;
Tags

Saham

( 1717 )

Trafik Naik, Dompet JSMR Semakin Tebal

HR1 25 Aug 2023 Kontan

Bisnis jalan tol masih menjanjikan. Itu yang bisa disimpulkan dari kinerja PT Jasa Marga Tbk di semester I tahun ini. Emiten berkode saham JSMR itu meraih laba bersih Rp 1,15 triliun,  naik 56,3% dibandingkan semester I 2022. Hasil itu tidak terlepas dari pendapatan JSMR yang mencapai Rp 8,9 triliun, atau meningkat 18,3% jika dibandingkan pada periode serupa tahun lalu yakni Rp 7,5 triliun. Pendapatan tol mendominasi pendapatan JSMR yang mencatatkan hasil Rp 6,13 triliun. Angka itu naik tipis 1% dari semester I 2022 yang sebesar Rp 6,07 triliun. JSMR juga mengantongi pendapatan usaha lain di separuh pertama 2023 sebesar Rp 848,9 miliar. Lalu, pendapatan konstruksi senilai Rp 1,94 triliun. Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana menjelaskan, pendapatan JSMR tidak terlepas dari peningkatan lalu lintas harian rata-rata (LHR) di jalan tol yang dikelola Jasa Marga Group. Sementara itu, total konsesi jalan tol yang dimiliki oleh JSMR di semester I 2023 sepanjang 1.736 km. Ini sudah termasuk penambahan konsesi terbaru yang diperoleh perusahaan pelat merah ini yakni jalan tol akses Patimban sepanjang 37,05 km yang dikelola oleh PT Jasamarga Akses Patimban (JAP).

Tertopang Proyek Rumah Tapak Baru

HR1 25 Aug 2023 Kontan

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) masih konsisten mencetak pertumbuhan kinerja hingga semester I 2023. Ke depan, bisnis emiten properti ini bakal ditopang serangkaian peluncuran proyek rumah tapak (landed houses). Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei menjelaskan,BSDE yang sukses mencetak pertumbuhan pendapatan pra penjualan alias marketing sales di semester pertama 2023 sebesar 3% secara tahunan menjadi Rp 4,79 triliun. Pencapaian itu sudah melampaui sekitar 54% dari target marketing sales sebesar Rp 8,8 triliun di 2023. Moncernya marketing sales BSDE didorong oleh segmen pendapatan berulang di tengah peluncuran proyek, terutama pada kuartal kedua 2023. Pendapatan berulang dari produk Hiera dan Layton pada kuartal II 2023 diperkirakan berkontribusi sebesar 51% terhadap marketing sales di segmen residensial pada periode tersebut. Analis Indopremier Sekuritas, Michelle Nugroho dalam riset 20 Juli 2023, menyoroti. ke depan, katalis pendorong bagi marketing sales BSDE akan dibantu peluncuran proyek-proyek baru terutama produk rumah tapak. Analis UOB Kay Hian Sekuritas, Limartha Adhiputra mengatakan, saham-saham properti termasuk BSDE diperkirakan akan mengungguli IHSG di separuh kedua tahun ini karena marketing sales dan pertumbuhan laba dapat membaik. Hal itu seiring suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang berangsur meningkat. Limartha melihat, potensi pertumbuhan laba bersih BSDE sebesar 6,8% secara tahunan di 2023. Dengan demikian, BSDE bisa mencapai target marketing sales setahun penuh hingga akhir 2023. Analis Ciptadana Sekuritas, Yasmin Suolisa memproyeksi pendapatan BSDE bisa mencapai Rp 11,06 triliun hingga akhir tahun ini karena penjualan properti diperkirakan akan meningkat di kuartal III dan IV seiring lebih banyak serah terima proyek. Namun, Ciptadana memangkas proyeksi laba bersih BSDE menjadi Rp 2,45 triliun karena biaya non operasional yang lebih tinggi.

