;
Tags

Crypto Currency

( 204 )

Kripto : Harga Doge Koin Masih Sulit untuk Bangkit Kembali

Sajili 19 Jul 2021 Kontan

Sempat menjadi salah satu aset kripto paling populer, kini nasib dogecoin (doge) justru tersungkur. Bahkan, kinerjanya diperkirakan sulit bangkit lagi. Merujuk coinmarketcap.com, harga doge Jumat (16/7) pada 17.15 WIB berada di level US$ 0,18 atau turun 7,09% dalam 24 jam terakhir. Sementara jika dihitung dalam sepekan, penurunannya sudah mencapai 18,33%.

Co-founder Cryptowatch dan pengelola kanal Duit Pintar Christopher Tahir melihat, prospek doge ke depan masih belum jelas. Sedari awal, mata uang kripto ini memang dibuat tanpa dasar apapun. Bahkan pembuatnya sudah dengan jelas menyatakan, doge dibuat untuk eksperimen dan iseng belaka. "Memang cukup sulit untuk melihat potensi doge, karena penggunaannya hanya sebatas pada spekulasi," kata Christopher, Jumat (16/7). Christopher menilai, Jika masih ada yang mendengungkan doge bisa menuju US$ 1, dalam jangka pendek-menengah itu adalah hal yang hampir tidak mungkin. "Kecuali, Elon berkicau ataupun harga bitcoin menguat tajam, sehingga doge dan koin lainnya mengekor," kata dia.

Polisi Inggris Mencatatkan Rekor Penyitaan Kripto

Ayutyas 14 Jul 2021 Investor Daily, 14 Juli 2021

London - Kepolisian Inggris mengumumkan telah menyita rekor 180 juta pound (setara US$ 250 juta atau 210 juta euro) dalam bentuk cryptocurrency yang diduga telah digunakan dalam perusahaan kriminal. Jumlah sitaan itu bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap praktik pencucian uang dan penggunaan intelijen internasional yang menerima transfer aset kriminal. Kepolisian juga percaya jaringan itu terkait dengan rekor tangkapan kripto kriminal sebelumnya yang dilakukan bulan lalu. 

Pada penyitaan-penyitaan aset digital sebelumnya, Polisi Metropolitan tidak mengatakan jenis kripto apa yang terlibat. Seiring berkembangnya teknologi dan platform online, beberapa kriminal beralih ke metode pencucian yang lebih canggih untuk keuntungan mereka. Cryptocurrency sulit dilacak, pada gilirannya membuatnya sulit untuk diatur. Bitcoin, unit virtual paling populer di dunia, dibuat pada 2008 sebagai alternatif dari mata uang tradisional. Mata uang kripto tersebut dicetak dengan memecahkan teka-teki menggunakan komputer canggih yang menghabiskan banyak sekali listrik.

(Oleh - IDS)

Bitcoin Hadapi 5 Risiko Terbesar di Semester II

Ayutyas 02 Jul 2021 Investor Daily, 2 Juli 2021

LONDON, Mata uang kripto (cryptocurrency) bitcoin memasuki 2021 dengan solid dan mencapai level tertinggi sepanjang masa pada April pada harga US$65.000. Tetapi mengakhiri semester pertama tahun ini dengan kemerosotan 47%. Dan sekarang dihadapkan pada sejumlah risiko yang dapat mengakibatkan kerugian lebih lanjut ke depannya. Para pendukungnya sendiri untuk saat ini tampaknya masih mempertahankan bitcoin, sementara para investor lain mewaspadai volatilitas atau perubahan liar di pasar, dan apa artinya bagi portfolio mereka. Mengingat hal ini maka ada lima risiko terbesar yang tengah dihadapi koin digital itu saat memasuki semester kedua tahun ini, yakni regulasi, volatilitas, masalah lingkungan, pengawasan stablecoin, serta koin meme dan penipuan.

