;
Tags

Pertumbuhan Ekonomi

( 471 )

Kolaborasi inklusif Pemerintah-Swasta Menentukan Kecepatan dan Kualitas Pertumbuhan Ekonomi

KT3 12 Oct 2024 Kompas (H)
PresideJoko Widodo mengajak semua pemangku kepentingan untuk kompak berperan aktif mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai pembangunan yang telah dihasilkan dalam 10 tahun terakhir menjadi modalnya. Ia yakin, Indonesia yang kompak bakal menuju negara maju di bawah Prabowo Subianto yang akan memerintah pada periode 2024-2029. ”Dari pembangunan, ada hasil-hasil konkret yang akan memperkuat daya saing kita. Dan memang sudah saatnya bangsa kita berkonsolidasi. Bangsa ini harus berkonsolidasi. Negara ini harus berkonsolidasi. Semua harus kompak. Semua harus bersatu,” kata Presiden Jokowi pada Kompas100 CEO Forum Powered by PLN di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, Jumat (11/10/2024).

Forum tahunan tersebut merupakan edisi ke-15. Kali ini, sekitar 200 peserta hadir. Mereka terdiri dari unsur pimpinan perusahaan dan sejumlah perwakilan institusi negara. Seruan kolaborasi inklusi  merupakan elaborasi dari sejumlah aspirasi yang mengemuka dalam forum itu, baik pemerintah, politisi, maupun swasta. Konsolidasi, menurut Presiden, penting di tengah dunia yang serba tidak pasti. Pertumbuhan ekonomi global pada 2025-2026 diperkirakan 2,7-2,8 persen, sedangkan di Indonesia diproyeksikan di atas 5 persen. ”Hal-hal seperti ini yang patut kita syukuri. Kita sering lupa bersyukur. Dan, sekarang ini yang harus terus dipompakan adalah pemikiran-pemikiran positif, pemikiran yang optimistis, ” tutur Presiden.

Saat ini, Presiden melanjutkan, dunia memasuki Abad Asia dengan tiga negara diperkirakan menjadi kekuatan ekonomi baru, yaitu China, Indonesia, dan India. Merujuk pada kajian sejumlah lembaga internasional, Presiden mengatakan, PDB per kapita Indonesia akan terus tumbuh. Pada satu masa, Indonesia diperkirakan naik kelas dari negara berpendapatan menengah ke tinggi alias menjadi negara maju. ”Tapi, sekali lagi, menuju kesana juga tidak gampang. Butuh keberanian memutuskan, tapi juga butuh itung-itungan yang detail dan komplet dengan angka-angka yang jelas sehingga memutuskannya betul. Dan, saya meyakini, Bapak Jenderal Purnawirawan Prabowo Subianto mampu membawa kita semuanya untuk menuju ke angka-angka yang tadi saya sampaikan,” kata Presiden. (Yoga)

Perdamaian dan Stabilitas Menjadi Kunci Pertumbuhan RI

KT1 10 Oct 2024 Investor Daily (H)
Perdamaian dan stabilitas menjadi kunci  pertumbuhan dan investasi berkelanjutan di Indonesia. Sebagai motor pertumbuhan ekonomi nomor dua setelah konsumsi domestik, investasi yang berorientasi  ekspor dan berkelanjutan bakal menjadi arah Indonesia ke depan. Menteri Investasi/Kepala Badan Korodinasi Penanaman Modal (BPKM) Roslan Roeslani menyebut, peace and stability merupakan core value Indonesia, terutama dihadapan para investor asing. Sebab, Indonesia dikenal mampu menjaga perdamaian dan stabilitas dengan baik dalam jangka panjang. "Jadi, itu our core value dan akan kami pertahankan ke depan. Karena itu merupakan salah satu kunci penarik investasi," jelas Rosan. Dalam struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia, Rosan membeberkan, investatsi menyumbang sekitar 25-28%, alias terbesar kedua setelah konsumsi domestik yang berkontribusi kurang lebih 53-54%. Selanjutnya pertumbuhan disokong oleh belanja negara sekitar 9-10%, dan sisanya ditopang aktivitas ekspor dan impor. (Yetede)

Jaga Pertumbuhan Pasar Dalam Negeri Kita

KT1 10 Oct 2024 Investor Daily

Indonesia dengan pasar pertumbuhan yang besar dan dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, yaitu 280 juta jiwa harus bisa melindungi pasar domestik dan juga harus mempu memasarkan produk nasional. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan Trade Expo Indonesia Ke-39 Tahun 2024 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (9/10/2024). Dia mengatakan, banyak negara saat ini mulai khawatir soal over produksi di China. Banyak negara yang bersiap melindung pasar domestiknya dan masuknya produk impor dari China yang masif dengan harga yang jauh lebih murah.

