;
Tags

Dividen

( 218 )

Membidik Cuan dari Dividen Interim

HR1 21 Aug 2024 Kontan

Menjelang akhir tahun, investor sudah bisa mengambil ancang-ancang untuk menadah dividen jumbo. Cara paling mudah untuk mendapatkan saham dengan imbal hasil dividen besar adalah melihat konstituen indeks IDX High Dividend 20. Direktur Reliance Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, saat ini investor sudah bisa mencicil beli saham-saham emiten yang berpotensi menyebar dividen. Biasanya, harga saham akan bergerak saat adanya pengumuman pembagian dividen sampai cum date. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan, jika hanya fokus mengejar dividen, biasanya investor akan mengabaikan fundamental emiten. Menurut Nico, apabila fundamental emiten kuat, dan sektor yang menopangnya baik serta sejalan dengan tren yang sedang terjadi, maka risiko penurunan harga saham dapat diminimalisir setelah dividen dibagikan. Dia mencermati, sektor finansial dan pertambangan biasanya akan menjadi primadona dalam membagikan dividen. 

Head of Proprietary Investment Mirae Asset Sekuritas Handiman Soetoyo mengatakan, saham penghuni Indeks IDX High Dividend 20 tidak bisa lagi menjadi acuan bagi investor untuk memburu saham dividen. Hal ini tercermin besaran imbal hasil (yield) dividen yang dibagikan emiten di awal tahun 2024. Berdasarkan data Mirae Asset Sekuritas per 31 Januari 2024, dari 20 emiten hanya ada delapan saham yang memberikan dividend yield tinggi di atas 5%, yakni ADRO, ITMG, PTBA, ASII, UNTR, ANTM, BBRI, BMRI. Lalu, ada empat saham yang dividend yield-nya tergolong standar di kisaran 4%, yaitu BBNI, UNVR, TLKM, INDF. Dari sektor perbankan, BBRI masih mampu mencetak pertumbuhan laba bersih 0,95% secara tahunan menjadi Rp 29,7 triliun. Sementara itu, laba bersih BMRI naik 5,22% secara tahunan menjadi Rp 26,55 triliun. Dari penghuni IDX High Dividend 20, saham pilihan Handiman jatuh pada ADRO, ITMG, PTBA, UNTR, ANTM, BBRI dan BMRI untuk dicermati pembagian dividennya. Sedangkan Reza merekomendasi beli UNTR, BBCA, TLKM, ITMG, SMGR dan BBRI. Target harga masing-masing Rp 29.600, Rp 11.900, Rp 3.350, Rp 30.450, Rp 4.530 dan Rp 5.650 per saham.

Emiten Tetap Royal Berbagi Dividen

HR1 15 Aug 2024 Kontan

Musim pembagian dividen belum berakhir hingga memasuki semester dua tahun ini. Dalam waktu dekat, masih ada beberapa emiten yang siap membagikan dividen interim kepada para pemegang saham. Contohnya PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR). Emiten pelayaran ini akan membayarkan dividen interim sebesar Rp 32,75 miliar pada 28 Agustus 2024. Setiap pemegang saham SMDR akan memperoleh dividen Rp 2 per saham. Meski nilainya mini, dividen SMDR menambah catatan positif pembagian dividen emiten di sepanjang tahun ini. Sektor keuangan dan perbankan menjadi pembagi dividen terbesar senilai Rp 58,24 triliun. Angka ini naik dari 2023 sebesar Rp 50,57 triliun. Data KSEI tersebut bersifat nett alias sudah dipotong pajak. Data itu hanya mencakup pembagian dividen scripless. 

