e-commerce
( 474 )Usaha Rintisan Kolaborasi Garap Komoditas Ekspor Unggulan
Saat ini, Indonesia menggarap tiga komoditas kelautan dan perikanan unggulan untuk tujuan ekspor, yakni udang, lobster, dan rumput laut.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengajak usaha rintisan berbasis teknologi (start up) di sektor kelautan dan perikanan untuk cermat melihat tren pasar dunia agar terus tumbuh dan meningkatkan perekonomian. Data pasar bisa menjadi dasar dalam mengembangkan inovasi teknologi dan membuka ruang baru usaha-usaha perikanan yang memiliki potensi besar.
”Start up digital ini bagus, tapi kalau mau lebih hebat lagi supaya meningkat dan menjadi unicorn ke depan harus melihat kapasitas pasar dan tidak menutup kemungkinan untuk kolaborasi sistem antarusaha rintisan,” ujar Menteri Trenggono, dalam keterangan tertulis, Jumat (19/3/2021), seusai bertemu dengan Digifish Network, jaringan usaha rintisan kelautan dan perikanan Indonesia.
Di sisi lain, perkembangan start up sektor kelautan dan perikanan di Indonesia terus meningkat. Hingga tahun 2020, terdata 32 usaha rintisan yang tergabung dalam Digifish Network. Penggagas Digifish Network Rully Setya mengatakan, pihaknya siap untuk terus melakukan inovasi dan berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengembangkan industri kelautan dan perikanan.
Sejumlah pelaku usaha rintisan berinovasi mengembangkan layanan. Usaha rintisan Jala, misalnya, tahun lalu mengembangkan laboratorium udang di Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai sarana pemeriksaan penyakit. Selain itu, usaha rintisan ini mengembangkan platform pengecekan harga udang dan menggarap pemasaran secara daring dengan menjembatani hasil panen petambak udang dengan industri pengolahan.
”Yang diutamakan dalam pembangunan perikanan udang nasional adalah merevitalisasi tambak-tambak rakyat. Ekstensifikasi tidak dibuka lebar, penambahan tambak intensif diperkirakan hanya 10.000 hektar sampai tahun 2024. Adapun tambak tradisional ditingkatkan agar menjadi lebih produktif,” katanya.
Pengembangan produksi udang akan dilakukan dengan membentuk shrimp estate atau kawasan budidaya udang. Setiap tahun, direncanakan akan dikembangkan empat kawasan percontohan tambak. Kawasan itu di antaranya ada Aceh Timur dengan luas lahan yang direncanakan mencapai 10.000 hektar dan terbagi dalam 10 kluster. Pemerintah berperan menyiapkan infrastruktur dasar.
Transaksi Digital Banking Naik Drastis Dipicu Masyarakat Ramai Belanja Online
Bank Indonesia (BI) mencatat adanya kenaikan yang signifikan dari transaksi digital banking. Sejalan dengan itu, transaksi menggunakan kartu ATM, debet maupun kredit mengalami penurunan. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Februari 2021 mencapai Rp 783,6 triliun, tumbuh 11,95% (yoy). Di sisi lain, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit pada Februari 2021 tercatat Rp 579,6 triliun. Angka itu mengalami kontraksi 4,93% (yoy).
Nilai transaksi uang elektronik pada Februari 2021 sebesar Rp 19,2 triliun, atau tumbuh 26,42% (yoy). Volume transaksi digital banking juga terus meningkat, pada Februari 2021 tumbuh 36,41% (yoy) mencapai 464,8 juta transaksi dan nilai transaksi digital banking yang tumbuh 22,94% (yoy) mencapai Rp 2.547,5 triliun.
Sri Mulyani Harap G20 Sepakati Pajak Digital Tahun Ini
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap negara-negara G20 dapat menyepakati pajak digital pada tahun ini. Menurutnya perpajakan ekonomi digital menjadi salah satu isu terpenting yang dibahas oleh para menteri keuangan di forum G20. Mantan direktur pelaksana bank dunia itu menjelaskan bahwa semua negara tidak dapat terhindar dari transformasi digital, termasuk penetrasi atau berbagai aktivitas ekonomi melalui platform digital. Dia berharap pajak digital dapat disepakati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang tahun ini digelar di Italia. Pada KTT G20 tahun lalu, Sri Mulyani sudah menggaungkan pajak internasional, khususnya mengenai pajak digital. Hal itu menurutnya sangat penting bagi Indonesia.
Ekonomi Digital Indonesia Tumbuh Dua Digit
Ekosistem ekonomi digital di Indonesia terus bertumbuh. Pada November 2020, berdasarkan laporan e-Conomy SEA dari Google, Temasek, dan Bain & Company, total nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai US$ 44 miliar atau Rp 631 triliun pada 2020. Angka ini tumbuh 11% ketimbang 2019 dengan nilai US$ 40 miliar.