"Saat banyak negara melakukan restriki perang dagang menurut saya di situ ada peluang. Disaat benyak negara mengalami inflasi tinggi menurut saya, di situ juga ada peluang," kata Jokowi. Untuk itu, Presiden meminta agar pemasaran produk-produk dalam negeri jangan dilakukan dengan cara konvensional, karena saat ini sudah masuk era digital. "Pemasaran juga jangan dengan cara-cara konvensional, sekarang sudah eranya digital. Kita harus masuk secara masif ke arah sana untuk memasarkan produk-produk negara kita Indonesia," kata dia. (Yetede)

Produksitivitas di Indonesia Belum Meningkat

KT1 09 Oct 2024 Investor Daily (H)

Kebijakan hilirisasi oleh Presiden Jokowi harus terus ditingkatkan produktivitasnya agar dapat mencapai visi Indonesia Emas 2045. Dengan meningkatkan produktivitas maka  Indonesia bisa meningkatkan juga pendapatan. Dalam kebanyakan teori mainstream, berbicara tentang alokasi sumber daya, bagaimana cara mengefisiensikan alokasi sumber daya. Hal ini diungkapkan Profesor and Dean of the Institute of New Structural Economics, Peking University/Deputy Director, Economic Committee of the Chinese People’s Political Consultative Conference, Justin Yifu Lin dalam  sesi diskusi “Indonesia & The Global Economic Order,” dalam acara BNI Investor Daily Summit 2024, bertajuk “Accelerating Resselient  Growth” di Jakarta Convention Center (JJC), pada Selasa (08/10/2024).

Prof Justin mengatakan jika melihat negara-negara yang sukses, yang paling penting adalah bagaimana meningkatkan pertumbuhan produktivitas  setiap saat. “Dan jika Anda ingin meningkatkan produktivitas  maka Anda harus mengikuti satu prinsip  dalam cara pertumbuhan. Anda harus mengikuti  keunggulan kompetitif Anda. Tentukan apa yang menjadi keunggulan pabrik Anda, apa yang Anda miliki saat ini, dan cari tahu apa yang bisa  Anda lakukan dengan baik berdasarkan apa yang Anda miliki. Itulah, keunggulan kompetitif Anda. Ini adalah pinsip yang sangat umum,” ujar Prof Justin.  (Yetede)

Deflasi Akan Membahayakan Perekonomian Kita

KT1 09 Oct 2024 Tempo
RESPONS buruk pemerintah terhadap potensi bahaya yang timbul dari deflasi lima bulan berturut-turut bisa membahayakan perekonomian kita. Alih-alih mencari akar masalahnya, para menteri Presiden Joko Widodo sibuk menyangkal dengan mengatakan kondisi masih baik-baik saja. Badan Pusat Statistik mengumumkan deflasi pada September 2024 mencapai -0,12 persen—lebih dalam dibanding pada Agustus 2024 yang cuma -0,03 persen. Deflasi tahun ini belum kunjung berbalik sejak pertama kali terjadi pada Mei lalu, yang mencapai -0,03 persen. 

Namun deflasi beruntun yang semestinya menjadi alarm pengingat justru dianggap biasa oleh pengambil kebijakan ekonomi. Bagi mereka, deflasi yang terjadi dalam sistem ekonomi menjadi kondisi yang sederhana, yang di dalamnya harga-harga barang sedang turun. Kemudian masyarakat dapat mengakses barang-barang tersebut dengan leluasa, yang sepintas menguntungkan konsumen.  Indikasi respons buruk bisa terlihat dari pernyataan para menteri ekonomi Jokowi. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan tak suka terhadap deflasi. Sebab, hal itu berarti merugikan pedagang, sektor yang ia tangani. Menurut Zulkifli, deflasi membuat pedagang—juga petani—tak bisa menikmati harga secara optimal. 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga mengatakan tak nyaman terhadap deflasi, sambil menyalahkan membeludaknya barang impor yang membuat pasokan berlebih. Barang-barang produksi dalam negeri kalah bersaing, yang kemudian menimbulkan inflasi. Tanggapan paling buruk justru datang dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang merasa bangga atas deflasi yang terjadi dalam lima bulan beruntun. Dia beralasan deflasi tersebut positif karena yang turun adalah harga bahan pangan bergejolak, seperti cabai, telur, dan daging. Artinya, harga pangan sedang turun. Daya beli masyarakat terjaga untuk mengakses kebutuhan sehari-hari. Dengan argumentasi ini, Sri Mulyani ingin membantah anggapan orang-orang yang menyebutkan ekonomi sedang tidak baik-baik saja dan daya beli masyarakat sedang turun. (Yetede)

