;
Tags

Pupuk

( 107 )

Petani Bersiasat Hadapi Keterbatasan Pupuk

KT3 15 Mar 2023 Kompas

Petani mesti bersiasat menghadapi keterbatasan pupuk bersubsidi karena alokasinya jauh dari kebutuhan. Petani pun berupaya memproduksi pupuk organik atau pupuk nabati secara mandiri. ”Alokasi pupuk bersubsidi sangat kurang. Jangankan 7,8 juta ton, 20 juta ton saja masih kurang,” kata Wakil Sekjen Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional Zulharman Djusman, Selasa (14/3) di Jakarta. (Yoga)

PUPUK BERSUBSIDI Ketersediaan Stok Dijamin

KT3 14 Mar 2023 Kompas

PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi untuk petani menjelang   musim tanam gadu pada April tahun ini. Stok pupuk bersubsidi di gudang lini III atau gudang milik pemerintah kabupaten/kota mencapai dua kali lipat dari ketentuan minimum stok yang ditetapkan pemerintah. Senior Vice President Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana menyampaikan, stok pupuk bersubsidi di gudang lini III per 13 Maret 2023 sebanyak 649.374 ton, setara 190 % atau hampir dua kali ketentuan stok minimum yang ditetapkan pemerintah sebanyak 341.556 ton. ”Stok ini terdiri dari pupuk Urea sebanyak 368.014 ton atau 178 % dari ketentuan minimum 206.856 ton dan pupuk NPK (nitrogen, fosfor, dan kalium) sebanyak 281.360 ton atau 209 % dari ketentuan minimum 134.690 ton,” ungkapnya di Jakarta, Senin (13/3/2023).

Sampai 11 Maret 2023, pupuk bersubsidi yang sudah tersalurkan sebanyak 1,5 juta ton atau  67,4 % alokasi yang ditetapkan untuk bulan Maret sebesar 2,23 juta ton. Rinciannya, pupuk urea sebanyak 885.675 ton atau 67,2 % dari surat keputusan dinas pertanian, pupuk NPK  sebesar 614.106 ton atau 69,3 % dari SK dinas, dan NPK kakao atau formula khusus sebanyak 5.973 ton atau 19,5 % dari SK dinas. ”Tahun ini, kami mendapat penugasan dari pemerintah untuk menyalurkan pupuk bersubsidi sebanyak 7,8 juta ton, yang terdiri dari 4,6 juta ton urea dan 3,2 juta ton NPK,” katanya. Wijaya memastikan, penyaluran pupuk bersubsidi diawasi Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) untuk mencegah penyimpangan. (Yoga)


PASOKAN PUPUK : Kebutuhan DomestikJadi Pertimbangan

HR1 14 Feb 2023 Bisnis Indonesia

Badan usaha milik negara holding Pupuk, PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan bakal mengutamakan pasokan di dalam negeri sebelum mengekspor pupuk Nitrogen, Fosfor, dan Kalium atau NPK yang diproduksi oleh PT Pupuk Iskandar Muda ke sejumlah negara di Asia Selatan.Wijaya Laksana, Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, mengatakan bahwa ekspor pupuk NPK baru akan dilaksanakan setelah pihaknya memastikan kebutuhan domestik tercukupi.“[Ekspor pupuk NPK] sifatnya adalah potensi. Pupuk Indonesia tetap akan memprioritaskan kebutuhan pupuk domestik. Artinya, bila memang kebutuhan [pupuk] subsidi sudah tercukupi, baru kami akan melakukan ekspor,” katanya saat dihubungi Bisnis, Senin (13/2). Untuk diketahui, Juru Bicara Pupuk Iskandar Muda Dedi Ikhsan sebelumnya menyebut, pihaknya akan mengalokasikan pupuk NPK hasil produksi pabrik barunya yang berkapasitas 500.000 juta ton per tahun untuk ekspor ke Asia Selatan, selain untuk memenuhi kebutuhan di area Sumatra Bagian Utara (Sumbagut). Sementara itu, saat meresmikan pabrik baru PIM, Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa saat ini hampir seluruh negara di dunia mengalami krisis pangan yang salah satunya disebabkan oleh masalah pupuk.Presiden menjelaskan, tingginya harga pupuk disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah konflik Rusia dengan Ukraina.

