Saham
( 1722 )Harga Batubara Melesat, Saham Ikut Terangkat
Saham-saham emiten batubara bisa kembali menghangat setelah harganya menyusut sejak awal tahun 2023. Katalis pendorongnya adalah harga batubara yang berpotensi melanjutkan penguatan, meski tidak setinggi tahun lalu.
Data
tradingeconomics.com
menunjukkan harga batubara bertengger di level US$ 147 per ton hingga Kamis (17/8), usai melonjak 9,42% dalam sebulan. Merujuk sumber lain, harga batubara ICE Newcastle untuk kontrak September sudah menembus level US$ 156 per ton.
Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengamati penguatan harga batubara sejalan dengan kenaikan harga komoditas energi lain, yakni minyak bumi dan gas alam. Adapun, kenaikan harga batubara ini turut didorong lonjakan permintaan China.
Impor batubara Negeri Panda itu melonjak 67% secara tahunan alias year on year bulan lalu dan meningkat 86% sejak awal tahun.
Hanya saja, pelaku pasar perlu cermat untuk mengukur dampak harga batubara terhadap pergerakan saham-saham emiten sektor itu. Pasalnya, kenaikan harga batubara di tahun ini tetap sulit melampaui level harga tahun lalu. Begitu juga dengan kinerja mayoritas emiten batubara.
Sutopo menyoroti, sebagian harga saham batubara juga sudah menanjak sejak bulan Juni, dengan kenaikan terbesar terjadi di Juli. Pada bulan ini, harga saham batubara cenderung kembali mendatar.
Namun, secara historis harga saham batubara biasanya menguat mendekati musim dingin, atau pertengahan musim gugur. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menimpali, kenaikan harga acuan batubara bisa menjadi katalis positif bagi pergerakan harga saham emiten.
Equity Analyst
Kanaka Hita Solvera, William Wibowo melihat, dalam jangka pendek masih ada potensi
bullish. Secara teknikal, saham Grup Adaro menarik dikoleksi. William merekomendasikan
buy
saham ADRO dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR).
Harga Batubara Tekan Kinerja ITMG
Penurunan harga batubara berimbas ke kinerja PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Produsen batubara ini di semester I-2023 mengalami penurunan laba bersih 33,39%. Laba bersih menjadi US$ 306,94 juta dibandingkan keuntungan pada semester I-2022.
Sejalan dengan penurunan laba bersih, pendapatan ITMG juga melorot 8,45% menjadi US$ 1,3 miliar. Padahal di semester I-2022, pendapatan ITMG menembus US$ 1,42 miliar.
Mengutip laporan ITMG yang dipublikasi Rabu (16/8), harga rata-rata penjualan alias
average selling price
(ASP) batubara ITMG pada separuh pertama tahun ini sebesar US$ 130,6 per ton.
Mulianto, Direktur Utama Indo Tambangraya Megah mengatakan, pencapaian ini melampaui target yang dipasang manajemen perusahaan itu. Penyebab lain adalah kondisi cuaca yang bersahabat dan manajemen operasional yang baik.
Lantas volume penjualan ITMG di periode serupa sebanyak 9,9 juta ton. Realisasi ini naik 22% dari volume penjualan periode serupa 2022 yang hanya 8,1 juta ton.
Batubara ini dipasarkan ke China sebanyak 3,6 juta ton, disusul pasar Indonesia sebanyak 2,2 juta ton, Jepang sebanyak 900.000 ton, Filipina sebanyak 800.000 ton, Thailand sebanyak 5000.000 ton. Sisanya dijual ke negara-negara lain.
Di tahun 2023, ITMG menargetkan volume produksi antara 16,6 juta ton sampai 17 juta ton. Adapun volume penjualan di rentang 21,5 juta ton sampai 22,2 juta ton.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan dan Abyan Habib Yuntoharjo menilai, pendapatan ITMG pada periode tersebut masih sejalan dengan estimasi. Yakni mewakili 47% dari perkiraan Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan 50% dari estimasi konsensus.
GOTO Geber Perbaikan Kinerja
Harga saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada perdagangan kemarin (15/8) rebound. Saham GOTO melejit 6,59% ke Rp 97 per saham.