"Keseluruhan, sektor keuangan dan perbankan yang paling aktif dalam memberikan imbal hasil signifikan bagi perekonomian Indonesia," kata Samsul Hidayat, Direktur Utama KSEI, belum lama ini.  Head of Proprietary Investment Mirae Asset Sekuritas, Handiman Soetoyo berpendapat, sejauh ini cukup banyak emiten yang sudah membagikan dividen dengan porsi 60% hingga nyaris 100% dari perolehan laba semester I-2024. Dalam catatannya, dividen interim yang sudah diumumkan baru mencapai Rp 4,3 triliun. Padahal, total dividen interim di sepanjang 2023 nilainya Rp 65 triliun. Dus, kata Handiman, masih banyak emiten yang berpotensi menyebar dividen interim. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus memproyeksi, ada peluang sektor perbankan akan kembali menebar dividen jumbo. Ini mengingat kinerja emiten perbankan positif hingga pertengahan tahun 2024. Nico melihat, seiring pembagian dividen, emiten dengan nilai mini menarik. Seperti dividen PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), PT Prima Global Logistik Tbk (PPGL), PT Pam Mineral Tbk (NICL) dan PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA).

Dividen Manis di Tengah Lesunya Pasar

HR1 06 Aug 2024 Kontan

Berbarengan dengan musim rilis laporan keuangan semester I-2024, sejumlah emiten menebar bonus dalam bentuk dividen interim. Setidaknya sudah ada tujuh emiten yang dijadwalkan membagi dividen interim pada bulan Agustus. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) memberikan dividen interim sebesar Rp 986,85 miliar atau setara Rp 50 per saham. Cum dividen untuk pasar reguler dan pasar negosiasi sudah berlangsung pada 2 Agustus 2024.Sementara cum dividen di pasar tunai dijadwalkan pada 6 Agustus 2024. Lalu, ada PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) yang mengalokasikan dana Rp 201,55 miliar sebagai dividen interim atau Rp 35 per saham. Emiten lain yang akan menebar dividen adalah PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR), PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR), dan PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK). Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi menilai, pembagian dividen interim kali ini relatif sudah in line dengan kinerja emiten.

Beberapa mengalami penurunan nilai akibat pertumbuhan laba melambat. Meski begitu, Audi sepakat emiten yang secara historis gemar membagi bonus kepada para pemegang sahamnya berpotensi kembali memberi dividen interim di tahun ini. "Di tengah ketidakpastian pasar, pembagian dividen interim bisa menjadi penopang pergerakan saham emiten," kata Audi kepada KONTAN, Senin (5/8). Namun, hal ini bisa membuat pelaku pasar merespos secara terbatas katalis dari dividen interim. Founder Stocknow.id Hendra Wardana sepakat, tekanan IHSG akan mengikis daya tarik terhadap katalis dari dividen interim. Dus, pelaku pasar harus semakin selektif untuk menghindari dividend trap di tengah goncangan bursa saham. Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto punya pandangan serupa. Sejauh ini belum ada pergerakan signifikan dari saham yang akan membagi dividen interim. Apalagi ketika IHSG ikut melemah karena penurunan bursa global. Tapi di antara saham pembagi dividen interim, William melihat saham AKRA, SMSM dan AMAR masih menarik untuk buy on weakness. Hendra juga merekomendasikan buy on weakness saham AKRA, dan trading buy saham SMSM.

BUMN Logistik, Beri Dividen ke Negara Rp 31 Miliar

KT1 24 Jul 2024 Investor Daily
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan BUMN memberikan dividen untuk negara tahun 2024 sebesar Rp 85,52 triliun. Erick menuturkan total dividen tersebut disumbangkan oleh 20 BUMN. "Alhamdulilah kerja keras dari seluruh komisaris , direksi, dan seluruh insan  BUMN bisa memberikan kontribusi positif untuk Indonesia. Semoga dividen sebesar Rp 85,5 triliun yang diberikan BUMN kepada negara bisa menjadi manfaat besar untuk masyarakat luas," kata Erick. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjadi BUMN sektor logistik yang menyumbang dividen untuk negara pada tahun buku 2023 sebesar Rp 31 miliar menyusul kian moncernya kinerja perseroan. Dividen tersebut diraih setelah ASDP berhasil menorehkan peningkatan kinerja keuangan. Terbukti pada laporan  kinerja konsolidasi 2023 yang telah diaudit, ASDP membukukan pendapatan Rp 5,032 triliun serta laba bersih Rp637 miliar. (Yetede)

