;
Tags

Saham

( 1722 )

Harga Komoditas Melambung, IHSG Tembus 7.000

KT1 07 Sep 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek jakarta (BEI) sempat menembus level psikologis 7.000 pada perdagangan Rabu (6/9/2023), ditopang melambungnya harga komoditas. Namun indeks akhirnya ditutup di level 6.995, seiring maraknya aksi profit taking ketika berada di level 7.044. Dalam jangka pendek, analis memprediksi IHSG menguji rentang area 7.025-7.070. Selain harga komoditas, indeks mendapatkan angin segar dari data perekonomian nasional yang sesuai ekspektasi pasar. "Secara teknikal, IHSG masih berpeluang menguat. Namun, demikian yang perlu diperhatikan, dalam jangka pendek penguatan IHSG akan cenderung terbatas untuk menguji rentang area 7.025-7.070," kata Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana kepada Investor Daily, Rabu (06/09/2023). "Dengan demikian, indeks dalam jangka pergerakan IHSG lebih cenderung limited upside dengan range antara 6961 hingga 7044 sehubungan dengan indikator RSI yang hampir menyentuh area overbought," jelasnya kepada Investor Daily. (Yetede)

Penjualan Bisa Ngebul Saat Pemilu

HR1 07 Sep 2023 Kontan

Emiten rokok bakal lebih ngebul menjelang musim kampanye pemilihan umum atau pemilu. Secara historis, permintaan rokok biasanya lebih tinggi pada tahun pemilu. Hajatan politik itu katalis positif bagi kinerja PT Gudang Garam Tbk (GGRM) hingga akhir tahun 2023. Analis UOB Kay Hian Sekuritas, Stevanus Juanda mengatakan, secara historis, penjualan GGRM cenderung bertumbuh selama pemilu. Pada pemilu 1999 misalnya, penjualan GGRM naik 27,3% secara tahunan atau year on year (yoy). Lalu, pada pemilu 2004, penjualan GGRM naik 5% yoy dan pada pemilu 2009 meningkat 9% yoy. Pada dua pemilu terakhir, GGRM mencetak pertumbuhan dobel digit. Rinciannya, penjualan GGRM naik 17,6% pada pemilu 2014 dan mendaki 15,5% pada pemilu tahun 2019 lalu. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama juga sepakat, penyelenggaraan pemilu di semester kedua ini bakal mengerek volume penjualan GGRM. Dari data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, produksi rokok pada tahun pemilu 2019 juta meningkat. "Ini menggambarkan saat pemilu daya beli masyarakat menguat," sambungnya. Hanya saja, GGRM dan perusahaan rokok besar terancam produk rokok yang harganya lebih murah. RHB Sekuritas dalam riset 23 Agustus juga menilai, permintaan rokok mulai pulih dan bisa memicu pertumbuhan volume GGRM. Kinerja penjualan ini juga disebabkan menurunnya agresivitas GGRM dalam meningkatkan harga produk. Di antara emiten rokok lainnya, RHB Sekuritas memilih GGRM sebagai saham pilihan teratas. Hal ini seiring dengan pulihnya margin dan kenaikan pangsa pasar di segmen sigaret kretek mesin (SKM).

Laba Emiten Bank Tembus Rp105 T, Saham Berpotensi Naik 20%

KT1 06 Sep 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Emiten perbankan berhasil mencatatkan kinerja moncer selama tujuh bulan 2023 dengan raihan laba bersih mencapai Rp 105 triliun, atau tumbuh 18,7% dibanding periode sama tahun lalu. Kenaikan yang didorong penurunan biaya provisi ini, berpotensi berlanjut seiring likuiditas perbankan Indonesia yang masih cukup besar. Kondisi tersebut membuka peluang  peningkatan harga sahamnya di lantai bursa dengan potensi kenaikan harga 20%. "Sejumlah bank yang kami pantau telah merilis kinerja bank-onlynya di Januari-September 2023, dengan laba bersih gabungan sebesar Rp105,6 triliun atau tumbuh 18,7% year on year (yoy)." kata Analis Samuel Sekuritas Prasetya Gunadi, dan Brandon Boedhiman dalam riset yang dikutip Selasa (5/9/2023). Bank-bank tersebut membukukan angka kredit gabungan sebesar Rp4,0 triliun atau naik 0,9% yoy pada Juli kemarin. Likuiditas perbankan Indonesia juga masih cukup besar, dengan LDR gabungan sebanyak 83,5% pada Juli, dengan total simpanan gabungan mencapai Rp4,8 triliun. "Yang menarik, kami melihat adanya peningkatan performa  BBNI setelah kuartal II-2023 yang cenderung lemah, didukung oleh ekspansi NII yang kuat, yang mendorong ekpansi NIM pada bulan Juli 2023," ujar Prasetya. (Yetede)

