;
Tags

Dividen

( 218 )

Potensi Keuntungan dari Dividen BSI

HR1 17 May 2025 Kontan
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) atau BRIS memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 1,05 triliun, atau 15% dari laba bersih tahun 2024 yang mencapai Rp 7 triliun, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) baru-baru ini. Dividen per saham meningkat tajam menjadi Rp 22,7 dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 9,24 per saham.

Bob Tyasika Ananta, Wakil Direktur Utama BSI, menyatakan bahwa pembagian dividen ini merupakan bentuk apresiasi kepada para pemegang saham atas dukungan mereka terhadap pertumbuhan BSI. Ia juga menekankan bahwa ke depan BSI akan terus mengembangkan bisnis dan layanan agar sesuai ekspektasi seluruh pemangku kepentingan.

Namun, analis pasar seperti Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas menilai yield dividen BRIS masih tergolong rendah, sehingga respons pasar terhadap keputusan ini cukup moderat. Menurutnya, harga saham BRIS cenderung bergerak sideways di kisaran Rp 2.800–3.000.

Sementara itu, Ekky Topan dari Infovesta Kapital Advisori mengakui bahwa meski yield dividen kurang maksimal, secara fundamental BSI masih menunjukkan kinerja yang solid dan berpotensi menguat hingga Rp 3.350 per saham.

Selain membagikan dividen, RUPS juga memutuskan melakukan perubahan jajaran direksi dan komisaris, dengan Anggoro Eko Cahyo ditunjuk sebagai direktur utama menggantikan Hery Gunardi.

Kebijakan dividen BSI mencerminkan kehati-hatian dalam menjaga keseimbangan antara memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan mempertahankan cadangan untuk pertumbuhan jangka panjang.

Perjuangan BSI Jadi Bank Syariah Raksasa

KT1 17 May 2025 Investor Daily (H)
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPST) Tahunan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memutuskan  untuk mengocok ulang pengurus perseroan. Selain itu juga menetapkan pembagian dividen 15% kepada pemegang saham dan 65% sebagai saldo laba ditahan untuk memperkuat permodalan menuju bank syariah raksasa.  Pemegang saham menyepakati dividen tunai yang dibagikan sebesar Rp 1,05 triliun atas 15% dari laba bersih BSI tahun buku 2024 yang senilai Rp7,01 triliun. Dari total dividen tersebut maka besaran dividen per lembar saham dari bank dengan kode saham BRIS ini sekitar Rp 22,78. Jumlah dividen tersebut naik sebesar 22,86% dibandingkan dividen tahun buku 2023 senilai Rp 18,54 per lembar saham. Ini mengindikasikan kinerja yang cukup solid pada tahun buku 2024. Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta mengatakan, pembagian dividen  tersebut sebagai bentuk komitmen dan apresiasi perseroan terhadap  para pemegang saham yang telah senantiasa mendukung pertumbuhan dan perkembangan BSI, di tengah berbagai dinamika kondisi ekonomi dan bisnis. Sepanjang tahun 2024 BSI membukukan laba bersih sebesar Rp7,01 triliun dan total aset Rp409 triliun dengan kualitas terjaga. (Yetede)

Pembagian Dividen Dorong Optimisme Pasar

HR1 17 May 2025 Bisnis Indonesia (H)

Gelombang pembagian dividen oleh sejumlah emiten sepanjang bulan Mei 2025 telah memberikan sentimen positif yang signifikan terhadap pasar saham Indonesia. Aksi ini tidak hanya mencerminkan kekuatan fundamental dan kesehatan keuangan perusahaan, tetapi juga menunjukkan optimisme manajemen terhadap prospek usaha ke depan, sekaligus menjadi insentif nyata bagi investor.

Tokoh-tokoh penting turut menegaskan dampak positif fenomena ini. Martin Aditya dari Capital Asset Management menyatakan bahwa konsistensi pembagian dividen memperkuat persepsi stabilitas emiten di mata investor. Nafan Aji Gusta, analis dari Mirae Asset Sekuritas, menambahkan bahwa selain pembagian dividen, aksi korporasi seperti buyback saham turut mendorong likuiditas dan penguatan IHSG, yang tetap bertahan di atas level 7.000. Di sisi lain, Maximilianus Nico Demus dari Pilarmas Investindo Sekuritas mengingatkan bahwa pasar Indonesia sebagai emerging market tetap terpapar sentimen global, sehingga dukungan makroekonomi domestik dan iklim global yang kondusif tetap diperlukan untuk menjaga aliran modal asing.