Himbara Kontributor Utama ke Kas Negara

KT3 19 Jun 2024 Kompas

Sektor perbankan diproyeksi akan menjadi tumpuan BUMN untuk merealisasikan setoran dividen kepada negara yang tahun ini ditargetkan sebanyak Rp 85,8 triliun. Proyeksi itu sejalan dengan komitmen Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) yang memastikan akan mengucurkan dividen berlimpah tahun ini. Pemerintah bersama Panitia Kerja A Badan Anggaran DPR sepakat menaikkan target setoran dividen BUMN pada 2024 menjadi Rp 85,8 triliun, naik Rp 5 triliun dari target sebelumnya yang tertuang dalam RUU APBN 2024, yakni Rp 80,8 triliun. Realisasi setoran dividen BUMN pada 2023 mencapai Rp 82,1 triliun, merupakan yang terbesar sepanjang sejarah. Setoran dividen yang masuk dalam pos Kekayaan Negara Dipisahkan ini juga tumbuh 102,1 % disbanding setoran dividen pada 2022, sebesar Rp 40,6 triliun.

Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia, Toto Pranoto, mengatakan, jika dilihat dari sisi profitabilitas, gabungan laba keempat anggota Himbara, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, hampir separuh dari seluruh laba konsolidasi BUMN. ”Sektor jasa keuangan menyumbang salah satu profitabilitas paling besar dari keseluruhan laba konsolidasi BUMN. Mungkin lebih dari 50 %, sumbangan dari total laba konsolidasi BUMN diperoleh dari bank Himbara,” ujar Toto, Selasa (18/6) di Jakarta. Secara historis, besaran laba yang dihimpun Himbara tegak lurus dengan besaran setoran dividen yang disumbangkan perseroan terhadap negara.

Mengutip Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2022 yang disusun BPK, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi penyumbang dividen terbesar mencapai Rp 14,04 triliun, disusul Bank Mandiri (Rp 8,75 triliun), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Rp 7,73 triliun), PT Pertamina (Persero) (Rp 2,92 triliun), dan Bank Negara Indonesia (BNI) (Rp 1,63 triliun). Menurut Toto, kontribusi Himbara pada tahun anggaran 2023 dan 2024 tetap besar, mengingat kinerja bisnis dan keuntungan berkat pendapatan dari bunga yang cukup tinggi. Agar kinerja bank Himbara lebih optimal, keempat Bank Himbara perlu menurunkan margin bunga bersih (netinterestmargin/NIM). ”Ini agar biaya capital yang harus ditanggung debitor bisa semakin murah sehingga upaya-upaya melakukan diversifikasi pendapatan dengan masuk ke fee based income ke depan perlu semakin dicermati oleh para anggota bank Himbara,” kata Toto. (Yoga)


Laba 2023 Meroket, BRPT Siap Menyebar Dividen

HR1 15 Jun 2024 Kontan

Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) siap menyebar dividen sebesar US$ 5 juta dari laba bersih tahun buku 2023. Dengan menggunakan asumsi kurs pada penutupan pasar Jumat (14/6) Rp 16.412 per dolar Amerika Serikat, nilai dividen yang dibagi BRPT setara Rp 82,06 miliar. Pembagian dividen tersebut sudah direstui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BRPT yang digelar pada Jumat (14/6). Jika dihitung, rasio dividen BRPT jumlahnya setara 19,15% dari laba bersih tahun 2023 sebesar US$ 26,11 juta, naik dari US$ 1,75 juta pada 2022. Sekretaris Perusahaan & Direktur Barito Pacific David Kosasih bilang, para pemegang saham juga menyetujui alokasi sebesar US$ 20,85 juta sebagai laba ditahan untuk membiayai kegiatan usaha. Ini setara 79,85% dari laba bersih tahun buku 2023. Sisanya US$ 260.000 atau sekitar 1% disisihkan sebagai cadangan wajib. Selain RUPST, BRPT juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Direktur Barito Pacific Diana Arsiyanti mengungkapkan, dalam agenda tersebut para pemegang saham menyetujui pengalihan saham hasil pembelian kembali atau saham treasuri dengan cara pembagian saham bonus.

