;
Tags

Crypto Currency

( 204 )

Zipmex Raih Dana US$ 41 Juta dari Krungsri, Plan B Media, dan Master Ad

KT1 09 Sep 2021 Investor Daily, 6 September 2021

Zipmex, platform jual beli aset kripto, meraih dana sebesar US$41 juta atau sekitar Rp584,6 miliar melalui putaran investasi seri B. Dana tersebut diperoleh dari Krungsari Finnovate Co Ltd, modal ventura korporasi yang merupakan anak usaha Bank of Ayudha, dan perusahaan multimedia terbuka, yaitu Plan B Media dan Master Ad (MACO) dari Thailand. "Moment ini menjadi penanda pertama kalinya bank papan atas dan perusahaan media multinasional yang telah melantai di bursa berinvestasi dalam platform aset digital. Melalui pendanaan ini, Zipnex bersama investor strategis baru akan berusaha menjangkau jutaan pelanggan di Asia Tenggara dan Australia. Diharapkan dalam tiga bulan mendatang, jumlah pelanggan di ekosistem Zipmex akan bertambah hingga lebih dari 400 ribu," kata CEO&Co-founder Zipmex Marcus Lim dalam keterangan tertulis.

Marcus menambahkan, dalam beberapa bulan mendatang, Zipmex akan meluncurkan Z Lunch, sebuah platform yang ditujukan bagi pemegang token ZMT, untuk mendapatkan bonus token baru dari berbagai proyek token atau koin berpotensi tinggi. "Bukan cuma itu, kami juga telah meluncurkan versi beta Zipworld di Thailand, dan tahun depan akan diluncurkan di Indonesia. Kami juga berencana mengintegrasikan ZipWorld dengan non-fungible tokens (NFT) yang saat ini sedang booming. Use Case inilah yang nantinya akan mendorong permintaan ZMT menjadi standar baru dalam berinovasi di dunia kripto," pungkas

Program pendanaan II, Accelerating Asia akan meningkatkan jumlah investasi hingga US$ 250 ribu per start-up. Pada program ini, investasi akan mengincar lebih banyak perusahaan start-up dengan model bisnis yang layak dan memberikan solusi inovatif serta layak secara komersial. Dalam kurun waktu satu tahun selama penyelesaian program akselerator Accelerating Asia, sebesar 80% start-up portfolio telah menerima pendanaan lanjutan dari para perusahaan modal ventura di wilayah sekitar, termasuk D4V, Chiba Dojo Fund, Headline Asia.(YTD)

Didukung PayPal, Harga Bitcoin Melonjak Lagi

KT1 24 Aug 2021 Investor Daily, 24 Agustus 2021

Harga bitcoin naik lagi diatas level US$ 50.000 pada Senin (23/8). Pencapaian pertama dalam tiga bulan terakhir ini terjadi setelah ada kabar bahwa rekayasa pembayaran PayPal dan platform mata uang kripto Coinbase mendukung bitcoin.  Unit virtual paling populer di dunia tersebut melonjak US$ 50,440. Pada jam perdagangan Asia, sebelum turun menjadi US$ 50,350 dalam penawaran pagi hari di London. "Bitcoin melanjutkan pemulihannya baru-baru ini, bergerak diatas angka US$ 50.000 yang terakhir dicapai pada Mei meskipun masih jauh dari rekor US$ 65.000, karena PayPal memiliki rencana untuk meluncurkan platform perdagangan kripto di Inggris," kata Analis AJ Bell Danni Hewson.

Perusahaan AS mengatakan layanan barunya akan memungkinkan pelanggan yang berbasis di Inggris untuk memilih dari empat jenis kripto, yakni Bitcoin, Ethereum, Litecoin, dan Bitcoin Cash. Keempatnya tersedia baik melalui aplikasi PayPal atau situs webnya. "Pandemi telah mempercepat perubahan  dan inovasi digital disemua aspek kehidupan kita, termasuk digitalisasi uang dan adopsi konsumen yang lebih besar atas layanan keuangan digital," kata Jose Fernandez da Ponte dari PayPal.  Pada April 2021, layanan pembayaran seluler milik PayPal, Venmo, mulai memungkinkan pengguna di AS membeli, menahan, atau menjual cryptocurrency menggunakan aplikasinya.