Bersiap Menadah Rezeki dari Bursa Karbon

HR1 25 Aug 2023 Kontan (H)

Indonesia bakal segera memiliki bursa karbon, seiring terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 14/2023 tentang Bursa Karbon. Penyelenggara bursa karbon tidak cuma satu. Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik menyatakan, BEI segera mendaftar sebagai salah satunya. Calon pemain lain, ICX, anak usaha Indonesia Commodity and Derivatives Exchange. Bahkan, ICX sudah memfasilitasi perdagangan perdana salah satu produk bursa karbon, yakni Renewable Energy Certificate (REC). Sejumlah emiten diperkirakan bakal menuai berkah dari kehadiran bursa karbon, salah satunya PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Manager Corporate Communication & Stakeholder Management PGEO, Muhammad Taufik bilang, PGEO siap berkontribusi di bursa karbon. Analis Saham Rakyat by Samuel Sekuritas, Billy Halomoan membagi emiten yang bisa menuai berkah dari bursa karbon. Pertama, emiten yang fokus ke ekonomi hijau, seperti PGEO, PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) dan PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN). Kedua, emiten yang mengejar efisiensi energi dan reduksi emisi, serta diversifikasi ke energi hijau. Emiten di kelompok ini adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO).

Emiten Ritel dan Konsumsi Masih Prospektif Kendati El Nino Datang

HR1 25 Aug 2023 Kontan

El Nino atau musim kemarau panjang telah melanda wilayah Indonesia. Pada akhir Juli 2023, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 63% wilayah di Indonesia sudah terdampak El Nino. Berdasarkan catatan BMKG, El Nino kali ini akan lebih ekstrem dibandingkan dengan sebelumnya. Artinya wilayah yang terdampak kekeringan akan lebih kering dibandingkan El Nino yang melanda Indonesia pada tahun 2019. Melansir catatan KONTAN, daerah yang berpotensi mengalami kekeringan ekstrem di antaranya adalah sebagian besar Pulau Sumatera dan Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Melihat kondisi tersebut, Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Fajar Dwi Alfian memproyeksikan, dampak terjadinya El Nino tersebut akan mengerek sejumlah harga komoditas pangan. Untungnya, untuk harga komoditas pangan impor seperti gandum dan kedelai, ia nilai, belum menunjukkan kenaikan yang signifikan. Alhasil, efek ke ongkos emiten ritel dan konsumen masih minim. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani menyatakan, tahun politik bisa meminimalisir efek El Nino. Ia juga melihat daya beli masyarakat masih tinggi.

RMK Energy Terus Menggenjot Kinerja Hingga Akhir Tahun

HR1 24 Aug 2023 Kontan

Di tengah tren penurunan harga, geliat produksi batubara ternyata masih terus terjadi. Terlihat dari hasil kinerja perusahaan jasa tambang PT RMK Energy Tbk (RMKE). Perusahaan ini sudah membawa sebanyak 887.500 ton batubara ke kapal tongkang di periode Juli 2023. Hasil tersebut melonjak 48,1% dibanding bulan sebelumnya. Direktur Operasional RMKE, William Saputra menjelaskan, total angkutan batubara di periode tersebut merupakan yang tertinggi sejak RMKE beroperasi. Sepanjang tahun ini sampai Juli kemarin RMKE sudah memuat 664 tongkang dengan kapasitas 5,2 juta metrik ton batubara. Hasil ini naik 31,4% dari periode serupa tahun lalu. Sepanjang periode terebut, RMKE sudah membongkar sebanyak 2.867 gerbong kereta dengan muatan 7,5 juta MT atau meningkat 20,5% secara tahunan. Peningkatan kinerja operasional dari segmen jasa batubara ini tidak terlepas dari on-time performance (OTP) bongkar kereta yang jauh lebih cepat 40 menit. Yakni menjadi 3 jam 25 menit per kereta dibandingkan waktu bongkar kereta pada periode yang sama tahun lalu 4 jam 6 menit. Dengan hasil tersebut, Direktur Keuangan, Vincent Saputra optimistis dengan kinerja perusahaan jasa tambang ini.

