;
Tags

Saham

( 1717 )

Kinerja Jatuh Akibat Terkena Dua Pukulan

HR1 02 Sep 2023 Kontan

Penurunan volume penjualan dan harga rata-rata logam timah menekan kinerja PT Timah Tbk (TINS). Kinerja jatuh secara top line maupun bottom line. Dalam laporan keuangan yang terbit di Bursa Efek Indonesia (BEI), TINS mengantongi pendapatan Rp 4,57 triliun pada semester I-2023. Merosot 38,82% dibandingkan raihan Rp 7,47 triliun pada semester I-2022. Laba bersih TINS merosot lebih tajam dengan hanya mencapai Rp 16,26 miliar pada semester I-2023. Padahal, di periode serupa 2022, laba TINS sempat tembus Rp 1,08 triliun. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko TINS, Fina Eliani membeberkan terjadi penurunan sebagian harga logam pada akhir semester I-2023. Hal ini terjadi di tengah permintaan global yang lemah dan peningkatan persediaan logam timah di gudang perusahaan tersebut. Hingga kuartal II-2023, TINS memproduksi bijih timah sebanyak 7.755 ton Sn. Perinciannya, dari produksi darat 2.653 ton Sn, lalu dari laut 5.102 ton Sn. Produksi bijih timah mengalami penurunan 22% dibandingkan periode yang sama tahun 2022 dengan volume 9.901 ton Sn. Equity Research Analyst Panin Sekuritas, Felix Darmawan melihat langkah TINS masih cukup berat di sisa tahun ini. Felix belum melihat ada katalis positif yang signifikan terhadap outlook pasar dan harga timah global. Apalagi di semester I-2023 ini, produksi TINS merosot 16% secara tahunan. Sedang Equity Analyst Kanaka Hita Solvera, Andhika Cipta Labora menilai, prospek kinerja TINS bisa tertopang potensi industri di dalam negeri. Yakni dari industri komponen otomotif dan kendaraan listrik, meski untuk jangka waktu lebih panjang 

Berjaya dari Hasil Melepas Saham Perdana di Bursa

HR1 01 Sep 2023 Kontan (H)

Bursa Efek Indonesia (BEI) kebanjiran emiten baru sejak awal tahun 2023. Dari deretan saham baru yang melantai di BEI, kekayaan sejumlah pengusaha semakin tinggi berkat kenaikan harga saham yang fantastis. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi pendatang baru yang langsung tancap gas. Emiten tambang tembaga dan emas ini merangsek ke peringkat keenam kapitalisasi pasar terbesar di BEI, nilainya mencapai sebesar Rp 325,78 triliun. Sejumlah taipan langsung cuan. Lihat saja Agoes Prodjosasmito yang memiliki 9,35% saham AMMN, nilai kekayaan sahamnya naik dari Rp 11,39 triliun menjadi Rp 30,46 triliun. Sebelum IPO, nilai modal milik Agoes berdasarkan nominal saham tak sampai Rp 1 triliun. Di emiten saham lain, Prajogo Pangestu juga menjala cuan besar dari saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang menghelat IPO pada Maret 2023. Taipan pemilik Grup Barito Pacific itu mencatatkan kenaikan nilai aset saham hampir 10 kali lipat di CUAN sejak IPO. Nama lain yang sukses membawa perusahaannya IPO tahun ini adalah Raam Jethmal Punjabi. Raam memegang 84,19% saham PT Tripar Multivion Plus Tbk (RAAM). Harga RAAM sudah menanjak 203,41% dari harga IPO yang sebesar Rp 234. Alhasil nilai aset saham Raam naik tiga kali lipat. Research & Consulting Manager Infovesta Utama, Nicodimus Kristiantoro mengamati mayoritas konglomerat atau grup bisnis besar terbilang sukses menggelar IPO. Pengamat Pasar Modal dan Founder WH-Project William Hartanto menyatakan, rekam jejak konglomerat atau grup bisnis emiten juga memegang peran penting. Dia mencontohkan saham CUAN milik Prajogo Pangestu, yang seperti mengulang laju saham BRPT dan TPIA beberapa tahun lalu.

