;
Tags

e-commerce

( 474 )

Digitalisasi UMKM di Masa Wabah

Ayutyas 09 Oct 2020 Tempo

Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono mengatakan pandemi Covid-19 telah mengubah kinerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), 72,6 persen pelaku UMKM binaan mengalami penurunan kinerja, baik itu karena berkurangnya omzet maupun karena terhambatnya penyaluran modal.

Meski demikian, ucap Doni, beberapa UMKM justru berhasil menambah saluran pemasaran pada masa sulit ini, pandemi telah menjadi katalisator dalam proses adopsi teknologi di masyarakat.

Doni menilai, sangat relevan bagi UMKM untuk menyesuaikan model bisnis dari konvensional menuju digital dengan memanfaatkan platform digital. BI pun ikut mendorong digitalisasi melalui penyediaan instrumen sistem pembayaran, salah satunya melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Budi Hartawan menuturkan adopsi teknologi digital dapat mendorong UMKM berinovasi dengan produk barang dan jasa. Tingkat literasi dan adopsi teknologi akan menjadi penentu seberapa jauh bisnis dapat melangkah. Sayangnya, banyak UMKM yang masih tertinggal dan belum siap go digital.

Kementerian Koperasi dan UKM juga berencana meluncurkan program rumah koperasi digital bernama IDXCOOP, yang menjadi wadah bagi pelaku koperasi untuk bertukar informasi, pengetahuan, dan pengalaman bisnis.

Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi Rulli Nuryanto menargetkan dapat mendorong 500 koperasi untuk memasuki ekosistem digital hingga akhir tahun ini. Namun, baru sekitar 8 juta atau 14 persen pelaku UMKM yang sudah terdigitalisasi.

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA) Bima Laga menuturkan penjualan melalui platform e-commerce naik sebesar 25 persen selama pandemi, baik untuk kesehatan, kebutuhan sehari-hari, maupun hobi. Hal tersebut mendorong anggota IdEA bersama pemerintah mengusung gerakan Bangga Buatan Indonesia untuk membantu UMKM Indonesia.

Telkomsel-ShopeePay Perluas Layanan

Sajili 08 Oct 2020 Kompas

Integrasi sistem dompet digital diwujudkan ShopeePay dan Telkomsel melalui kolaborasi MyTelkomsel, yang diumumkan Rabu (7/10/2020). Pengguna MyTelkomsel dapat membayar pembelian pulsa atau paket data menggunakan dompet digital ShopeePay.

Menurut Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay Indonesia Eka Nilam, integrasi dengan Telkomsel diharapkan dapat meningkatkan penggunaan ShopeePay.

Adapun GM Digital Product and Service Management Telkomsel Awalludin Subarkat menyebutkan, penjajakan kerja sama dimulai sejak 2020. “Telkomsel membuka peluang integrasi dengan teknologi finansial pembayaran lain, khususnya yang menyediakan fitur bayar nanti,” kata Awalludin.


Sasaran PPN dari Produk Digital Terus Bertambah

Sajili 01 Oct 2020 Kontan

Per 1 Oktober 2020, Kementerian Keuangan mulai menerapkan pajak pertambahan nilai (PPN) 10% bagi produk digital sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 48 Tahun 2020.

Di gelombang pertama, Kementerian Keuangan sudah menerapkan pungutan tersebut mulai 1 Agustus 2020. Kemudian gelombang kedua per 1 September dan gelombang ketiga mulai 1 Oktober. Pada gelombang ketiga, ada 12 perusahaan yang akan memungut PPN 10%. Perusahaan itu antara lain Zoom Video Communication Inc.

Zoom menyatakan mulai 1 Oktober mereka akan memungut PPN 10% atas penjualan kepada pelanggan di Indonesia. Adapun aplikasi Zoom masih memberikan gratis untuk 45 menit pertama. Bukan hanya Zoom, Netflix sudah lebih dulu menjadi perusahaan yang memungut PPN kepada pelanggannya.