Bitcoin menikmati perjalanan yang luar biasa awal tahun ini, tetapi pada pertengahan bulan Mei mulai jatuh karena berbagai masalah. Diantaranya tindakan keras pemerintah Tiongkok terhadap kripto dan keputusan bos Tesla Elon Musk untuk berhenti menerimanya sebagai pembayan, terkait kekhawatiran tentang dampak lingkungan dari pertambangan uang kripto. Sekarang nilai bitcoin telah meningkat lebih dari 70% dari posisi terendah enam bulan dibawah US% 29.000 yang disentuh pada Juni. Namun, Bitcoin masih jauh dari rekornya US$ 65.000 yang dicapai pada April. (YTD)

Didukung PayPal, Harga Bitcoin Melonjak Lagi

KT1 24 Aug 2021 Investor Daily, 24 Agustus 2021

Harga bitcoin naik lagi diatas level US$ 50.000 pada Senin (23/8). Pencapaian pertama dalam tiga bulan terakhir ini terjadi setelah ada kabar bahwa rekayasa pembayaran PayPal dan platform mata uang kripto Coinbase mendukung bitcoin.  Unit virtual paling populer di dunia tersebut melonjak US$ 50,440. Pada jam perdagangan Asia, sebelum turun menjadi US$ 50,350 dalam penawaran pagi hari di London. "Bitcoin melanjutkan pemulihannya baru-baru ini, bergerak diatas angka US$ 50.000 yang terakhir dicapai pada Mei meskipun masih jauh dari rekor US$ 65.000, karena PayPal memiliki rencana untuk meluncurkan platform perdagangan kripto di Inggris," kata Analis AJ Bell Danni Hewson.

Perusahaan AS mengatakan layanan barunya akan memungkinkan pelanggan yang berbasis di Inggris untuk memilih dari empat jenis kripto, yakni Bitcoin, Ethereum, Litecoin, dan Bitcoin Cash. Keempatnya tersedia baik melalui aplikasi PayPal atau situs webnya. "Pandemi telah mempercepat perubahan  dan inovasi digital disemua aspek kehidupan kita, termasuk digitalisasi uang dan adopsi konsumen yang lebih besar atas layanan keuangan digital," kata Jose Fernandez da Ponte dari PayPal.  Pada April 2021, layanan pembayaran seluler milik PayPal, Venmo, mulai memungkinkan pengguna di AS membeli, menahan, atau menjual cryptocurrency menggunakan aplikasinya.

Bitcoin menikmati perjalanan yang luar biasa awal tahun ini, tetapi pada pertengahan bulan Mei mulai jatuh karena berbagai masalah. Diantaranya tindakan keras pemerintah Tiongkok terhadap kripto dan keputusan bos Tesla Elon Musk untuk berhenti menerimanya sebagai pembayan, terkait kekhawatiran tentang dampak lingkungan dari pertambangan uang kripto. Sekarang nilai bitcoin telah meningkat lebih dari 70% dari posisi terendah enam bulan dibawah US% 29.000 yang disentuh pada Juni. Namun, Bitcoin masih jauh dari rekornya US$ 65.000 yang dicapai pada April. (YTD)

Aset Kripto Hijau, Bitcoin Tembus Rp722 Juta per Keping

Sajili 23 Aug 2021 CNN Indonesia

Mayoritas harga aset kripto menguat pada perdagangan Senin (23/8). Sebanyak tujuh dari sepuluh uang kripto utama terpantau perkasa awal pekan, termasuk bitcoin (BTC) yang naik 2,5 persen menembus US$50.129 per koin atau sekitar Rp722,65 juta (asumsi kurs Rp14.416 per dolar AS).

