Dividen Jadi Bahan Bakar Utama Bursa Saham
Sentimen pembagian dividen oleh sejumlah emiten menjadi angin segar bagi pasar saham Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global dan kinerja IHSG yang masih melemah. Felix Darmawan, ekonom Panin Sekuritas, menilai bahwa musim dividen kuartal II/2025 dapat memberikan dorongan jangka pendek terhadap IHSG, meski masih dibayangi risiko eksternal seperti kebijakan tarif AS dan potensi resesi.
Maximilianus Nico Demus dari Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan bahwa kekuatan dividen dalam menarik investor sangat tergantung pada besarnya dividend yield dan kualitas fundamental perusahaan. Ia memperingatkan risiko dividend trap jika yield tinggi tidak diiringi oleh kinerja yang solid.
Hendra Wardana, pengamat pasar modal sekaligus founder Stocknow, menyebut bahwa emiten dengan kombinasi dividend yield tinggi dan fundamental kuat akan menjadi incaran investor yang mencari pendapatan pasif dan portofolio defensif. Sektor perbankan dan energi diprediksi tetap menjadi tulang punggung penggerak IHSG.
Dari sisi emiten, para direksi seperti Indriyanti Rafi Sukmawati (PRDA), Suresh Vembu (AKRA), dan Hendrix Pramana (ASGR) menunjukkan optimisme terhadap prospek bisnis meski tetap membagikan dividen dalam jumlah besar. Mereka menegaskan bahwa strategi ekspansi dan pertumbuhan tetap dijalankan seiring konsistensi dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
Dengan demikian, meskipun sentimen dividen mendukung penguatan pasar, para ahli sepakat bahwa keberlanjutan pemulihan pasar saham tetap bergantung pada fundamental ekonomi dan arah kebijakan global.
Tags :
#DividenPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023