Efek Bisnis Motor Listrik Bisa Sesaat

HR1 01 Sep 2023 Kontan

Pemerintah telah memperluas penerima subsidi Rp 7 juta untuk pembelian motor listrik dengan bermodalkan nomor induk kependudukan (NIK). Kebijakan ini membawa dampak bervariasi bagi saham-saham emiten yang terkait dengan produk dan komponen motor listrik. Kemarin (31/8), saham PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) menguat 9,65% ke Rp 6.250. Namun saham PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) kendati sempat menguat, malah ditutup melemah 4,93% menjadi harga Rp 135. Begitu juga PT Indika Energy Tbk (INDY), yang punya lini bisnis kendaraan listrik, di akhir perdagangan malah turun 1,48% menjadi Rp 2.000. Sedangkan emiten komponen otomotif seperti PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) juga turun 1,23% ke harga 3.200. Begitu juga PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), melemah 4,55% ke harga Rp 1.470. Research Analyst Erdikha Elit Sekuritas, Ika Baby Fransiska mengamati perluasan subsidi menjadi angin segar untuk menghidupkan permintaan motor listrik, suku cadang atau produk penunjangnya. Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya mengingatkan, kebijakan subsidi pemerintah untuk pembelian motor listrik berpotensi hanya menjadi sentimen sesaat. Pelaku pasar perlu mewaspadai fluktuasi saham. Namun, momentum ini bisa dimanfaatkan untuk trading jangka pendek.

BEI Terapkan ARB dan ARA Simetris

KT3 01 Sep 2023 Kompas

Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan kembali kebijakan batas auto rejection bawah (ARB) dan auto rejection atas (ARA) secara simetris mulai 4 September 2023. Dengan pengembalian aturan itu, pergerakan harga saham ke atas ataupun ke bawah dapat mencapai 35 persen. ”Kebijakan ini selaras dengan upaya bursa global,” kata Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik, Kamis (31/8/2023). (Yoga)

Menguji Efek Rotasi Emiten Big Caps

HR1 31 Aug 2023 Kontan

Emiten saham dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) jumbo mengalami rotasi. Saat ini, ada 15 emiten saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tercatat memiliki market cap di atas Rp 100 triliun. BBCA masih kokoh di puncak dengan market cap senilai Rp 1.140,29 triliun. BBRI membuntuti dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 848,73 triliun. Emiten saham berkode saham BYAN, BMRI, dan TLKM masih menghuni daftar lima besar market cap terbesar. Sementara itu, emiten pendatang baru, AMMN langsung tancap gas merangsek ke jajaran emiten big caps. Bercokol di posisi keenam dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 321,46 triliun. BRPT juga ikut ngebut. Hingga Rabu (30/8), market cap BRPT mencapai Rp 105,91 triliun. Padahal, hingga akhir Juli 2023, nilai kapitalisasi pasar BRPT masih berkisar di angka Rp 72,65 triliun. Berbeda nasib dengan UNTR yang saat ini market cap-nya menciut ke level Rp 98,29 triliun. Sebagai perbandingan, hingga Juli market cap UNTR masih bernilai Rp 102,67 triliun. Analis Ekuator Swarna Sekuritas, David Sutyanto melihat perubahan posisi market cap di bursa mencerminkan adanya dinamika pasar. Kondisi ini ikut menggambarkan rotasi sektor yang sedang terjadi secara industri maupun pergeseran saham pilihan dari pelaku pasar. Equity Research Analyst Panin Sekuritas, Felix Darmawan menyoroti saham UNTR. Fluktuasi harga maupun market cap UNTR tak lepas dari segmen bisnis batubara yang melandai. Ketika sentimen negatif lebih dominan menerpa, maka harga sahamnya akan ikut terseret. Berbeda dengan BRPT yang dalam sebulan terakhir sahamnya melejit hingga 41,14%. Pergerakan harga saham BRPT terpapar sentimen positif, termasuk dari prospek penyelenggaraan bursa karbon. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menimpali, market cap tidak menjadi parameter utama. Dalam menentukan keputusan berinvestasi, investor juga menimbang fundamental, prospek kinerja dan valuasi sahamnya.