Dari sisi emiten, sejumlah perusahaan besar mengambil peran penting. Bob Tyasika Ananta, Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BRIS), menyampaikan pembagian dividen sebesar Rp1,05 triliun sebagai bentuk optimisme terhadap kinerja perusahaan ke depan. Bernardus Irmanto, Plt. Presiden Direktur Vale Indonesia (INCO), menekankan bahwa efisiensi kapital memberi ruang bagi pembagian dividen tanpa mengganggu proyek strategis. Sementara itu, Yusak Lumba Pardede, Direktur Cita Mineral Investindo (CITA), menegaskan komitmen perusahaan dalam konsistensi pembagian dividen, dengan nilai Rp1,29 triliun dari laba 2024.

Dengan setidaknya 30 emiten telah menjadwalkan cum date dividen, fenomena ini mempertegas peran dividen sebagai motor penggerak IHSG dan penguatan sentimen investor, baik domestik maupun asing.


Mengelola Opini Publik di Tengah Dinamika Ekonomi

HR1 29 Apr 2025 Bisnis Indonesia
Sentimen pembagian dividen oleh sejumlah emiten menjadi angin segar bagi pasar saham Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global dan kinerja IHSG yang masih melemah. Felix Darmawan, ekonom Panin Sekuritas, menilai bahwa musim dividen kuartal II/2025 dapat memberikan dorongan jangka pendek terhadap IHSG, meski masih dibayangi risiko eksternal seperti kebijakan tarif AS dan potensi resesi.

Maximilianus Nico Demus dari Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan bahwa kekuatan dividen dalam menarik investor sangat tergantung pada besarnya dividend yield dan kualitas fundamental perusahaan. Ia memperingatkan risiko dividend trap jika yield tinggi tidak diiringi oleh kinerja yang solid.

Hendra Wardana, pengamat pasar modal sekaligus founder Stocknow, menyebut bahwa emiten dengan kombinasi dividend yield tinggi dan fundamental kuat akan menjadi incaran investor yang mencari pendapatan pasif dan portofolio defensif. Sektor perbankan dan energi diprediksi tetap menjadi tulang punggung penggerak IHSG.

Dari sisi emiten, para direksi seperti Indriyanti Rafi Sukmawati (PRDA), Suresh Vembu (AKRA), dan Hendrix Pramana (ASGR) menunjukkan optimisme terhadap prospek bisnis meski tetap membagikan dividen dalam jumlah besar. Mereka menegaskan bahwa strategi ekspansi dan pertumbuhan tetap dijalankan seiring konsistensi dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Dengan demikian, meskipun sentimen dividen mendukung penguatan pasar, para ahli sepakat bahwa keberlanjutan pemulihan pasar saham tetap bergantung pada fundamental ekonomi dan arah kebijakan global.

Dividen Jadi Bahan Bakar Utama Bursa Saham

HR1 29 Apr 2025 Bisnis Indonesia (H)
Sentimen pembagian dividen oleh sejumlah emiten menjadi angin segar bagi pasar saham Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global dan kinerja IHSG yang masih melemah. Felix Darmawan, ekonom Panin Sekuritas, menilai bahwa musim dividen kuartal II/2025 dapat memberikan dorongan jangka pendek terhadap IHSG, meski masih dibayangi risiko eksternal seperti kebijakan tarif AS dan potensi resesi.

Maximilianus Nico Demus dari Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan bahwa kekuatan dividen dalam menarik investor sangat tergantung pada besarnya dividend yield dan kualitas fundamental perusahaan. Ia memperingatkan risiko dividend trap jika yield tinggi tidak diiringi oleh kinerja yang solid.

Hendra Wardana, pengamat pasar modal sekaligus founder Stocknow, menyebut bahwa emiten dengan kombinasi dividend yield tinggi dan fundamental kuat akan menjadi incaran investor yang mencari pendapatan pasif dan portofolio defensif. Sektor perbankan dan energi diprediksi tetap menjadi tulang punggung penggerak IHSG.