Netflix sudah menerapkan biaya berlangganan terbaru pasca penerapan PPN 10% per 1 Agustus 2020. Harga paket dasar non ponsel Rp 109.000 hingga Rp 186.000 per bulan. Adapun paket ponsel Rp 49.000 sampai Rp 54.000 per bulan. Netflix menyatakan jumlah keanggotaan berbayar secara global tumbuh 10,1 juta sehingga jumlah total anggota Netflix bertambah menjadi 193 juta. Sebanyak 22,49 juta dari total jumlah anggota itu berasal dari Asia Pasifik.

Head of Public Policy Government Relation Shopee Indonesia Radityo Triatmojo menuturkan, sebagai pelaku industri e-commerce yang beroperasi di Indonesia, mereka akan beroperasi sesuai ketentuan pemerintah. “Sebagai perusahaan dan juga merchant dalam aplikasi, kami telah menyesuaikan standar prosedur dan regulasi pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 48/PMK.03/2020 untuk basis perusahaan dan penjual,” ujar dia kepada KONTAN, Selasa (29/9).

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira menyatakan, studi Indef menyebutkan potensi transaksi digital di Indonesia hanya Rp 530 miliar pada tahun ini dengan asumsi tingkat kepatuhan pajak 50%. Angka itu hanya setara 0,1% dari target penerimaan PPN tahun 2020 sebesar Rp 507,5 triliun.


Pungutan PPh PMSE Tunggu Kesepakatan Desember

Sajili 28 Sep 2020 Kontan

Pemerintah menyatakan belum akan menerapkan kebijakan pajak penghasilan (PPh) bagi industri e-commerce atau Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) dari luar negeri. Sebab pemerintah harus menunggu kesepakatan global agar tidak terjadi pemajakan berganda antara negara asal dan negara tempat berbisnis.

Hal ini diungkapkan Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal dalam seminar Konfrensi Hukum Virtual Aspek Hukum Penerapan Ekonomi Digital yang digelar oleh Legalaccess.id, di Sabtu (26/9). “Karena ini pajak lintas negara, kami menunggu konsensus global yang kemungkinan besar tercapai akhir tahun ini. Pada prinsipnya pemajakan tidak boleh dobel,” kata Yon Arsal.

Saat ini Indonesia baru mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas konsumen perusahaan digital global yang ada di Indonesia. Pemerintah telah menunjuk 28 e-commerce asing untuk memungut PPN ini. Aturan ini baru berlaku pada 1 Agustus 2020 lalu, dan pelaporan serta pembayaran paling lambat pada terakhir September 2020.


Fintech dan E-Commerce Kian Mesra

Sajili 23 Sep 2020 Kontan

Perusahaan e-commerce terjun ke dalam ekosistem bisnis pinjaman online. Salah satunya, Tokopedia yang masuk bisnis fintech peer to peer (P2P) lending melalui Dhanapala. Tokopedia bisa memberikan layanan pinjaman berbasis daring kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Vice President of Fintech and Payment Tokopedia, Vira Widiyasari ,"Dhanapala adalah P2P lending yang terafiliasi dengan Tokopedia dan tujuannya mempermudah penggiat usaha di Indonesia khusus UMKM lokal. Harapannya mereka mendapatkan akses jasa keuangan termasuk permodalan guna mengembangkan bisnisnya," ujarnya, Selasa (22/9).

Dhanapala merupakan perusahaan telah menyalurkan pinjaman Rp 24,2 miliar hingga Maret 2020. Pinjaman tersebut disalurkan kepada 4.777 peminjam dengan dana pinjaman berjalan Rp 23,8 miliar. Bisnis e-commerce dan pinjaman online belakangan memang tak bisa terpisahkan.

Para pemain mengaku jika belanja online meningkatkan bisnis fintech. Misalnya, PT FinAccel Digital Indonesia pemilik Kredivo mencatat lebih dari 70% porsi transaksi Kredivo berasal dari e-commerce. Kredivo juga mencatat peningkatan frekuensi pembelian di e-commerce pada Semester I-2020 lalu.

Matahari Gandeng Shopee Perkuat Daring

ayu.dewi 15 Sep 2020 Kompas

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) menggandeng Shopee untuk memperkuat strategi pemasaran omni-channel. Director Public Affair MPPA Danny Kojongin menilai, perpaduan kanal penjualan daring dan gerai fisik (omni-channel) mesti diperkuat di tengah pembatasan mobilitas masyarakat akibat pandemi Covid-19. Saat ini 23 gerai hypermart di Jabodetabek  terdaftar di Shopee.




