;
Tags

Pupuk

( 107 )

Gebyar Diskon Pupuk di Cirebon

KT3 06 Feb 2024 Kompas
 PT Pupuk Indonesia (Persero) memberikan sekitar 5.000 kupon diskon 40 persen bagi para petani yang ingin membeli pupuk nonsubsidi. Program itu diharapkan dapat membantu petani yang kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi sesuai kebutuhannya.  Antusiasme para petani tampak dari banyaknya  mereka yang datang membeli dan  mengangkut pupuk nonsubsidi dalam Gebyar Diskon Pupuk di Gudang Pupuk Lini III Kedawung Cirebon, Jawa Barat, Senin (5/2/2024) tersebut.  (Yoga)

Disparitas Harga Memberi Ruang Penyelewengan

KT1 02 Feb 2024 Investor Daily (H)
Karut-marut tata kelola pupuk subsidi yang  di antaranya ditandai  oleh sejumlah kasus kebocoran dan penyelewengan penggunaan, terjadi terutama karena  adanya disparatis harga antara pupuk subsidi dan nonsubsidi pupuk yang tidak berbasis pada orang atau petani yang berhak, melainkan melekat pada produk pupuk. Guna mengakhiri itu semua dan memastikan subsidi pupuk sampai ke tangan semua petani yang berhak, maka rencana pemerintah untuk memberikan subsidi pupuk langsung kepada petani harus segera direalisasikan. Pemerintah sendiri mengaku tengah memfinalisasi skema baru tata kelola penyaluran subsidi pupuk bagi petani yang hinga kini dinilai masih dalam kondisi kacau. "(Bertahun-tahun) banyak kebocoran karena subsidi pupuk bukan kepada orangnya atau pelakunya atau petani, tetapi melekat pada produknya. Itu yang disubsidi. karena produk pupuk yang disubsidi sama dengan yang digunakan untuk tanaman pangan  perkebunan, sawit, maka pada akhirnya banyak yang rembes, tidak tepat sasaran," ujar Wakil Ketua Komandan Tim Fanta-Tim Kampanye nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Anggawira kepada Investor Daily. (Yetede)

SAMF Memupuk Kinerja Tumbuh 7%

HR1 27 Jan 2024 Kontan
Produsen pupuk nitrogen, fosfor, dan kalium atau NPK, PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) berharap mampu melanjutkan kinerja bisnis positif sepanjang tahun 2024. Yahya Taufik, Direktur Utama Saraswanti Anugerah Makmur menyampaikan, pada dasarnya SAMF selalu mengincar pertumbuhan kinerja yang positif secara berkelanjutan dari tahun ke tahun. Untuk tahun ini, pihaknya memproyeksikan pertumbuhan penjualan sebesar 7% dari tahun sebelumnya. Sebagai gambaran, penjualan SAMF naik 56,1% year on year (YoY) menjadi Rp 3,82 triliun per kuartal III-2023. Adapun laba bersih SAMF sepanjang sembilan bulan pertama 2023 meningkat 55,8% YoY menjadi Rp 355,98 miliar. 

Salah satu faktor pendorong utama yang dapat mendongkrak kinerja SAMF adalah, peningkatan permintaan pupuk dari konsumen eksisting yang secara konsisten melakukan ekstensifikasi dan perluasan lahan, sehingga membutuhkan konsumsi pupuk yang lebih banyak. Adapun,  konsumen pupuk NPK milik SAMF selama ini sebagian besar berasal dari kalangan perkebunan sawit, kakao, dan karet. “Selain itu, konsumen baru yang beralih menggunakan pupuk NPK juga terus bertumbuh,” ujar Yahya kepada KONTAN, Rabu (25/1). Dalam penerapan strategi bisnis, manajemen SAMF juga mewaspadai risiko volatilitas harga bahan baku pupuk. 

Oleh karena itu, sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan perusahaan tersebut. Pasokan bahan baku ini memang menjadi salah satu pekerjaan rumah yang tidak bisa diabaikan perseroan.  Pasalnya, pasokan dan harga bahan baku pupuk menjadi faktor eksternal yang perlu terus dimonitor. Seperti diketahui, harga bahan baku pupuk NPK seperti fosfat naik hingga 125% pada thun 2022 lalu, terutama setelah kondisi geopolitik global memanas akibat perang Rusia dan Ukraina. 

