;
Tags

Saham

( 1737 )

Sinyal Waspada Menyala Lagi dari Bursa Saham

HR1 05 Oct 2023 Kontan (H)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berkubang di level 6.800-an. Secara teknikal, IHSG sudah berada di bawah rata-rata harga 50 hari terakhir atau moving average (MA) 50. Artinya, indeks komposit ini masih dalam fase bearish. Rabu (4/10), IHSG parkir di zona merah di level 6.886,57, turun 0,78% dari hari sebelumnya. Koreksi IHSG ini sejalan dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Kurs rupiah di pasar spot ditutup di level terburuk sepanjang tahun di level Rp 15.634 per dollar AS. Head of Research NH Korindo Sekuritas, Liza Camelia mengatakan, secara teknikal, IHSG menyerah dari support MA10 dan lower channel yang membatasi dua bulan terakhir ini. "Ini mengapa IHSG tak kunjung mantap menembus level 7.050 hingga 7.060 karena terhalang resistance upper channel," ujarnya, kemarin. Sebagai antisipasi kenaikan suku bunga, imbal hasil US Treasury 10 tahun dan 30 tahun melonjak ke level tertinggi sejak tahun 2017. Ketika surat utang atau obligasi menawarkan yield yang begitu tinggi, maka dana investor akan mengalir keluar dari instrumen investasi lain. Lonjakan yield US Treasury inilah yang mengerek nilai tukar dollar AS terhadap sejumlah mata uang lain. CEO CTASaham, Andri Zakarias mencermati, dalam jangka pendek IHSG masih dalam pola konsolidasi. Dalam grafik mingguan, IHSG menunjukkan pola jenuh beli atau overbought. Dalam jangka pendek, IHSG berada di fase bearish dengan rentang 6.790-6.990. Secara historis pun, pergerakan IHSG dalam lima tahun terakhir sebenarnya cenderung menguat, rata-rata sebesar 1,90% pada bulan Oktober. Dengan periode yang sama, IHSG tercatat menguat 1,74% di bulan November. Di sisi lain, potensi koreksi yang masih terus berlanjut, Liza menyarankan untuk investor agar tak terlena di area resistance jika ada technical rebound. Tapi, Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset mengatakan, koreksi IHSG bisa jadi kesempatan bagi investor untuk mengoleksi saham-saham yang terdiskon. Dia menyebut, investor yang baru ingin beli atau masuk ke suatu saham, bisa menerapkan metode swing agar potensi keuntungan bisa lebih besar. Secara teknikal, Nafan memproyeksikan IHSG akan berada di level 7.381 di akhir 2023. Saham pilihannya jatuh dari penghuni indeks IDX80, yaitu AALI AKRA, ANTM, BBNI, BUKA, ELSA, ENRG, GGRM, GOTO, INCO, INDF, PGAS dan TLKM.

Rupiah Rontok, IHSG Anjlok

KT1 05 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi dalam hingga 54,31 ke posisi 0,78%k posisi 6.886 ada perdagangan Rabu (4/10/2023). Nilai tukar rupiah yang terus melemah hingga menyentuh Rp15.636 per dolar AS, terendah sejak Maret 2023 . diduga menjadi biang kerok anjlokny IHSG. Sinyal hawkish  the fed dan kenaikan imbal hasil surat utang AS makin memberatkan langkah IHSG pada perdagangan kemarin. "Penguatan dolar AS (terhadap rupiah) menjadi sentimen negatif yang menekan IHSG," kata Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki kepada Investor Daily, Rabu (4/10/2023). Yakin menambahkan, koreksi di pasar AS dan kenaikan imbal hasil (yield) surat utang AS untuk tenos 10 tahun dan 30 tahun turut  memiliki andil dalam menyeret indeks ke zona merah. "Pasar mengekspektasikan potensi kenaikan the Fed dan bank Indonesia, dan memperkirakan kenaikan Fed Fund Rate akan terjadi sekali lagi pada November 2023," tulis Pilarmas dalam risetnya, Rabu (4/10/2023). (Yetede)

