;
Tags

Pertumbuhan Ekonomi

( 471 )

Pemangkasan Anggaran Pemerintah Dikhawatirkan Perlambat Laju PDB

KT1 30 Jan 2025 Investor Daily (H)
Pemangkasan anggaran pemerintah sebesar Rp306,95 triliun tahun 2025 dikhawatirkan menjadi langkah kontraproduktif. Pasalnya, efisiensi anggaran berdampak pada berkurangnya pemintaan barang/jasa secara keseluruhan, produktivitas, dan penyerapan tenaga kerja. Imbasnya, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sektoral berkurang, yang pada ujungnya memperlambat laju PDB nasional. Pemangkasan anggaaran infrastruktur juga disayangkan sejumlah pihak, lantaran dapat mengurangi daya saing ekonomi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik  (BPS), pengeluaran konsumsi pemerintah tumbuh 4,62% secara tahunan kuartal III-2024 dan 7,47% per September, serta memberikan kontribusi 0,32% ke pertumbuhan ekonomi. Pada periode itu, pertumbuhan ekonomi mencapai 4,95%. Pemangkasan anggaran dilakukan berdasarkan instruksi Presiden (Inpres) Nomot 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja APBN dan APBD 2025. Dalam Inpres ini, pemerintah meninjau anggaran kementerian/lembaga (K/L) dalam APBN 2025, APBD 2025, dan transfer ke daerah. Efisiensi anggaran sebesar Rp306,69 triliun terdiri atas efisiensi angaran belanja K/L Rp 256,1 triliun ke daerah sebesar Rp50,5 triliun. (Yetede)

Pemerintah Genjot Pertumbuhan Ekonomi 2025 Sebesar 5,2%

KT1 18 Jan 2025 Investor Daily (H)

Pemerintah tetap berupaya mengejar target pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 5,2% kendati Bank Dunia hanya memberikan proyeksi 5,1%. Pemerintah akan menggenjot sumber  pertumbuhan ekonomi dalam negeri demi mencapai target tersebut. "Pemerintah tetap optimis, karena saat ini masih  bulan Januari. Jadi kita lihat saja perkembangan ke depan," ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Menurut dia, momentum Ramadan dan Idulfitri akan menjadi andalan pemerintah pada kuartal 1-2025 untuk memacu ekonomi. Hari Raya Idulfitri akan berlangsung 31 Maret 2025. Secara histori, konsumsi rumah tangga melonjak saat periode Ramadan dan Lebaran.

Selain itu, dia menegaskan, pemerintah sedang menggodok kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) agar eksportis mau menyimpan dana lebih lama di pasar keuangan domestik. Bila investor lebih banyak menyimpan modal di dalam negeri, ini menjadi andalan saat perekonomian dunia sedang mengalami guncangan. "Kami sedang fine tuning DHE. Mudah-mudahan ini bisa segera dirilis, sehingga fundamental ketahanan ekonomi kita semakin membaik," tutur Airlangga. Pada kesempatan berbeda, Airlangga Hartarto mengatakan, langkah BI menurunkan suku bunga acuan diharapkan memberikan dampak positif ke sektor riil. Hal tersebut akan berujung pada meningkatnya laju pertumbuahn ekonomi nasional. (Yetede)

Pertumbuhan 8 Persen Tujuan Presiden

KT3 17 Jan 2025 Kompas (H)
Presiden Prabowo Subianto mendorong para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia untuk terus bersatu dan lebih aktif membangun infrastruktur. Prabowo juga optimistis pertumbuhan ekonomi dapat mencapai lebih dari 8 persen. Hal tersebut diungkapkan Presiden saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia, Kamis (16/1/2025), di Jakarta. Presiden didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra. Dalam acara itu, Anindya Novyan Bakrie dikukuhkan menjadi Ketua Umum Kadin Indonesia 2024-2029. ”Ada yang bilang saya menghentikan proyek infrastruktur. Tidak benar. (Justru) sebagian besar akan saya serahkan kepada swasta. Swasta lebih efisien, inovatif, lebih pengalaman. Jalan tol, pelabuhan, bandara, swasta silakan bergerak,” kata Presiden Prabowo.