Mengutip coinmarketcap.com, penguatan tertinggi sendiri diraih oleh cardano (ADA) sebesar 11,94 persen dalam 24 jam terakhir menuju ke US$2,83 persen koin. Dalam sepekan, uang kripto ini meroket 30,90 persen.

Selanjutnya, harga ethereum (ETH) berada di level US$3.299 per koin. Harganya naik 2,02 persen dalam 24 jam, namun koreksi 0,49 persen dalam sepekan. Sementara itu, binance coin (BNC) menguat 1,12 persen dalam 24 jam terakhir menjadi US$455,61 per koin. Dalam sepekan, binance coin bertambah 9,43 persen.

Sedangkan, ripple (XRP) diperdagangkan pada level US$1,25 per koin. Harganya naik 1,43 persen dalam 24 jam, namun minus 4,12 persen dalam sepekan. Serupa, polkadot (DOT) juga menguat 1,53 persen menjadi US$28,32 per koin. Dalam sepekan, polkadot menguat tajam 20,87 persen.


Aset Kripto Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

HR1 16 Aug 2021 Bisnis Indonesia

Menteri Per­dagan­gan Muhammad Lutfi mengatakan aset kripto akan memainkan peran penting karena merupakan buah dari hilirisasi ekonomi digital ketika teknologi 5G, Internet of Things (IoT), cloud computing (komputasi awan) dan artificial intelligence (AI) mulai diadopsi secara luas. “Pertumbuhan ekonomi kripto ini sangat tinggi. Kalau kita lihat jumlah pemain pada 2020 itu sebanyak 4 juta orang. Pada Mei 2021, jumlah pemain sudah tumbuh lebih dari 50 persen menjadi 6,5 juta orang,” ujar Mendag baru-baru ini. Sejalan dengan pertumbuhan jumlah pemain aset kripto, kata Lutfi, jumlah yang diperdagangkan juga tumbuh sangat tinggi. Perdagangan aset kripto di Tanah Air tumbuh pesat pada tahun ini. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan pun berjanji untuk mengatur melalui regulatory sandbox sehingga perdagangan aset kripto dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, khususnya ekonomi digital Secara historis kehadiran kripto mirip dengan kehadiran uang kertas pada zamannya. Pada awal dikenalkan, uang kertas disandingkan dengan emas sebagai instrumen yang memiliki nilai perdagangan karena kepercayaan masyarakat terhadap instrumen tersebut.

(Oleh - HR1)

Spekulasi Bermunculan tentang Motif Pencurian Kripto US$ 600 Juta

KT1 13 Aug 2021 Investor Daily, 13 Agustus 2021

Aset Poly Network berbentuk mata uang kripto (cryptocurrency) pada kamis (12/8) telah dikembalikan sebagian,sekitar US$ 342 juta dari total yang dicuri para peretas senilai US$ 600 juta. Aksi para peretas misterius ini menarik perhatian para investor kripto sekaligus menimbulkan bermacam spekulasi terkait motifnya. Ada yang menduga mereka sengaja mencuri untuk mengungkapkan kelemahan keamanan yang berbahaya. Atau apakah mereka baru menyadari akan ditangkap. Aleksander, sebagai co-founder Coinfirm, mengatakan bahwa perusahaannya termasuk yang mengkhususkan diri mengikuti transaksi blockcain yang sangat rumit, serta membantu lembaga penegak hukum dan investor untuk melacak aset yang dicuri.

