;
Tags

Saham

( 1722 )

Manufer Pertama Bank untuk Naik Kelas

KT1 08 Mar 2025 Investor Daily (H)
OJK mendorong perbankan untuk meningkatkan permodalannya, lantaran saat ini baru ada empat bank yang  masuk dalam kategori kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4. PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) pun memiliki rencana untuk naik kelas menjadi bank papan atas. Direktur Utama Permata Bank Meliza Rusli mengatakan, saat ini perseroan merupakan bank dengan permodalan tertinggi di antara bank KBMI 3 lainnya. Sehingga pihaknya akan fokus untuk implementasikan target jangka panjang. "Supaya ada kelanjutan bisnis berkelanjutan, jadi kami bukan hanya kejar naik kelas saja, tapi meraih sustainability dalam jangka panjang," ucap Meliza. Berdasarkan laporan keuangan publik perseroan di akhir Desember 2024 modal inti (Tier 1) bank bersandi saham BNLI ini mencapai Rp 51 triliun. Modal yang besar tersebut menjadikan Permata Bank sebagai bank yang sangat prospektif untuk naik ke KBMI 4. Adapun, pengelompokan bank berdasarkan KBMI mengacu kepada POJK No.12/POJK.03/2021 tentang Konsolidasi Bank Umum. Perincian aturan KBMI yaitu KBMI 1 untuk bank dengan inti kurang dari Rp 6 triliun. Kemudian kelompok KBMI 3 adalah untuk bank dengan modal inti Rp 14 triliun sampai dengan modal inti lebih dari Rp triliun. (Yetede)

Sejumlah Emiten Ramai-ramai ”Buyback” Saham

KT3 07 Mar 2025 Kompas

Sejumlah perusahaan terdaftar atau emiten aktif terpantau mengumumkan aksi buyback saham di triwulan awal 2025 ini. Salah satunya, produsen produk protein hewani, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), yang pada Rabu (5/3) mengumumkan akan meminta kesepakatan investor untuk buyback saham pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) 10 April 2025. Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah mandat buyback yang akan dimintakan persetujuan dari pemegang saham adalah maksimum 2 % dari seluruh saham publik dengan maksimum dana sebesar Rp 470 miliar. Perseroan melakukan buyback untuk meningkatkan return on equity (ROE).

ROE adalah penghitungan pembagian laba bersih setelah pajak dengan ekuitas pemegang saham. Semakin tinggi nilai ROE berarti perusahaan efisien dalam menghasilkan profit. Saat ini, ROE Japfa positif di angka 19,51 %. ”Rencana buyback dinilai akan memberi fleksibilitas lebih besar bagi perseroan dalam mengelola modal dan memaksimalkan pengembalian kepada pemegang saham,” kata manajemen dalam keterangannya. Produsen cat dekoratif, PT Avia Avian Tbk (AVIA), juga mengumumkan akan melakukan aksi buyback saham pada 28 Februari 2025. Dengan dana kas internal senilai Rp 1 triliun, perseroan berencana membeli 1,42 miliar lembar saham yang beredar di publik atau 2,3 % dari total 61 miliar saham yang disetor perusahaan.

Adapun waktu pembelian direncanakan dilakukan sejak RUPSLB yang direncanakan pada 10 April 2025. Manajemen AVIA mengungkapkan, aksi tersebut dilakukan dalam rangka menjaga kewajaran dan stabilitas harga saham, yang dinilai tidak mencerminkan kondisi dan fundamental perseroan. Sejak awal tahun 2025, harga saham AVIA hingga perdagangan sesi pertama, Kamis (6/3), telah terkoreksi 4 % dari Rp 412 menjadi Rp 396 per saham. Sementara, dalam laporan keuangannya, perusahaan milik konglomerat Hermanto Tanoko ini mampu mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 1,35 % menjadi Rp 1,66 triliun sepanjang 2024. Dengan keuntungan tersebut, laba per saham AVIA senilai Rp 27,16 per saham. (Yoga)


Buyback Saham Melonjak, Apa Dampaknya bagi Pasar?