Kenaikan harga GOTO tak lepas dari sentimen positif dari rilis kinerja keuangan semester I-2023. GOTO memang masih merugi Rp 7,16 triliun, tapi angka menyusut hingga 47,52% secara tahunan atau
year-on-year
(yoy).
Penyusutan rugi bersih sejalan dengan pengurangan insentif dan program pemasaran produk yang tidak produktif. Selain itu, GOTO berhasil mendongkrak pendapatan bersih 102,46% secara tahunan menjadi Rp 6,88 triliun. "Pendapatan naik dari meningkatnya monetisasi di seluruh lini bisnis dengan take rate 4,1%," kata Direktur Keuangan GOTO Jacky Lo, Selasa (15/8).
Strategi pengurangan beban akan jadi salah salah satu fokus GOTO di separuh kedua 2023. Ini sejalan dengan target EBITDA (
earning before interest, taxes, depreciation, and amortization)
atau laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi positif pada kuartal IV-2023.
Per 30 Juni 2023 GOTO mencatatkan EBITDA yang disesuaikan minus Rp 2,8 triliun, membaik dibanding minus Rp 9,18 triliun hingga akhir Juni tahun lalu. Target EBITDA ini akan dikejar di bawah tangan Patrick Walujo, pendiri Northstar Group yang turun gunung dan kini menjadi Direktur Utama GOTO. Ia menggantikan Andre Soelistyo berdasar putusan RUPST 30 Juni 2023.
Potensi Cuan di Bulan Kemerdekaan
Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang bulan Agustus positif, kendati masih cenderung bergerak di area 6.800-6.900. Sentimen utama penggerak indeks di bulan ini ialah rilis kinerja emiten yang rata-rata masih sesuai ekspektasi.
Pergerakan IHSG ditengarai bisa lebih agresif pada sisa tahun ini.
Head of Research Team & Strategist
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Robertus Hardy mengatakan, sejak awal tahun ini pergerakan IHSG banyak tersendat oleh koreksi saham-saham komoditas. Di sisi lain, sektor perbankan yang melaju masih mampu menopang indeks.
Nah, di sisa tahun ini, Mirae Asset Sekuritas memprediksi tiga sektor bakal jadi pendorong IHSG. Di antaranya, sektor semen, otomotif, dan telekomunikasi.
Dia mengatakan, ketiga sektor beserta mayoritas perusahaan yang menjadi anggotanya diuntungkan dari naiknya tingkat mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat pasca-pandemi tahun lalu. "Ketiga sektor ini memiliki potensi return yang lebih tinggi dari IHSG, yang saat ini langkahnya masih terbebani sektor komoditas. Mobilitas masyarakat utamanya akan mendorong pembelian mobil dan motor," ujar Robertus, Selasa (15/8).
Head of Research
Investasiku-Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya mengatakan, IHSG bulan ini akan dipengaruhi oleh kebijakan moneter bank sentral AS The Fed dan perlambatan pertumbuhan ekonomi China. Menurutnya, IHSG di Agustus ini berpotensi konsolidasi melemah mengingat secara harga sudah jenuh beli, dengan
support
6.750. Tapi hingga akhir tahun, Cheril masih optimistis IHSG bisa mencapai 7.500.
Saatnya Investor Lokal Jadi Motor Penggerak IHSG
JAKARTA,ID-Investor lokal sejatinya dapat kembali menjadi penggerak indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2023, ditengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Apalagi, jumlah investor lokal terus melesat dan merajai di bursa saham. Per 8 Agustus 2023, jumlah investor pasar modal Indonesia naik 1,15 juta menjadi 11,47 juta, berdasarkan data single investor identification (SID). Adapun jumlah investor saham naik 467 ribu menjadi 4,91 juta. Sementara itu, berdasarkan data BEI, sepanjang 2023, investor lokal menguasai transaksi di bursa, yakni sebesar 63%, sedangkan asing hanya 37%. Kemarin, dari total transaksi saham Rp 10,6 triliun, lokal menyumbangkan 71%, sedangkan sisanya asing. Imbasnya, indeks masih bisa naik tipis 0,01% ke level 6.915 di tengah gempuran net sell asing Rp 5,2 triliun dengan market cap Rp 10.017 triliun. Adapun sepanjang tahun ini, asing masih net buy Rp 5,2 triliun, merosot drastis dari posisi Juni yang sempat menembus Rp 20 triliun. (Yetede)
Saham Properti Masih Memiliki Energi
Saham sektor properti dan real estat cenderung bergerak menguat sejak awal tahun. Dengan tumbuh 6,6% sejak awal tahun ini, indeks properti menjadi indeks sektoral dengan performa tertinggi ketiga di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sejumlah analis meyakini kinerja emiten properti masih akan tumbuh tersokong beberapa katalis positif. Salah satunya adalah kemudahan warga negara asing (WNA) untuk memiliki hunian di dalam negeri.