Terkait dengan kapasitas produksi, SAMF telah menuntaskan agenda penambahan lini produksi pupuk di pabrik Mojokerto pada 2023 lalu. Alhasil, saat ini SAMF memiliki kapasitas produksi pupuk sebanyak 700.000 ton. Kapasitas tersebut terbagi atas Pabrik Mojokerto I sebesar 100.000 ton, Pabrik Mojokerto II (200.000 ton), Pabrik Medan I (80.000 ton), Pabrik Medan II (160.000 ton), dan Pabrik Sampit (160.000 ton).

Beda Klaim dan Realitas Pupuk Bersubsidi

KT1 04 Jan 2024 Tempo
MUSIM tanam padi di Pinrang, Sulawesi Selatan, mulai berlangsung pada awal tahun ini. Namun tak sedikit petani di sana yang mengeluh kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi. Cuma petani anggota kelompok tani yang bisa mengakses pupuk bantuan pemerintah tersebut. “Itu pun dibatasi, satu hektare lahan hanya dapat tiga sak pupuk per musim,” kata Ismail, 45 tahun, warga Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Rabu, 3 Januari 2024. Untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, para petani harus memiliki kartu tani. Kartu tersebut diperoleh dengan menyetorkan kartu tanda penduduk (KTP) kepada ketua kelompok tani. Setiap karung pupuk bersubsidi nantinya ditebus seharga Rp 150 ribu. Mereka yang tidak memiliki kartu tani terpaksa gigit jari.

Di kampungnya, Ismail bercerita, satu kelompok tani beranggotakan sekitar 30 orang. Untuk menebus pupuk bersubsidi, ketua kelompok akan membayar kas ke pedagang. Kemudian para petani membelinya ke ketua kelompok tani dengan harga murah. Pada musim tanam ini, setiap petani hanya mendapat jatah empat sak. Padahal petani idealnya memerlukan tujuh sampai delapan sak pupuk untuk satu hektare sawah padi. Petani yang tidak bisa membeli pupuk bersubsidi mau tak mau harus menebus pupuk non-subsidi yang harganya bisa mencapai Rp 400-500 ribu per sak. Karena itu, tak jarang petani akhirnya berutang kepada pedagang untuk membeli pupuk non-subsidi. "Biasanya kalau sudah panen baru dibayar," kata Ismail. (Yetede)

Solusi Semu Tambahan Dana Subsidi Pupuk

KT1 04 Jan 2024 Tempo
Pekan pertama 2024 belum berakhir, tapi Presiden Joko Widodo sudah berniat mengutak-atik anggaran tahun ini. Kemarin, ketika meninjau kegiatan penanaman padi di Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Jawa Tengah, Jokowi menyatakan telah meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajukan dana tambahan untuk subsidi pupuk sebesar Rp 14 triliun.  Jokowi menuturkan penambahan anggaran itu dilakukan untuk mendongkrak produksi beras yang sempat turun pada tahun lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras pada 2023 hanya sebesar 30,89 juta ton, turun dari 2022 yang sebesar 31,54 juta ton. "Saya ingin memastikan bahwa di awal Januari ini semua petani mulai menanam karena hujan sudah turun, kebutuhan air tercukupi," ujarnya pada Rabu, 3 Januari 2024.

Dengan rencana penambahan anggaran tersebut, alokasi belanja pupuk bersubsidi tahun ini bakal naik menjadi Rp 40,68 triliun dari alokasi sebelumnya sebesar Rp 26,68 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024. Alokasi tambahan tersebut rencananya diajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat pada masa persidangan tahun ini. Dengan demikian, jika kelak disetujui, tambahan dana bisa dibelanjakan pada semester II.   Adapun untuk musim tanam pertama yang berlangsung sejak Desember 2023 hingga Februari 2024, PT Pupuk Indonesia (Persero) sudah menyiapkan 1,2 juta ton pupuk bersubsidi dan 500 ribu ton pupuk non-subsidi. "Saya kira itu tercukupi dan kita harapkan keluhan soal pupuk tidak ada lagi," kata Jokowi. (Yetede)

