;
Tags

Dividen

( 218 )

Bonanza Saham Para Bankir Tajir

HR1 16 Mar 2024 Kontan (H)

Musim pembagian dividen akan semakin menambah pundi-pundi para bankir yang selama ini banyak mengempit saham perusahaan yang mereka pimpin. Belum lagi, bonus dan tantiem mereka juga naik seiring pertumbuhan kinerja tahun 2023. Berdasarkan riset KONTAN, dari 10 bankir yang mendulang cuan paling besar dari kepemilikan saham bank yang mereka pimpin, kebanyakan berasal dari Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan Bank Mandiri Tbk (BMRI). Hanya, ada satu bankir bank lain yang nyempil di daftar tersebut, yakni Arief Harris Tanjung, Direktur Utama Bank Jago Tbk (ARTO). Bankir BBCA menempati posisi tiga teratas daftar tersebut. Bankir paling tajir adalah Presiden Komisaris BBCA Djohan Emir Setijoso. Berdasarkan harga penutupan BCA, kemarin, total nilai kekayaaan Djohan dari kepemilikan saham BBCA mencapai sekitar Rp 1,08 triliun.Dari dividen, ia meraup pendapatan Rp 28,78 miliar. Sedangkan rata-rata bonus dan tantiem yang dikantongi direksi dan komisaris BBCA di 2023 sekitar Rp 38,8 miliar. Presiden Direktur BBCA Jahja Setiaatmadja berada di urutan kedua. Nilai kekayaan Jahja pada saham mencapai sekitar Rp 333,1 miliar.

Nilai itu berasal dari kepemilikan 32,81 juta saham BBCA. Dari dividen BBCA, ia memperoleh cuan sebesar Rp 8,86 miliar. Jahja belum memiliki rencana untuk melakukan profit taking atas kepemilikan sahamnya. Info saja, harga saham BBCA sudah naik 7,98% sepanjang tahun berjalan. Kemarin, harganya bertengger di level Rp 10.150 per saham. Di urutan ketiga ada Subur Tan selaku Direktur BBCA. Ia memiliki kekayaan Rp 105 miliar dengan mengempit 10,35 juta saham BBCA. Kekayaannya dari setoran dividen Rp 2,79 miliar sera bonus dan tantiem sekitar Rp 38,8 miliar. Sementara itu, Alexandra Askandar jadi bankir bank pelat merah paling kaya dari kepemilikan saham bank tempat ia bekerja. Ia tercatat paling banyak menggenggam saham BMRI dibanding dengan pengurus BMRI lainnya, mencapai 9,24 juta unit saham. Pengamat Pasar Modal Budi Frensidy menilai, sejatinya para bankir tidak wajib mempunyai saham dari perusahaan tempat mereka bekerja. Kalau punya, mereka punya hak sama seperti pemegang saham lainnya, yaitu menerima dividen, menikmati capital gain, serta profit taking. Senior Faculty LPPI Moch Amin Nurdin menilai, hal wajar jika jajaran direksi maupun komisaris bank memiliki kekayaan dari kepemilikan saham pada bank yang mereka pimpin.

Setelah Bank, Masih Ada THR dari Sektor Tambang

HR1 16 Mar 2024 Kontan

Setelah ramai pembagian dividen saham perbankan, kini saatnya investor bersiap menyambut gelombang pembagian dividen berikutnya. Termasuk dari emiten saham sektor pertambangan yang terkenal royal menebar dividen. Ike Widiawati, Head of Retail Research Sinarmas Sekuritas mengatakan, investor bisa mencermati sejumlah emiten yang akan membagikan dividen dalam waktu dekat dengan mencermati tanggal rapat umum pemegang saham (RUPS). Investor juga bisa melirik emiten dengan historis dividend pay out ratio yang konsisten. Salah satu emiten yang diperkirakan akan membagikan dividen dalam waktu dekat adalah PT Indo Tambang Raya Megah Tbk (ITMG). ITMG akan menyelenggarakan RUPS pada 28 Maret mendatang. "Selain ITMG, BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) juga akan RUPS di awal April, dengan ekspektasi mau bagi dividen," katanya, Jumat (15/3). Menurut Ike, jika mengharapkan dividen, pastikan investor sudah membeli sejak lama karena ada potensi penurunan harga setelah cum date dividen. Di luar saham perbankan, Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih menilai investor juga dapat mencermati saham sektor energi yang menjadi konstituen IDX High Dividend 20.