Sementara Berdasarkan Global Startup Ecosystem Report (GSER) 2020, Indonesia menempati posisi pertama berdasarkan nilai ekosistem sebesar USS 26,3 miliar.
Dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) 2020, sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi mencatat penanaman modal asing (PMA) US$ 3,6 miliar dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 93,23 triliun.
Ketua Umum Asosiasi Indonesia (idEA) Bima Laga mengamini suburnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. “Indikasi lainnya terlihat saat pergelaran Harbolnas tahun 2020. Pertumbuhan penjualan di Pulau Jawa meningkat hingga 97%, sementara luar Jawa tumbuh 17%. Ini baru satu program, “ ungkap dia kepada KONTAN, Kamis (11/3).
Selanjutnya, sumbangan ekonomi digital kedua terbesar dari sektor ojek online atau paling dominan adalah Gojek dan Grab. Anterin, Bonceng, Gaspol, Cyberjek, dan Beujek, plus tiga pemain luar negeri, yakni BitCar, Maxim, dan Fastgo.
Bertumbuhnya ekonomi digital yang ditopang juga membawa berkah bagi bisnis logistik pergudangan berbasis daring atau . Beberapa pemainnya antara lain SiCepat, GrabExpress, J-Express (JX), Waresix dan Paxel.
Kemendag Investigasi Praktik Predatory Pricing E-Commerce
JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah
melakukan investigasi secara
mendalam dengan melibatkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha
(KPPU) terkait praktik predatory
pricing di platform perdagangan
digital (e-commerce). Dari hasil investigasi tersebut, Kemendag akan menyusun aturan terkait praktik predatory pricing di platform e-commerce.
“Terkait digital pricing tadi, kita
harus melihat konsepnya seperti
apa. Apakah strategi bisnis, Atau
memang proses yang mematikan
umkm. Ini perlu investigasi lebih
mendalam terhadap hal ini,” kata
Direktur Pengawasan Barang
dan Jasa Beredar Kemendag Ivan
Fithriyanto dalam konferensi pers
virtual Shopee, Rabu (10/3).
“Kami juga sebenarnya ingin
memunculkan tanda perlindungan
konsumen atau saluran perlindungan konsumen. Karena kami
juga akan kerjasama dengan IdEA
(Asosiasi E-Commerce Indonesia)
supaya marketplace membuka saluran pengaduan yang bisa terhubung
langsung ke Dirjen PKTN (Perlindungan Konsumen dan Tertib
Niga). Kami juga berharap marketplace membuat link kepada regulasi Kemendag, terutama terkait
ketentuan SNI (Standar Nasional
Indonesia) dari barang yang dijual,
contoh barang-barang elektronik,
kita akan minta e-commerce seperti
Shopee dicantumkan ketentuan SNI
barang elektronik itu,” jelas dia.
(Oleh - HR1)
Akulaku Layani 6 Juta Pengguna Paylater
JAKARTA – Perusahaan pembiayaan
PT Akulaku Finance Indonesia (Akulaku
Finance) telah melayani 6 juta pengguna
layanan bayar nanti (paylater). Perseroan
optimistis jenis layanan tersebut bakal
semakin populer di tahun ini.
Presiden Direktur Akulaku Finance
Indonesia Efrinal Sinaga menjelaskan,
pihaknya mencatatkan pertumbuhan pembiayaan lebih dari 40% pada 2020, dengan
pembiayaan bermasalah (non performing
financing/NPF) terjaga di level 0,05%. Kinerja tersebut salah satunya dikontribusikan
dari layanan paylater.
“Di tengah tantangan ekonomi akibat
pandemi Covid-19, Akulaku telah menghubungkan 6 juta pengguna untuk memenuhi berbagai kebutuhan melalui fitur
paylater yang terintegrasi ke berbagai
platform belanja online,” terang Efrinal
melalui siaran pers, Selasa (9/3).
Sementara itu, merujuk Riset Coherent
Market Insights memproyeksikan pasar
paylater global dapat menyentuh US$ 33,6
miliar pada 2027 dengan laju pertumbuhan
sebesar 21,2% setiap tahun. Sementara pasar
paylater negara di Asia Pasifik dapat melaju
lebih pesat karena tingginya penetrasi internet dan ponsel pintar, yang dinilai dapat
membawa perubahan positif pada laju pertumbuhan industri paylater
(Oleh - HR1)
RI Juara Dunia Urusan Pengembangan Startup
Indonesia dinilai jadi tempat yang sangat tepat untuk melahirkan dan mengembangkan perusahaan rintisan alias startup.
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan saat ini saja, nilai ekosistem startup di Indonesia menjadi nomor wahid di dunia. Hal itu sesuai dengan hasil publikasi The Global Startup Ecosystem Report 2020.
Dia menjabarkan berdasarkan publikasi penelitian itu, Indonesia memiliki nilai ekosistem startup mencapai US$ 26,3 miliar atau sekitar Rp 368 triliun dan potensi pendanaan awal sebesar US$ 849,5 juta atau sekitar Rp 11,89 triliun (kurs Rp 14.000).
