;
Tags

e-commerce

( 474 )

Pengiriman Ekspres Selama Covid-19, Harbolnas Bangkitkan Jasa Kurir

Ayutyas 13 Nov 2020 Bisnis Indonesia

Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) Mohamad Periadi mengatakan momentum Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) bakal membawa angin segar bagi pengiriman paket selama pandemi Covid-19. Menurutnya, Harbolnas akan menutup pemasukan yang hilang dari lini bisnis pengiriman kurir antar-perusahaan akibat terdampak kebijakan pembatasan sosial berskala besar.

Feriadi yang juga Direktur Utama PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menyatakan belum bisa menyampaikan persentase lonjakan pengiriman selama momen Harbolnas 11.11. Alasannya, data peningkatan pengiriman barang dimiliki perusahaan kurir atau pelantar dagang-el yang melaksanakan promosi Harbolnas. Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Asperindo Trian Yuserma menambahkan ada beberapa perusahaan jasa kurir terdampak pandemi Covid-19 walaupun ada Harbolnas.

Chief Marketing Officer PT Sicepat Ekspres Wiwin Dewi Herawati menuturkan Sicepat mengintegrasikan teknologi informasi (TI) dengan pelantar dagang-el selama Harbolnas 11.11. Salah satu produk andalannya adalah Halu atau Harga Mulai Rp5.000 yang sangat membantu untuk mendongkrak kenaikan bisnis sekaligus membantu menggerakan perekonomian selama pandemi.

CEO J&T Express Robin Lo menuturkan perusahaannya mempersiapkan beberapa bulan sebelum Harbolnas 11.11 berlangsung, mulai dari penambahan armada, SDM, hingga perlengkapan lainnya. Untuk layanan baru, dia meluncurkan J&T Eco yang memberikan tarif terjangkau. Layanan ini baru tersedia di marketplace Shopee dan pengiriman di area Jabodetabek.

Pemain utama jasa pengiriman ekspres JNE juga tidak mau ketinggalan. VP of Marketing JNE Eri Palgunadi menyatakan perusahaannya memberikan promosi gratis ongkos kirim pada Harbolnas 11.11. Eri juga menambahkan JNE menyiapkan dua langkah utama agar tetap beroperasi pada masa pandemi Covid-19.

CEO Anteraja Suryanto Tjoeng menuturkan, menghadapi Harbolnas, Anteraja menyiapkan promosi menarik bagi pelanggan, serta memberikan layanan penjemputan barang dari pengirim tanpa batas minimal. Saat ini, Anteraja menargetkan segmen B-to-B di samping memperluas jaringan kerja sama dengan e-commerce dan terus melakukan pembukaan layanan di kota-kota baru dan penguatan kurir Anteraja.


#APK

Belanja Online Makin Semarak di Akhir Tahun

Sajili 12 Nov 2020 Kontan

Para pelaku bisnis e-commerce meyakini volume dan nilai transaksi pada pergelaran festival belanja 11.11 tahun ini meningkat dibandingkan realisasi tahun lalu. Pada 2019, nilai transaksinya bisa mencapai Rp 9,1 triliun.

Ketua Umum Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA), Bima Laga mengatakan, meski di tengah pandemi korona (Covid-19), transaksi belanja online selalu meningkat setiap bulan. “Sejauh ini, sejak masa awal pandemi tren dan transaksi belanja online sebenarnya masih bagus dan terus meningkat. Jadi pada festival belanja online 11.11, pasti akan bagus”, ujar dia kepada KONTAN, Rabu (11/11).

Para pebisnis e-commerce menggelar festival belanja online 11.11 untuk mendorong perputaran kegiatan ekonomi di Indonesia. “Jika berkaca pada pergelaran Harbolnas 11.11 dan 12.12 tahun lalu, menurut Nielsen transaksi bisa mencapai Rp 9,1 triliun, maka tahun ini bisa lebih,” sambung Bima.

Yolanda Nainggolan, Vice President of Public Relations Blibli mengemukakan, di tengah pandemi atau selama April hingga September 2020, pihaknya mendulang kenaikan transaksi dua kali lipat secara tahunan. Pada Harbolnas bulan lalu melalui Blibli Histeria 10.10, volume order selama periode tersebut meningkat empat kali lipat ketimbang transaksi rata-rata year-to-date (ytd).

Kinerja platform Shopee juga cukup positif. Dalam 1 jam pertama sejak festival belanja 11.11 dimulai pada tengah malam kemarin, Shopee melihat peningkatan transaksi hingga enam kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Di momen 11.11, Bukalapak juga menebar diskon hingga 90%, voucher diskon, flash deal spesial setiap hari selama periode berlangsung, promo sembako, serta gratis ongkir. “Khusus 10-12 November, Bukalapak membagikan cashback hingga Rp 2,5 juta bagi para pelanggan,” ungkap Erick Wicaksono, Vice President of Marketing Bukalapak.