Terangkat Kenaikan Harga Minyak

HR1 04 Oct 2023 Kontan

Kinerja PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) berpotensi membaik di akhir tahun ini. Sentimen positif itu datang dari kenaikan harga minyak. Sebagai gambaran, pada semester I-2023, emiten yang bergerak di sektor tambang minyak dan gas (migas) ini membukukan laba bersih senilai US$ 119,46 juta. Realisasi ini turun 60,58% dari laba bersih di periode yang sama tahun lalu yang mencapai sebesar US$ 303,05 juta. Turunnya harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) komoditas andalan MEDC, yakni minyak dan gas menjadi salah satu pemicu turunnya kinerja emiten ini. Meski begitu, Hilmi Panigoro, Direktur Utama MEDC dalam keterangan Selasa (3/10), optimistis terhadap kinerja MEDC ke depannya. Dia menambahkan, MEDC  juga sudah menetapkan panduan kinerja operasional hingga akhir tahun ini. Lantas di segmen energi hijau, MEDC sudah mendapat persetujuan bersyarat dari Energy Market Authority (EMA) Singapura atas proyek pembangkit tenaga surya berkapasitas 600 MW. Persetujuan ini didapatkan MEDC melalui anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya, yakni Medco Power Global beserta mitra konsorsiumnya Pacific Light Renewables Pte Ltd dan Gallant Venture Ltd. Per semester I-2023, belanja modal di segmen minyak dan gas telah mencapai US$ 99 juta terutama untuk pengembangan Blok Natuna dan Corridor. Sementara belanja modal ketenagalistrikan sebesar US$ 28 juta, terutama untuk pengembangan proyek geotermal Ijen. Analis Panin Sekuritas, Felix Darmawan menilai, kinerja MEDC di paruh kedua 2023 berpeluang membaik. Ini seiring dengan kenaikan harga minyak yang cukup masif karena pengetatan produksi minyak dari OPEC+. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Hasan Barakwan sependapatn  kinerja MEDC akan membaik di kuartal III-2023. Sebab, AMMN telah menerima perpanjangan izin ekspor sebanyak 900.000 ton, sehingga AMMN bisa melanjutkan aktivitas ekspor konsentratnya.

Suntikan Dana GOTO Untuk Modal Kerja

HR1 04 Oct 2023 Kontan

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akan diguyur dana jumbo US$ 150 juta dari International Finance Corporation (IFC) dan firma investasi privat Franke & Company Inc. Nilai tersebut setara Rp 2,3 triliun dengan menggunakan kurs Rp 15.341 per dolar Amerika. Patrick Walujo, Direktur Utama Grup GoTo menjelaskan GOTO akan menerima investasi dari private placement serta penerbitan surat utang terstruktur kepada Bhinneka Holdings (22) Limited. Ini merupakan upaya GOTO untuk mengeksekusi aksi private placement. Aksi ini sudah mendapat restu Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Juni 2023. GOTO mematok harga private placement sebesar Rp 90 per saham. Dari gelaran ini, Bhinneka Holdings (22) Limited harus menggelontorkan dana US$ 100 juta. "Notes Subscription Agreement akan diterbitkan oleh entitas usaha, GoTo International Finance (22) Limited kepada Bhinneka Holdings (22) Limited senilai US$ 50 juta," jelas Patrick, Selasa (3/10). Nah, secara bersamaan Bhinneka Holdings (22) Limited akan menerbitkan obligasi bersifat ekuitas alias equity-linked bond sebesar US$ 150 juta. Kemudian IFC akan mengambil bagian dari surat utang tersebut sebesar US$ 125 juta. Sementara Franke & Company Inc. akan berkontribusi US$ 25 juta. Adapun obligasi bersifat ekuitas tersebut memiliki tingkat kupon sebesar 5% per tahun. Kupon ini akan dibayarkan dua kali setahun dan akan jatuh tempo pada bulan Oktober 2028. Kemudian PT Tokopedia, PT Swift Logistic Solutions, PT Multifinance Anak Bangsa dan PT GoTo Solusi Niaga masing-masing akan memperoleh 15% atau sekitar Rp 345,17 miliar. Paulus Jimmy, Deputy Head of Research Sucor Sekuritas menilai, tambahan modal ini akan menjadi sentimen positif untuk kinerja operasional GOTO.