Masalah regulasi adalah salah satu risiko terbesar untuk dihadapi bitcoin pada saat ini. Dalam beberapa pekan terakhir, Tiongkok telah menekan industri mata uang kriptonya dengan menutup operasional penambangan kripto yang banyak menyedot energi, juga memerintahkan bank-bank besar dan perusahaan jasa pembayaran, seperti Alipay untuk tidak berbisnis dengan perusahaan kripto. Risiko besar berikutnya adalah soal perubahan harga bitcoin dan mata uang digital lainnya yang terjadi terus-menerus dan secara ekstrem. Seperti diketahui, bitcoin mencatatkan rekor penguatan sepanjang masa hingga mencapai harga sekitar US$ 64.829 pada April tahun ini, di saat debut bursa kripto Coinbase. Namun, harganya anjlok menjadi US$ 28.911 pada Juni, serta sempat merosot di bawah US$ 30.000 dan berubah negatif untuk tahun ini. Sejak saat itu, sekarang bitcoin kembali menguat di atas US$ 34.000.

Pertanyaan seputar dampak bitcoin terhadap lingkungan juga dapat menjadi krisis besar lainnya. Pasalnya, peralatan menambang bitcoin membutuhkan konsumsi listrik besar untuk beroperasi, dan konsumsi energi yang disebabkan bitcoin telah meningkat pesat selama bertahun-tahun seiring dengan harganya. Di sisi lain, para kritikus bitcoin telah lama memperingatkan tentang jejak karbonnya yang besar. Sebelumnya, CEO Tesla Elon Musk mengejutkan penggemar dan pihak yang skeptis dengan membeli bitcoin senilai US$ 1,5 miliar. Tapi dia kemudian mengguncang pasar kripto setelah memutuskan menghentikan pembayaran bitcoin karena konsumsi energi mata uang itu yang menggila dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Stablecoin, merupakan kripto yang harganya dipatok ke aset dunia nyata seperti dolar AS, juga menghadapi pengawasan yang semakin ketat. Pekan lalu, Presiden Federal Reserve Bank Boston, Eric Rosengren mengatakan bahwa tether – mata uang kripto stablecoin yang menempati peringkat di antara mata uang digital terbesar di dunia – adalah risiko bagi stabilitas sistem keuangan. Meningkatnya spekulasi di pasar kripto dapat membuktikan risiko lain yang dihadapi bitcoin. Salah satunya adalah dogecoin – mata uang kripto yang awalnya sebagai lelucon – dilaporkan melonjak liar awal tahun ini ke level tertinggi. Penyebabnya, semakin banyak investor ritel menumpuk aset digital untuk mencari keuntungan besar. Bahkan pada satu titik, dogecoin bernilai lebih dari Ford dan perusahaan besar AS lainnya, berkat dukungan dari selebritas, seperti Musk. Nilainya pun telah terdepresiasi secara signifikan sejak saat itu.

(Oleh - HR1)


Bursa Aset Kripto Diharapkan Bantu Ekonomi Indonesia

Ayutyas 25 Jun 2021 Investor Daily, 25 Juni 2021

JAKARTA, Kehadiran bursa khusus aset kripto di Indonesia yang rencananya dapat diluncurkan pada akhir tahun ini diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Pasalnya, sebagai sebuah ekosistem investasi, aset kripto di Indonesia dinilai belum membawa dampak menyegarkan bagi perekonomian Indonesia. Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan, aset kripto saat ini belum memberikan sumbangsih bagi pertumbuhan ekonomi, beda halnya dengan obligasi dan saham yang sudah menunjukkan kontribusinya ke negara. Hal ini termasuk dari sisi perpajakan. ”Dampak perekonomiannya (aset kripto) belum ada, kalau sekedar beranak pinak tapi tidak masuk ke hal-hal riil, lalu manfaat buat negara dalam bangun ekonomi apa. Ini jadi sekedar perjudian atau spekulatif. Diharapkan dengan adanya bursa kripto bisa jadi model atau sumber dana baru bagi perekonomian,” katanya dalam diskusi publik ”Plus Minus Investasi Aset Kripto”, Kamis (24/6).

(Oleh - HR1)

China Larang Bitcoin, Penambang 'Kabur' ke AS hingga RI

Ayutyas 25 Jun 2021 CNN Indonesia

Jakarta, Sejumlah penambang uang kripto di China mulai pindah dan menjual mesin tambang mereka ke luar negeri, seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, Rusia, Kazakhstan, hingga Indonesia. Ini merupakan dampak dari larangan dan tindakan keras China terhadap uang kripto, seperti bitcoin dan lainnya."Banyak penambang keluar dari bisnis (uang kripto) untuk mematuhi kebijakan pemerintah (China). Mesin tambang (uang kripto) dijual seperti besi tua," ungkap Mike Huang, seorang operator tambang uang kripto di Sichuan, China, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (25/6).Huang Dezhi, operator tambang uang kripto lain di Sichuan mengaku juga sudah melakukan penjajakan ke luar negeri seperti Kazakhstan. Sichuan sendiri merupakan salah satu kawasan yang terkenal sebagai pusat penambangan bitcoin nomor dua di China setelah Xinjiang.