IHSG September Tertekan, Momentum Tepat Akumulasi Saham

KT1 04 Sep 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Memasuki bulan September, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Saham Indonesia (BEI) akan dibayangi aksi ambil untung (profit taking) investor yang membuat pergerakannya  cenderung tertekan. Kondisi ini bisa dimnafaatkan untuk mengakumulasi saham yang harganya sudah terdiskon. Sepanjang September, IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran support 6.750 dan resistance 70.30 dari penutupan tahun lalu di posisi 6.977. IHSG pada September 2023 berpotensi bergerak sideway cenderung melemah dalam kisaran 6.850-7.50. Jika IHSG mengalami koreksi, momentum tersebut bisa dijadikan peluang untuk akumulasi saham saat harga sedang terdiskon," kata financial expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih kepada Investor Daily, Minggu (3/9/2023). Ratih menyebutkan, katalis domestik dan global berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG pada September tahun ini. Dari domestik, sentimen yang dicermati pelaku pasar adalah inflasi tahunan yang tercatat pada Agustus 2023, lebih tinggi dari bulan sebelumnya 3,08%. (Yetede)

Solusi Teknologi Bisnis Transportasi

HR1 02 Sep 2023 Kontan

Teknologi punya peran penting bagi berbagai bidang industri. Sehingga, banyak perusahaan yang berlomba-lomba berinovasi demi menghadirkan teknologi mutakhir. Salah satunya adalah PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. Emiten berkode saham TRON ini merupakan perusahaan ke-26 yang resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tahun 2023 ini. Perusahaan ini bergerak di bidang teknologi informasi. Direktur Utama Teknologi Karya Digital Nusa David Santoso mengatakan, awalnya TRON terjun di sektor transportasi. TRON menyediakan solusi manajemen transportasi yang fokus pada safety and monitoring fleets. David mengatakan, TRON memiliki lima pilar solusi dalam bidang teknologi informasi. Pertama, IoT smart fleet yang menyediakan solusi sistem manajemen armada bus dan kereta api. Kedua, layanan business process outsourcing (BPO). Di lini bisnis ini, TRON menyediakan jasa layanan sebagai operator dan command center. Ketiga, bisnis transport payment solutions yang menyediakan sistem dan perangkat untuk fasilitas pembayaran non tunai. Keempat, layanan Software as a Service (SaaS). Lalu kelima, layanan smart infrastructure technology. Pada segmen ini, TRON memberikan sistem dan perangkat yang terintegrasi pada infrastruktur jalan. TRON juga mengincar ekspansi di luar negeri. David ingin memperkenalkan solusi teknologi terkini miliki TRON ke pasar Asia Tenggara dan Afrika Timur. Kinerja TRON sepanjang tahun ini masih positif. Per 31 Juni 2023, TRON mengantongi pendapatan sebesar Rp 114,1 miliar. Raihan itu melesat 291,45% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 29,14 miliar.

Pertamax Green Jadi Bahan Bakar Emiten Etanol

HR1 02 Sep 2023 Kontan

PT Pertamina berencana memasarkan bahan bakar minyak (BBM) berlabel Pertamax Green 92 serta Pertamax Green 95 pada tahun 2024. Nantinya Pertamax Green 92 menggunakan campuran 7% etanol, sedangkan Pertamax Green 95 lebih banyak lagi, sekitar 8% etanol. Melihat rencana tersebut, emiten yang berbisnis etanol bergejolak. Melansir RTI, Kamis (31/8), harga PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) naik 9,43% dalam sehari. Harga saham PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) juga tercatat 21,94% dalam sehari. Pengamat pasar modal dan Founder WH Project, William Hartanto mengatakan, kenaikan harga saham tersebut bisa saja disebabkan oleh sentimen rencana penerapan Pertamax Green 92 dan 95. Meskipun begitu, William belum bisa melihat seperti apa prospek emiten etanol ke depannya di tengah sentimen rencana pemberlakuan Pertamax Green 92 dan 95 mulai tahun depan. Dikarenakan kedua produk BBM tersebut relatif baru. Yang jelas dinamika isu energi dan energi terbarukan saat ini, menurutnya bisa memberikan dampak bagi kinerja emiten etanol. Jika lebih mengarah ke energi baru terbarukan maka bisa memberi peluang bagi emiten-emiten ini.