KINERJA INDEKS ACUAN : DAYA PIKAT EMITEN BUMN

HR1 30 Aug 2023 Bisnis Indonesia

Indeks yang menaungi saham emiten-emiten pelat merah pilihan, IDX BUMN20 mencetak kinerja lebih unggul dari indeks bergengsi LQ45 dan IDX30. Namun, laju saham emiten-emiten pelat merah dibayangi sejumah sentimen negatif. Dari total 20 konstituen, sebanyak 8 saham membukukan penguatan sementara 12 saham lainnya terkoreksi. Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan bahwa penguatan itu tidak terlepas dari besarnya komposisi sektor perbankan di dalam indeks BUMN 20. Perinciannya, sektor perbankan menyumbang porsi sebesar 51,9%, disusul telekomunikasi 18,1%, infrastruktur 11,4%, pertambangan 10,9%, minyak dan gas 5,7%, sementara konstruksi hanya menyumbang 1,99%. Keperkasaan IDXBUMN20 setidaknya ditopang oleh tiga saham yaitu BMRI, BBRI, dan JSMR yang memiliki porsi 33,05% terhadap indeks. Sepanjang tahun berjalan, ketiga saham itu masing-masing meningkat 19,9%; 13,4%; dan 34,56%. Berlandaskan komposisi tersebut, Alfred berpendapat bahwa performa IDXBUMN20 ke depan masih akan mengandalkan sektor perbankan, infrastruktur, dan sektor telekomunikasi. Alfred menilai saham-saham perbankan seperti BBNI dan BBTN, yang sepanjang tahun berjalan masih terkoreksi, bisa menjadi pilihan bagi investor. Begitu pun dengan saham PGAS yang melemah 17% YtD dan saham TLKM terkoreksi 0,8% YtD. Dia merekomendasikan saham BBNI dengan target harga Rp10.400, diikuti saham BBTN sebesar Rp1.600 per lembar, dan saham PGAS senilai Rp1.700. Sementar itu, saham TLKM memiliki target harga Rp4.150 dan ANTM sebesar Rp2.220. Dihubungi terpisah, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina memperkirakan pelemahan harga komoditas berimbas terhadap penurunan laba BUMN di bidang pertambangan. Akibatnya, aliran dividen dari BUMN berisiko menyusut pada 2024. Di antara emiten dari keluarga BUMN, Martha menyatakan ada beberapa yang menarik untuk dicermati, yakni saham BBRI, BMRI, JSMR, dan SMGR.CGS-CIMB Sekuritas mempertahankan rekomendasinya dan menaikkan target harga JSMR dari sebelumnya Rp4.550 menjadi Rp4.700.Terkait dengan prospek dividen BUMN, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga menyatakan target dividen BUMN 2024 jauh lebih tinggi dibandingkan realisasi pada 2022. Berdasarkan data Kementerian BUMN, setoran dividen pada 2022 mencapai Rp39,7 triliun.