Berbenah Problem Klasik Penyaluran Pupuk

KT3 29 Dec 2023 Kompas

Kelangkaan pupuk bersubsidi pada saat musim tanam berulang kali terjadi di berbagai daerah sentra pertanian menjadi problem pelik dan klasik di Indonesia. Padahal, pupuk menjadi elemen krusial dalam upaya menggenjot peningkatan produksi pertanian. Di sisi lain, pemerintah memiliki agenda besar kedaulatan pangan, misalnya dengan pembangunan pabrik pupuk di Fakfak, Papua Barat. Menurut pengamat ekonomi pertanian dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas, Padang, Muhammad Makky, saat dihubungi pada Kamis (28/12) pengawasan saja tak cukup dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Namun, bagaimana pengawasannya konsisten dan menyeluruh. Juga perlu insentif dan hukuman (punishment) bagi yang menjalankannya dengan baik atau sebaliknya. Pengawasan yang menyeluruh, hingga level terbawah, dapat menekan potensi kebocoran. Dengan demikian, secara bertahap, diharapkan masalah-masalah yang ada di lapangan teratasi dan tak ada lagi kelangkaan saat musim tanam tiba.

Sebelumnya, Koordinator Pupuk Subsidi Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Yanti Erma, dalam diskusi tentang transformasi kebijakan pupuk bersubsidi, Rabu (6/12), mengatakan, dana subsidi pupuk pada 2024 dianggarkan Rp 26,68 triliun dengan alokasi 4,8 juta ton. Padahal, kebutuhan pupuk urea dan NPK bersubsidi 10,7 juta ton. ”Artinya, kalau merujuk pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), pupuk bersubsidi yang diterima petani tidak sampai separuhnya,” ujarnya. Per 5 Desember 2023, Kementan menutup pengajuan RDKK meskipun hampir semua provinsi mengajukan perpanjangan masa pengusulan. RDKK itu masih perlu penyelarasan kembali dan harus mendapatkan SK kepala daerah kabupaten/kota per akhir Desember 2023. Penyaluran pupuk bersubsidi pada tahun depan akan dimulai per Januari. (Yoga)

Masih Memupuk Persoalan Pupuk

KT1 12 Dec 2023 Tempo
LANGKAH pemerintah mengubah skema pembelian pupuk bersubsidi dianggap belum cukup menyelesaikan masalah pupuk di tingkat petani. Perubahan skema ini dilakukan Kementerian Pertanian dengan mengubah syarat pembelian pupuk bersubsidi. Dari semula wajib menggunakan Kartu Tani menjadi cukup memakai kartu tanda penduduk (KTP). 

Sejumlah pemerhati pertanian menyebutkan persoalan pupuk bukan hanya soal distribusinya. Ketersediaan pupuk dalam waktu yang tepat juga menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk mendukung petani menghadapi musim tanam pertama yang segera tiba. 

"Secara teknis, penggunaan KTP akan mempermudah akses pembelian pupuk subsidi, tapi harus dipastikan pupuknya tersedia dalam jumlah cukup dan waktunya tepat," ujar Ketua Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI) Qomarun Najmi kepada Tempo, kemarin. Tanpa adanya ketersediaan alokasi pupuk bersubsidi yang cukup, masalah pupuk masih akan menghantui para petani. (Yetede)

Pupuk Bersubsidi 2024 di Bawah Kebutuhan

KT3 07 Dec 2023 Kompas
Koordinator Pupuk Subsidi Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Yanti Erma, pada webinar bertajuk ”Transformasi Kebijakan Pupuk Bersubsidi”, yang digelar Sinar Tani di Jakarta, Rabu (6/12/2023), menyatakan, anggaran subsidi pupuk pada tahun 2024 adalah Rp 26,68 triliun. Dengan dana itu, pupuk bersubsidi yang akan disalurkan sebanyak 4,8 juta ton. Sementara kebutuhan pupuk urea dan NPK bersubsidi sebanyak 10,7 juta ton. (Yoga)

Laba Naik, Pupuk Kaltim Kian Ekspansif

KT3 30 Nov 2023 Kompas

PT Pupuk Kalimantan Timur (Persero) memanfaatkan momentum peningkatan laba dengan menggencarkan ekspansi dan diversifikasi produk. Selain akan segera meresmikan pabrik amonium nitrat di Bontang, Kaltim, perusahaan juga telah memulai peletakan batu pertama pembangunan pabrik pupuk di Fakfak, Papua Barat. Kompas mencatat, pada tahun 2021, PKT mencatatkan laba Rp 6,17 triliun, dan pada 2022, laba PKT melonjak  menjadi Rp 14,5 triliun. Kondisi ini tak lepas dari lonjakan harga komoditas dunia, selain juga buah pengelolaan keuangan perusahaan.

Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Kalimantan Timur Teguh Ismartono mengatakan, pada akhir tahun ini PKT bersama anak perusahaan PT Kaltim Amonium Nitrat akan meresmikan pembangunan pabrik  amonium nitrat berkapasitas 75.000 ton per tahun di kawasan industri Kaltim Industrial Estate (KIE), Bontang, Kaltim. PKT juga sedang membangun pabrik soda ash di Bontang dengan kapasitas 300.000 ton per tahun, yang ditargetkan rampung pada 2026. Soda ash merupakan bahan baku yang dibutuhkan sejumlah industri untuk membuat produk, seperti kaca, keramik, tekstil, kertas, dan aki. ”Pupuk Kaltim juga siap mewujudkan hilirisasi industri dengan pabrik soda ash dan amonium nitrat serta kemandirian pangan dengan pabrik pupuk di Fakfak,” ujarnya di Jakarta, Rabu (29/11). (Yoga)

Menanti Tunas Harapan Pupuk Fakfak

KT3 27 Nov 2023 Kompas

Masih hangat perbincangan masyarakat Distrik Arguni, Papua Barat, lokasi kawasan industri pupuk yang menjadi proyek investasi dari PT Pupuk Kalimantan Timur, tentang kedatangan Presiden Jokowi untuk meresmikan dimulainya pembangunan kawasan industri Fakfak, Kamis (23/11). Proyek Strategis Nasional yang ditargetkan beroperasi pada 2028 itu diharapkan bisa memberikan dampak besar bagi masyarakat, daerah, dan negara. Kawasan industri pupuk Fakfak ini nantinya bisa memproduksi pupuk urea sebanyak 1,15 juta ton per tahun dan amonia 825.000 ton per tahun. Dengan demikian, Pupuk Kaltim, BUMN di bawah PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), akan menopang kebutuhan pupuk urea nasional sekitar 6 juta ton per tahun. Saat ini, Pupuk Kaltim memproduksi 3,2 juta ton urea. Di lokasi pembangunan, seusai peletakan batu pertama, pembangunan kawasan industri yang akan mencapai 500 hektar tersebut terus dikebut.

Ke depan, proyek dengan total investasi Rp 30 triliun tersebut akan melibatkan hingga 10.000 pekerja pada masa puncak konstruksi. Diproyeksikan ada 400 pekerja saat beroperasi penuh sebagai kawasan industri. Angka ini diharapkan bisa berkontribusi pada angka kondisi ketenagakerjaan di Fakfak. Masyarakat banyak memupuk harapan keyakinan positif, tetapi turut diiringi kecemasan dari ”tunas” yang akan muncul dari kehadiran kawasan industri tersebut. Masyarakat lima kampung di distrik tersebut, yakni Arguni, Tafer, Andamata, Fior, dan Furir, ingin kehadiran kawasan ini harus bisa tetap  menjaga laut dan darat yang telah dijaga masyarakat secara turun temurun. Kawasan industri yang terletak di antara Kampung Fior dan Andamata tersebut diharapkan akan sejalan dengan berbagai kesepakatan yang telah dilakukan pemerintah dan investor.  

Jafar Gwasgwas (41), warga Kampung Andamata, berharap anak dan cucunya di masa depan tidak hanya menjadi penonton ketika industri tersebut beroperasi penuh. ”Ada ketakutan seperti di tempat (kawasan industri) lain, anak-anaknya tidak punya keterampilan. Kami butuh pendampingan. Nanti ketika perusahaan sudah beroperasi di sana 4-5 tahun lagi, anak-anak kami sudah siap,” ucap Jafar. Akademisi Universitas Papua, Agus Sumule, mengatakan, kehadiran industri pupuk yang baru akan meningkatkan nilai tambah potensi sumber daya alam Indonesia. Di sisi lain, berbagai upaya perlu dipersiapkan untuk memanfaatkan peluang tersebut. Kesempatan kerja bisa menjadi peluang besar, khususnya bagi orang asli Papua di Fakfak dan sekitarnya, seperti Kaimana, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama. (Yoga)