Head of Proprietary Investment Mirae Asset Sekuritas Indonesia Handiman Soetoyo mengamini, dividen emiten energi punya prospek menarik. Secara kinerja, sejumlah emiten sudah in line, bahkan ada yang di atas ekspektasi. Hal itu sudah mempertimbangkan penurunan laba yang terprediksi akibat amblesnya harga komoditas, terutama batubara. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer sepakat, mayoritas dividen dari emiten batubara akan lebih rendah, sejalan dengan penurunan kinerja. Dia pun menghitung estimasi yield beberapa emiten tambang di IDX High Dividend 20. Misalnya, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) berpeluang memberi yield dividen 9,8% dengan asumsi DPR 60%. Lalu, estimasi yield ITMG 6,4% dengan asumsi rasio DPR 60%. Research Associate Panin Sekuritas Sarkia Adelia Lukman turut memprediksi emiten batubara masih memberi yield yang menarik, meski tidak setinggi tahun lalu. Selain itu, emiten telekomunikasi dan komoditas emas juga menarik dicermati. Menurut Sarkia, saat ini investor masih cenderung wait and see menanti laporan keuangan emiten dahulu.

Bank BUMN Jadi Tumpuan Setoran Dividen

HR1 15 Mar 2024 Kontan (H)

Setoran dividen badan usaha milik negara (BUMN) ke kas negara masih lancar. Namun, kontribusi BUMN tidak sama rata. Sebab, perusahaan pelat merah di sektor perbankan masih menjadi tumpuan. Misalnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang akan membagikan dividen senilai Rp 48,1 triliun dari laba bersih tahun buku 2023. Angka itu setara 79,63% dari total laba 2023 yang senilai Rp 60,4 triliun. Adapun dividen senilai Rp 25,71 triliun akan disetorkan ke kas negara setara 53% dari kepemilikan saham pemerintah di Bank BRI. Per 18 Januari 2024, BBRI telah menyetorkan dividen Rp 6,77 triliun ke negara. Adapun selebihnya Rp 18,94 triliun dibayarkan pada 28 Maret 2024. Ada pula PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang akan menyetorkan dividen ke kas negara senilai Rp 17,18 triliun, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp 6,27 triliun dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebesar Rp 420,11 miliar. Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan (Kemkeu), setoran dividen yang masuk ke kas negara dari BBRI pada pertengahan Januari tersebut setara 7,89% dari target penerimaan kekayaan negara yang dipisahkan (KND) pada tahun ini. Dalam APBN 2024, target penerimaan KND yang terdiri dari dividen BUMN dan pendapatan dari KND lainnya ditetapkan sebesar Rp 85,84 triliun.

Menurut Kemkeu dalam dokumen berjudul APBN Kita Edisi Februari 2024, perekonomian nasional yang pulih pada 2023 mendatangkan laba signifikan bagi BUMN. Khususnya sektor perbankan. Menilik data Kemkeu pula, setoran dividen BUMN perbankan (Himbara) di 2023 mencapai Rp 40,84 triliun dan menjadi penyumbang utama dividen BUMN ke negara. Sementara setoran dividen BUMN non perbankan tercatat Rp 41,22 triliun. Peneliti Senior Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Etikah Karyani Suwondo menjelaskan, pencapaian kinerja dividen BUMN masih didominasi sumbangan dari kelompok blue chips BUMN, seperti Himbara dan PT Pertamina (Persero). Oleh sebab itu, menurut dia, setoran dividen BUMN yang dipatok pemerintah pada APBN 2024 masih bisa tercapai. "Setoran BUMN ke negara pada 2024 dari tahun buku 2023 diperkirakan naik menjadi Rp 85 triliun," ujar Etikah kepada KONTAN, Kamis (14/4). Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita memperkirakan setoran dividen pada tahun ini tidak akan terlalu jauh berbeda dengan realisasi pada tahun lalu. Dia menduga bahwa setoran dividen BUMN ke kas negara pada tahun ini bisa mencapai Rp 80 triliun-Rp 90 triliun.

Setoran Dividen BUMN 2024 Dipatok Rp 85,8 Triliun

KT3 09 Mar 2024 Kompas

Pemerintah meminta BUMN tidak berhenti bertransformasi di tengah indikasi berlanjutnya pelemahan ekonomi global dalam beberapa tahun ke depan. Kontribusi BUMN terhadap negara dalam bentuk setoran dividen diharapkan bisa meningkat tahun ini hingga mencapai Rp 85,8 triliun. Di hadapan para direktur utama perusahaan pelat merah, Menteri BUMN Erick Thohir menagih komitmen para pemimpin BUMN dalam melakukan terobosan dan inovasi demi meningkatkan kontribusi mereka kepada negara. ”Pemerintah AS sudah mulai mendeteksi perekonomian global akan kembali slowing down. Kita sebagai negara kembali ditantang untuk melakukan terobosan-terobosan, termasuk BUMN,” ujarnya dalam BUMN Corporate Communication and Sustainability Summit (BCOMSS) di Jakarta, Kamis (7/3) malam.

