e-commerce
( 474 )Belanja Online Makin Subur di Indonesia
Gubernur Bl Perry Warjiyo sebelumnya memperkirakan total nilai transaksi e-commerce dari para marketplace di 2020 sebesar Rp 253 triliun, atau meningkat 20% dibandingkan dengan pencapaian pada 2019 yang mencapai Rp 210,78 triliun.
Dari total nilai transaksi tersebut diantaranya berasal dari empat marketplace terbesar di Indonesia yang mencapai Rp 276,87 triliun. Sementara, total nilai transaksi 14 markteplace terbesar di Indonesia sepanjang tahun 2020 tercatat Rp 327,49 triliun.
Dengan kondisi tersebut, Perry memperkirakan di 2021 ini transaksi e-commerce bisa mencapai sekitar Rp 337,0 triliun atau naik 33,2% dari perkiraan tahun 2020.
Dompet Digital - Platform Investasi Berkolaborasi
Dompet digital berlomba-lomba bermitra dengan penyelenggara platform investasi untuk meningkatkan jumlah pengguna layanan, seiring meningkatnya minat investasi masyarakat. Salah satu contohnya, saat ini pengguna layanan dompet digital Ovo bisa membeli produk reksadana PT Bareksa Portal Investasi melalui fitur Invest yang terdapat dalam aplikasi Ovo.
Presiden Direktur Ovo sekaligus CEO Bareksa Karaniya Dharmasaputra mengatakan, melalui kerja sama dan integrasi itu, Ovo dan Bareksa memberikan alternatif layanan pembayaran investasi secara lebih luas kepada investor. Sinergi Ovo dan Bareksa ini membuat pembayaran investasi reksa dana menjadi lebih mudah.
Tidak hanya Ovo, pada tahun lalu PT Fintek Karya Nusantara penyelenggara dompet digital Linkaja memulai kerja sama dengan platform investasi Bibit.id untuk menjual produk investasi. Terdapat dua bentuk kerja sama, yakni Linkaja menjadi metode pembayaran di aplikasi Bibit, serta Bibit menjadi platform investasi di Linkaja.
AS Watson Group dan Grab Kerja Sama di Bidang Kesehatan dan Kecantikan
AS Watson Group dan Grab menjalin kerja sama terbesar bidang kesehatan dan kecantikan O+O (online dan offline) di Asia Tenggara yang mencakup enam negara Asia Tenggara dan lebih dari 2.200 gerai Watsons. Grab dan AS Watson Group akaan berkolaborasi di berbagai layanan termasuk GrabExpress dan GrabMart untuk memperluas jangkauan online Watsons di Asia Tenggara melalui platform Grab. Melalui hal ini, pelannggan dapat dengan mudah membeli produk kesehatan dan kecantikan favorit mereka di gerai Watsons melalui aplikasi Grab di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Kerja sama ini akan menawarkan pengalaman berbelanja online dan offline yang efisien dengan layanan pengiriman yang lebih cepat dan handal kepada pelanggan. Hal tersebut akan mendorong lebih banyak penjualan untuk merk kesehatan dan kecantikan yang tersedia di e-Commerce Watsons seperti di aplikasi mobile Watsons dan di GrabMart. Kerja sama ini juga memungkinkan kedua perusahaan untuk menjawab kebutuhan di industri bisnis kesehatan yang meningkat pesat di masa pandemi.
Platform Grab yang terbuka memungkinkan untuk menghubungkan ekosistem Grab dengan ekosistem digital AS Watsons serta meningkatkan kapabilitas kedua platform secara berkesinambungan. Kerja sama dengan AS Watsons Group menghadirkan salah satu ritel kesehatan dan kecantikan paling terpercaya dan dicintai di dunia ke dalam platform Grab.
Belanja Online Tumbuh 30% di Masa Pandemi Korona
Berdasarkan data dari Indonesian E-commerce Association dan We Are Social belanja online di Indonesia mengalami peningkatan 25% hingga 30%.
Co-CEO Gojek indonesia Kevin Aluwi pun mengamini kondisi tersebut. Ini terlihat dari transaksi yang ada di salah satu fitur Gojek, yakni Go Mart. “Selama masa pandemi, pembelanjaan di Go Mart dalam jangka waktu setahun ini naik 7 sampai 8 kali lipat. Pertumbuhannya luar biasa, “ kata Kevin.
Standard Chartered-Bukalapak Dorong Inklusi
Standard Chartered mengumumkan kemitraan dengan Bukalapak guna memajukan perbankan digital. Kemitraan ini diharapkan memberdayakan lebih dari 100 juta pengguna dan 13,5 juta penjual yang ada di dalam ekosistem Bukalapak. Kerja sama mencakup inovasi di bidang jasa keuangan dan e-dagang yang diharapkan mendorong inklusi keuangan di Indonesia.
CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin dalam keterangan pers, Kamis (14/1/2021), menyatakan, perdagangan dan jasa keuangan merupakan aspek penting kesejahteraan masyarakat. “Partisipasi Standard Chartered di Bukalapak memperkuat jajaran pemegang saham dan mitra strategis kami, “ ujarnya. MKN)
Sebanyak 12 Juta UMKM Bakal Tehubung QRIS
Bank Indonesia (Bl) telah melakukan digitalisasi sistem pembayaran untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Termasuk memudahkan cara pembayaran lewat QR Code Indonesian Standard alias QRIS.
Gubernur Bl Perry Warjiyo mengajak perbankan untuk meningkatkan merchant yang tersambung, hingga 12 juta merchant. Angka tersebut mencapai dua kali lipat dari capaian di tahun 2020.
Perry optimistis, dengan terhubung QRIS, UMKM masuk ekosistem digital sehingga memungkinkan mereka untuk bertransaksi tanpa tatap muka. Digitalisasi UMKM ini membuat pembayaran cepat, mudah, aman, dan andal.
Menurut Perry, Bl akan terus berupaya dalam melakukan digitalisasi sistem pembayaran dengan menyambungkan transaksi digital perbankan dengan perusahaan teknologi finansial (tekfin) lewat standardisasi Application Programming Interface maupun Bl Fast Payment 24/7 yang bisa dilakukan secara real time.
Tokopedia dan Gojek Dipastikan Merger
Pertengahan Desember tahun lalu, tanggal 25 Desember pagi, kabar kesepakatan tersebut mulai dibagikan ke beberapa petinggi perusahaan itu di sebuah tempat. Kabarnya para investor yang mendapat informasi merger dua perusahaan dengan valuasi gabungan 18 miliar dollar AS itu juga senang.
Keduanya merupakan perusahaan yang selalu membanggakan produk Indonesia. Apalagi, Tokopedia tak tergoda untuk menjual produk-produk impor (cross border). Mereka konsisten menjual produk-produk usaha di dalam negeri. Gojek pun demikian. Mereka selalu merasa bahwa Gojek adalah produk Indonesia yang mendunia. Resistensi pasar karena isu nasionalisme dan lain-lain, yang kadang mudah muncul dalam sebuah aksi korporasi, akan berkurang.
Kini, para investor dan petinggi perusahaan teknologi tersebut tengah memikirkan nama perusahaan gabungan itu dan juga pimpinan puncaknya. Bentuk dari perusahaan ini kabarnya sudah disepakati, yaitu ada perusahaan payung dengan lini antara lain sistem pembayaran (Gopay), logistik (Gosend, Gofood, dan Gobox), serta lini perdagangan (Tokopedia) yang masing-masing memiliki CEO.
Survei Home Credit: Belanja Online Marak Selama Pandemi
Pandangan yang
menyatakan era industri ritel
sudah berlalu tampaknya sudah menjadi anggapan umum
banyak orang. Bahkan, topik
pencarian frase “akhir dari belanja offline” di Google News pun
memberikan puluhan juta referensi berita. Padahal, kondisi
yang sebenarnya jauh lebih
kompleks dari apa yang kita
lihat.
Hal ini terlihat dari survei
perilaku belanja pelanggan yang
dilakukan PT Home Credit
Indonesia dalam dua pekan
terakhir Agustus 2020 terhadap
lebih dari 2.500 responden di
Indonesia. Survei ini dilakukan
untuk mendapatkan sejumlah
pemahaman seperti produk apa
saja yang banyak dibeli pelanggan di berbagai outlet; seberapa
sering pelanggan berbelanja;
hingga jenis pembayaran yang
mereka gunakan.
“Survei ini tidak hanya memberikan informasi mengenai
volume transaksi yang dilakukan di toko tradisional dan
transaksi yang dilakukan secara
online. Lebih jauh lagi, survei
ini memberikan informasi tentang alasan mengapa pelanggan memilih cara belanja, baik
secara konvensional maupun
online serta bagaimana mereka
mengambil keputusan dalam
cara mereka berbelanja,” terang
President Director PT Home
Credit Indonesia Animesh Narang dalam keterangan tertulis,
Rabu (6/1/2021).
Survei Home Credit berhasil
mengungkap data dan wawasan
mengenai preferensi customer
dalam berbelanja baik ke gerai
ritel modern, pasar tradisional,
serta beragam toko online. Survei yang sama juga menunjukkan bahwa metode pembayaran
cash-on-delivery (COD) masih
banyak digunakan di toko online, disusul oleh kartu debit,
atau transfer antarbank.
Di sisi lain, hasil yang cukup
berbeda juga terlihat dari penggunaan layanan keuangan seperti pembayaran tagihan atau
cicilan, yang ternyata masih
banyak dilakukan di minimarket
modern serta digunakan secara
berkala oleh sepertiga pelanggan yang disurvei
Hal ini bisa juga menjadi indikasi bahwa pemilik gerai belanja modern seperti supermarket mungkin tidak perlu fokus menawarkan produk makanan untuk menarik pelanggan baru dan tetap. Sebaliknya, mereka harus fokus ikut berpartisipasi dalam persaingan online.