Dari sisi emiten, para direksi seperti Indriyanti Rafi Sukmawati (PRDA), Suresh Vembu (AKRA), dan Hendrix Pramana (ASGR) menunjukkan optimisme terhadap prospek bisnis meski tetap membagikan dividen dalam jumlah besar. Mereka menegaskan bahwa strategi ekspansi dan pertumbuhan tetap dijalankan seiring konsistensi dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Dengan demikian, meskipun sentimen dividen mendukung penguatan pasar, para ahli sepakat bahwa keberlanjutan pemulihan pasar saham tetap bergantung pada fundamental ekonomi dan arah kebijakan global.

Dividen Rp 7,8 Triliun dibagikan United Tractors

KT3 26 Apr 2025 Kompas

PT United Tractors Tbk menyelenggarakan rapat umum pemegang saham tahunan dan luar biasa di Jakarta, Jumat (25/4). Dividen tunai total sebesar Rp 7,8 triliun diputuskan dibagikan kepada para pemegang saham. Selain itu, UT juga mengangkat mantan Menteri ESDM, Ignasius Jonan sebagai komisaris independen. Dalam konferensi pers, UT mengumumkan dividen Rp 7,8 triliun untuk tahun buku 2024. Tercakup di dalamnya dividen interim sebesar Rp 2,4 triliun yang telah dibayarkan pada 24 Oktober 2024. Sisanya Rp 5,4 triliun akan dibagikan kepada pemegang saham pada 28 Mei 2025. Sementara itu, pada susunan direksi, RUPST memutuskan mengangkat kembali Frans Kesuma sebagai Presdir UT.  

Sementara yang menjabat sebagai direktur perseroan ialah Loudy Irwanto Ellias, Iwan Hadiantoro, Idot Supriadi, Widjaja Kartika, Vilihati Surya, Ari Sutrisno, dan Hendra Hutahean. Pada dewan komisaris, RUPST mengangkat kembali Djony Bunarto Tjondro sebagai Presiden Komisaris serta Rudy sebagai Wakil Presiden Komisaris. Sebagai komisaris ialah Djoko Pranoto Santoso, Gita Tiffani Boer, Benjamin Herrenden Birks, Paulus Bambang Widjanarko (independen), Bruce Malcolm Cox (independen), dan Ignasius Jonan (independen). ”Sebagai catatan, pada rapat (RUPST) tadi pagi, Bapak Ignasius Jonan berhalangan hadir karena ditugaskan Presiden RI untuk mewakili Pemerintah RI dalam acara pemakaman Sri Paus Fransiskus di Vatikan,” kata Sekretaris Perusahaan UT, Sara K Loebis. (Yoga)


Dividen Jumbo Unilever

KT1 25 Apr 2025 Investor Daily
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menegaskan komitmennya untuk konsisten membagikan dividen dalam jumlah besar untuk kinerja keuangan tahun buku 2024. Tahun lalu, emiten consumer goods tersebut membagikan dividen sebanyak 111% dari laba bersih 2023, dan setahun sebelumnya sebanyak 99,6% dari laba 2022. Ekspektasi pembagian dividen jumbo dan membaiknya kinerja pun, membuat saham emiten berkode UNVR ini diproyeksikan menanjak hingga Rp2.000 dari posisi saat ini Rp 1.495. "Dividen pasti 100% dibayarkan di 2025. Kami tetap berkomitmen memastikan distribusi dividen kami 100% kepada pemegang saham kami," kata Direktur Finance Unilever Indonesia Neeraj Lal. Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,37 triliun pada 2024, perseroan  telah membagikan  dividen interim tahun buku 2024 sebesar Rp1,56 triliun atau Rp41 per saham. Tahun lalu, total dividen yang telah dibayarkan Unilever pada tahun buku 2023 adalah sebesar Rp 140 per saham atau seluruhnya mencapai Rp5,34 triliun, 111% dari laba bersih (dividen payout ratio). Dividen UNVR selain diambil dari laba bersih tahun buku 2023, juga berasal dari saldo laba yang ditahan dari tahun-tahun sebelumnya. (Yetede)