Prabowo juga menyampaikan optimismenya setelah hampir tiga bulan menjabat presiden. ”Makin saya mempelajari keadaan perekonomian kita, semakin saya merasa percaya diri, optimistis kita akan mencapai, bahkan melebihi 8 persen pertumbuhan. (Namun) makin banyak yang nyinyir karena salah satu kelemahan elite Indonesia adalah tidak percaya diri, suka melihat kawan susah, dan senang melihat kawan susah. Jadi, kita merasa rendah diri,” ujarnya. Presiden pun meyakinkan dengan bantuan para menterinya akan membuat banyak kejutan di minggu dan bulan-bulan mendatang. Selain itu, Presiden juga menyampaikan optimismenya pada target swasembada pangan dan energi. Swasembada pangan yang ditarget dicapai dalam empat tahun diyakini akan bisa diraih sebelumnya. Namun, Presiden tidak menjelaskan bagaimana cara dan apa yang membuatnya sedemikian optimistis.

Sementara itu, Anindya menyampaikan, Kadin Indonesia harus kompak dan bersama pemerintahan Presiden Prabowo untuk mewujudkan dan mencapai zaman keemasan. Di sisi lain, Indonesia menghadapitantangan global, seperti perang dagang Amerika dan China serta perlambatan ekonomi di banyak negara. ”Tugas utama Kadin adalah menciptakan lapangan kerja dan usaha. Ini membutuhkan gotong royong. Kadin merupakan mitra strategis pemerintah dan payung untuk seluruh dunia usaha sehingga harus selalu berkolaborasi dan inklusif,” kata Anindya. Kadin, kata Anindya, bisa berpartisipasi dan menyukseskan program pemerintah di ekonomi domestik, seperti makanan bergizi, lumbung pangan dan rumah makan. (Yoga)

Pemerintah Menargetkan Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai pada 2028

KT1 16 Jan 2025 Investor Daily (H)
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 8% tercapai pada 2028, dengan tiga motor penggerak, yakni konsumsi, investasi, dan ekspor. Adapun sektor yang menjadi andalan adalah jasa, pariwisata, konstruksi,perumahan, ekonomi digital, semikonduktor, dan sektor ekonomi hijau. Sementara itu, tahun 2024, pertumbuhan ekonomi diprediksi mencapai 5,1%, didorong oleh sejumlah pesta belanja dan ledakan mobilitas selama periode Nataru di kuartal IV. Per September 2024, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,03%. Memasuki 2025, ekonomi Indonesia diyakini tetap resilien. Di tengah guncangan ekonomi dunia. Tahun ini, pertumbuhan ekonomi global diprediksi tertekan menjadi 3,2%, di bawa rata-rata lima tahun sebesar 3,4%. tantangan berat ekonomi global berasal dari ketegangan geopolitik, suku bunga yang masih tinggi, perubahan iklim, dan perlambatan ekonomi China. Indikasi stabilitas ekonomi Indonesia terlihat pada akhir 2024 sekaligus indeks keyakinan konsumen yang masih kuat. (Yetede)

Menjawab Tantangan Ekonomi 2025

HR1 11 Dec 2024 Bisnis Indonesia (H)

Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan serangkaian langkah untuk mengatasi tantangan global dan mencapai target pertumbuhan ekonomi tinggi hingga 8%. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa ketidakpastian global, seperti konflik geopolitik, perubahan kepemimpinan politik, suku bunga tinggi, dan potensi perang dagang, menjadi tantangan utama yang harus dihadapi. Namun, Airlangga tetap optimistis dengan fundamental ekonomi Indonesia yang kuat.

Beberapa langkah penting yang disiapkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8% meliputi:

  1. Mendorong konsumsi masyarakat dan sektor pariwisata dengan pembukaan kembali rute penerbangan dan mempermudah izin event.
  2. Penghiliran sumber daya alam untuk melindungi komoditas dari fluktuasi harga, serta peningkatan kapasitas energi terbarukan.
  3. Meningkatkan produktivitas investasi dengan menurunkan rasio incremental capital output ratio (ICOR) dan fokus pada pembangunan infrastruktur yang terkoneksi dengan daerah produksi.
  4. Strategi investasi berkelanjutan yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan, dengan fokus pada sektor energi baru terbarukan (EBT), ekonomi digital, dan manufaktur berbasis ekspor.

