Mei dan Juni 2024.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menyatakan bahwa perlambatan konsumsi rumah tangga sudah terlihat dari indeks penjualan riil yang hanya tumbuh 1,3% pada kuartal II/2024, lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh 5,61%. Faktor utama yang berkontribusi adalah kondisi pasar tenaga kerja yang belum sepenuhnya pulih dari pandemi. Selain itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani, menekankan perlunya stimulus yang ditargetkan kepada kelas menengah untuk mendorong konsumsi, terutama pada barang-barang tahan lama seperti hunian dan kendaraan bermotor.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menanggapi perlambatan ini dengan mengatakan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi melambat, kinerjanya masih dalam kategori baik. Namun, ia menyoroti perlunya perhatian pada konsumsi, investasi, ekspor, dan impor. Untuk mengatasi perlambatan ini, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan bahwa pemerintah akan menggenjot sektor konstruksi hingga UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan memacu belanja pemerintah untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2024 dan seterusnya.

Hati-hati Daya Beli Melemah

KT1 02 Aug 2024 Investor Daily (H)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi sebesar 0,18% secara bulanan atau month to month (MtM) pada Juli 2024. Ini merupakan deflasi ketiga pada tahun ini secara berturut-turut sejak Mei 2024, dan yang terdalam sejak November 2024. Deflasi sejumlah komoditas sejalan dengan upaya pengendalian inflasi daerah yang dilakukan oleh pemerintah. Namun, di sisi lain, deflasi yang berlanjut harus diwaspadai sebagai sinyal adanya penurunan daya beli di masyarakat dan menjadi hambatan potensi dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 5% pada tahun ini. Tercatat, Indeks Harga Konsumen (IHK) turun dari 106,28 pada Juni 2024 menjadi 106,09 pada Juli 2024. Dengan perkembangan tersebut, inflasi tahunan mencapai 2,13% (year on year/yoy) dan inflasi tahun kalender 0,89% (year to date/ytd). Bila ditinjau berdasarkan komponen, inflasi harga bergejolak tercatat sebesar 3,63% (yoy) inflasi harga diatur pemerintah 1,47% (yoy), dan inflasi inti 1,95% (yoy). (Yetede)

Pertumbuhan Ekonomi Semakin Solid

KT1 01 Aug 2024 Investor Daily (H)
Lembaga pemeringkat Standars & Poor's (S&P) kembali mengafimasi Sovereigne Credit Rating Republik Indonesia  pada peringkat BBB, satu tingkat di atas invesment grade, dengan outlook stabil pada 30 Juli 2024. Hal ini mencerminkan kepercayaan internasional terhadap kebijakan ekonomi dan fiskal Indonesia yang prudent dan solid. Dalam laporannya S&P memproyeksikan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 3-4 tahun kedepan akan tetap kuat, serta belanja pemerintah dan investasi swasta  yang meningkat. Sementara itu, S&P memandang ketahanan sektor eksternalk akan tetap terjaga pada jangka menengah. Kinerja sektor eksternal  tersebt didukung oleh perkiraan kenaikan eskpor sejalan dengan implementasi kebijakan hilirisasi ditengah pelemahan harga komoditas. (Yetede)

Konsumsi Rumah Tangga Penopang Pertumbuhan Ekonomi Semester I

KT1 27 Jul 2024 Investor Daily (H)
Pertumbuhan ekonomi pada semester I-2024 diyakini masih mencapai kisaran 5% dengan kontribusi konsumsi  rumah tangga menjadi penopang pada kuartal II-2024. Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi selama setahun 2024 mencapai 5,2%. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal II-2024 akan berada dikisaran 5%. Pemerintah mengoptimalkan pondorong pertumbuhan ekonomi dari sejumlah faktor  pendorong dari dalam negeri. Outlook pertumbuhan semester II-2024 diperkirakan masih di atas 5% terutama ditopang oleh kuatnya permintaan domestik. "Optimistis, masih sekitar 5% (pertumbuhan ekonomi). Bank Dunia juga melihat (pertumbuhan ekonomi) Indonesia masih diatas 5%," kata Airlangga.  (Yetede)

Indeks Parekraf Dapat Bantu Pertumbuhan Ekonomi

KT1 16 Jul 2024 Investor Daily
BEI menjadi indeks Samuel Sekuritas Unggulan Pariwisata (SUPER) sebagai patron di sektor pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraft). Hal ini menunjukkan sektor tersebut dinilai dapat membantu pertumbuhan ekonomi. Kementerian Parekraf bersama PT Samuel Sekuritas  Indonesia menandatangani  MoU pada Rabu (10/7/2024). Pada penandatanganan kerja sama tersebut, Kemenparekraf dan Samuel Sekuritas memiliki tujuan yang sama yaitu memperkuat indeks saham  di sektor Parekraf di Indonesia. Direktur kebijakan Strategis  Kemenparekraf Agustini Rahayu menjelaskan, Kemenparekraf  berupaya mendorong pengutan indeks saham di sektor Parekraf. Senior Economist PT Samuel Sekuritas  Indonesia Fithra Faisal Hastiado menjelaskan, sementara SUPER menjadi  nama indeks. Dia mengatakan, akan melihat terlebih dahulu indeks Parekraf ini sebelum diajukan ke BEI. (Yetede)

Menyingkir Tantangan, Mengakselerasi Pertumbuhan

KT1 08 Jul 2024 Investor Daily (H)
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terjaga sekitar 5% dalam 10 terakhir- termasuk di tengah berbagai guncangan ekonomi dunia-, dinilai tak akan mencukupi untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. Agar mimpi besar bersama itu menjadi nyata, maka pertumbuhan ekonomi  perlu diakselerasi menjadi 6%-8% per tahun. Sementara itu, pemerintah sendiri menyadari, masih ada tiga hambatan utama (three gaps) yang dihadapi Indonesia dalam membangun ekonomi Indonesia ekonomi yaitu terbatasnya ketersediaan SDM (human capital gap) terbatasnya infrastrtuktur (infrstrucuture gap), serta kualitas tata kelola pemerintahan dan sistem regular yang belum memadai. (Yetede)

Mei, DPK Perbankan Tumbuh 8,5%

KT1 26 Jun 2024 Investor Daily (H)
Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan terus mengalami peningkatan. Salah satu penopang utama adalah pertumbuhan DPK korporasi. Bank Indonesia (BI) melalui data uang beredar, menyebut DPK Mei mengalami peningkatan 8,5% yoy menjadi Rp 8.427,8 triliun. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya 8,1% yoy. "Perkembangan DPK dipengaruhi oleh pertumbuhan DPK korporasi 20,2% dan perorangan 1,9%," ungkap Asisten Gubernur/Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono. Erwin merinci, pada Mei 2024, giro tumbuh 14,7% yoy setelah pada bulan sebelumnya tumbuh 11,2% yoy. Tabungan tumbuh 4,9% yoy dibandingkan sebelumnya tumbuh 4,7% yoy. Sementara itu, simpanan berjangka  tumbuh 6,9% yoy atau lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang 8,7% yoy. (Yetede)