HR1 07 Mar 2025 Bisnis Indonesia (H)

Aksi pembelian kembali saham (buyback) oleh emiten berpotensi semakin marak, terutama di tengah pasar modal yang sedang lesu dan harga saham yang jauh di bawah valuasi wajar. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mengkaji kemungkinan untuk memberikan izin buyback tanpa perlu melalui rapat umum pemegang saham (RUPS), yang jika disetujui, dapat menjadi solusi untuk menstabilkan pasar saham.

Beberapa emiten besar seperti PT Avia Avian Tbk. dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah merencanakan buyback saham dengan anggaran besar. Langkah ini dianggap dapat meningkatkan kepercayaan terhadap valuasi perusahaan dan meningkatkan earnings per share (EPS). Namun, meskipun buyback bisa menjadi strategi yang efektif dalam stabilisasi harga saham, terutama di pasar yang fluktuatif, tindakan ini mengandung risiko terkait transparansi dan tata kelola yang baik. Tanpa mekanisme RUPS, ada potensi ketidakadilan, seperti penguatan posisi pemegang saham mayoritas tanpa pengawasan pasar yang wajar. Oleh karena itu, kebijakan ini perlu diimplementasikan dengan pengawasan yang ketat untuk memastikan perlindungan terhadap investor minoritas dan menjaga kepercayaan pasar.


Harga Emas Naik, Investor Panen Cuan

HR1 07 Mar 2025 Kontan
Kinerja PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diproyeksikan tetap kuat, terutama didukung oleh tren kenaikan harga emas global dan kerja sama strategis dengan PT Freeport Indonesia (PTFI). Rizal Nur Rafly, Equity Research Analyst Panin Sekuritas, menilai bahwa peningkatan harga emas akan berdampak positif pada ANTM, mengingat penjualan emas menjadi penyumbang utama pendapatan perusahaan. Pada Januari-September 2024, penjualan emas ANTM mencapai 1,4 juta ons troi, naik 67,5% year-on-year (YoY).

Rizkia Darmawan, Analis Mirae Asset Sekuritas, menyebutkan bahwa kemitraan ANTM dengan Freeport, yang melibatkan perjanjian offtake 30 ton emas per tahun senilai US$ 12,5 miliar, memberikan keuntungan dari sisi biaya pembelian lebih rendah, pengurangan eksposur valas, dan penghematan pajak impor sebesar 2,5%. Dengan kerja sama ini, margin emas ANTM diperkirakan meningkat 1%-2%, yang berkontribusi pada kenaikan laba bersih. Selain itu, efisiensi biaya dari smelter FeNi Pomalaa yang beralih ke listrik PLN juga diperkirakan menurunkan biaya tunai produksi.

Namun, tantangan datang dari harga nikel yang melemah akibat kelebihan pasokan global, serta kebijakan pengurangan kuota bijih nikel yang dapat mempengaruhi bisnis nikel ANTM. Michael Wildon, Analis Verdhana Sekuritas, tetap optimistis terhadap prospek ANTM karena fundamentalnya yang kuat dan peningkatan penjualan bijih nikel serta bauksit. Dengan pabrik peleburan Mempawah Alumina mulai beroperasi di semester II-2025, penjualan bauksit diprediksi tumbuh 270% menjadi 2,7 juta ton.

Dugaan penjualan emas palsu oleh ANTM dinilai oleh Rafly dapat berdampak negatif terhadap kepercayaan investor, meskipun efeknya terhadap fundamental perusahaan masih harus dikaji lebih lanjut.

