Berjaya dari Hasil Melepas Saham Perdana di Bursa
Bursa Efek Indonesia (BEI) kebanjiran emiten baru sejak awal tahun 2023. Dari deretan saham baru yang melantai di BEI, kekayaan sejumlah pengusaha semakin tinggi berkat kenaikan harga saham yang fantastis.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi pendatang baru yang langsung tancap gas. Emiten tambang tembaga dan emas ini merangsek ke peringkat keenam kapitalisasi pasar terbesar di BEI, nilainya mencapai sebesar Rp 325,78 triliun.
Sejumlah taipan langsung cuan. Lihat saja Agoes Prodjosasmito yang memiliki 9,35% saham AMMN, nilai kekayaan sahamnya naik dari Rp 11,39 triliun menjadi Rp 30,46 triliun. Sebelum IPO, nilai modal milik Agoes berdasarkan nominal saham tak sampai Rp 1 triliun.
Di emiten saham lain, Prajogo Pangestu juga menjala cuan besar dari saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang menghelat IPO pada Maret 2023. Taipan pemilik Grup Barito Pacific itu mencatatkan kenaikan nilai aset saham hampir 10 kali lipat di CUAN sejak IPO.
Nama lain yang sukses membawa perusahaannya IPO tahun ini adalah Raam Jethmal Punjabi. Raam memegang 84,19% saham PT Tripar Multivion Plus Tbk (RAAM). Harga RAAM sudah menanjak 203,41% dari harga IPO yang sebesar Rp 234. Alhasil nilai aset saham Raam naik tiga kali lipat. Research & Consulting Manager Infovesta Utama, Nicodimus Kristiantoro mengamati mayoritas konglomerat atau grup bisnis besar terbilang sukses menggelar IPO.
Pengamat Pasar Modal dan
Founder
WH-Project William Hartanto menyatakan, rekam jejak konglomerat atau grup bisnis emiten juga memegang peran penting. Dia mencontohkan saham CUAN milik Prajogo Pangestu, yang seperti mengulang laju saham BRPT dan TPIA beberapa tahun lalu.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023