Masih Kuatnya Tekanan ke Pasar Saham
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia(BEI) kembali terkoreksi pada perdagangan Selasa (4/3/2025), sebesar 2,14 % ke level 6.380,4. Tekanan ke pasarsaham masih kuat, sehingga indeks rawan tergelincir ke level 6.100-6.200. Pelemahan ini terjadi setelah IHSG sempat melonjak 3,97 % sehari sebelumnya, didorong kebijakan OJK yang merelaksasi aturan buyback saham tanpa perlu persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS). Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, mencatat, pasar saham domestik masih menghadapi tekanan akibat ketidakpastian global.
“IHSG melemah 11,8% month to date (mtd) dan 11,4 % year to date (ytd) pada 28 Februari 2025 ke level 6.270,6,” ujarnya dalam konferensi pers hasil rapat dewan komisioner OJK bulanan (RDKB) Februari 2025, Selasa (4/3/2025). Nilai kapitalisasi pasar turun 11,68 % mtd menjadi Rp 10.879,86 triliun. Tekanan jual asing masih tinggi, dengan net sell Rp18,19 triliun mtd dan Rp 21,9 triliun ytd. Dirut BEI, Iman Rachman menambahkan, Indonesia menempati peringkat ke dua dalam aksi jual asing di kawasan Asean, setelah Thailand dengan net sell Rp 47,8 triliun. Meningkatnya ketidakpastian akibat perang dagang antara AS dan mitra dagangnya menjadi faktor utama yang mendorong aksi jual investor asing. “Ketidakpastian global terkait kebijakan suku bunga The Fed yang cenderung ketat berdampak pada pasar negara berkembang. Ini mendorong peningkatan permintaan terhadap aset safe haven," kata Iman. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023