Bersiap Menadah Rezeki dari Bursa Karbon
Indonesia bakal segera memiliki bursa karbon, seiring terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 14/2023 tentang Bursa Karbon.
Penyelenggara bursa karbon tidak cuma satu. Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik menyatakan, BEI segera mendaftar sebagai salah satunya.
Calon pemain lain, ICX, anak usaha Indonesia Commodity and Derivatives Exchange. Bahkan, ICX sudah memfasilitasi perdagangan perdana salah satu produk bursa karbon, yakni Renewable Energy Certificate (REC).
Sejumlah emiten diperkirakan bakal menuai berkah dari kehadiran bursa karbon, salah satunya PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Manager Corporate Communication & Stakeholder Management PGEO, Muhammad Taufik bilang, PGEO siap berkontribusi di bursa karbon.
Analis Saham Rakyat by Samuel Sekuritas, Billy Halomoan membagi emiten yang bisa menuai berkah dari bursa karbon.
Pertama, emiten yang fokus ke ekonomi hijau, seperti PGEO, PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) dan PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN).
Kedua, emiten yang mengejar efisiensi energi dan reduksi emisi, serta diversifikasi ke energi hijau. Emiten di kelompok ini adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO).
Postingan Terkait
Sinyal Kuat Kebangkitan IHSG
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Peluang Bisnis PT Garuda Indonesia
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023