Pertumbuhan 8 Persen Tujuan Presiden
Presiden Prabowo Subianto mendorong para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia untuk terus bersatu dan lebih aktif membangun infrastruktur. Prabowo juga optimistis pertumbuhan ekonomi dapat mencapai lebih dari 8 persen. Hal tersebut diungkapkan Presiden saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia, Kamis (16/1/2025), di Jakarta. Presiden didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra. Dalam acara itu, Anindya Novyan Bakrie dikukuhkan menjadi Ketua Umum Kadin Indonesia 2024-2029. ”Ada yang bilang saya menghentikan proyek infrastruktur. Tidak benar. (Justru) sebagian besar akan saya serahkan kepada swasta. Swasta lebih efisien, inovatif, lebih pengalaman. Jalan tol, pelabuhan, bandara, swasta silakan bergerak,” kata Presiden Prabowo.
Prabowo juga menyampaikan optimismenya setelah hampir tiga bulan menjabat presiden. ”Makin saya mempelajari keadaan perekonomian kita, semakin saya merasa percaya diri, optimistis kita akan mencapai, bahkan melebihi 8 persen pertumbuhan. (Namun) makin banyak yang nyinyir karena salah satu kelemahan elite Indonesia adalah tidak percaya diri, suka melihat kawan susah, dan senang melihat kawan susah. Jadi, kita merasa rendah diri,” ujarnya. Presiden pun meyakinkan dengan bantuan para menterinya akan membuat banyak kejutan di minggu dan bulan-bulan mendatang. Selain itu, Presiden juga menyampaikan optimismenya pada target swasembada pangan dan energi. Swasembada pangan yang ditarget dicapai dalam empat tahun diyakini akan bisa diraih sebelumnya. Namun, Presiden tidak menjelaskan bagaimana cara dan apa yang membuatnya sedemikian optimistis.
Sementara itu, Anindya menyampaikan, Kadin Indonesia harus kompak dan bersama pemerintahan Presiden Prabowo untuk mewujudkan dan mencapai zaman keemasan. Di sisi lain, Indonesia menghadapitantangan global, seperti perang dagang Amerika dan China serta perlambatan ekonomi di banyak negara. ”Tugas utama Kadin adalah menciptakan lapangan kerja dan usaha. Ini membutuhkan gotong royong. Kadin merupakan mitra strategis pemerintah dan payung untuk seluruh dunia usaha sehingga harus selalu berkolaborasi dan inklusif,” kata Anindya. Kadin, kata Anindya, bisa berpartisipasi dan menyukseskan program pemerintah di ekonomi domestik, seperti makanan bergizi, lumbung pangan dan rumah makan. (Yoga)
Tags :
#Pertumbuhan EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023