Di sisi lain, Kementerian Investasi dan Hilirisasi memprioritaskan penghiliran komoditas strategis seperti nikel, tembaga, dan kelapa sawit, dengan potensi investasi mencapai US$618 miliar. Sektor energi terbarukan dan manufaktur juga memiliki potensi investasi yang besar, diharapkan dapat mendongkrak target investasi pemerintah.

Dari perspektif ekonomi, Aviliani, ekonom Indef, mengingatkan agar penghiliran fokus pada sektor-sektor dengan daya saing tinggi dan memperhatikan sisi permintaan. Bank Mandiri juga mendukung dengan roadmap untuk mendorong sektor-sektor utama seperti tambang, energi, manufaktur, perdagangan, kesehatan, pertanian, dan pariwisata, yang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan mendorong konsumsi masyarakat.

Secara keseluruhan, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%, pemerintah akan mengandalkan investasi yang mencapai Rp7.500 triliun dan mendorong penciptaan lapangan kerja agar konsumsi masyarakat tetap tinggi.



Mengoptimalkan Daya Tarik KEK

KT1 10 Dec 2024 Investor Daily (H)
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi salah satu tumpuan pemerintah dalam meningkatkan laju investasi di Tanah Air. Meski memiliki fasilitas yang sama, belum semua KEK bisa menjadi penarik investasi secara optimal, misalnya KEK di wilayah Indonesia Timur. Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang mengatakan, permasalahan KEK ke wilayah Indonesia Timur adalah infrastruktur  yang belum memadai. Pada saat yang sama pengembangan KEK belum mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah. "Permasalahannya ada masalah transportasinya juga enggak ada? Nah, ini kan kita butuh dukungan juga. Bukan cuma dari pemerintah saja, tetapi dari penyedia transportasi udara. Kita enggak bisa, harus ada yang menghubungi antara Jawa dengan Morotai," ucap Edwin. Saat ini ada 24 KEK tetap melakukan evaluasi untuk melihat insentif-insentif ayang yang diperlukan untuk mendongkrak realisasi investasi. "Ke depan, perlu ada tambahan insentif agar bisa lebih menarik lagi. Hal ini perlu kita dorong sama-sama supaya bisa bersama-sama membangun KEK," terang Edwin. (Yetede)

Pertamina Bukukan Laba US$2,66 Miliar

HR1 04 Dec 2024 Bisnis Indonesia

PT Pertamina (Persero) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar US$2,66 miliar dengan pendapatan mencapai US$62,5 miliar sepanjang Januari hingga Oktober 2024. Meskipun capaian tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, di mana perusahaan meraih laba bersih US$4,44 miliar dengan pendapatan US$75,8 miliar, PT Pertamina tetap optimistis dapat mencapai target pendapatan dan laba yang setara dengan tahun 2023. Wakil Direktur Utama Pertamina, Wiko Migantoro, juga mengungkapkan bahwa perusahaan telah merealisasikan investasi sebesar US$4,7 miliar hingga Oktober 2024, dengan fokus utama pada kegiatan hulu untuk mendukung produksi minyak. Selain itu, perusahaan juga mencatatkan cost optimization sebesar US$780 juta dan kontribusi kepada negara sebesar Rp304,7 triliun. Dalam hal penyaluran energi, PT Pertamina telah menyalurkan 39,7 juta kiloliter BBM bersubsidi, 37,2 juta kiloliter BBM non-subsidi, serta 6,9 juta ton LPG hingga Oktober 2024, dengan target 8,3 juta ton LPG pada akhir tahun ini.

Kadin Optimis Dapat Pertumbuhan Ekonomi Capai 8%

KT1 27 Nov 2024 Investor Daily

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 8%. Untuk itu, White Paper atau arah pembangunan bidang ekonomis tahun 2024-2029 diluncurkan. Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menerangkan, Kadin Indonesia adalah mitra strategis Pemerintah dalam membangun ekonomi Indonesia lima tahun ke depan. Dunia usaha nasional optimis dengan target yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto tersebut. "Kuncinya adalah kolaborasi dan aligment antara Pemerintah dan dunia usaha. Kadin Indonesia memainkan peran sebagai enabler yang menjembatani kedua belah pihak," ucap dia.