Mulai Offering, Barito Renewables Pasang Harga IPO Premium

KT1 03 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Calon emiten milik konglomerat Prajoyo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) memulai masa penawaran umum (offering) sebanyak 4 milyar saham baru pada 3-5 Oktober 2023 dengan harga Rp780 per saham. Harga saham yang ditawarkan terbilang sangat premium dengan price earnings (PE) 70x price to book value (PBV) 15x, jauh diatas emiten di sektor yang sama. Meski demikian, perusahaan yang berencana  mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia pada 9 Oktober mendatangi, memiliki banyak nilai tambah yang bisa mengerek naik harga sahamnya. "Secara valuasi, penawarn IPO BREN di harga maksimum Rp780 mencerminkan 70x PE dan 15x PBV yang terbilang sangat mahal sekali dan super premium," kata Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Leonardo Lijuwardi, kepada Investor Daily di jakarta, Senin (2/20/2023). (Yetede)

Tahun Politik Bisa Memicu Daya Beli

HR1 03 Oct 2023 Kontan

Sektor konsumer sepertinya tetap menjadi idola investor. Di tahun  pemilu yang menyebabkan kondisi politik  memanas, sektor konsumen justru semakin terlihat seksi. Pemerintah mengucurkan dana Rp 76,6 triliun untuk pemilu serentak di tahun 2024. Anggaran tersebut naik tiga kali lipat dibandingkan anggaran tahun 2019 yang sebesar Rp 25,7 triliun. Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan menuturkan, pada umumnya pelaksanaan pemilu berpotensi mendorong pertumbuhan konsumsi masyarakat. Di sisi lain daya beli masyarakat relatif terjaga. Tercermin dari kondisi inflasi tahunan Indonesia relatif stabil di kisaran 3%. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis meramal konsumsi domestik berpotensi tumbuh, tapi konsumsi masyarakat menengah ke bawah masih belum tumbuh signifikan. Namun, ia nilai  emiten konsumer di segmen food & beverage (F&B), rokok hingga distribusi konsumen akan diuntungkan adanya anggara pemilu. Tim Riset CGS-CIMB Sekuritas Indonesia melaporkan, dari 40 emiten konsumer pada pemilu 2014 dan 2019, ternyata segmen menengah dan bawah mengalami pertumbuhan pendapatan. Valdy menyebut, emiten konsumer di segmen F&B, households products, hingga ritel akan mendapat sentimen. Seperti INDF, ICBP, UNVR, MAPI, ACES, ERAA, AMRT. Rut Yesika Simak, Equity Research Analyst Mirae Asset Sekuritas mengatakan, selain perputaran uang selama pemilu, emiten konsumer akan diuntungkan dari normalisasi harga soft commodity.

Saham Bank Lapis Kedua Masih Tampil Mempesona

HR1 03 Oct 2023 Kontan

Saham emiten perbankan masih menunjukkan kinerja moncer. Tak hanya saham bank berkapitalisasi pasar besar (big cap), kinerja saham bank lapis kedua juga masih ciamik. Ambil contoh kinerja saham Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Mengutip data RTI, harga saham BNGA pada penutupan pasar Senin (2/10) menclok di level Rp 1.690 per saham, tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya. Namun, jika diakumulasi sejak awal tahun ini, harga saham BNGA terbang 42,62%. Kemarin, saham BNGA yang ditransaksikan sebanyak 2,58 juta saham dengan frekuensi 1.091 kali. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani melihat, menterengnya kinerja saham bank lapis kedua disokong fundamentalnya yang kuat. Valuasi saham emiten bank lapis kedua juga murah. Ini tercermin dari price to earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) yang masih di bawah industri. Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus melihat, saham BNGA menarik dilirik. Sebab, pertumbuhan kinerja BNGA kian solid. "Ini terlihat dari return on equity (ROE) BNGA yang mencapai 15,4% dan yang penting ada perbaikan kualitas aset," ujarnya. Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengingatkan, saham-saham bank lapis kedua mayoritas dalam tahap sideways atau tren menurun. Dia bilang, saham bank lapis kedua sudah tumbuh tinggi sejak awal tahun hingga paruh pertama tahun 2023. 

