;

Bonanza Saham Para Bankir Tajir

Ekonomi Hairul Rizal 16 Mar 2024 Kontan (H)
Bonanza Saham Para Bankir Tajir

Musim pembagian dividen akan semakin menambah pundi-pundi para bankir yang selama ini banyak mengempit saham perusahaan yang mereka pimpin. Belum lagi, bonus dan tantiem mereka juga naik seiring pertumbuhan kinerja tahun 2023. Berdasarkan riset KONTAN, dari 10 bankir yang mendulang cuan paling besar dari kepemilikan saham bank yang mereka pimpin, kebanyakan berasal dari Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan Bank Mandiri Tbk (BMRI). Hanya, ada satu bankir bank lain yang nyempil di daftar tersebut, yakni Arief Harris Tanjung, Direktur Utama Bank Jago Tbk (ARTO). Bankir BBCA menempati posisi tiga teratas daftar tersebut. Bankir paling tajir adalah Presiden Komisaris BBCA Djohan Emir Setijoso. Berdasarkan harga penutupan BCA, kemarin, total nilai kekayaaan Djohan dari kepemilikan saham BBCA mencapai sekitar Rp 1,08 triliun.Dari dividen, ia meraup pendapatan Rp 28,78 miliar. Sedangkan rata-rata bonus dan tantiem yang dikantongi direksi dan komisaris BBCA di 2023 sekitar Rp 38,8 miliar. Presiden Direktur BBCA Jahja Setiaatmadja berada di urutan kedua. Nilai kekayaan Jahja pada saham mencapai sekitar Rp 333,1 miliar.

Nilai itu berasal dari kepemilikan 32,81 juta saham BBCA. Dari dividen BBCA, ia memperoleh cuan sebesar Rp 8,86 miliar. Jahja belum memiliki rencana untuk melakukan profit taking atas kepemilikan sahamnya. Info saja, harga saham BBCA sudah naik 7,98% sepanjang tahun berjalan. Kemarin, harganya bertengger di level Rp 10.150 per saham. Di urutan ketiga ada Subur Tan selaku Direktur BBCA. Ia memiliki kekayaan Rp 105 miliar dengan mengempit 10,35 juta saham BBCA. Kekayaannya dari setoran dividen Rp 2,79 miliar sera bonus dan tantiem sekitar Rp 38,8 miliar. Sementara itu, Alexandra Askandar jadi bankir bank pelat merah paling kaya dari kepemilikan saham bank tempat ia bekerja. Ia tercatat paling banyak menggenggam saham BMRI dibanding dengan pengurus BMRI lainnya, mencapai 9,24 juta unit saham. Pengamat Pasar Modal Budi Frensidy menilai, sejatinya para bankir tidak wajib mempunyai saham dari perusahaan tempat mereka bekerja. Kalau punya, mereka punya hak sama seperti pemegang saham lainnya, yaitu menerima dividen, menikmati capital gain, serta profit taking. Senior Faculty LPPI Moch Amin Nurdin menilai, hal wajar jika jajaran direksi maupun komisaris bank memiliki kekayaan dari kepemilikan saham pada bank yang mereka pimpin.

Download Aplikasi Labirin :