Kinerja Jatuh Akibat Terkena Dua Pukulan

HR1 02 Sep 2023 Kontan

Penurunan volume penjualan dan harga rata-rata logam timah menekan kinerja PT Timah Tbk (TINS). Kinerja jatuh secara top line maupun bottom line. Dalam laporan keuangan yang terbit di Bursa Efek Indonesia (BEI), TINS mengantongi pendapatan Rp 4,57 triliun pada semester I-2023. Merosot 38,82% dibandingkan raihan Rp 7,47 triliun pada semester I-2022. Laba bersih TINS merosot lebih tajam dengan hanya mencapai Rp 16,26 miliar pada semester I-2023. Padahal, di periode serupa 2022, laba TINS sempat tembus Rp 1,08 triliun. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko TINS, Fina Eliani membeberkan terjadi penurunan sebagian harga logam pada akhir semester I-2023. Hal ini terjadi di tengah permintaan global yang lemah dan peningkatan persediaan logam timah di gudang perusahaan tersebut. Hingga kuartal II-2023, TINS memproduksi bijih timah sebanyak 7.755 ton Sn. Perinciannya, dari produksi darat 2.653 ton Sn, lalu dari laut 5.102 ton Sn. Produksi bijih timah mengalami penurunan 22% dibandingkan periode yang sama tahun 2022 dengan volume 9.901 ton Sn. Equity Research Analyst Panin Sekuritas, Felix Darmawan melihat langkah TINS masih cukup berat di sisa tahun ini. Felix belum melihat ada katalis positif yang signifikan terhadap outlook pasar dan harga timah global. Apalagi di semester I-2023 ini, produksi TINS merosot 16% secara tahunan. Sedang Equity Analyst Kanaka Hita Solvera, Andhika Cipta Labora menilai, prospek kinerja TINS bisa tertopang potensi industri di dalam negeri. Yakni dari industri komponen otomotif dan kendaraan listrik, meski untuk jangka waktu lebih panjang 

Berjaya dari Hasil Melepas Saham Perdana di Bursa

HR1 01 Sep 2023 Kontan (H)

Bursa Efek Indonesia (BEI) kebanjiran emiten baru sejak awal tahun 2023. Dari deretan saham baru yang melantai di BEI, kekayaan sejumlah pengusaha semakin tinggi berkat kenaikan harga saham yang fantastis. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi pendatang baru yang langsung tancap gas. Emiten tambang tembaga dan emas ini merangsek ke peringkat keenam kapitalisasi pasar terbesar di BEI, nilainya mencapai sebesar Rp 325,78 triliun. Sejumlah taipan langsung cuan. Lihat saja Agoes Prodjosasmito yang memiliki 9,35% saham AMMN, nilai kekayaan sahamnya naik dari Rp 11,39 triliun menjadi Rp 30,46 triliun. Sebelum IPO, nilai modal milik Agoes berdasarkan nominal saham tak sampai Rp 1 triliun. Di emiten saham lain, Prajogo Pangestu juga menjala cuan besar dari saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang menghelat IPO pada Maret 2023. Taipan pemilik Grup Barito Pacific itu mencatatkan kenaikan nilai aset saham hampir 10 kali lipat di CUAN sejak IPO. Nama lain yang sukses membawa perusahaannya IPO tahun ini adalah Raam Jethmal Punjabi. Raam memegang 84,19% saham PT Tripar Multivion Plus Tbk (RAAM). Harga RAAM sudah menanjak 203,41% dari harga IPO yang sebesar Rp 234. Alhasil nilai aset saham Raam naik tiga kali lipat. Research & Consulting Manager Infovesta Utama, Nicodimus Kristiantoro mengamati mayoritas konglomerat atau grup bisnis besar terbilang sukses menggelar IPO. Pengamat Pasar Modal dan Founder WH-Project William Hartanto menyatakan, rekam jejak konglomerat atau grup bisnis emiten juga memegang peran penting. Dia mencontohkan saham CUAN milik Prajogo Pangestu, yang seperti mengulang laju saham BRPT dan TPIA beberapa tahun lalu.

Efek Bisnis Motor Listrik Bisa Sesaat

HR1 01 Sep 2023 Kontan

Pemerintah telah memperluas penerima subsidi Rp 7 juta untuk pembelian motor listrik dengan bermodalkan nomor induk kependudukan (NIK). Kebijakan ini membawa dampak bervariasi bagi saham-saham emiten yang terkait dengan produk dan komponen motor listrik. Kemarin (31/8), saham PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) menguat 9,65% ke Rp 6.250. Namun saham PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) kendati sempat menguat, malah ditutup melemah 4,93% menjadi harga Rp 135. Begitu juga PT Indika Energy Tbk (INDY), yang punya lini bisnis kendaraan listrik, di akhir perdagangan malah turun 1,48% menjadi Rp 2.000. Sedangkan emiten komponen otomotif seperti PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) juga turun 1,23% ke harga 3.200. Begitu juga PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), melemah 4,55% ke harga Rp 1.470. Research Analyst Erdikha Elit Sekuritas, Ika Baby Fransiska mengamati perluasan subsidi menjadi angin segar untuk menghidupkan permintaan motor listrik, suku cadang atau produk penunjangnya. Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya mengingatkan, kebijakan subsidi pemerintah untuk pembelian motor listrik berpotensi hanya menjadi sentimen sesaat. Pelaku pasar perlu mewaspadai fluktuasi saham. Namun, momentum ini bisa dimanfaatkan untuk trading jangka pendek.

BEI Terapkan ARB dan ARA Simetris

KT3 01 Sep 2023 Kompas

Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan kembali kebijakan batas auto rejection bawah (ARB) dan auto rejection atas (ARA) secara simetris mulai 4 September 2023. Dengan pengembalian aturan itu, pergerakan harga saham ke atas ataupun ke bawah dapat mencapai 35 persen. ”Kebijakan ini selaras dengan upaya bursa global,” kata Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik, Kamis (31/8/2023). (Yoga)

Pilihan Editor