Saham Penggerak Berpotensi Mendaki

HR1 02 Oct 2023 Kontan
Menutup kuartal III-2023, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di area 6.939,89. Fluktuasi IHSG sepanjang sembilan bulan ini tak lepas dari rotasi yang terjadi di deretan saham penggerak (mover) indeks. Empat bank big caps yakni BMRI, BBRI, BBCA dan BBNI masih kompak mengisi jajaran 10 besar saham dengan kinerja unggul (leader). Di samping itu, menyeruak saham dari sektor barang baku yang telah mencatatkan lonjakan harga signifikan, yakni AMMN dan BRPT. Research & Consulting Manager Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro memprediksi, secara sektoral saham teknologi masih akan laggard pada kuartal IV ini. Di sisi lain, Nico melihat ada potensi rotasi di jajaran saham leader. Nico mengunggulkan sektor keuangan, barang dan jasa konsumsi, serta telekomunikasi. Katalis pendorongnya adalah konsumsi akhir tahun yang berbarengan dengan musim kampanye pemilu dan pilpres. Sektor energi dan barang baku masih berpotensi melaju. Hanya saja, setelah menguat cukup signifikan sebulan terakhir, kenaikan harganya diprediksi akan terbatas dan rawan profit taking. Head of Research Mega Capital, Cheril Tanuwijaya mengamati, sektor consumer cyclical khususnya saham ritel berpeluang melandai terhadang potensi lonjakan inflasi. Begitu pula prospek sektor teknologi yang bisa tertahan oleh suku bunga acuan The Fed yang berpotensi naik lagi. Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project, William Hartanto menyoroti, para penggerak IHSG yang diisi oleh saham-saham big cap lebih berpotensi menanjak di periode akhir tahun ini. Pendorongnya adalah siklus tahunan dan antisipasi terhadap window dressing.

PROSPEK KUAT PASAR SAHAM

HR1 30 Sep 2023 Bisnis Indonesia (H)