Ia menegaskan, proses transformasi BUMN tidak boleh berhenti demi meningkatkan setoran dividen kepada negara dari tahun ke tahun. Ia mengingatkan para dirut BUMN untuk dapat menyetorkan dividen tahun buku 2024 sebesar Rp 85,8 triliun, meningkat dibandingkan realisasi dividen tahun sebelumnya. Guna merealisasikan target tersebut, BUMN harus berkomitmen melanjutkan proses transformasi model bisnis sekaligus meningkatkan daya adaptasi terhadap berbagai perubahan dalam peta perekonomian global yang akan terjadi ke depan. ”Meski telah menyetorkan dividen Rp 82,1 triliun sepanjang 2023, negara membutuhkan lebih. Saya sudah bertemu secara personal dengan para dirut (BUMN), mengingatkan tahun depan dividennya harus naik lagi menjadi Rp 85 triliun,” ujarnya. (Yoga)

Himbara bagikan Dividen Jumbo Rp92,29 Triliun

KT1 09 Mar 2024 Investor Daily (H)
Kuartet Bank Pelat merah telah rampung melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) semuanya kompak memutuskan untuk membagikan dividen tunai dari pencapaian laba bersih tahun buku 2023. Secara total, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) membagikan dividen tunai sebesar Rp 92,29 triliun. Nilai tersebut setara dengan  66,12% dari laba bersih konsolidasi tahun buku 2023 yang mencapai Rp 139,57 triliun. Dari nilai dividen tersebut, sebagai pemegang saham pengendali, Kementerian BUMN akan mengantongi cuan Rp49,58 triliun dari setoran  dividen Himbara. Nilai tersebut meningkat 21,7% dari setoran dividen Himbara setahun sebelumnya senilai Rp 40,74 triliun. (Yetede)

Dividen Bank Mandiri Rp 33 Triliun, Naik 33,,7%

KT1 08 Mar 2024 Investor Daily (H)
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyetujui pembagian dividen payout ratio 60% dari laba bersih tahun buku 2023 sebesar Rp55,06 triliun, atau senilai Rp33,04 triliun. Nilai tersebut meningkat 33,76% dibandingkan dividen tunai tahun sebelumnya sebesar Rp24,7 triliun. Dengan demikian, dividen tunai yang dibayarkan kepada pemegang saham sementara  Rp353,96 per lembar saham. Sementara itu, 40% dari laba bersih  2023 akan dialokasikan sebagai laba ditahan, atau senilai Rp 22,02 triliun  untuk mendukung ekspansi bisnis. "Dengan mempertimbangkan struktur permodalan perseroan yang kuat, dan untuk memberikan return optimal kepemegang saham, maka laba konsolidasian sebesar Rp 55,06 triliun akan dialokasikan dividen tunai 60%" ujar Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam RUPST. (Yetede)

Laba Mengembang, Bank Menengah Tebar Dividen

HR1 08 Mar 2024 Kontan
Tahun ini boleh jadi merupakan tahun penuh keberkahan bagi para pemegang saham emiten bank. Di tahun ini, para pemegang saham bank bakal dapat guyuran dividen tinggi. Selain bank gede, sejumlah emiten bank di kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 3 juga siap menyebar dividen dari laba bersihnya di sepanjang tahun 2023. Salah satunya PT Bank Permata Tbk. Bank pemilik kode saham BNLI ini bakal menebar dividen dari laba bersih 2023 sebesar Rp 2,59 triliun. Meski begitu, pembagian dividen ini masih perlu mendapat persetujuan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), yang sedianya digelar di April mendatang.

Direktur Keuangan Permata Bank Rudy Basyir Ahmad mengatakan, pihaknya akan melakukan assesment dan perhitungan untuk memastikan keseimbangan tingkat pengembalian modal yang stabil bagi pemegang saham. Selain itu, perlu optimalisasi struktur permodalan bagi pertumbuhan ke depan. "Jadi, soal dividen baru akan disampaikan setelah RUPS," kata Rudy di Paparan Publik Permata Bank, Kamis (7/3). 

Sinyal pembagian dividen juga datang dari Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dan Bank Danamon Tbk (BDMN). Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan menuturkan, pihaknya memastikan bakal membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2023. "Betul, kami membagikan dividen tahun ini. Akan kami umumkan segera," ungkap Lani, kemarin (7/3).Lani belum bersedia membocorkan besaran rasio dividen yang akan diajukan dalam RUPST pada April 2024. Tapi, jika melihat histori, rasio dividen CIMB Niaga selama tiga tahun terakhir konsisten di angka 60%. Dus, jika rasio ini dipertahankan, CIMB Niaga berpotensi menebar dividen Rp 3,88 triliun dari laba bersih Rp 6,47 triliun di 2023.

