Petani Sulit Mendaftar, Pupuk Tidak Terserap
Penyerapan pupuk bersubsidi di Sumsel belum optimal lantaran petani masih kesulitan memasukkan data di sistem alokasi elektronik. Pemda dan penyuluh diharapkan mendampingi petani agar mereka tidak kehilangan hak memperoleh pupuk bersubsidi. Gubernur Sumsel Herman Deru, dalam Rapat Koordinasi Pupuk Bersubsidi, Selasa (31/1) di Palembang, Sumsel, mengatakan, Kementan sudah menambah alokasi pupuk bersubsidi untuk Sumsel di 2023. Alokasi pupuk urea 250.475 ton, meningkat 107 % dibandingkan alokasitahun lalu, 120.541 ton. Begitu juga pupuk NPK yang alokasinya 188.761 ton, meningkat 89,4 % dibandingkan pada 2022 sebesar 99.663 ton. Sekalipun alokasi pupuk bersubsidi ditambah, hingga saat ini realisasi penyaluran untuk pupuk urea dan NPK belum optimal.
Urea, baru tersalurkan 150.544 ton atau 60,10 % dari alokasi, sedangkan NPK baru tersalurkan 170.454 ton atau 90,30 % dari total alokasi pupuk. ”Mana kepala daerah yang selalu berteriak kurang pupuk? Ayo segera rangkul petaninya,” kata Herman. Tidak optimalnya penyaluran pupuk, lanjut Herman, disebabkan oleh masih kurangnya data diri petani yang masuk dalam alokasi elektronik (ealokasi). Padahal, instrumen itu adalah satu-satunya cara bagi petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. ”Mungkin masih banyak petani yang belum mengerti cara mendaftarkan data diri di e-alokasi. tu menjadi tugas dari semua pihak, mulai dari pemerintah daerah sampai dengan para penyuluh di lapangan,” ujarnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023