Investasi Deras ke Bisnis Uang Elektronik

Sajili 11 Nov 2020 Kontan

Perusahaan uang elektronik masih terus mendapatkan pendanaan dari investor.Yang terbaru, LinkAja. Perusahaan ini mengumumkan baru saja mendapatkan pendanaan sejumlah investor yang dipimpin oleh Grab.

Haryati Lawidjaja, Direktur Utama LinkAja menjelaskan, LinkAja meyakini, kerja sama strategis yang didukung oleh investasi dan kekuatan teknologi Grab ini akan memperkuat layanan perusahaan tersebut. Terutama dalam menghadirkan solusi memberikan akses ke keuangan dan ekonomi bagi masyarakat Indonesia.

Langkah Grab ini memang semakin menguatkan perusahan transportasi online tersebut di bisnis pembayaran. Sebelumnya Grab juga membenamkan investasi di Ovo. “Kolaborasi LinkAja dan ekosistem digital kami yang di dalamnya termasuk Ovo dan Tokopedia memungkinkan kami menyediakan beragam layanan cashless bagi masyarakat Indonesia,” tutur Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia.

Ovo juga menganggap pendanaan Grab ke Link Aja merupakan bagian dari penguatan ekosistem “Kebutuhan pasar saat ini masih sangat besar dan belum berhasil dijawab oleh pelaku transaksi pembayaran yang ada,” ujar Head of Corporate Communication OVO Harumi Supit.


Ovo dan Gopay Menantang Perbankan

Sajili 10 Nov 2020 Kontan

Kehadiran pemain fintech di bisnis transaksi pembayaran elektronik akan menyaingi perbankan. Data Bank Indonesia (BI) di akhir 2019 menunjukkan dua pemain uang elektronik yakni Ovo dan Gopay masuk dalam daftar lima besar pangsa pasar sistem pembayaran. Ovo menguasai sekitar 9%, diikuti Gopay sebesar 8,4%.

Data seluruh transaksi pembayaran ini mencakup kartu debit, kartu kredit dan uang elektronik. Pencapaian pemain uang elektronik ini memang cukup mengesankan karena masih bisa dianggap sebagai pemain baru di industri keuangan.

“Pada akhir 2015, sistem pembayaran masih didominasi oleh perbankan. Namun pada akhir 2019, peranan non-bank sudah mulai muncul. Jadi perkembangannya luar biasa,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng Senin (9/11) kemarin dalam acara diskusi Indonesia Fintech Society (IFSoc).

Dari 10 besar penguasa pasar di transaksi pembayaran, lima pemain uang elektronik kian perkasa menantang perbankan. Sementara dari transaksi uang elektronik pemain fintech sendiri, Ovo masih mempin dibandingkan pesaingnya dari Bank Mandiri dan Gopay. Ovo memiliki pangsa pasar hingga 20% diikuti Gopay dan Bank Mandiri yang masing-masing menguasai 19%.


Potensi Ekonomi Digital Indonesia Masih Menarik

Sajili 06 Nov 2020 Kontan

Nilai pasar ekonomi digital Indonesia telah menembus US$ 40 miliar pada tahun lalu dan berpotensi menyentuh US$ 133 miliar di tahun 2025. Pasalnya, Indonesia akan menguasai pasar digital di kawasan Asia Tenggara dengan potensi sumber daya yang besar dan jumlah populasi penduduk yang terus bertambah.

Segmen e-commerce dan marketplace dinilai tumbuh pesat, salah satu pemain utama e-commerce Indonesia, Tokopedia dilaporkan bakal mendapat kucuran dana US$ 350 juta atau Rp 5,1 triliun dari raksasa teknologi Google dan perusahaan investasi milik pemerintah Singapura, Temasek Holdings.

Baru-baru ini, Sociolla juga meraih pendanaan senilai Rp 841 miliar dari Temasek, Pavilion Capital dan Jungle Ventures . Kabar teranyar, Bukalapak bakal mendapatkan suntikan dana dari Microsoft, meski belum gamblang berapa bocoran pendanaan yang diberikan.

Laporan Bloomberg menyebutkan Microsoft telah menyetujui investasi US$ 100 juta di Bukalapak. Namun CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin tak membeberkan secara spesifik berapa dana dari perusahaan raksasa software tersebut. Dalam program itu, Bukalapak akan mengadopsi Microsoft Azure sebagai platform cloud perusahaan.

Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) Bima Laga menilai, perkembangan start-up di Indonesia masih cukup menarik bagi investor. Hal itu didorong potensi pasar digital di Indonesia yang masih sangat besar. Sederet keunggulan Indonesia seperti potensi bonus demografi dengan populasi milenial yang tinggi. Kelompok usia milenial dikenal akrab dengan dunia digital, sehingga investasi di dunia digital menjadi menarik.

Di samping itu, minat investor masuk perusahaan start-up tidak terlepas dari inovasi digital para pelaku usaha rintisan teknologi. “Kedua faktor ini menjadi alasan tren penyaluran dana dari investor ke perusahaan start-up masih banyak terjadi di tengah pandemic,” sebut Bima kepada KONTAN, Rabu (4/11).


Pandemi Covid-19 Percepat Pertumbuhan e-Commerce

Ayutyas 05 Nov 2020 Bisnis Indonesia

Dalam survei kepada 2.987 responden yang dilakukan pada Juni 2020 itu, Sirclo menemukan dua hal utama. Pertama, tingginya akselerasi adopsi e-commerce selama pandemi Covid-19. Kedua, tumbuhnya tren social commerce, yaitu transaksi jual-beli daring (online) melalui aplikasi percakapan dan media social.

CEO dan Founder Sirclo Brian Marshal mengatakan, adanya pandemi Covid-19 justru lebih mengakselerasi industry e-commerce di Indonesia. Proyeksi pertumbuhannya pun diprediksi mencapi 91% pada 2020 ini, jauh melampaui proyeksi ssebelumnya yang hanya sekitar 54%. Menurut dia, 90% populasi Indonesia akan menggunakan smartphone pada 2025. Sejalan dengan itu, total pengguna smartphone yang mengadopsi internet pun akan meningkat 77%. Dua hal tersebut turut mendorong industry ekonomi digital meningkat tiga kali lipat dalam rentang tahun 2019-2025.

Sebagai e-commerce enabler terdepan di Indonesia, Sirclo kini melayani ratusan pemlik usaha untuk meningkatkan penjualnnya di berbagai lapak daring (marketplace), anatara lain Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak, dan Blibli.com. Melalui Sirclo Comemerce Sirclo menangani proses penjualan end-to-end di marketplace.

Transaksi e-commerce Bisa Dua Kali Lipat

Sajili 22 Oct 2020 Kontan

Transaksi digital, terutama e-commerce terus melaju. Gubernur BI Perry Warjiyo membeberkan total nilai transaksi e-commerce terus meningkat pada tahun ini seiring dengan adanya pandemi yang membelenggu aktivitas masyarakat. Hal ini sejalan dengan data yang diterima KONTAN dari bank sentral.

Total nilai transaksi di 4 portal marketplace di Indonesia pada Agustus 2020 tercatat Rp 21,95 triliun atau naik 4,77% mom dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp 20,95 triliun.

Sedangkan total nilai transaksi perdagangan barang dari bulan Januari 2020 hingga Agustus 2020, sebesar Rp 157,31 triliun, atau sudah mendekati total nilai transaksi marketplace di sepanjang tahun 2019 yang sebesar Rp 205,5 triliun.

“Perkiraan kami, akan berada di Rp 429 triliun hingga akhir tahun 2020 ini. Sejalan dengan kenaikan transaksi e-commerce, transaksi digital banking dan transaksi uang elektronik juga meningkat,” kata Perry, Rabu (21/10).

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira melihat, peningkatan nilai transaksi di marketplace ini disebabkan oleh semakin bergantungnya masyarakat terhadap belanja secara online. “Selain itu, masyarakat juga nampak nyaman untuk berbelanja online, katanya ke KONTAN,“ Rabu (21/10).

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy  dan Bhima memprediksi transaksi marketplace akan semakin meningkat secara gradual. Puncak peningkatan diperkirakan terjadi pada bulan Desember 2020 karena ada momen Natal dan Tahun Baru.


Bisnis e-Commerce Tumbuh Pesat

Sajili 22 Oct 2020 Tribun Timur

Terbatasnya ruang gerak masyarakat selama pandemi Covid-19, mengakibatkan banyak orang memenuhi kebutuhannya dengan melakukan transaksi secara digital melalui platform e-commerce. Pada semester 1-2020 terjadi kenaikan transaksi e-commerce sebanyak dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2019.

“Pertumbuhan e-commerce sangat pesat tumbuh dan pada awal masuk ke Indonesia, sempat diragukan konsumen, seiring perjalanan waktu kepercayaan terhadap e-commerce terus membaik,” kata Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi saat jadi narasumber pada acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2020 secara virtual, Rabu (21/10).