Prospek ANTM tetap positif dengan potensi pertumbuhan laba tahun 2025-2026 sebesar 17%-25%, didukung oleh harga emas yang diproyeksikan naik hingga US$ 2.700 per ons troi. Para analis sepakat memberikan rekomendasi beli (buy) untuk saham ANTM, dengan target harga dari Rp 1.700 hingga Rp 2.100 per saham.

Saham Konsumer Ritel Kian Atraktif Dengan Peluang Cuan Hingga 65 %

KT1 06 Mar 2025 Investor Daily (H)

Ramadan menjadi momentum terbaik bagi emiten konsumer (consumer goods) dan ritel modern untuk memacu penjualan dan menanggok untung lebih, mengingat daya beli masyarakat biasanya lebih meningkat dibanding bulan biasanya. Langkah perusahaan konsumer ritel yang gencar meningkatkan promosi untuk mengoptimalkan perolehan keuntungan, akan membawa saham-sahamnya kian atraktif dengan peluang cuan hingga 65%. “Di tengah kekhawatiran melemahnya permintaan selama musim Idul Fitri, kami tetap meyakini emiten konsumer ritel akan mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang solid. Meski, persaingan akan ketat dan volatilitas dariharga komoditas dapat menimbulkan tantangan terhadap margin emiten," kata Analis BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Sutanto dan Sabela Nur Amalina dalam risetnya yang dipublikasi Rabu (5/3/2025).

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menyematkan rekomendasi buy untuk empat saham ritel modern, yakni PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dengan target harga Rp 2.000, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) di target harga Rp 1.250, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dengan target harga Rp 1.100 dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) dengan target harga Rp 540. Di sektor konsumer, sekuritas tersebut memberi rekomendasi buy untuk lima saham, yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) dengan target harga Rp 14.000, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) di target harga Rp 8.800, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dengan target harga Rp 1.800, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dengan target harga Rp 3.050, dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) dengan target harga Rp 640, serta hold saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) di target harga Rp 1.500. (Yetede)

Ekspansi Gerai di Luar Jawa Jadi Andalan Baru AMRT

HR1 06 Mar 2025 Kontan
Strategi ekspansi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) ke luar Pulau Jawa menjadi faktor kunci dalam memperkuat posisi pasar dan mendukung pertumbuhan jangka panjang, meskipun masih dihadapkan pada tantangan daya beli masyarakat dan ketidakpastian ekonomi global.

Menurut Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, prospek AMRT tetap optimistis dengan proyeksi kenaikan penjualan 10%-20%. Faktor pendorongnya meliputi strategi diskon, peningkatan ekosistem digital melalui Alfagift, serta momentum konsumsi saat Lebaran.

Sementara itu, Rifdah Fatin Hasanah, Research Analyst Ina Sekuritas, menilai ekspansi AMRT di luar Pulau Jawa membawa dampak positif dengan pertumbuhan gerai CAGR 11,2%, didorong oleh biaya tenaga kerja lebih rendah dan sewa yang lebih terjangkau. Selain itu, perluasan pusat distribusi dan gudang juga meningkatkan efisiensi rantai pasokan, terutama untuk produk makanan beku bermargin tinggi.

Andrianto Saputra, Analis Indo Premier Sekuritas, mengamati bahwa kinerja AMRT masih kuat di awal 2025, meskipun terdapat tekanan dari peningkatan pengeluaran operasional (opex) akibat pembangunan tiga distribution center (DC) baru pada kuartal III-2024. AMRT juga berencana menambah dua DC di Palangkaraya dan Bengkulu pada semester kedua 2025, yang dalam jangka pendek dapat memberikan tekanan pada leverage operasi.

Ketiga analis sepakat merekomendasikan "buy" untuk saham AMRT, dengan target harga berbeda: Andrianto (Rp 3.050 per saham), Nico (Rp 3.250 per saham), dan Rifdah (Rp 3.300 per saham). Secara keseluruhan, strategi ekspansi dan peningkatan efisiensi diharapkan dapat menjaga pertumbuhan AMRT meskipun masih ada tantangan daya beli.