Pasokan Pupuk Diperkuat

KT3 11 Feb 2023 Kompas

Presiden Jokowi meresmikan pabrik pupuk NPK milik PT Pupuk Iskandar Muda di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Jumat (10/2). Peresmian tersebut untuk memperkuat pasokan pupuk guna memenuhi kebutuhan petani. Dengan adanya penambahan produksi, diharapkan kebutuhan pupuk untuk musim tanam mendatang tercukupi. Pabrik pupuk NPK yang direvitalisasi tersebut menghabiskan dana Rp 1,7 triliun dan mampu memproduksi pupuk NPK sebanyak 500.000 ton per tahun. Selain memiliki unit produksi pupuk NPK, PT Pupuk Iskandar Muda juga memiliki dua unit produksi pupuk urea dengan kapasitas produksi masing-masing 570.000 ton per tahun. Kepala Negara mengatakan, persoalan pupuk kerap dikeluhkan petani. Selain ketersediaan yang terbatas, terkadang harganya juga melonjak.

“Pupuk merupakan kebutuhan pokok bagi petani. Tanpa persediaan pupuk yang memadai, produksi pertanian akan terhambat. Kebutuhan pupuk 13,5 juta ton per tahun, tetapi yang terpenuhi belum mencukupi,” ujar Presiden. Revitalisasi pabrik pupuk NPK milik PT Pupuk Iskandar Muda tersebut merupakan bagian dari pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun. Menurut anggota Komisi IV DPR asal Aceh, TA Khalid, selama ini di Aceh tidak memiliki sumber produksi pupuk NPK secara mandiri. Kebutuhan pupuk NPK dipasok dari provinsi lain. Adanya pabrik NPK PT Pupuk Iskandar Muda akan memudahkan petani untuk mendapatkan pupuk NPK dengan harga yang terjangkau. (Yoga)


KETAHANAN PANGAN : TENAGA BARU PERKUAT PASOKAN PUPUK

HR1 11 Feb 2023 Bisnis Indonesia

Beroperasinya pabrik pupuk nitrogen, phospor, dan kalium (NPK) PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Aceh Utara menjadi langkah maju pemerintah dalam upaya mengatasi persoalan pupuk di Tanah Air. Tidak hanya diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan pupuk nasional untuk meningkatkan produktivitas pertanian, operasional pabrik pupuk NPK anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) itu diyakini dapat menjaga stabilitas harga pangan nasional. Dalam peresmian pabrik pupuk NPK di Aceh Utara, Presiden Joko Widodo menyebut dari 13,5 juta ton kebutuhan pupuk Indonesia saat ini, baru sekitar 3,5 juta ton yang sudah terpenuhi. Di sisi lain, kata Jokowi, ketersediaan stok pupuk sangat penting untuk menjaga kestabilan harga pangan di dalam negeri. Terlebih, harga pangan di hampir semua negara sekarang ini mengalami kenaikan yang signifikan. Selain karena perubahan iklim, dampak perang Rusia-Ukraina turut mempengaruhi rantai pasok pupuk sehingga mengguncangkan sektor pertanian hampir di semua negara. Itu sebabnya, Presiden berharap agar pabrik PIM yang dibangun dengan alokasi anggaran sebesar Rp1,7 triliun, baik untuk industri NPK maupun sarana pelabuhan utama, dapat berproduksi hingga kapasitas maksimal yang mencapai 570.000 ton. Seperti yang disampaikan Vice Presiden Penjualan Wilayah 3A Pupuk Indonesia Aviv Ahmad Fadhil, penambahan kapasitas produksi pupuk NPK oleh PIM, ditujukan untuk menyeimbangkan jumlah produksi NPK dan urea di Pupuk Indonesia. Pada tahun ini, jumlah pupuk urea yang direncanakan akan diproduksi sebesar 7,78 juta ton, sedangkan NPK hanya 3,58 juta ton karena terkendalanya fasilitas produksi pupuk NPK.

Petani Sulit Mendaftar, Pupuk Tidak Terserap

KT3 01 Feb 2023 Kompas

Penyerapan pupuk bersubsidi di Sumsel belum optimal lantaran petani masih kesulitan memasukkan data di sistem alokasi elektronik. Pemda dan penyuluh diharapkan mendampingi petani agar mereka tidak kehilangan hak memperoleh pupuk bersubsidi. Gubernur Sumsel Herman Deru, dalam Rapat Koordinasi Pupuk Bersubsidi, Selasa (31/1) di Palembang, Sumsel, mengatakan, Kementan sudah menambah alokasi pupuk bersubsidi untuk Sumsel di 2023. Alokasi pupuk urea 250.475 ton, meningkat 107 % dibandingkan alokasitahun lalu, 120.541 ton. Begitu juga pupuk NPK yang alokasinya 188.761 ton, meningkat 89,4 % dibandingkan pada 2022 sebesar 99.663 ton. Sekalipun alokasi pupuk bersubsidi ditambah, hingga saat ini realisasi penyaluran untuk pupuk urea dan NPK belum optimal.