Arsjad mengatakan, dukemen White Paper ini secara rinci menjelaskan inisiatif/isu terkini disertai dengan inisitif utama (bold moves) yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Dia klaim White Paper relevan dengan kondisi Indonesia untuk lima tahun ke depan. Arsjad menjelaskan, White Paper itu menjadi panduan sinergi dunia usaha dan pemerintah untuk membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dokumen ini menerjemahkan visi Asta Cita Presiden Prabowo ke dalam langkah konkret dan memberi fokus lebih mendetail pada sektor kunci pertumbuhan, seperti digitalisasi, industri, energi, dan UMKM. (Yetede)

Kepemimpinan Daerah Baru Jadi Penentu Ekonomi Lokal

HR1 27 Nov 2024 Kontan (H)
Momentum Pilkada serentak di 545 daerah, termasuk di provinsi besar seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur, membawa harapan untuk penguatan ekonomi nasional, khususnya melalui kepemimpinan daerah yang pro-investasi dan pertumbuhan. Ekonom Yusuf Rendy Manilet dari Core Indonesia menekankan pentingnya kepala daerah yang terpilih untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), menghindari regulasi yang tumpang tindih dengan pusat, serta mendorong kemandirian pendanaan pembangunan.

Wijayanto Samirin, ekonom Universitas Paramadina, menyoroti perlunya perencanaan kebijakan yang matang, efisien, dan tidak boros. Ia juga menekankan pentingnya kepala daerah memprioritaskan kepentingan publik, menjalin kerja sama antardaerah, serta menghindari nepotisme dan korupsi.

Dari perspektif makroekonomi, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, Rizal Taufikurahman, menghitung kontribusi pilkada terhadap PDB sebesar 0,211%, dengan catatan anggaran Rp 37,52 triliun digunakan secara efektif, terutama untuk sektor jasa seperti percetakan, iklan, makanan, dan logistik. Namun, Rizal menilai respons sektor-sektor ini masih kurang optimal.

Pilkada memberikan peluang bagi daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dipimpin oleh kepala daerah yang fokus pada pembangunan strategis dan berorientasi pada kepentingan publik.

Perbankan Kunci Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

HR1 25 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Performa ekonomi Indonesia pada kuartal III/2024 menunjukkan adanya tantangan meskipun ada pertumbuhan positif. Inflasi pada Oktober 2024 tercatat 1,7% YoY, yang merupakan angka terendah sejak Oktober 2021, meskipun terjadi kenaikan inflasi bulanan akibat harga emas internasional yang lebih tinggi. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2024 tercatat 4,95% YoY, sedikit lebih baik dari periode yang sama pada 2023, tetapi lebih lambat dibandingkan dengan kuartal II/2024 yang mencapai sekitar 5%.

Sektor-sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia selama kuartal III/2024 adalah investasi, ekspor, dan impor, sedangkan konsumsi rumah tangga dan pengeluaran pemerintah mengalami kontraksi. Penurunan konsumsi rumah tangga, yang menjadi komponen utama pertumbuhan ekonomi, disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain perlambatan ekonomi China, tingginya suku bunga global, dan penurunan jumlah kelas menengah yang berdampak pada daya beli masyarakat.

Dari sisi kebijakan, perbankan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan pembiayaan konsumsi dan mendukung sektor-sektor potensial seperti perumahan, kendaraan, dan barang kebutuhan rumah tangga. Beberapa kebijakan dari Bank Indonesia seperti insentif GWM dan penurunan suku bunga diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025 yang sedikit lebih tinggi di angka 5,11%. Inflasi pada 2025 diperkirakan stabil di sekitar 2,51%, yang diharapkan dapat mendukung pemulihan konsumsi domestik.

Secara keseluruhan, meskipun ada tantangan, dukungan kebijakan dari pemerintah dan perbankan serta pemulihan ekonomi global diharapkan akan mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025, terutama dengan meningkatkan konsumsi domestik yang dapat memperkuat sektor-sektor terkait dan memperkokoh perekonomian.