Pindahnya para penambang uang kripto di China merupakan dampak lanjutan dari larangan pemerintah negeri tirai bambu terhadap bitcoin dan lainnya di negara mereka. Sebelumnya, larangan ini memberi dampak pada penurunan harga berbagai uang kripto, misalnya harga bitcoin yang jatuh dari kisaran US$60 ribu menjadi US$30 ribu per koin. China mengambil kebijakan ini untuk menghindari risiko spekulatif uang kripto terhadap pasar keuangan mereka. Di saat yang sama, bank sentral China tengah menguji mata uang digitalnya sendiri.

(Oleh - HR1)

Kripto Masih Jauh dari Bear Market

Ayutyas 24 Jun 2021 Investor Daily, 24 Juni 2021

NEW YORK – Penurunan harga bitcoin yang sempat di bawah US$ 30.000 pada Selasa (22/6) kembali membangkitkan perdebatan soal kemerosotan nilai mata uang kripto (cryptocurrency), seperti dogecoin, XRP, dan lainnya. Yang juga mengalami penurunan tajam dalam 24 jam terakhir. Namun, para ahli mengatakan fundamental bitcoin bagus dan kondisi pasar pada 2021 sangat berbeda dari kehancuran besar-besaran terakhir kripto pada 2018. “Kami jauh dari bear market, hanya para pedagang yang panik atas teknis yang terlihat di bursa seperti volume dan aksi harga,” ujar analis dan ahli statistik on-chain Willy Woo kepada CNBC.

Sebagai informasi sejak harga bitcoin memuncak lebih dari US$ 63.000 pada April, kondisi beberapa bulan terakhir ini telah membuat mata uang kripto terbesat di dunia mengalami masa-masa sulit. Penyebabnya adalah langkah-langkah tegas yang dilakukan Tiongkok terhadap para penambang bitcoin di seluruh negeri, dan memperparah keadaan bitcoin. “Kabar baru-baru ini tentang penutupan tambang Tiongkok sudah sangat mengingatkan Tiongkok setiap beberapa tahun. Mereka telah melarang perbankan menggunakan bitcoin, tetapi ini sebenarnya berbeda. Saya belum pernah melihat eksodus seperti ini sebelumnya,” kata Darin Feinstein, pendiri Blockcap, salah satu operator penambangan bitcoin terbesar di Amerika Utara

(Oleh - HR1)

Pasar Kripto Tergerus US$ 300 Miliar

Ayutyas 23 Jun 2021 Investor Daily, 23 Juni 2021

BEIJING – Pemerintah Tiongkok melancarkan tindakan tegas baru terhadap industri mata uang kripto (cryptocurrency) sehingga nilanya tergerus US$ 300 miliar sejak Jumat (18/6). Hal ini terjadi ketika pusat kegiatan bitcoin utama di dunia itu telah memerintahkan para penambang ntuk menutup operasinya. Data CoinDesk melaporkan, harga bitcoin mengalami penurunan sekitar 2% menjadi US$ 32.330,21 pada Selasa (22/6), pukul 04.12 waktu setempat. Mata uang kripto lain, termasuk ethereum (ether) dan XRP juga turun tajam pada Senin (21/6) malam. Berdasarkan beberapa laporan media, pihak berwenang di provinsi Sichuan, Tiongkok pada Jumat, memerintahkan para penambang mata uang kripto untuk menutup operasi mereka. Sichuan sendiri merupakan salah satu pusat penambangan bitcoin terbesar di Negeri Tirai Bambu itu.