Ekspansi Gerai di Luar Jawa Jadi Andalan Baru AMRT

HR1 06 Mar 2025 Kontan
Strategi ekspansi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) ke luar Pulau Jawa menjadi faktor kunci dalam memperkuat posisi pasar dan mendukung pertumbuhan jangka panjang, meskipun masih dihadapkan pada tantangan daya beli masyarakat dan ketidakpastian ekonomi global.

Menurut Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, prospek AMRT tetap optimistis dengan proyeksi kenaikan penjualan 10%-20%. Faktor pendorongnya meliputi strategi diskon, peningkatan ekosistem digital melalui Alfagift, serta momentum konsumsi saat Lebaran.

Sementara itu, Rifdah Fatin Hasanah, Research Analyst Ina Sekuritas, menilai ekspansi AMRT di luar Pulau Jawa membawa dampak positif dengan pertumbuhan gerai CAGR 11,2%, didorong oleh biaya tenaga kerja lebih rendah dan sewa yang lebih terjangkau. Selain itu, perluasan pusat distribusi dan gudang juga meningkatkan efisiensi rantai pasokan, terutama untuk produk makanan beku bermargin tinggi.

Andrianto Saputra, Analis Indo Premier Sekuritas, mengamati bahwa kinerja AMRT masih kuat di awal 2025, meskipun terdapat tekanan dari peningkatan pengeluaran operasional (opex) akibat pembangunan tiga distribution center (DC) baru pada kuartal III-2024. AMRT juga berencana menambah dua DC di Palangkaraya dan Bengkulu pada semester kedua 2025, yang dalam jangka pendek dapat memberikan tekanan pada leverage operasi.

Ketiga analis sepakat merekomendasikan "buy" untuk saham AMRT, dengan target harga berbeda: Andrianto (Rp 3.050 per saham), Nico (Rp 3.250 per saham), dan Rifdah (Rp 3.300 per saham). Secara keseluruhan, strategi ekspansi dan peningkatan efisiensi diharapkan dapat menjaga pertumbuhan AMRT meskipun masih ada tantangan daya beli.

Masih Kuatnya Tekanan ke Pasar Saham

KT1 05 Mar 2025 Investor Daily (H)

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia(BEI) kembali terkoreksi pada perdagangan Selasa (4/3/2025), sebesar 2,14 % ke level 6.380,4. Tekanan ke pasarsaham masih kuat, sehingga indeks rawan tergelincir ke level 6.100-6.200. Pelemahan ini terjadi setelah IHSG sempat melonjak 3,97 % sehari sebelumnya, didorong kebijakan OJK yang merelaksasi aturan buyback saham tanpa perlu persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS). Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, mencatat, pasar saham domestik masih menghadapi tekanan akibat ketidakpastian global.

“IHSG melemah 11,8% month to date (mtd) dan 11,4 % year to date (ytd) pada 28 Februari 2025 ke level 6.270,6,” ujarnya dalam konferensi pers hasil rapat dewan komisioner OJK bulanan (RDKB) Februari 2025, Selasa (4/3/2025). Nilai kapitalisasi pasar turun 11,68 % mtd menjadi Rp 10.879,86 triliun. Tekanan jual asing masih tinggi, dengan net sell Rp18,19 triliun mtd dan Rp 21,9 triliun ytd. Dirut BEI, Iman Rachman menambahkan, Indonesia menempati peringkat ke dua dalam aksi jual asing di kawasan Asean, setelah Thailand dengan net sell Rp 47,8 triliun. Meningkatnya ketidakpastian akibat perang dagang antara AS dan mitra dagangnya menjadi faktor utama yang mendorong aksi jual investor asing. “Ketidakpastian global terkait kebijakan suku bunga The Fed yang cenderung ketat berdampak pada pasar negara berkembang. Ini mendorong peningkatan permintaan terhadap aset safe haven," kata Iman. (Yetede)