Sebelumnya, beberapa emiten bank KBMI 3 sudah mengumumkan pembagian dividen untuk tahun buku 2023. Sebut saja PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Bank pelat merah ini telah mengumumkan bakal membagikan dividen senilai Rp 700,19 miliar. Ini setara 20% dari perolehan laba bersih tahun buku 2023 yang sebesar Rp 3,5 triliun (lihat tabel).Selain BTN, ada PT Bank Mega Tbk (MEGA) yang akan menyebar dividen. Bank milik pengusaha Chairul Tanjung ini telah memutuskan menebar dividen Rp 2,45 triliun atau 70% dari laba bersih 2023 senilai Rp 3,5 triliun.

Dividen Bank Pelat Merah Semakin Merekah

HR1 08 Mar 2024 Kontan (H)
Rangkaian agenda rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) sejumlah bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah selesai digelar. Hasilnya, seluruh bank pelat merah sepakat membagikan dividen bagi pemegang saham. Dividen ini akan dibagi emiten bank BUMN dari perolehan laba bersihnya di tahun buku 2023. Terbaru, Bank Mandiri Tbk (BMRI) membagikan total dividen senilai Rp 33,03 triliun, atau sekitar Rp 353,95 per saham. Bila dihitung berdasarkan harga saham pada penutupan bursa kemarin, yield dividen BMRI sekitar 4,99%.Besaran dividen ini setara 60% dari total laba bersih tahun 2023 yang senilai Rp 55,1 triliun. Pembagian dividen ini ditetapkan dalam RUPST yang digelar Kamis (7/3). 

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengungkapkan, besaran dividen tersebut telah disesuaikan dengan posisi likuiditas dan permodalan yang dimiliki Bank Mandiri. "Kami akan terus memacu pengembangan bisnis dan layanan untuk memenuhi ekspektasi stakeholder," ujarnya, kemarin. Jika dicermati, besaran nilai dividen BMRI menempati posisi kedua di bawah Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Bank berkode saham BBRI ini berkontribusi paling besar terhadap total dividen bank BUMN. Untuk tahun buku 2023, BRI menebar dividen sebesar Rp 48,1 triliun atau sekitar 80% dari labanya. 

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan, pihaknya bakal menjaga rasio dividen di kisaran angka sebesar 80%, setidaknya selama lima tahun ke depan. Rencana tersebut telah memperhitungkan posisi permodalan kuat yang dimiliki BRI saat ini, yakni dengan CAR berada di level 27%. Besaran dividen Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga tak bisa dianggap remeh. Tahun ini, BNI akan membagi dividen senilai Rp 10,45 triliun. Nilai ini setara Rp 280,5 per saham. Menariknya, rasio pembayaran dividen BNI melonjak jadi 50% dari tahun sebelumnya hanya 40%. 

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar bilang, kenaikan rasio dividen ini disokong permodalan BNI yang cukup tebal. Namun, Royke tak mau mengumbar janji apakah akan terus memperbesar rasio dividen di tahun depan. "Belum ada proyeksi rasio dividen tahun depan," ujar Royke. 

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai, saham-saham bank BUMN semakin menarik dengan adanya dividen. Terlebih, yield dividen ada yang hampir mencapai 5%.

BTN Ingin Tingkatkan Rasio Dividen Jadi 25%

KT1 07 Mar 2024 Investor Daily (H)
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyetujui pembagian dividen sebesar 20% atau senilai Rp 700,19 miliar dari laba bersih tahun buku 2023 yang sebesar Rp3,5 triliun. Untuk tahun depan, sejalan dengan kerja sama yang positif 2024, diharapkan rasio dividen  juga bisa meningkat. Smenetara 80% atau sejumlah Rp 2,8 triliun akan digunakan sebagai saldo ditahan untuk pengembangan usaha perseroan mendukung permodalan. "Kalau RBB (rencana bisnis bank) bisa dicapai, kami coba ekselerasi meningkatkan dividden payout ratio 25% mungkin ya, tapi kami lihat dulu," ungkap Direktur Utama BTN Nixon L.P Napitupulu. (Yetede)

RSUPT 2024: BRI Bagikan Dividen Rp48,10 Triliun

KT1 04 Mar 2024 Investor Daily (H)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk  atau BRI menggelar rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2024 di Jakarta (01/03/2024). Pada RUPST saat ini, perseroan setuju untuk membagikan dividen sebesar Rp48,10 triliun atau dividen, setara dengan dividend payout rasio kurang lebih 80,04 dari laba antribusi. Adapun dividien yang dibagikan BRI tersebut mengalami peningkatan sebesar Rp10,59% dibandingkan nominal yang dibayarkan tahun 2023 sebesar Rp43,49 triliun. Pada Press Conferens RPUST 2024, Direektur Utama BRI  Sunarso menungkapkan bahwa perbankan perseroan memiliki struktur modal yang kuat dan likuiditas yang cukup dalam rangka ekspansi bisnis dan antisipasi risiko yan mungkin terjadi dalam pengelolaan bank. (Yetede)