Luhut juga mengatakan dengan catatan tersebut membuat Indonesia menjadi negara peringkat ke 2 pada 100 negara dengan ekosistem startup yang berkembang di seluruh dunia.
Dari catatan detikcom, penelitian e-Conomy SEA tahun 2020 yang disusun Google, Temasek, dan Bain & Company menunjukkan, ekonomi digital di Indonesia tumbuh 11% dengan kapasitas sebesar US$ 44 miliar atau Rp 616 triliun. Diperkirakan ekonomi digital masih akan bertumbuh hingga US$ 124 miliar pada tahun 2025 di Indonesia.
Sesuaikan dengan Omnibus, RUU KUP Masuk Prolegnas
Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melanjutkan pembahasan program legislasi nasional (prolegnas) tahun 2021. Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Supratman Andi Agtas saat dihubungi KONTAN, Selasa (9/3) membenarkan, masuknya RUU KUP dalam Prolegnas tahun 2021. Tujuan pembahasan UU KUP ini untuk menyelaraskan substansi perubahan UU KUP yang sudah dilakukan pada UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Undang-Undang No 2 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19.
Beberapa poin penting UU KUP yang sudah termuat dalam UU Cipta Kerja antara lain Pertama, penerapan sistem teritorial untuk penghasilan pajak luar negeri. Kedua, mendorong kepatuhan wajib pajak (WP), dan Ketiga, terkait keadilan iklim berusaha, terutama untuk sektor digital dan perdagangan elektronik (e-commerce).
Jalur Cepat Konsolidasi Perusahaan Teknologi
Dua raksasa digital Indonesia, Gojek dan Tokopedia, dikabarkan memasuki jalur cepat konsolidasi perusahaan teknologi di Tanah Air melalui merger. Kabarnya, mereka telah meneken perjanjian jual beli saham secara bersyarat atau conditional sales and puchase agreement (CSPA).
Menurut hitungan Dealstreetasia, merger antara Gojek dan Tokopedia berpotensi menghasilkan valuasi jumbo antara US$ 35 miliar-USS 40 miliar atau Rp 490 triliun-Rp 560 triliun (kurs Rp 14.000 per dollar AS). Konon, Gojek akan memiliki 60% saham hasil merger, dan 40% milik Tokopedia.
Setelah tuntas, mereka akan mencatatkan sahamnya (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Jika isu listing di BEl benar, valuasi kongsi Gojek dan Tokopedia berada di posisi tiga besar bersama Bank BCA (BBCA) dan Bank BRI (BBRI), yang masing- masing mencatatkan kapitalisasi pasar Rp 828,41 triliun dan Ri 583,33 triliun.
Dengan estimasi valuasi raksasa, lokasi IPO harus ditimbang matang. Untuk ukuran BEI, valuasi puluhan miliar dollar AS bisa terlalu besar. Teguh melihat, Gojek-Tokopedia bisa menggelar IPO di Amerika Serikat, Hong Kong atau Singapura.
Tokopedia Cetak Transaksi Produk Kecantikan Naik 2 Kali Lipat
Jakarta - Tokopedia mencatatkan transaksi pada kategori kecantikan mencapai hampir 2 kali lipat menjelang akhir 2020 lalu. AVP of Category Development for FMCG & AMP Long Tail Categories Tokopedia. Pembersih wajah, paket perawatan wajah, serum, masker wajah, dan krim wajah menjadi beberapa produk kecantikan paling laris di Tokopedia. Tingginya antusiasme tersebut melatarbelakangi kehadiran Tokopedia Beauty Dealight.
Program yang berlangsung hingga 5 maret 2021, juga merupakan panggung bagi pegiat usaha, khususnya UMKM lokal di industri kecantikan seperti Gentle Hour dan Maska Indonesia, untuk mempertahankan bisnis terutama di tengah pandemi lewat pemanfaatan teknologi. Gentle Hour merupakan bisnis produk pembersih wajah lokal, memanfaatkan platform digital seperti Tokopedia yang memberikan kontribusi signifikan bagi penjualan.
Maska Indonesia menawarkan sederet pilihan produk skincare berbahan alami. Selain membuat produk semakin dikenal, berbagai kampanye dan fitur TopAds di Tokopedia juga membantu mendorong peningkatan transaksi hampir 2 kali lipat pada September 2020 lalu jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Kini setiap pegiat usaha skincare lokal berlomba menawarkan produk berkualitas yang tidak kalah saing dengan produk asing. Penjualan produk skincare lokal pun meningkat.
(Oleh - IDS)
Pilihan Editor
-
Orang Kaya Singapura Akan Dikenai Pajak
19 Feb 2022 -
Membabat Para Penentang
19 Feb 2022 -
Euforia Bank Digital Mendongkrak Kekayaan Taipan
21 Feb 2022 -
Tiga Bisnis yang Dibutuhkan Dimasa Depan
02 Feb 2022