 Urea, baru tersalurkan 150.544 ton atau 60,10 % dari alokasi, sedangkan NPK baru tersalurkan 170.454 ton atau 90,30 % dari total alokasi pupuk. ”Mana kepala daerah yang selalu berteriak kurang pupuk? Ayo segera rangkul petaninya,” kata Herman. Tidak optimalnya penyaluran pupuk, lanjut Herman, disebabkan oleh masih kurangnya data diri petani yang masuk dalam alokasi elektronik (ealokasi). Padahal, instrumen itu adalah satu-satunya cara bagi petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. ”Mungkin masih banyak petani yang belum mengerti cara mendaftarkan data diri di e-alokasi. tu menjadi tugas dari semua pihak, mulai dari pemerintah daerah sampai dengan para penyuluh di lapangan,” ujarnya. (Yoga)


PIHC Targetkan Produksi Pupuk Meningkat 4,59%,

KT1 06 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Pupuk Indonesia (Persero) atau Pupuk Indonesia Holding Company (PI Group/PIHC) menargetkan produksi pupuk sebesar 12,3 juta ton tahun ini, atau meningkat 4,59% dari realisasi 2022 yang mencapai 11,76 juta ton. Dari total produksi 12,3 juta ton tersebut, sekitar 9,01 juta ton akan dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan pupuk bersubsidi. Direktur Utama PIHC Bakir Pasaman mengatakan, rencana produksi PIHC pada 2023 diestimasikan sebesar 19,44 juta ton, terdiri atas pupuk 12,3 juta ton dan nonpupuk 7,14 juta ton. “Jika dilihat, angka itu (produksi pupuk) mampu memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi pada 2023,” ungkap Bakir dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (05/01/2023). Berdasarkan Kepmentan No 734 Tahun 2022, total alokasi pupuk subsidi 2023 ditetapkan 9.013.706 ton, terdiri atas pupuk urea 5.570.330 ton, NPK 3.232.373 ton, serta NPK formula khusus (kakao) 211.003 ton. Dari sisi harga, ditetapkan harga eceran tertinggi (HET) senilai Rp 2.250 per kilogram (kg) untuk pupuk urea, Rp 2.300 per kg untuk pupuk NPK, serta Rp 3.300 untuk NPK formula khusus. (Yetede)

Pupuk Kaltim Berencana IPO Saham US$ 1 Miliar

KT1 05 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Anak usaha PT Pupuk Indonesia, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), berencana menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham tahun ini. Nilai raihan dana diperkirakan sekitar US$ 1 miliar atau Rp 15,5 triliun. Berdasarkan laporan IFR Asia, PKT berencana melepas 10-20% saham melalui IPO. Hasil IPO bakal digunakan untuk mendanai pembangunan pabrik pupuk urea baru berkapasitas produksi 1,15 juta ton dan metanol sebesar 1 juta ton per tahun, di wilayah Papua Barat. Proyek ini menelan investasi US$ 2 miliar. Saat dihubungi, SVP Corporate Communications Pupuk Indonesia Wijaya Laksana enggan berkomentar mengenai kabar tersebut. “Soal IPO, saya belum bisa berkomentar sampai ada kepastian. Sejauh ini, rencana IPO masih dibahas Wamen BUMN. Rapat soal ini masih berlangsung,” ujarnya ketika dikonfirmasi Investor Daily, Rabu (4/1/2023). Sementara itu, pengamat BUMN Herry Gunawan memprediksi IPO saham PKT ramai peminat. Fundamental perusahaan bagus. (Yetede)