Dalam kebijakan ini, WNA bisa memiliki hunian tanpa harus memiliki kartu izin tinggal sementara, atau kartu izin tinggal tetap. Untuk pembelian rumah susun atau apartemen pun, WNA kini bisa mendapatkan hak milik, dari yang sebelumnya hanya mendapatkan hak pakai.
Sekretaris Perusahaan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), Jemmy Kusnadi, mengatakan, aturan yang memberikan kemudahan bagi WNA untuk membeli properti ini dapat membawa dampak positif bagi industri properti di Indonesia.
Menurut Analis Henan Putihrai Sekuritas, Jono Syafei, aturan ini bisa menjadi katalis positif untuk emiten properti. Jika melihat tren, WNA mungkin akan lebih memilih tempat tinggal di area
central business district
seperti apartemen di wilayah Jakarta Selatan. Senior Investment Information
Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menyebut, emiten properti yang memiliki apartemen bisa mendapat permintaan tambahan. "WNA bisa membeli dan berinvestasi apartemen di Indonesia yang relatif tidak
over priced
," katanya.
MIND ID Harus Menjadi Pengendali Vale Indonesia
JAKARTA,ID- PT Mineral Industri Indonesia atau MIND ID, holding BUMN pertambangan, harus jadi pengendali PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Alasannya, pemerintah ingin memastikan potensi nilai tambah (add value) industri nikel terjadi di Indonesia. "Jadi, Insya Allah, MIND ID akan jadi pengendali Vale Indonesia. Mohon doa restunya. Belum tentu saham 14% saham Vale akan diakuisisi MIND ID, karena sejauh ini masih dalam proses negosiasi," Ujar Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso di jakarta, Senin (14/8/2023). Saat ini, Vale Canada Limited Metals (VCL), unit usaha Vale Base Metals (VBM), menjadi pemegang saham terbesar Vale Indonesia dengan kepemilikan 43,8%, lalu Sumitomo Metal Mining 15%, sedangkan MIND ID 20%, dan publik 20,3%. Vale harus mendivestasi saham sebagai salah satu syarat untuk mengubah kontrak karya (KK) yang berakhir pada 28 Desember 2025 menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK). Jumlah saham yang dilepas minimal 11%. Namun, sejumlah kalangan meminta Vale melepas saham diatas jumlah itu agar MIND ID menjadi pengendali. (Yetede)
Mobilitas Dorong Emiten Jalan Tol
Kinerja emiten jalan tol diprediksi bisa lebih baik tahun ini ketimbang tahun sebelumnya. Aktivitas ekonomi yang mulai pulih menjadi salah satu faktor pendorong kinerja emiten ini. Hal ini tergambar dari kinerja salah satu emiten jalan tol yakni PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. Perusahaan dengan kode saham CMNP ini menjadi emiten satu-satunya yang merilis kinerja semester I-2023. Hasilnya terbilang positif.
Di periode tersebut, CMNP mencatatkan pendapatan Rp 3,15 triliun di semester I 2023. Hasil tersebut melonjak 82,14% ketimbang pendapatan di periode serupa tahun lalu yang hanya Rp 1,73 triliun. Imbasnya, laba yang jadi jatah ke pemilik CMNP menanjak 5,95% menjadi Rp 546,2 miliar. Melihat hasil tersebut,
Senior Investment Information
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta meramal kinerja emiten jalan tol di semester I bisa positif.
Faktor lain yang tidak kalah penting, menurut Analis Henan Putihrai Sekuritas, Jono Syafei adalah beberapa ruas jalan tol tarifnya naik pada tahun ini.
