KINERJA INDEKS ACUAN : DAYA PIKAT EMITEN BUMN
Indeks yang menaungi saham emiten-emiten pelat merah pilihan, IDX BUMN20 mencetak kinerja lebih unggul dari indeks bergengsi LQ45 dan IDX30. Namun, laju saham emiten-emiten pelat merah dibayangi sejumah sentimen negatif.
Dari total 20 konstituen, sebanyak 8 saham membukukan penguatan sementara 12 saham lainnya terkoreksi. Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan bahwa penguatan itu tidak terlepas dari besarnya komposisi sektor perbankan di dalam indeks BUMN 20. Perinciannya, sektor perbankan menyumbang porsi sebesar 51,9%, disusul telekomunikasi 18,1%, infrastruktur 11,4%, pertambangan 10,9%, minyak dan gas 5,7%, sementara konstruksi hanya menyumbang 1,99%. Keperkasaan IDXBUMN20 setidaknya ditopang oleh tiga saham yaitu BMRI, BBRI, dan JSMR yang memiliki porsi 33,05% terhadap indeks. Sepanjang tahun berjalan, ketiga saham itu masing-masing meningkat 19,9%; 13,4%; dan 34,56%. Berlandaskan komposisi tersebut, Alfred berpendapat bahwa performa IDXBUMN20 ke depan masih akan mengandalkan sektor perbankan, infrastruktur, dan sektor telekomunikasi.
Alfred menilai saham-saham perbankan seperti BBNI dan BBTN, yang sepanjang tahun berjalan masih terkoreksi, bisa menjadi pilihan bagi investor. Begitu pun dengan saham PGAS yang melemah 17% YtD dan saham TLKM terkoreksi 0,8% YtD.
Dia merekomendasikan saham BBNI dengan target harga Rp10.400, diikuti saham BBTN sebesar Rp1.600 per lembar, dan saham PGAS senilai Rp1.700. Sementar itu, saham TLKM memiliki target harga Rp4.150 dan ANTM sebesar Rp2.220. Dihubungi terpisah, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina memperkirakan pelemahan harga komoditas berimbas terhadap penurunan laba BUMN di bidang pertambangan. Akibatnya, aliran dividen dari BUMN berisiko menyusut pada 2024.
Di antara emiten dari keluarga BUMN, Martha menyatakan ada beberapa yang menarik untuk dicermati, yakni saham BBRI, BMRI, JSMR, dan SMGR.CGS-CIMB Sekuritas mempertahankan rekomendasinya dan menaikkan target harga JSMR dari sebelumnya Rp4.550 menjadi Rp4.700.Terkait dengan prospek dividen BUMN, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga menyatakan target dividen BUMN 2024 jauh lebih tinggi dibandingkan realisasi pada 2022. Berdasarkan data Kementerian BUMN, setoran dividen pada 2022 mencapai Rp39,7 triliun.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023