Dalam agenda itu, BRPT melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum yang terakhir, sisa dan hasil pelaksanaan waran Rp 117 miliar. Dana itu akan dipakai untuk modal kerja BRPT dan entitas anak. BRPT juga melaporkan hasil penawaran umum Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2023 sebesar Rp 972,7 miliar. Dana ini untuk membayar sebagian utang jangka panjang  dan obligasi. Dari dana itu, realisasi yang telah terpakai Rp 129,6 miliar. Sisa dana Rp 843,1 miliar ditempatkan pada rekening milik BRPT pada bank di Indonesia. Selain itu, BRPT menghimpun dana Rp 991,8 miliar dari Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2023. Dana itu akan digunakan untuk pembayaran sebagian utang jangka panjang dan utang obligasi milik BRPT. Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas memproyeksi, prospek kinerja BRPT ada peluang membaik. Terutama, dari sisi perbaikan cost produksi jika harga komoditas bisnis BRPT turun. Dampaknya, harga bahan baku produk BRPT ikut turun, sehingga bisa memperbaiki margin emiten ini. Analis InvestasiKu, Cheril Tanuwijaya sepakat, kinerja BRPT ke depan masih relatif riskan terhadap potensi harga minyak yang volatile di tahun ini.

Masih Ada Emiten yang Menebar Bonus

HR1 05 Jun 2024 Kontan

Sederet emiten bersiap menebar dividen tunai dalam waktu dekat. Salah satunya  PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO). Produsen air minuman berlabel Cleo ini akan membagikan dividen tunai dari tahun buku 2023 sebesar Rp 60,39 miliar. Jumlah ini setara Rp 5,05 per saham. Jadwal cum date pada 7 Juni 2024. "Dividen tunai akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat di recording date 11 Juni 2024," jelas Lukas Setio, Sekretaris Perusahaan CLEO di keterbukaan informasi, Senin (3/6). CLEO membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 305,77 miliar sepanjang 2023.

Pencapaian ini melesat 65,75% secara tahunan dari Rp 195,46 miliar di 2022. Berikutnya ada PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA)  bakal membagikan dividen sejumlah Rp 294,39 miliar. Ini setara dengan 43,17% dari laba bersih yang dibukukan STAA untuk tahun buku 2023. Sekretaris Perusahaan Sumber Tani Agung Resources, Juliani Chandra menjelaskan pembagian dividen ini sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 30 Mei 2024. Jadwal cum date  sama seperti CLEO, pada 7 Juni 2024.  Sedangkan recording date tanggal 11 Juni 2024. Emiten sawit lain, PT Palma Serasih Tbk (PSGO) tak mau ketinggalan menebar bonus dividen sebesar Rp 150,80 miliar. Nantinya setiap pemegang saham PSGO akan memperoleh Rp 8 per saham. 

Juni, MPMX Akan Menebar Dividen Rp 115 Per Saham

HR1 03 Jun 2024 Kontan

Aksi pembagian bonus diveden masih terus berlangsung. Teranyar ada agenda pembagian dividen dari PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX). Emiten penjual otomotif ini sudah mendapat restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu (29/5) untuk menebar dividen dari tahun buku 2023. MPMX akan membagikan dividen final tunai sebesar  Rp 115 per saham. Jumlah ini setara dengan dividend yield 11% terhadap harga saham MPMX pada saat penutupan Selasa (28/5). Dalam keterbukaan Jumat (31/5), total nilai dividen yang akan dibagikan oleh MPMX sekurang-kurangnya sebesar Rp 503,03 miliar dan setinggi-tingginya sebesar Rp 513,24 miliar.