Ekonomi Indonesia Diperkirakan Tumbuh Cepat

KT3 09 Oct 2024 Kompas (H)
Ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh cepat hingga melampaui kondisi sebelum pandemi. Namun, industri manufaktur dan perdagangan Indonesia dinilai masih kurang berdaya saing. Bank Dunia menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 dan 2025. Dibandingkan dengan negara-negara Asia lain yang masih tumbuh di bawah level prapandemi, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh cepat hingga melampaui kondisi sebelum pandemi. Dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2024, Bank Dunia memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh 5,0 persen pada 2024 dan 5,1 persen pada 2025.

Proyeksi itu lebih tinggi dibandingkan dengan laporan perkiraan sebelumnya pada April 2024. Saat itu, Bank Dunia memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 4,9 persen pada 2024 dan 5,0 persen pada 2025. Chief Economist Bank Dunia untuk Kawasan Asia Pa sifik Aaditya Mattoo dalam konferensi pers secara daring, Selasa (8/10/2024), mengatakan, hanya Indonesia negara di kawasan yang perkirakan tumbuh diatas tingkat pandemi pada 2024 dan 2025. Sebagai perbandingan, negara ASEAN lain, seperti Malaysia, Filipina, Thailand, dan Viet-
nam, diperkirakan tumbuh dibawah tingkat prapandemi. Tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia itu juga lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan untuk kawasan Asia Pasifik. Pertumbuhan kawasan secara umum diperkirakan 4,8 persen pada 2024 dan melambat ke 4,4 persen pada 2025.

”Di antara negara-negara lain di kawasan, pada periode 2024-2025, hanya Indonesia yang akan tumbuh setara atau di atas tingkat pertumbuhan ekonomi sebelum pandemi,” katanya. Mattoo menjelaskan, kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih di jalur yang tepat. Konsumsi rumah tangga yang berkontribusi paling
besar terhadap pertumbuhan ekonomi masih relatif stabil. Demikian pula investasi yang masih terealisasikan sesuai target.  ”Dalam melihat proyeksi ekonomi, kami selalu melihat elemen demand. Seperti apa permintaan di negara itu. Di Indonesia, konsumsi rumah tangga relatif stabil dan investasi berpotensi naik setelah adanya kebijakan pelonggaran moneter dan penurunan suku bunga,” tuturnya. (Yoga)

Jakarta Bikin Cetak Biru untuk Kejar Target Kota Global

KT3 09 Oct 2024 Kompas
Jakarta harus mampu meningkatkan sumber daya manusia, menciptakan lapangan kerja, dan berinovasi untuk lepas dari papan tengah indeks kota global. Upaya ini tidak mudah, tetapi harus berjalan dengan menyamakan
visi dan misi lewat satu cetak biru dalam rencana pembangunan jangka panjang daerah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan Jakarta bisa masuk 20 besar kota global dalam 20 tahun ke depan. Target itu, antara lain, ditindaklanjuti dengan kajian yang telah menelurkan satu dari delapan buku sebagai cetak biru. Buku pertama berjudul Jakarta’s Path to Top 20 Global City: Book 1 Jakarta’ s Profile for Global Competitiveness yang
masuk dalam rencana pembangunan jangka panjang daerah. Buku ini diluncurkan di Jakarta, Selasa (8/10/2024). Hasil kajian ini diharapkan menjadi panduan bagi organisasi perangkat daerah serta pemimpin daerah ke depan. President Director and Partner Kearney Indonesia Shirley Santoso menuturkan, Jakarta menempati urutan ke-74 dari 156 kota dalam Global City Index 2023.