Selangkah Lagi Meraup Dividen dari Pertambangan Batu Bara

KT1 24 Apr 2025 Investor Daily (H)
Pemegang saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berpeluang kembali menyecap manisnya dividen dari emiten pertambangan batu bara ini, setelah rencana kuasi reorganisasi bisa dieksekusi. Emiten Grup Bakrie dan Salim tersebut, terakhir membagikan dividen pada 2009 atau 16 tahun yang lalu, sebesar Rp50,6 per saham dengan dividen pay out ratio 15% dari laba bersih tahun 2008, US$ 645,36 juta. Dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan pada harian Investor Daily, Selasa (22/4/2025), manajemen Bumi Resources mengungkapkan bahwa perseroan bermaksud melakukan rencana kuasi reorganisasi dengan cara mengeliminasi akumulasi rugi (defisit) dengan mengunakan posisi agio saham yang merupakan selisih lebih antara  setoran modal dengan nilai nominal saham. Adapun rencana kuasi reoganisasi akan diminta persetujuan kepada pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan pada 2 Juni 2025. Founder Stocknow.id Hendra Wardana menilai, langkah kuasi reorganisasi ini bersifat strategis, bukan hanya sebagai perbaikan kosmetik laporan keuangan, tetapi juga sebaai fondasi untuk membuka peluang  pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham. Dengan eliminasi defisit melalui kuasi reorganisasi, saldo laba akan kembali positif dan memungkinkan BUMI secara hukum untuk membagikan dividen. (Yetede)

CIMB Niaga Bagikan Dividen Senilai Rp 3,9 Triliun

KT1 15 Apr 2025 Investor Daily (H)
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPST) PT Bank CIMB Tbk (BNGA) menyetujui penggunaan laba bersih untuk didistribusikan sebagai dividen tunai sebesar-besarnya 60% dari laba bersih atau setara Rp3,9 triliun. Rapat menyetujui pembagian dividen tunai senila Rp3,9 triliun (gross) dari laba bersih bank only tahun buku 2024 sebesar Rp6,5 triliun. Sehingga, pemegang saham BNGA akan memperoleh Rp 155,73 per saham. Dividen tunai tersebut akan dibayarkan selambatnya 30 hari kalender setelah putusan RUPST. Sisa laba bersih tahun buku 2024 setelah dikurangi pembagian dividen tunai, dibukukan sebagai laba ditahan untuk membiayai kegiatan usaha bank. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, penetapam dividen tunai telah memperhitungkan tingkat permodalkan untuk ekspansi ke depan. "Betul. Sudah dengan mempertimbangkan investasi yang konsisten untuk terus tumbuh dengan meningkatkan customer experience lewat digitalization untuk pelayanan yang SBF (simpler, Better, faster) serta mempertahankan tingkat permodalan yang kuat," jelas Lani. Salah satu hal yang menjadi daya tarik utama bagi investor adalah  imbal hasil dividen BNGA tercatat mencapai 8,66%, yang jauh lebih tinggi dari rata-rata industri yang hanya sekitar 3,66%, yang jauh lebih tinggi dari rata-rata industri yang hanya sekitar 3,99%. (Yetede)

Menaksir Dividen Emiten MIND ID

KT1 10 Apr 2025 Investor Daily (H)
Pergerakan harga komoditas yang berfluktuasi sepanjang tahun 2024, berimbas pada kinerja keuangan emiten anggota BUMN holding pertambangan MIND ID, yakni PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk (TINS), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Meski mencatatkan penurunan laba bersih 18,41% ke level Rp10,92 triliun pada 2024, emiten-emiten MIND ID diyakini akan tetap membagikan dividen dalam jumlah besar. Tahun lalu, jumlah dividen yang dibagikan  emiten MIND ID mencapai Rp 7,65 trliun, yang dikontribusi dari dividen Antam sebesar Rp 3,07 triliun dan Bukit Asam Rp4,58 triliun, sementara vale Indonesia dan Timah tidak membagikan dividen. Dividen yang dibagikan Antam mencapai 100% laba bersih 2023, dan Bukit Asam sebesar 75% dari total laba bersih perseroan. "Untuk dividen yield tahun buku 2024 yang akan dibagikan, kemungkinan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Karena emiten-emiten MIND ID ini masih memiliki komitmen kuat dalam membagikan dividen," kata senior Market Chartist Mirea Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta kepada Investor Daily. Nafan meyakini. Walaupun kinerja laba secara keseluruhan mengalami penurunan, emiten-emiten anggota MIND ID tersebut cukup loyal dalam membagikan dividen kepada negara dan pemegang saham ritel. (Yetede)