Kendati tertatih menggapai level 7.000 pada kuartal III, penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) bakal lebih solid pada sisa tahun ini. IHSG cenderung menguat sepanjang kuartal III/2023 berkat sokongan investor domestik yang optimistis terhadap prospek pasar saham, meskipun sentimen eksternal cenderung kurang bersahabat. Dalam 3 bulan terakhir, IHSG tercatat menguat 4,32% hingga akhirnya ditutup di level 6.939,89 pada hari terakhir perdagangan kuartal III/2023, Jumat (29/9). Sepanjang tahun berjalan, IHSG bertahan di teritori hijau dengan penguatan 1,3% Year-to-Date (YtD). IHSG sempat kembali menyentuh level psikologis 7.000 akhir pekan lalu, tetapi gagal bertahan pekan ini akibat sentimen suku bunga the Fed yang masih bertahan di level tinggi, bahkan disinyalir bakal naik sekali lagi tahun ini. Akan tetapi, dengan kinerja yang terbatas tersebut, IHSG masih berada di posisi kedua terkuat di antara indeks komposit Asean. Padahal, investor asing agresif melepas aset mereka dengan net sell Rp21,18 triliun sepanjang 3 bulan terakhir. Secara YtD, net sell asing mencapai Rp4,44 triliun. Kondisi ini menjadikan pasar keuangan AS lebih memikat bagi investor global. Jika the Fed kembali menaikkan suku bunga acuan tahun ini, maka Fed Fund Rate dan BI 7 Day Reverse Repo Rate akan sama tingginya, padahal peringkat investasi Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan dengan AS. Meskipun demikian, melihat penguatan IHSG sepanjang kuartal III/2023 dengan sokongan investor domestik, masih cukup beralasan untuk meyakini potensi penguatan lanjutan pada sisa tahun ini. Apalagi, pasar akan ditopang oleh sentimen positif dalam negeri berupa persiapan Pemilu 2024. Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Roger MM menilai sulitnya IHSG menembus level 7.000 pekan ini akibat adanya risiko kenaikan kembali suku bunga the Fed. Hal ini tidak terlepas dari faktor inflasi AS yang belum jinak.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan sentimen the Fed memang menjadikan pasar cenderung wait and see. Kendati begitu, dia sependapat IHSG memiliki peluang lebih besar menghijau karena fundamental ekonomi Indonesia yang baik.“Panin AM menilai level wajar IHSG di akhir tahun 2023 adalah 7.400,” ujarnya. Sementara itu, Head of research NH Korindo Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengatakan dalam skenario terbaik, IHSG dapat parkir di level 7.350 hingga 7.400 di akhir tahun. Namun, pada skenario terburuk, IHSG kemungkinan tertahan di kisaran 7.050 hingga 7.100. Meski begitu, Equity & Fixed Income Analyst KGI Sekuritas Rovandi memberi catatan sentimen pelemahan rupiah, serta penurunan cadangan devisa akibat aktivitas dagang yang menurun dan harga ekspor batu bara yang belum pulih akan menjadi penekan IHSG. Oleh karena itu, KGI Sekuritas memperkirakan level IHSG yang lebih rendah di akhir tahun 2023, yaitu sekitar 7.175. Head of Investment Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe juga meyakini sentimen Pemilu bakal menjadi alasan yang kuat bagi investor untuk melakukan window dressing jelang pergantian tahun. Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Maximilianus Nico Demus sepakat potensi window dressing yang berimbas pada penguatan signifikan IHSG pada tahun ini cukup besar. Adapun, window dressing merupakan strategi manajer investasi mempercantik kinerja portofolio agar menampilkan laporan kinerja yang lebih cantik di akhir tahun. 

Berharap dari Window Dressing

HR1 30 Sep 2023 Bisnis Indonesia

Sepanjang tahun ini, Indeks Harga Saham Gabungan menghijau hanya sekitar 1,3%, disertai aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp4,44 triliun, sedangkan dalam 3 bulan terakhir naik 4,32% dengan aksi jual bersih investor asing sebesar Rp21,18 triliun. Sepanjang tahun ini, IHSG juga sulit untuk menembus level psikologis 7.000. Data Bloomberg mencatat indeks sempat menembus level 7.000 pada akhir pekan lalu. Melihat data-data tersebut agak berat rasanya bagi IHSG untuk bertengger di level 7.000. Penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah sinyal kebijakan suku bunga The Fed yang tetap hawkish, inflasi AS yang belum jinak hingga tren kenaikan harga minyak yang berkelindan menjadi satu. Investor di pasar modal pun kemudian memanfaatkan kondisi tersebut dengan berbelanja saham yang pada gilirannya mengangkat kinerja sejumlah saham dan tentu saja IHSG. Namun, perlu dicatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tinggi di tengah tren perlambatan ekonomi global. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II/2023 tercatat sebesar 5,17% (YoY), meningkat dari pertumbuhan pada kuartal yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,04% (YoY). Pertumbuhan ekonomi yang tinggi didukung oleh peningkatan permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga tumbuh tinggi sebesar 5,23% (YoY), seiring dengan naiknya mobilitas, membaiknya ekspektasi pendapatan, terkendalinya inflasi, dan dampak positif dari pemberian gaji ke-13 kepada Aparatur Sipil Negara.

Pilihan Editor