Berkah Hengkangnya Dana Asing dari China

HR1 28 Aug 2023 Kontan (H)

Para pemodal asing mulai mengurangi eksposur di saham-saham China. Keluarnya dana asing dari negeri Tirai Bambu ini kemungkinan bisa menguntungkan sejumlah negara di pasar ASEAN, termasuk Indonesia. Krisis properti di China dinilai berpotensi menular ke ekonomi negara itu. Para pemodal asing seperti Morgan Stanley dan Goldman Sachs pun turut memangkas target indeks saham utama China. Goldman Sachs misalnya, memangkas indeks saham China sebesar 4%. Goldman juga mengurangi eksposur saham teknologi informasi. Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, krisis properti di China bisa menyeret dana investor asing kembali ke pasar saham Indonesia. CEO CTA Saham Andri Zakarias turut mengamini, peluang hot money masuk ke pasar saham Indonesia masih terbuka. Namun dia memproyeksikan penguatan aliran dana asing masih akan terbatas. Memang, sejak awal tahun ini asing masih mencatatkan net buy di bursa saham Indonesia. Secara valuasi pun, IHSG masih punya daya tarik bagi asing. Praska Putrantyo, CEO Edvisor Profina Visindo bilang, jika dibanding emerging market lain seperti India, Korea hingga Taiwan, valuasi pasar saham Indonesia berada di level rata-rata. Dengan potensi aliran capital inflow ke pasar saham Indonesia, ada beberapa sektor yang diperkirakan menarik minat asing. Pengamat Pasar Modal Hans Kwee menilai, sektor energi berpotensi bangkit karena cuaca ekstrim akan mendorong permintaan. Di sektor barang konsumsi primer, saham jagoan Hans jatuh pada MYOR, INDF, ICBP. Sedangkan Praska menilai sektor bahan baku, batubara, transportasi dan logistik serta konsumer menarik bagi investor asing. Hal ini juga terlihat dari daftar saham yang jadi sasaran beli asing sepekan ke belakang. Tapi, Praska mengingatkan untuk selalu mencermati valuasi harga saham.

Membidik Pasar Generasi Muda

HR1 27 Aug 2023 Kontan

Semakin banyak perusahaan yang fokus pada pasar generasi muda, terutama generasi Z dan milenial. Maklum, jumlah generasi tersebut sekitar 60% dari penduduk Indonesia. Salah satu perusahaan yang menyasar kalangan muda adalah PT Multi Garam Utama Tbk. Emiten berkode saham FOLK ini perusahaan yang bergerak di beberapa sektor. Menurut Direktur Utama FOLK, Danny Sutradewa, perusahaan yang berdiri pada tahun 2019 tersebut mempunyai dua bidang usaha utama. Melalui beberapa entitas anaknya, FOLK Group memiliki tiga pilar utama. Ini menjadi fondasi inti dari ekosistem FOLK Group. Pilar pertama adalah new media commerce. Ini adalah sebuah bisnis kekinian yakni pembuat konten digital. Salah satunya lewat media sosial. Pilar kedua, yakni omni-channel retail brands. Yakni mulai dari produk label Amazara, SYCA dan Dr Soap. Cara ini dilakukan mengingat sejak 6 tahun -7 tahun lalu, terjadi perubahan perilaku generasi muda saat mengkonsumsi media. Di sisi lain, produk ritel di FOLK juga lahir karena perubahan perilaku generasi muda tersebut. Generasi ini mulai mau memakai produk lokal dibandingkan merek luar negeri. Melihat potensi tersebut, FOLK ingin mengembangkan pasar ini. Salah satu langkahnya adalah dengan masuk bursa melalui penjualan saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO). Maka, menguatkan kinerja perusahaan dan juga harga saham, FOLK memiliki tiga strategi utama. Pertama, menumbuhkan entitas anak perusahaan FOLK. Menurut Danny, perusahaan ritel biasanya membutuhkan working capital yang cukup besar. Kedua, merger dan akuisisi di perusahaan induk. Jika ada perusahaan yang bagus dan bisa bersinergi, FOLK tidak ragu bakal melakukan akusisi sebagian sahamnya. Ketiga, mendorong anak perusahan untuk bertumbuh dan juga menjadi perusahaan terbuka laiknya FOLK. Strategi tersebut perlu FOLK lakoni. Sebab, kata Danny, perilaku generasi Z termasuk generasi milenial kerap berubah-berubah.