(Oleh - HR1)

Indonesia Peringkat Kedua Kejahatan Cryptomining

Ayutyas 22 Jun 2021 Investor Daily, 22 Juni 2021

JAKARTA – Indonesia menempati peringkat kedua dalam upaya kejahatan penambangan mata uang digital (Cryptomining) untuk kawasan Asia Tenggara. Kaspersky mendeteksi dan memblokir sekitar 1,79 juta upaya kejahatan cryptomining di Indonesia untuk tahun 2020, setelah Vietnam sebanyak 4,95 juta. Sepanjang tahun lalu, ada 8,92 juta upaya kejahatan cryptomining di kawasan Asia Tenggara. Selain dikontribusi oleh Vietnam dan Indonesia, upaya kejahatan tersebut terjadi di Thailand sebanyak 923,76 ribu, Malaysia 831,86 ribu, Filipina 230,09 juta, dan Singapura 191,93 ribu. “Serangan siber terkait cryptomining yang mencapai 8,92 juta pada 2020 merupakan yang tertinggi jika dibandingkan dengan upaya phishing yang terdeteksi 2,89 juta dan upaya ransomware 804.513,” ungkap General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky Yeo Siang Tiong, Senin (21/6).

Karena itu, Kasperksy mengingatkan, jika seorang pemilik bisnis dan para staf bekerja dari jarak jauh karena pandemi Covid-19, namun tagihan listrik kantor meningkat secara tidak wajar. Pebisnis pun disarankan untuk memeriksa backend TI. Ada kemungkinan terdapat penambang kripto yang telah menggunakan sumber dayanya tersebut dan dibayari oleh pemilik bisnis.

(Oleh - HR1)

Bitcoin Tertekan Pemberantasan Tambang Kripto di Tiongkok

Ayutyas 22 Jun 2021 Investor Daily, 22 Juni 2021

BEIJING – Nilai Bitcoin jatuh lebih dari 10% pada Senin (21/6) setelah Tiongkok memperluas pemberantasan terhadap industri penambangan besar-besaran kripto, dengan larangan tambang kripto di provinsi bagian barat daya. Tambang Tiongkok menggerakkan hampir 80% perdagangan global dalam kripto, meskipun ada larangan perdagangan domestik sejak 2017. Tetapi dalam beberapa bulan terakhir sejumlah provinsi telah memerintahkan penutupan tambang karena pemerintah Tiongkok mengalihkan perhatiannya ke industri tersebut. Harga bitcoin kemudian merosot ke level US$ 32.309. Unit tersebut telah terpukul parah dalam beberapa minggu terakhir, setelah memukul rekor mendekati US$ 65.000 pada April, sebagian penurunan disebabkan tindakan keras pemerintah Tiongkok. Pemberitahuan tersebut dilaporkan menginstruksikan perusahaan listrik untuk berhenti memasok listrik ke semua tambang cryptocurrency pada Minggu (20/6).

Bank sentral Tiongkok (PBoC) mengatakan kegiatan transaksi mata uang virtual mengganggu ekonomi normal dan tatanan keuangan, serta berisiko berkembang biak dari transfer aset lintas batas ilegal. Pihaknya menambahkan, lembaga harus memotong penghubung yang memfasilitasi mereka. Pemerintah Tiongkok telah menambah tekanan pada para penambang cryptocurrency untuk mengeliminasi risiko keuangan dari spekulasi, meskipun kekhawatiran lingkungan tentang tambang yang menghabiskan gas juga menjadi faktor.

(Oleh - HR1)

China : Cuci Uang dengan Kripto

Sajili 21 Jun 2021 Kontan

Kementerian Keamanan Publik China mengumumkan, telah menangkap hingga 1.100 orang terkait kasus pencucian uang dengan kedok investasi di mata uang kripto alias cryptocurrency.

Pejabat keamanan Pemerintah China menuding para tersangka menggunakan aset kripto untuk mencuci uang hasil penipuan via telepon dan internet. Mengutip Reuters, kepolisian China menangkap lebih dari 170 kelompok kriminal yang terlibat dalam aksi pencucian uang dengan menggunakan uang kripto.

Para pencuci uang tersebut meminta komisi 1,5% hingga 5% kepada klien kriminal mereka untuk mengubah hasil ilegal menjadi mata uang virtual melalui bursa kripto. Penangkapan ribuan orang ini menunjukkan keseriusan Pemerintah China dalam mengawasi perdagangan kripto. Sekaligus menunjukkan rentannya uang kripto menjadi alat kejahatan.