IMPOR BAHAN BAKU PUPUK : Rusia & China Kembali Jadi Pemasok Utama

HR1 14 Dec 2022 Bisnis Indonesia

Indonesia akan kembali mengimpor bahan baku fosfat dan potasium setelah Rusia dan China memastikan penghentian moratorium ekspor pupuk dan bahan bakunya yang diberlakukan sejak tahun lalu. SVP Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana mengatakan, Rusia dan China bakal menjadi negara pemasok utama bahan baku fosfat dan potasium kembali setelah moratorium dicabut. “Tahun depan, Rusia dan China akan menjadi negara pemasok utama untuk bahan baku fosfat dan potasium. Selain itu, bahan baku fosfat dan potasium diimpor dari Kanada, Mesir, dan beberapa negara lain,” kata Wijaya kepada Bisnis, Selasa (13/12). Sebagaimana diketahui, moratorium ekspor pupuk dan bahan bakunya yang dilakukan China mengurangi pasokan pupuk dunia sebesar 20%. Sementara itu, sebanyak 30% potasium untuk kebutuhan global dipasok dari Rusia dan Belarusia.

Siasat Pupuk Indonesia untuk Pertanian-Energi

KT3 13 Dec 2022 Kompas

Pupuk berperan strategis dalam sektor pertanian nasional. Di tengah penerapan kebijakan pupuk bersubsidi yang masih menghadapi tantangan, PT Pupuk Indonesia (Persero) tetap bersiasat agar penyalurannya makin tepat sasaran. Tak hanya fokus pada pengembangan bisnis pupuk, perseroan pelat merah tersebut juga mulai menjajal lini energi. Dirut Pupuk Indonesia Achmad Bakir Pasaman, Senin (12/12) di Jakarta mengatakan permasalahan pupuk bersubsidi, dimana petani melaporkan kebutuhannya melalui kelompok tani, yang masuk dalam Sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan  Kelompok (e-RDKK) untuk disampaikan ke dinas pertanian di tingkat daerah hingga kementan. Tahun lalu, total kebutuhan dilaporkan petani yang berhak memperoleh pupuk bersubsidi mencapai 25 juta ton. Di sisi lain, anggaran Kementan hanya 7,7 juta ton pupuk. Dengan demikian, ada selisih sekitar 17 juta ton pupuk. Titik permasalahan berikutnya ada di penebusan pupuk bersubsidi. Kami menyalurkan pupuk tersebut berdasarkan alokasi sebesar 7,7 juta ton kepada petani melalui kios. Sayang, informasi mengenai keterbatasan anggaran yang membuat alokasi pupuk bersubsidi lebih sedikit dibandingkan kebutuhan yang dilaporkan tidak sampai hingga tingkat petani. Imbasnya, ada petani yang terdaftar dalam e-RDKK, tetapi tidak memperoleh pupuk bersubsidi. Ada juga petani yang mendapatkan pupuk bersubsidi dengan jumlah kurang dari yang didata. Situasi inilah yang membuat pupuk bersubsidi seolah-olah langka.

Untuk menyiasati tantangan pupuk bersubsidi di inisiasi aplikasi digital bernama Rekan yang memperkuat transparansi penyaluran pupuk bersubsidi. Aplikasi Rekan membuat Pupuk Indonesia memperoleh data penebusan pupuk bersubsidi yang tepat harga, tepat jenis,  tepat tempat, tepat jumlah, hingga tepat  waktu. Aplikasi tersebut sudah diinisiasi sejak 2021. Hingga Juli 2022, sebanyak 27.500 kios dari 27.860 kios yang melayani pupuk bersubsidi telah menggunakan aplikasi itu. Rencana bisnis pupuk PT Pupuk Indonesia ke depan, Perusahaan membutuhkan penguatan kios komersial. Selama ini, penjualan pupuk dengan skema komersial umumnya menumpang pada kios yang menjual pupuk bersubsidi. Saat ini perusahaan sudah memiliki 300 kios komersial. Harapannya, pada akhir 2022 sudah ada 1.000 kios  komersial di Indonesia. Kami menargetkan kios-kios komersial ada disetiap kecamatan. Selain menjadi  bahan baku untuk pupuk, gas alam dapat dimanfaatkan sebagai energi baru terbarukan. Terdapat dua macam energi yang ingin dikembangkan berdasarkan proses pembuatannya, yakni amonia biru dan amonia hijau. Amonia biru menghasilkan komponen sampingan berupa karbon dioksida dalam proses pembuatannya. Adapun amonia hijau tidak menghasilkan karbon dioksida dalam proses pembuatannya karena cukup memproses nitrogen dan hidrogen. Pupuk Indonesia optimistis untuk bertransformasi ke perusahaan yang turut menggarap sektor energi karena kami sudah memiliki tangki, dermaga, hingga SDM pendukungnya. (Yoga)