United Tractors Memangkas Bisnis di Bidang Pertambangan Batu Bara

KT1 05 Mar 2025 Investor Daily (H)

Emiten Grup Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR) membuktikan komitmennya untuk mengurangi bisnis batu bara perseroan, dengan menjual tambang batu bara di Kalimantan. UNTR lewat anak usahanya, PT Tuah Turangga Agung (TTA), menjual seluruh kepemilikan saham di PT Borneo Berkat Makmur (BBM) kepada PT Reswara Minergi Hartama (RMH), entitas anak PT ABM Investama Tbk (ABMM), senilai US$ 34,2 juta atau Rp 561,99 miliar. BBM saat ini merupakan pemegang 60% saham PT Piranti Jaya Utama (PJU), perusahaan tambang batu bara dengan luas konsesi 4.800 hektare di Desa Barunang, Kabupaten Kapuas, Kalteng.

Pada tanggal 3 Maret 2025, Tuah Turangga Agung menandatangan Perjanjian jual beli saham (PPJB) dengan Reswara, dimana 100% saham milik Tuah Turangga dari total seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Borneo Berkat Makmur. Setelah pemenuhan persyaratan pendahuluan atas transaksi, RMH secara tidak langsung menguasai 60% saham PJU yang dimilik oleh BBM," kata Corporate Secretary United Tractors, Sara K Loebis dalam keterangan resminya, Selasa(4/3/2025). Tujuan transaksi tersebut untuk merampingkan lini bisnis tambang batu bara perseroan, dalam rangka menjalankan proses operasi yang terfokus, efektif, dan optimal. (Yetede)


Ekspansi Jadi Senjata Baru AKRA Hadapi Tantangan

HR1 05 Mar 2025 Kontan
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menargetkan laba bersih Rp 2,6 triliun di 2025, didorong oleh ekspansi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) BP-AKR dan penjualan lahan industri di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE).

Analis Indy Naila dari Edvisor Profina Visindo menilai strategi ekspansi SPBU AKRA bisa sukses karena permintaan bahan bakar tetap tinggi. Namun, fluktuasi harga minyak masih menjadi risiko bagi margin keuntungan AKRA. Sementara itu, segmen lahan industri memiliki potensi besar, terutama jika AKRA bisa menarik investor asing. Tantangan utama adalah regulasi dan proses penjualan lahan yang membutuhkan waktu.

Bob Setiadi dari CGS International Sekuritas melihat bisnis perdagangan dan distribusi AKRA masih menghadapi tantangan. Ia menurunkan asumsi volume penjualan BBM sebesar 1% dan memperkirakan penjualan lahan JIIPE di 2025-2026 hanya 80 hektare. Meski begitu, Bob tetap memperkirakan pendapatan AKRA tumbuh tipis menjadi Rp 38,75 triliun di 2025, dengan laba bersih mencapai Rp 2,4 triliun.

Sementara itu, Niko Pandowo dari Sucor Sekuritas lebih optimistis, memperkirakan penjualan lahan JIIPE bisa mencapai 100 hektare di 2025. Selain itu, tiga penyewa utama di JIIPE, yaitu Freeport, Xinyi Glass, dan Zhejiang Hailiang, diperkirakan mulai beroperasi di semester II-2025, yang bisa meningkatkan pendapatan AKRA.

Regulasi pemerintah yang berencana mengurangi subsidi bahan bakar pada 2027 bisa menjadi katalis positif bagi AKRA sebagai distributor BBM non-subsidi. Niko mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp 1.530 per saham, Bob memberi rating add dengan target harga Rp 1.460, sementara Indy menyarankan buy on weakness dengan target Rp 1.500.

AKRA masih memiliki prospek pertumbuhan yang baik, tetapi perlu menghadapi tantangan dari fluktuasi harga minyak, regulasi, dan perlambatan penjualan lahan industri.