Rezeki Emiten Kabel Masih Panjang

HR1 24 Aug 2023 Kontan

Emiten kabel tersengat sejumlah katalis positif hingga membawa mayoritas sahamnya bergerak di zona hijau. Seperti, PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) mencetak kinerja paling moncer. Saham IKBI memimpin top gainers di sektor industri, dengan penguatan 230,95% year to date (YtD). IKBI juga membukukan kinerja keuangan positif semester I-2023. PT Voksel Electric Tbk (VOKS) membuntuti dengan kenaikan harga 40,29% sejak awal tahun. Gerak saham VOKS disinyalir dipicu rencana masuknya Hengtong Optic-Electric International untuk mengakuisisi emiten yang juga dimiliki konglomerat Low Tuck Kwong ini. Selain IKBI dan VOKS, gerak saham PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM), PT Supreme Cable Manufacturing Commerce Tbk (SCCO), dan PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI) juga masih di zona hijau secara YtD. Meski di level kenaikan yang tidak signifikan. Pengamat Pasar Modal & Founder WH Project William Hartanto menilai pelaku pasar menangkap sinyal positif prospek bisnis emiten kabel. Tak hanya keperluan listrik, masih banyaknya pembangunan kawasan dan proyek infrastruktur bisa meningkatkan permintaan kabel. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani menimpali, secara valuasi saham emiten kabel terbilang undervalued dengan rata-rata price to book value (PBV) di bawah 1 kali. Arjun memandang kondisi ini menjadi penopang kenaikan harga saham emiten kabel. Maka Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai emiten kabel ini cocok untuk investasi medium to long. Ia melirik saham IKBI yang berada pada fase downtend dan MACD sudah mengalami deadcross. Namun pergerakan IKBI masih tertahan di MA20, sehingga masih layak mencermati momentum trading buy.

Laba Emiten Tambang Batubara Meredup

HR1 24 Aug 2023 Kontan

Sepanjang semester pertama 2023, laba bersih mayoritas emiten tambang batubara menyusut. Penyebabnya tak lain adalah harga jual rata-rata yang lebih rendah, akibat penurunan harga komoditas ini. Terbaru, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) melaporkan penurunan laba bersih sebesar 27,94% year on year (yoy) menjadi US$ 873,83 juta. Penurunan laba bersih ini sejalan dengan pendapatan ADRO yang juga tergerus hampir 2% menjadi senilai US$ 3,47 miliar. Nasib serupa dialami oleh PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang laba bersihnya merosot 33,39% menjadi US$ 306,94 juta. Sedangkan laba bersih PT Indika Energy Tbk (INDY) menambah tergerus 55,24% menjadi US$ 89,81 juta. Salah satu faktor penekan margin emiten batubara adalah penurunan harga jual rata-rata alias average selling price (ASP). Realisasi ASP ITMG misalnya, hanya sebesar US$ 130,6 per ton, turun 25,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 175,1 per ton.Sedangkan ASP ADRO turun hingga 18% yoy. Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Richard Suherman memangkas asumsi harga batubara Newcastle untuk tahun 2023 dan 2024 menjadi US$ 140 dan US$ 100 per ton, dari sebelumnya US$ 250 dan US$ 150 per ton. Revisi turun ini seiring dengan minimnya katalis di sektor ini. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rizkia Darmawan menyematkan rating netral terhadap sektor batubara Indonesia Dia mempertahankan rekomendasi trading buy ITMG dengan target harga Rp 30.400.

Emiten Menjala Dana dari Bursa

HR1 23 Aug 2023 Kontan

Penggalangan dana di pasar modal lewat rights issue dan private placement masih meriah. Aksi korporasi ini dinilai menarik untuk menghimpun dana berbiaya murah demi memperkuat permodalan emiten. Terbaru, PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB) merampungkan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD). Lewat private placement ini, MAPB menghimpun dana sebesar Rp 434 miliar dari empat pihak penyetor modal. Sementara, PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) mendapat persetujuan pemegang saham untuk menggelar aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu. SAPX berencana rights issue sebanyak-banyaknya 2,49 miliar saham. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas mengamati aksi emiten mengeksekusi rights issue atau private placement akan memperhatikan sejumlah faktor. Terutama dari strategi ekspansi, kondisi pasar dan industri, serta makro ekonomi. Equity Analyst Kanaka Hita Solvera, Andhika Cipta Labora melihat, momentum saat ini cukup ideal untuk menggelar ekspansi. Maklum, outlook ekonomi dan kondisi industri kondusif untuk mendukung bisnis. Sementara kondisi pasar modal juga terbilang stabil dengan tingkat fluktuasi yang relatif terjaga. Founder dan CEO Finvesol Consulting Fendi Susiyanto sepakat, efek dilusi kepemilikan saham yang bisa timbul dari rights issue dan private placement perlu dicermati. Menurut Fendi, private placement bisa lebih memberi sinyal positif lantaran aksi ini membawa investor baru.