Tak heran, lanjut Inarno, Indonesia kini merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan e-commerce terbesar dunia. “Pasar Indonesia akan terus meningkat dengan bertambahnya jumlah pengusaha, pelaku UMKM, start up dan perubahan pelaku konsumen Indonesia dari belanja fisik ke online,” terangnya.

William Tanuwijaya, Founder Tokopedia, salah satu marketplace besar di Indonesia tak menampik adanya kenaikan transaksi digital dilakukan masyarakat selama masa pandemi. Transaksi digital menggunakan platform e-Commerce pun dinilai sangat membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). “Perusahaan di tingkat desa misalnya, bisa menjadi perusahaan nasional karena tak ada nya lagi keterbatasan akses pasar,” kata William.


Industri Digital Jatim Bergeliat

Sajili 21 Oct 2020 Surya

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim menyebut kontribusi dan potensi sektor industri digital di Jatim cukup besar. Pilot project Jatim IT Creative (JITC) dalam bidang industri elektronika, telematika, dan industri kreatif yakni Jatim IT Creative (JITC) terus menuai hasil yang positif.

“Kami menilai bahwa sektor digital melalui e-commerce dan startup merupakan salah satu sektor potential winner pada masa pandemi ini. Hal ini terjadi karena ada perubahan pola hidup masyarakat yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sehingga akses penggunaan internet termasuk media sosial meningkat,” kata Drajat Irawan, Kepala Disperindag Jatim saat mengunjungi Startup Mocca Animation Studio Malang, Selasa (20/10).

Berdasarkan data yang dihimpunnya pada tahun 2019, di Jawa Timur sendiri terdapat 281 startup, dengan dominasi jumlah startup terbanyak berada di kota Surabaya dan malang. “Surabaya menyumbang sekitar 98 pelaku industri digital yang bergerak pada pengelolaan bisnis startup digital, kemudian setelahnya disusul oleh Malang sebesar 70, serta sebaran kota-kota di Jawa Timur lainnya yang menjadi basis dari industri digital antara lain Sidoarjo, Banyuwangi, Kediri, Jember dan masih banyak yang lainnya,” jelasnya.

Adapun, beberapa bidang yang digeluti oleh pelaku startup digital di Jatim, diantaranya seperti e-commerce, pembayaran kuliah secara online, investasi bitcoin, fintech, drone, jasa animation, game developer, penyedia layanan web, link business n people, layanan travel, kesehatan dan lain-lain.

Salah satu bukti keberhasilan kinerja JITC diakui Mocca, startup binaan JITC asal Malang sejak 2012 dan kini telah mandiri dan kian sukses dalam mengembangkan bisnis startup digitalnya.

“Kini Mocca berhasil merambah pasar luar negeri dengan mengerjakan project-project yang berasal dari Itali, Kanada, Amerika Serikat (AS), India, Thailand, Filipina, dan lain-lain,” kata Drajat.

Chief Operating Officer (COO) Mocca, Irwanto mengatakan, fokus bisnis startup yang dikelola oleh Mocca adalah pembuatan animasi yang berhubungan dengan film, aplikasi, dan beberapa produk turunannya. Kini omzet bisnis komunitas ini mencapai Rp 200 juta per bulan.


E-Commerce Makin Ramai Cicipi Bisnis Pinjaman ke UMKM

Sajili 12 Oct 2020 Kontan

Bisnis fintech peer to peer (P2P) lending semakin menjadi incaran perusahaan e-commerce di Indonesia. Potensi bisnis khususnya pembiayaan produktif atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang besar menjadi alasan pelaku e-commerce menggandeng pelaku fintech lending untuk menggarap bisnis ini.

Tokopedia, yang masuk bisnis ini melalui Dhanapala, memberikan layanan pinjaman berbasis daring kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Berdasarkan situs resmi Dhanapala, perusahaan ini telah menyalurkan pinjaman Rp 24,2 miliar hingga Maret 2020. Pinjaman tersebut mengalir kepada 4.777 peminjam dengan dana pinjaman berjalan Rp 23,8 miliar.

AVP of Investment Payment Solutions Bukalapak, Dhinda Arisyiya mengatakan, sejak meluncur awal Juli 2020, perusahaan ini telah menyalurkan pembiayaan kepada ratusan mitra Bukalapak. “Kami berhasil menyalurkan pinjaman kepada lebih dari 6.000 kreditur yang aktif”, ujar Dhinda, Jumat (9/10).

Bhinneka juga mengajak Koinworks mengucurkan pembiayaan modal bisnis kepada UMKM sejak September 2020 melalui Koin bisnis. Fasilitas ini memungkinkan para pelanggan termasuk merchant mendapatkan pembiayaan belanja bisnis, atau belanja modal mulai Rp 5 juta hingga Rp 2 miliar, dengan bunga mulai 0,75% per bulan.