Survei Home Credit menunjukkan bahwa 79% orang Indonesia pernah berbelanja secara
online dalam 3 bulan belakangan
sebelum mengikuti survei. Hal
ini menunjukan bahwa layanan
e-commerce semakin penting
akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama
pandemi dan diprediksi terus
berkembang ke depannya. Belanja online banyak dipilih oleh
pelanggan untuk produk fashion,
perhiasan, furniture/dekorasi
rumah, dan gadget elektronik.
Sementara itu, proses digitalisasi telah mengubah perilaku
konsumen dalam berbelanja
dengan adanya pilihan yang
lebih beragam, yang mempengaruhi pengambilan keputusan,
tuntutan harga untuk semakin
kompetitif, serta mendorong
persaingan dengan pasar tradisional. Animesh menjelaskan,
implikasinya bagi bisnis adalah
untuk mendiversifikasi pilihan
metode pembayaran dan pembiayaan mereka, baik dalam
platform belanja online maupun
offline.
Ekonomi Digital : Penyatuan Bakal Ubah Lanskap E-Dagang dan Transportasi Daring
Penyedia layanan transportasi daring dan pembayaran, Gojek, dikabarkan sedang dalam pembicaraan lanjutan tentang merger dengan pionir e-dagang Tokopedia. Jika terwujud, penyatuan keduanya dinilai bakal berdampak mengubah lanskap jasa transportasi daring dan e-dagang nasional.
Menurut Co-founder dan Managing Partner East Ventures Willson Cuaca, penyatuan Tokopedia dan Gojek akan membuka pintu bagi perusahaan hasil merger untuk memperluas bisnis dan menyediakan layanan yang lebih beragam. East Ventures adalah perusahaan modal ventura investor pertama Tokopedia. “Merger Tokopedia dan Gojek berpotensi membangun super-app lokal,” ujarnya saat dihubungi, Selasa.
Penggabungan memperkuat ekosistem yang telah dibangun masing-masing perusahaan. Gojek dapat memperkuat bisnis ritel dan logistik, sedangkan Tokopedia menguatkan layanan pengiriman instan.
Meskipun demikian, penyatuan perusahaan dapat memperlemah persaingan dan mengarah ke pasar duopoli lantaran kompetitor lain lebih sulit memperoleh pendanaan, khususnya di sektor e-dagang. Pemain e-dagang berpotensi akan mengerucut ke dua besar.
Merger Tokopedia-Gojek, Bisnis E-Commerce Di Pusaran Duopoli
Kompetisi dalam industri perdagangan elektronik Tanah Air dikhawatirkan bakal melahirkan ekosistem duopoli jika PT Tokopedia benar-benar melancarkan aksi merger dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek). dampak paling nyata pascaaksi korporasi tersebut adalah mengerucutnya baku saing antara Shopee dan Tokopedia selaku dua platform dagang paling superior di Indonesia. Kedua platform tersebut merajai pasar dagang di Tanah Air jika ditilik dari indikator jumlah pengguna dan popularitas.
Melalui merger dengan Gojek, Tokopedia akan lebih diuntungkan ketimbang Shopee. Sebab, platform besutan William Tanuwijaya itu berkesempatan memanfaatkan jasa, layanan, pengguna dan ekosistem superapp yang dimiliki Gojek. Efek domino lainnya, adalah makin masifnya perang diskon antara Tokopedia dan Shopee seiring dengan kian sengitnya persaingan para investor di balik kedua korporasi itu. Wacana merger yang digaungkan Tokopedia dan Gojek ditujukan untuk menunjang efisiensi perusahaan, terutama dalam menekan biaya operasional. Selama ini Tokopedia dan Gojek belum menemukan bentuk ideal dari pelayanan mereka sehingga merger akan menjadi strategi efisiensi yang efektif bagi keduanya.
Bila Hasil merger tersebut terbukti membuat perusahaan lebih efisien, Tokopedia dapat menawarkan harga yang lebih murah. Efeknya, platform lain akan kian sulit menandinginya. Pun demikian, memperingatkan terjadinya persaingan usaha yang makin meruncing di dua platform dagang dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia. Sumber Bloomberg sebelumnya mengabarkan Tokopedia dan Gojek mencapai tahap final negosiasi merger. Konon, keduanya telah meneken lembar persyaratan terperinci untuk uji tuntas bisnis masing-masing. Perusahaan gabungan ini juga akan berencana melantai di pasar modal Amerika Serikat (AS) dan Indonesia.
Pilihan Editor
-
Waspada Robot Trading Berbasis MLM dan Ponzi
31 Jan 2022 -
Awasi Distribusi Pupuk
31 Jan 2022 -
Bahaya Pencucian Uang dari NFT
30 Jan 2022 -
Ikhtiar Mengejar Pengemplang BLBI
29 Jan 2022