ShopeePay Bidik Gim Online

Sajili 15 Sep 2020 Kontan

PT AirPay International Indonesia pengelola uang elektronik ShopeePay membidik transaksi pembayaran digital untuk gim online. Oleh sebab itu, ShopeePay mengandeng Codashop, layanan pembelian items dan voucer gim yang sudah dikenal luas di kalangan gamers tanah air.Kolaborasi ini memberikan alternatif pembayaran digital yang mudah, aman, dan efisien untuk keperluan gim. Melalui kerja sama ini, para pemain gim online yang jumlahnya mencapai 60 juta dapat lebih mudah melakukan transaksi pembelian dengan ShopeePay.

Penerapan PSBB tentu berpengaruh secara positif terhadap tren bermain gim online. Seiring berkembangnya industri gim online ShopeePay juga ingin turut berpartisipasi dalam menciptakan ekosistem pembayaran yang mudah dan aman bagi para pengguna, ujar Cindy Candiawan, Marketing Manager ShopeePay Indonesia, dalam keterangan resmi, Senin (14/9).


Mengetuk Pintu Ekspor

Sajili 15 Sep 2020 Kompas

Produk usaha mikro, kecil dan menengah juga bisa mengetuk pintu berbagai negara. Syaratnya, berdaya saing. Produk Indonesia dipajang di laman perdagangan secara elektronik atau e-dagang warungkita.ae. Platform e-dagang tersebut mengklaim sebagai warung dalam jaringan atau daring Indonesia pertama di Uni Emirat Arab. Pengunjung laman bisa memilih bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab.

Melalui program Indonesia Grocery Kopitu, Ketua Umum Komite Pengusaha Mikro, Kecil, Menengah Indonesia Bersatu (Kopitu) Yoyok Pitoyo mengatakan, asosiasinya memfasilitasi pelaku UMKM yang hendak mengekspor dan memasarkan produknya ke UEA melalui laman e-dagang yang menyasar diaspora Indonesia.

Yoyok menambahkan, ada proses kurasi produk agar dapat memenuhi aspek legalitas dan kebutuhan pasar. Fasilitas pergudangan juga disiapkan. Pelaku UMKM yang hendak mengekspor produk dengan memanfaatkan fasilitas ini akan didampingi hingga memperoleh kontrak.

Duta Besar RI untuk Abu Dhabi, Husin Bagis, menggarisbawahi arti penting penguatan daya saing. Daya saing terkait pemenuhan standar, kualitas, dan kuantitas, yang bermuara pada harga jual.

Menurut data Badan Pusat Statistik, ekspor kelompok produk pertanian pada Januari-Juli 2020 tumbuh 9,92 persen secara tahunan menjadi 2,06 miliar dollar AS. Kendati berpeluang besar, sektor pertanian masih kerap berhadapan dengan persoalan pembiayaan. Direktur Pembiayaan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Indah Megahwati berpendapat, perbankan masih sangat berhati-hati menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) bagi petani. Alasannya, risiko kredit macetnya masih cukup tinggi.


BPS: Belanja Online Naik Selama Pandemi Covid -19

Sajili 14 Sep 2020 Kontan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, selama pandemi Covid-19 membelenggu Indonesia, mendorong minat masyarakat untuk berbelanja secara online. BPS membedakan masa sebelum dan selama pandemi dengan berdasarkan pada kebijakan pemerintah menerapkan kerja dari rumah atau work from home bagi aparatur sipil negara (ASN), yaitu 17 Maret 2020. Sehingga masa pandemi dihitung mulai April 2020.

Berdasarkan data BPS yang dirilis pekan lalu, rata-rata peningkatan produk terjual di marketplace kurun waktu April 2020-Juni 2020 (masa pandemi) naik 20% dari bulan-bulan sebelumnya. Selain peningkatan minat belanja di marketplace,BPS menangkap pergeseran pola konsumsi masyarakat dimarket place semester I-2020.