Salah satunya karena sumber daya manusia (SDM) yang belum produktif atau Jakarta belum menjadi kota yang produktif. ”Jadi, ke depan (Jakarta) harus menguatkan SDM, produktivitasnya, UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), dan menyediakan lapangan kerja. Untuk itu, butuh program-program, seperti pelatihan  keterampilan, industri bernilai lebih di sektor ritel, layanan keuangan, dan manufaktur digital,” kata Shirley seusai peluncuran buku tersebut. Kearney Indonesia merupakan lembaga riset dan konsultan ekonomi internasional. Lembaga ini menjadi salah satu rekanan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta dalam kajian kota global. Shirley menambahkan, penguatan SDM dan lapangan kerja tak terelakkan karena Jakarta harus produktif. Produktif berarti memiliki tingkat kegiatan ekonomi yang tinggi dan efisien serta mampu menciptakan lapangan kerja, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. 

Kajian tersebut dilakukan organisasi perangkat daerah, badan usaha milik daerah, dan melibatkan partisipasi kementerian/lembaga, organisasi non-pemerintah, akademisi, dan asosiasi profesi. Mereka bekerja dalam
waktu 5 bulan sejak persiapan pada Agustus 2024 sampai finalisasi akhir tahun 2024. Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania menuturkan, hasil kajian, antara lain, berisi gambaran Jakarta ke depan, strategi, tahapan pelaksanaan, quick wins, stakeholder mapping, dan peta jalan sebagai pedoman dalam operasional
perwujudan Jakarta sebagai Top 20 Global City. Buku 1, misalnya, mengulasi kondisi Jakarta saat ini dan
peralihannya jadi daerah khusus, panduan strategis sebagai pendorong mewujudkan kota global, dan cetak biru berupa aspek kunci serta implikasi strategi terhadap rencana pembangunan jangka panjang daerah.
”Kami memetakan tantangan dan kendala yang menjadi pekerjaan rumah Jakarta, seperti transportasi, kualitas layanan publik, kualitas riset dan inovasi, lingkungan, serta tantangan lainnya,” kata  Atika. (Yoga)

Inovasi dan Ekspansi Kunci Pertumbuhan

HR1 03 Oct 2024 Kontan

Penurunan suku bunga acuan memberikan efek positif terhadap prospek PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL). Pelonggaran moneter itu bakal memberikan ruang ekspansi yang lebih lebar bagi MTEL. Apalagi manajemen emiten yang juga disebut Mitratel ini telah menyatakan, fokus di semester II ini memonetisasi alat produksi dan memperkuat bisnis di ekosistem menara. Ini guna memastikan pertumbuhan sehat, serta agresif dalam pengembangan portofolio baru di ekosistem menara. Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, ekspansi dan inovasi yang dilakukan MTEL memberikan peluang untuk memperluas jaringan secara efektif. Namun ekspansi MTEL baru dapat memberikan dampak pertumbuhan pendapatan dalam jangka panjang. Di awal MTEL masih membutuhkan pendanaan cukup besar. Meski begitu, Sukarno melihat saat ini rasio utang MTEL tidak begitu besar dan peluang meningkatkan utang untuk ekspansi masih memungkinkan. Ditambah, penurunan suku bunga menjadi pendorong tambahan untuk prospek MTEL. Analis Sinarmas Sekuritas, Yosua Zisokhi memaparkan, MTEL memiliki debt to equity ratio (DER) sebesar 0,4 kali pada semester I 2024, jauh lebih rendah dari rata-rata industri sebesar 2,4 kali. 

Rasio utang bersih terhadap EBITDA sebesar 1,8 kali dibandingkan dengan rata-rata industri sebesar 4,6 kali. Penurunan suku bunga juga diperkirakan akan berdampak positif terhadap laba bersih MTEL. "Perubahan 100 basis poin pada tingkat suku bunga efektif di tahun 2025 dapat mengakibatkan penyesuaian laba bersih sebesar 4,6% dibandingkan dengan proyeksi awal kami, dengan asumsi sekitar 50,5% dari total utang MTEL memiliki tingkat suku bunga tetap," jelas Yosua. Selain itu, MTEL terus mengembangkan bisnis fiber to the tower (FTTT) sebagai salah satu penopang pertumbuhan pendapatan. Pada semester I 2024, MTEL memiliki 37.600 kilometer (km) kabel serat optik, atau tumbuh 15,6% sejak awal tahun. Ini masih berpotensi tumbuh lebih lanjut di tengah tingginya permintaan dari operator telekomunikasi untuk pengembangan jaringan. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Nico Margaronis memproyeksi, pertumbuhan pendapatan organik MTEL sebesar 7% yoy pada 2024. Pendorongnya, kontribusi yang kuat dari proyek-proyek Telkom, Telkomsel, penyewaan ISAT dan FTTT.

