;

Dividen Bank Pelat Merah Semakin Merekah

Ekonomi Hairul Rizal 08 Mar 2024 Kontan (H)
Dividen Bank Pelat Merah Semakin Merekah
Rangkaian agenda rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) sejumlah bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah selesai digelar. Hasilnya, seluruh bank pelat merah sepakat membagikan dividen bagi pemegang saham. Dividen ini akan dibagi emiten bank BUMN dari perolehan laba bersihnya di tahun buku 2023. Terbaru, Bank Mandiri Tbk (BMRI) membagikan total dividen senilai Rp 33,03 triliun, atau sekitar Rp 353,95 per saham. Bila dihitung berdasarkan harga saham pada penutupan bursa kemarin, yield dividen BMRI sekitar 4,99%.Besaran dividen ini setara 60% dari total laba bersih tahun 2023 yang senilai Rp 55,1 triliun. Pembagian dividen ini ditetapkan dalam RUPST yang digelar Kamis (7/3). 

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengungkapkan, besaran dividen tersebut telah disesuaikan dengan posisi likuiditas dan permodalan yang dimiliki Bank Mandiri. "Kami akan terus memacu pengembangan bisnis dan layanan untuk memenuhi ekspektasi stakeholder," ujarnya, kemarin. Jika dicermati, besaran nilai dividen BMRI menempati posisi kedua di bawah Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Bank berkode saham BBRI ini berkontribusi paling besar terhadap total dividen bank BUMN. Untuk tahun buku 2023, BRI menebar dividen sebesar Rp 48,1 triliun atau sekitar 80% dari labanya. 

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan, pihaknya bakal menjaga rasio dividen di kisaran angka sebesar 80%, setidaknya selama lima tahun ke depan. Rencana tersebut telah memperhitungkan posisi permodalan kuat yang dimiliki BRI saat ini, yakni dengan CAR berada di level 27%. Besaran dividen Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga tak bisa dianggap remeh. Tahun ini, BNI akan membagi dividen senilai Rp 10,45 triliun. Nilai ini setara Rp 280,5 per saham. Menariknya, rasio pembayaran dividen BNI melonjak jadi 50% dari tahun sebelumnya hanya 40%. 

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar bilang, kenaikan rasio dividen ini disokong permodalan BNI yang cukup tebal. Namun, Royke tak mau mengumbar janji apakah akan terus memperbesar rasio dividen di tahun depan. "Belum ada proyeksi rasio dividen tahun depan," ujar Royke. 

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai, saham-saham bank BUMN semakin menarik dengan adanya dividen. Terlebih, yield dividen ada yang hampir mencapai 5%.
Download Aplikasi Labirin :