Maka proyeksinya, di separuh kedua tahun ini, volume kendaraan yang melewati jalan tol justru bisa semakin melonjak. Selain faktor ekonomi, ada sentimen lain yang krusial.
Technical Analyst
Kanaka Hita Solvera, Andhika Cipta Labora sependapat. Apalagi inflasi domestik mulai turun. Ini bisa membuat Bank Indonesia (BI) berpeluang menurunkan suku bunga.
Emiten Syariah Belum Merekah
Indeks saham berkategori syariah masih belum merekah sepanjang tahun berjalan ini. Tampak dari lima indeks saham syariah yang kompak parkir di zona merah hingga perdagangan akhir pekan lalu.
Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) secara
year to date
(ytd) melemah 4,34%. IDX Sharia Growth ambles lebih dalam dengan minus 7,19%, IDX-MES BUMN 17 terjun 6,30%, Jakarta Islamic Index (JII) merosot 5,90%, dan JII70 turun 3,97%. Financial Expert
Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih menyoroti pelemahan indeks syariah terseret oleh rotasi sektor, penurunan saham berbobot jumbo, serta merosotnya kinerja sejumlah emiten.
Chartered Financial Analyst Head of Research & Fund Manager
Syailendra Capital, Rizki Jauhari mengamini saham-saham dari sektor energi dan barang baku menjadi pemberat indeks syariah. Hal ini menjadi katalis signifikan yang menahan laju performa indeks saham syariah di tahun 2023.
Rizki mengamati, saat ini jumlah emiten berkategori syariah yang punya kapitalisasi pasar jumbo dan likuiditas tinggi masih relatif minim. Adapun, jumlah emiten yang sesuai dengan prinsip syariah akan tumbuh selaras dengan pertumbuhan ekonomi.
Semakin maraknya saham-saham baru hasil
Initial Public Offering
(IPO) juga menjadi katalis penting pendongkrak pasar saham syariah.
Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik optimistis, pasar saham syariah akan terus tumbuh. Adapun, OJK menargetkan tambahan 10.000 investor syariah baru sepanjang 2023. Artinya, dalam setengah tahun sudah terpenuhi 76,9% dari target. "Prospeknya masih sangat besar," ungkap Jeffrey.
Emiten Teknologi Masih Belum Bisa Unjuk Gigi
Perusahaan teknologi global sudah kembali naik daun berkat perkembangan teknologi. Katalisnya, mereka menggarap berbagai bisnis baru. Walhasil, saham-saham perusahaan teknologi global pun mencuat sepanjang tahun ini.
Kinerja saham Apple Inc (AAPL) di bursa Nasdaq sepanjang tahun ini naik 15,56%. Begitu juga saham Microsoft Corp (MSFT) yang juga menandak 18,31% selama enam bulan terakhir. Sayang, kinerja baik korporasi global itu belum bisa menular ke saham-saham teknologi domestik. Saham-saham teknologi masih redup.
Dikutip dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (13/8), IDX Sector Technology malah turun 13,84% secara
year to date
atau sejak awal tahun.
Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy menjelaskan, bisnis teknologi di Indonesia masih belum sepenuhnya sebagai perusahaan di bidang teknologi. Sebagian besar perusahaan teknologi yang melantai di bursa masih berbentuk perusahaan
e-commerce.
Supaya kinerja saham-saham teknologi di Tanah Air moncer, ia menyarankan emiten teknologi bisa mengurangi biaya untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
Di sisi lain, perusahaan
delivery express
juga mengalami persaingan harga. Sementara, untuk ojek online, harga saat ini sudah relatif mahal. Perusahaan ojek online enggan bakar duit, maka sudah tidak ada lagi subsidi.
Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilian Nico Demus menyarankan ke perusahaan teknologi agar melakukan dua perubahan. Meski ia nilai kinerja IDX Sector Technology saat ini lebih baik dibandingkan dengan kinerja sektor serupa dalam dua tahun terakhir.
Pertama, emiten teknologi harus mendorong adanya inovasi untuk mengembangkan ekosistem dan bisnis yang dimiliki saat ini.
Kedua, menciptakan nilai tambah ke para pengguna. Tujuannya untuk bisa meningkatkan user engagement di aplikasi perusahaan teknologi yang bersangkutan.