Alarm PERTUMBUHAN EKONOMI

KT3 02 Oct 2024 Kompas (H)

Perekonomian Indonesia terindikasi kian melemah seiring dengan terjadinya deflasi lima bulan berturut-turut hingga September 2024. Indikasi lain, industri manufaktur terus terpuruk, mengalami kontraksi selama tiga bulan berturut-turut, akibat melemahnya permintaan domestik dan global. Kombinasi ini menjadi alarm yang perlu diwaspadai bagi prospek pertumbuhan ekonomi ke depan. Indonesia kembali mencatat deflasi pada September 2024 sebesar 0,12 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Dengan demikian, deflasi berlangsung selama lima bulan berturut-turut sejak Mei 2024. ”Apakah ini indikasi penurunan daya beli masyarakat? Tentu untuk menghubungkan apakah ini ada kaitannya dengan penurunan daya beli masyarakat, kita harus melakukan studi lebih dalam karena angka indeks harga konsumen yang kita catat hanya berdasarkan harga yang diterima konsumen,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti dalam jumpa pers bulanan soal besaran inflasi yang dilakukan secara hibrida di Jakarta, Selasa (1/10/2024).

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau kembali menjadi kelompok utama penyumbang deflasi. Dalam lima bulan terakhir, komoditas daging ayam ras masuk dalam lima besar komoditas utama yang menyumbang deflasi. Kendati pada September terjadi deflasi secara bulanan, secara tahunan masih terjadi inflasi sebesar 1,84 persen.Angka ini berada pada zona bawah rentang target inflasi pemerintah dan Bank Indonesia, yakni 1,5-3,5 persen. Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies Yose Rizal Damuri mengatakan, deflasi yang telah terjadi lima bulan berturut-turut menunjukkan daya beli masyarakat masih lesu. Karena
terjadi kelebihan pasokan ko-moditas yang tidak diimbangi dengan permintaan, harga punmengalami penurunan, yang pada akhirnya memicu deflasi. Pelemahan daya beli, menurut Yose, disebabkan berbagai permasalahan struktural yang dialami dunia usaha, seperti deindustrialisasi dini dan sempitnya lapangan kerja. 

Selain itu juga masih belum efisiennya produksi akibat tingginya biaya energi hingga biaya logistik. Oleh karena itu, ia menekankan, penting sekali untuk membenahi persoalan ini. Dalam jangka pendek, pemerintah bisa memberi stimulus dengan menyalurkan bantuan sosial untuk merangsang daya beli masyarakat. Adapun dalam jangka panjang, pemerintah perlu terus membenahi ekosistem dunia usaha sehingga bisa merangsang investasi dan produktivitas serta penciptaan lapangan kerja yang masif dan berkualitas serta memberikan upah yang berk u a l i t a s. Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia, Teuku Riefky, menjelaskan, fenomena deflasi ini menunjukkan pelemahan daya beli masyarakat. (Yoga)

Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

KT1 01 Oct 2024 Investor Daily (H)
BNI Investor Daily Summit kembali hadir tahun ini dengan mengusung tema Accelerating Ressilient  Growth. Acara tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, terutama disaat kondisi masih penuh dengan tantangan. Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk/BNI Royke Tumilaar menjelaskan BNI Investor Daily Summit (IDS) 2024 memiliki peran strategis dalam  mempercepat transformasi ekonomi Indonesia. "Acara ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan mudah beradaptasi, terutama dilingkungan yang penuh tantangan. Dengan kolaborasi lintas sektor kami berharap IDS 2024 dapat menjadi platform yang mempermudah berbagai solusi untuk tantangan nasional maupun global," ujar Royke. Acara yang akan digelar pada 8-9 Oktober 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta ini menjadi ajang penting bagi berbagai pemangku  kepentingan, mulai dari pemerintah , pelaku bisnis, hingga investor, untuk bersama-sama merumuskan strategi menghadapi tantangan ekonomi global dan nasional. (Yetede)