Lolos Pailit, Waskita Fokus Selesaikan Proyek Berjalan

HR1 27 Aug 2023 Kontan

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) telah lolos dari gugatan pailit melalui sidang Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (24/8). Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Majelis Hakim Ketua telah menolak permohonan PKPU yang diajukan oleh salah satu pemegang obligasi WSKT (obligor) yakni Donny Hartanto, melalui kuasa hukumnya, Ferdie Soethiono. Direktur Utama WSKT, Mursyid mengungkapkan, Bendungan Bener ini akan melayani kebutuhan irigasi untuk lahan pertanian seluas 15.519 hektare (ha), suplai air untuk kebutuhan rumah tangga, dan pemenuhan kebutuhan industri. "Bendungan ini diharapkan bermanfaat sebagai kawasan pengembangan pariwisata, disamping juga sebagai konservasi air serta mencegah bencana alam seperti banjir dan longsor," kata Mursyid, Kamis (24/8). Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai, tantangan bagi WSKT saat ini yakni bagaimana terus meningkatkan performa cashflow yang selama ini masih negatif. Sentimen positif bagi mereka saat ini masih dengan adanya kebijakan pemerintah terkait infrastruktur.

Order Jasa Tambang Masih Terbentang

HR1 27 Aug 2023 Kontan

Para emiten jasa tambang, baik pengangkutan maupun kontraktor tambang, terus memacu kinerja operasional. Tergambar dari kenaikan kinerja operasional per Juli 2023. PT RMK Energy Tbk (RMKE) misalnya, sudah memuat 887.500 metrik ton (MT) batubara ke tongkang pada bulan Juli 2023. Realisasi ini melonjak 48,1% secara bulanan. Direktur Operasional RMKE, William Saputra mencatat, kinerja operasional RMKE pada segmen jasa batubara tumbuh jauh lebih besar dibandingkan rata-rata kinerja operasional bulanan pada semester I ini. Hingga Juli 2023, RMKE telah memuat 664 tongkang berkapasitas 5,2 juta metrik ton batubara, naik 31,4% secara year on year (yoy). Di periode itu, emiten yang berbasis di Sumatera Selatan ini juga sudah membongkar 2.867 kereta dengan muatan 7,5 juta metrik ton, naik 20,5% yoy. Kinerja operasional PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) juga meningkat sepanjang semester pertama 2023. Direktur Dana Brata Luhur, Hendy Narindra Dewantoro melaporkan, volume angkut TEBE mencapai 6,33 juta metrik ton. Jumlah ini naik 15,6% dari realisasi volume angkut di separuh pertama 2022 sebesar 5,47 juta metrik ton. Kinerja anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR) yang bergerak di segmen kontraktor tambang, yakni PT Pamapersada Nusantara (Pama) juga tumbuh subur. Sepanjang tujuh bulan pertama 2023, Pama mengeruk 71,1 juta ton batubara. Jumlah ini naik 17,13% dari volume produksi di periode serupa pada tahun lalu. Di periode ini, Pama juga sudah memproduksi 627,4 juta bank cubic meter (bcm) lapisan overburden (OB) removal. Realisasi ini naik 20,8% dari volume produksi overburden di periode yang sama tahun lalu yang hanya 519,2 juta bcm. Dari sisi kinerja keuangan, tahun ini TEBE menargetkan pendapatan di angka Rp 660 miliar dengan target laba bersih 40% dari pendapatan. TEBE memang belum merilis kinerja semester pertama 2023. Namun, manajemen memproyeksi pendapatan di kuartal kedua 2023 mencapai Rp 309 miliar, meningkat 12% secara tahunan. Sedangkan Kepala Riset Ciptadana Sekuritas Asia Arief Budiman menyematkan rating beli untuk saham UNTR dengan target harga Rp 37.000. Arief merevisi naik proyeksi laba bersih UNTR tahun ini dan tahun depan masing-masing sebesar 15,5% dan 21,4%.

Pilihan Editor