BPS mencatat, selama masa pandemi, masyarakat lebih banyak berbelanja kebutuhan perlengkapan rumah dan perawatan kecantikan. Penjualan produk kategori perawatan dan kecantikan dan perlengkapan rumah tangga meningkat drastis selama pandemi. Sementara produk kategori suvenir dan pesta, fotografi, serta buku dan alat tulis mencatatkan penurunan. Penjualan perlengkapan rumah tangga dan perawatan kecantikan mencapai 40 juta-50 juta unit selama periode pandemi berlangsung. Padahal pada periode Januari-Maret 2020 atau sebelum periode pandemi Covid-19, jumlah yang terjual 10 juta-20 juta unit saja.


Satu per Satu Bisnis E-commerce Berguguran

Sajili 04 Sep 2020 Kontan

Daftar perusahaan e-commerce yang berguguran di Indonesia bertambah. Platform belanja online milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk alias Telkom, Blanja.com, resmi tutup per 1 September 2020. Fenomena melemahnya belanja ritel, sektor yang turut menopang bisnis e-commerce, memang terasa di pasar global. Di sepanjang tahun pandemi 2020, rata-rata penjualan ritel dunia diperkirakan turun 9,6% atau menguap US$ 2,1 triliun. Kerugian divisi iklan Google dan Facebook dilaporkan mencapai US$ 44 miliar.

Tahun ini kinerja e-commerce agak menurun, terutama di segmen marketplace travel lantaran terjepit pandemi Covid-19. Mengacu data Bank Indonesia, nilai transaksi rata-rata empat marketplace terbesar di Indonesia selama Januari-Juli 2020 naik Rp 470 miliar per bulan. Angka itu lebih rendah daripada Januari-Juli 2019, yang rata-rata meningkat Rp 1,04 triliun per bulan.

Vice President Corporate Communication PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Arif Prabowo menjelaskan, operasional Blanja.com dihentikan karena mereka ingin fokus mengembangkan e-commerce segmen korporasi dan UMKM. "Segmen ini dinilai lebih sehat dan menguntungkan," kata dia kepada KONTAN, kemarin.

Telkom telah menyusun rencana pengembangan e-commerce segmen korporasi dan UMKM lewat transaksi business to business (B2B). "Beberapa bisnis e-commerce B2B yang sedang dikelola Telkom adalah PaDi UMKM dan SIPLAH," ungkap dia.

Laporan iPrice pada tahun 2019 menyebutkan sektor e-commerce di Indonesia cukup prospektif, tetapi tak semua pemain berhasil meraup untung. Sejak awal 2000-an hingga tahun lalu, iPrice mencatat ada belasan e-commerce yang tumbang. Mundur ke belakang, marketplace khusus kerajinan tangan bernama Qlapa juga tumbang pada tahun lalu. Sebelumnya, ada Rakuten, Mataharimall.com, Berniaga.com, hingga Tokobagus.com yang juga tutup lapak.

Meski begitu, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga mengklaim, secara umum perkembangan e-commerce Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. "Saat pandemi, e-commerce menjadi salah satu jalan keluar guna mendorong perputaran ekonomi Indonesia," kata dia, Kamis (3/9).

Ekhel Chandra Wijaya, External Communications Senior Lead Tokopedia mengamini. Per Juli 2020, terdapat hampir 9 juta penjual di Tokopedia, yang hampir 100% adalah UMKM dan 94%-nya penjual berskala ultra mikro. "Tokopedia mencatat kenaikan lebih dari 1,8 juta dari 7,2 juta penjual sejak sebelum pandemi Januari lalu," ujar dia.

Aditya Maulana Noverdi, Public Relations Lead Shopee bilang, volume transaksi Shopee lebih dari 260 juta transaksi selama kuartal II-2020. "Jika dirata-rata, maka dalam sehari Shopee mencatatkan lebih dari 2,8 juta transaksi ketimbang tahun lalu, naik lebih dari 130%," beber dia.

Sementara Yolanda Nainggolan, Vice President Public Relations Blibli.com menjelaskan, pada semester pertama tahun ini, Blibli mencuil pertumbuhan bagus di kategori kebutuhan pokok, produk kesehatan dan kecantikan, serta produk penunjang produktivitas dari rumah.