Alhasil, payout ratio dividen MPMX mencapai lebih dari 95% dari laba bersih pada tahun 2023 yang sebesar Rp 525,62 miliar. Adapun jadwal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 6 Juni 2024. Group Chief Executive Officer MPMX, Suwito Mawarwati mengungkapkan,  pencapaian laba bersih MPMX sepanjang  tahun lalu mencapai 100,3% dari target. Suwito menjelaskan, pertumbuhan bisnis MPMX yang positif yang ditopang laju industri oromotif  tahun lalu menunjukkan fokus serta strategi yang diimplementasikan masih sesuai  tujuan. Yakni upaya  menjaga kinerja operasional yang solid. Harga saham MPMX, Jumat (31/5), ditutup menguat 1,44% ke level Rp 1.060 per saham. Harga MPMX naik tipis 0,95% dari awal tahun ini.

ADRO Tebar Dividen Final US$ 400 Juta

HR1 16 May 2024 Kontan

PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) masih konsisten mengguyur dividen.Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), Rabu (15/5), menyetujui pembagian dividen dengan total nilai US$ 800 juta atau 48,74% dari laba bersih tahun buku 2023 sebesar US$ 1,64 miliar. Dividen ini termasuk US$ 400 juta yang telah dibayar pada 12 Januari 2024 sebagai dividen interim. Sedangkan US$ 400 juta akan dibagikan sebagai dividen tunai final. Presiden Direktur ADRO Garibaldi Thohir mengatakan, tahun ini, ADRO akan fokus mendorong transisi bisnis di luar batubara thermal. ADRO mengejar kontribusi pendapatan dari bisnis non-batubara thermal bisa seimbang, yaitu 50% pada tahun 2030.

ADRO mengoptimalkan cadangan dan sumber daya batubara pada aset yang ada saat ini. Sebagai gantinya, ADRO menggenjot kontribusi batubara metalurgi dan pengembangan industri aluminium melalui PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Direktur ADRO, Michael William Soeryadjaya mengatakan, dengan posisi neraca di atas US$ 1 miliar dan dana yang sudah dicadangkan, ADRO tidak menemui kendala menggarap proyek smelter aluminium dan PLTA fase pertama. Equity Research Analyst Panin Sekuritas Felix Darmawan menilai aksi buyback ADRO memberikan sinyal positif, dan menandakan harga saham ADRO relatif sedang undervalue. Di sisi lain, Felix memandang pembagian dividen ADRO sudah priced in dengan harga sahamnya.

Dividen Emiten Tambang MIND ID Ambles

KT1 13 May 2024 Investor Daily (H)
Pembagian dividen anggota BUMN  holding industri pertambangan atau MIND ID untuk tahun buku 2023 ambles hingga 48,23% menjadi Rp7,65 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp14,78 triliun. Koreksi kinerja yang diderita PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam PT Bukit Asam Tbk (PTBA), serta kian redupnya performa PT Timah Tbk (TINS), akan makin menguji target setoran dividen Kementerian BUMN untuk tahun buku 2023. Wajar saja, Kementerian BUMN mengincar kenaikan setoran dividen tahun ini sebanyak 3,65% menjadi Rp85,8 triliun yang berasal dari kinerja BUMN di 2023, dibanding sebelumnya Rp 82 triliun. Dan industri pertambangan merupakan salah satu sektor yang menjadi mesin andalan Erick Thohir disamping perbankan dan industri telekomunikasi. Mimpi Erick Thohir menambah pundi pundi setoran dividen  BUMN ke negara menghadapi tantangan berat, bila bercermin pada emiten-emiten tambang pada tahun buku 2023. Laba bersih Antam  tergerus 19,45%, PTBA ambles 51,41% dan TINS mencatat kerugian Rp449 miliar. (Yetede)