Menimbang Saham BUMN Unggulan

HR1 22 Aug 2023 Kontan

Belum lama ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengocok ulang indeks BUMN20, yang berisi saham-saham pelat merah paling likuid. Dalam rebalancing terbaru, saham emiten jasa konstruksi PT Waskita Karya Tbk (WSKT) didepak dan digantikan oleh PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON). Keluarnya WSKT dari indeks BUMN20 tak lepas dari masalah utang yang tengah membayangi emiten itu. Imbasnya, BEI menggembok sementara alias mensuspensi perdagangan saham WSKT sejak 8 Mei 2023. Terlepas dari sentimen negatif tersebut, kinerja indeks BUMN20 masih positif. Sejak awal tahun 2023 ini, indeks BUMN20 memberikan return sebesar 1,45%, lebih tinggi ketimbang return Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan indeks IDX30. Sejak awal tahun IHSG baru menguat 0,23% ke level 6.866,03. Sedangkan IDX30 tumbuh 1,28%. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan, kendati beberapa saham BUMN jasa konstruksi tengah dilanda sentimen negatif akibat utang tinggi dan arus kas yang seret, sejumlah saham BUMN lain masih menarik dicermati. Misalnya, saham BUMN sektor infrastruktur non-jasa konstruksi. Fajar Dwi Alfian, Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, mengatakan performa positif indeks BUMN20 masih bisa dijadikan acuan dalam menyusun portofolio investasi. Sampai saat ini, Fajar mengatakan emiten perbankan yang tergabung dalam Himbara masih menjadi pilihan karena memiliki fundamental yang kuat serta prospek yang menjanjikan. Misalnya saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) masih bisa dikoleksi dengan target harga masing-masing di Rp 1.810 dan Rp 5.975 per saham.

LONJAKAN HARGA SAHAM : ADU KENCANG EKSPANSI EMITEN

HR1 22 Aug 2023 Bisnis Indonesia

Sejumlah emiten yang sahamnya melaju lebih dari 100% sepanjang tahun berjalan 2023 tengah agresif meracik pengembangan usaha untuk memacu kinerja operasional dan mempertebal profitabilitas. Berdasarkan data Bloomberg yang dihimpun Bisnis, ada 30 emiten yang harga sahamnya melonjak lebih dari 100% dibandingkan dengan penutupan 2022 atau sejak melantai di Bursa Efek Indonesia pada tahun ini. Posisi puncak diduduki oleh saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN). Pada akhir perdagangan kemarin, saham emiten yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu itu parkir di level Rp2.570. Level itu mencerminkan kenaikan 1.068,18% dari harga initial public offering (IPO) yang dibanderol Rp220 per saham. Saham CUAN meroket hanya dalam waktu sekitar 5 bulan sejak listing pada 8 Maret 2023. Selain CUAN, saham PT Darmi Bersaudara Tbk. (KAYU) meroket 360% year-to-date (YtD), PT Andalan Sakti Primaindo Tbk. (ASPI) melompat 322,47% YtD, PT Hatten Bali Tbk. (WINE) 267,44% YtD, dan saham PT Sumi Indo Kabel Tbk. (IKBI) memantul naik 242,86% sepanjang tahun berjalan 2023. (Lihat Infografik) Di sisi fundamental, sejumlah emiten yang sahamnya melaju kencang terus menggulirkan ekspansi usaha pada tahun ini. “Menjadi tanggung jawab kami untuk terus tumbuh dan berkembang dan dapat memberikan kontribusi bagi pemilik entitas saham,” ujar Direktur Utama Petrindo Jaya Kreasi Michael dalam paparan publik insidentil, Senin (21/8). Terpisah, Direktur Utama Tripar Multivision Plus Whora Anita Raghunath baru saja mengumumkan kerja sama strategis yang baru dijalin Multivision Plus dengan BTV dalam penyediaan konten sinematografi. “Kami berharap kerja sama ini akan meningkatkan performa bisnis distribusi konten dari MVP dengan merambah ke jaringan televisi Indonesia,” katanya dalam siaran pers, Senin (21/8). Terpisah, Komisaris Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI) Abdul Rachim Sofyan menyebutkan perseroan menyiapkan anggaran US$84 juta untuk pengadaan kapal dalam 12 bulan ke depan setelah resmi melantai di BEI. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengatakan beberapa saham yang sudah naik lebih dari 100% direkomendasikan untuk hold karena kenaikan harga saham terjadi sangat signifikan. Bahkan ada yang sudah double bagger bahkan multibagger.

Pilihan Editor