Beberapa penggemar kripto bahkan ada yang memuji aksi peretasan terhadap Poky dengan menyebut  sebagai pahlawan. Sementara itu, lainnya curiga bahwa para peretas mulai mengembalikan uang dikarenakan para detektif sedang mengejar mereka. "Sulit mengatakan apa niat awal  peretas itu. Para peretas mungkin hanya takut akan tindakan yang diambil terhadapnya." Yang paling terkenal, ketika ada peretas mencuri 850.000 bitcoin dari busa Jepang Mt Gox pada 2014. Saat itu, nilai bitcoin mencapai sekitar US$470 juta, dan hari ini secara  mengejutkan nilainya sudah US$ 38 milliar. Kemudian pada 2018, Coinchek, layanan pertukaran kripto di Jepang, diretas dan kehilangan US$ 500juta.

Namun, laporan itu mengingatkan bahwa terdapat lonjakan aksi peretas dan penipuan terkait keuangan terdesentralisasi (DeFi/ decentralized finance ), yakni suatu bentuk pembiayaan kripto, termasuk, pinjaman yang dirancang untuk memutus perantara seperti di perbankan. "Imajinasi penipu di industri ini terus berkembang," ujar Syedur Rahman, seorang pengacara Inggris yang khusus menangani kasus yang melibatkan mata uang kripto. Perjuangan para korban untuk mendapatkan kembali uang yang dicuri di Mt. Gox telah mandek selama bertahun-tahun dalam litigasi internasional. "Ketika ada konsumen yang kehilangan nominal, tidak banyak yang bisa dilakuan," Tambah Rahman. (YTD)

Eksploitasi Celah Keamanan Peretas Curi Kripto Senilai US$ 600 Juta

HR1 12 Aug 2021 Investor Daily, 12 Agustus 2021

Poly Network menyampaikan bahwa asetnya yang berupa mata uang kripto (cryptocurrenccy) senilai lebih dari US$ 600 juta telah dicuri oleh para peretas. Kasus pencurian mata uang kripto yang kemungkinan terbesar ini terjadi dengan mengeksploitasi celah keamanan di Poly Network. Poly Network – sebagai platform penghubung berbagai blockchain yang memungkinkan untuk dapat bekerja sama – itu mengungkap serangan yang dialami di Twitter pada Selasa (10/8). Mereka telah meminta untuk menjalin komunikasi dengan para peretas, dan mendesaknya agar mengembalikan aset yang diretas.Sebagai informasi, blockchain semerupakan buku besar berisi kegiatan-kegiatan yang menjadi dasar berbagai mata uan kripto. Setiap koin digital memiliki blockchain sendiri dan mempunyai perbedaan satu sama lain. Poly Network mengklaim dapat membuat berbagai blockchain ini bekerja satu sama lain.“Jumlah uang yang Anda retas adalah yang terbesar dalam sejarah defi (decentralized finance),” demikian cuitan lain Poly Network, yang dikutip CNBC pada Rabu (11/8).

(Oleh - HR1)

Aset Kripto, Beda Aturan Pajak AS dan Indonesia

KT2 03 Aug 2021 Bisnis Indonesia

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mewajibkan transaksi kripto lebih dari US$10.000 dilaporkan ke otoritas pajak AS atau Internal Revenue Service (IRS).Langkah tersebut menyusul kebijakan China yang lebih dulu melakukan pengetatan terhadap transaksi Bitcoin dan aset kripto lainnya. Untuk menghindari penggelapan pajak, maka Biden membuat proposal mengenai transaksi mata uang digital tersebut.Namun, proposal atau Rancangan Undang-Undang (RUU) Senat AS untuk meningkatkan pengawasan IRS atas transaksi kripto membuat industri dan investor mempertanyakan kelayakan rencana dan janjinya untuk menghasilkan US$28 miliar dalam pendapatan pajak.

Seperti dilansir Bloomberg, Jumat (30/7), bursa kripto, investor, dan para penasihat keuangan dibuat lengah ketika proposal infrastruktur Senat AS dirilis. Sebab, proposal tersebut turut mengatur persyaratan bagi pialang dan investor kripto untuk melaporkan transaksi mereka ke regulator, yakni IRS.Alasan penyertaan ketentuan perpajakan itu pada menit-menit terakhir dalam proposal tersebut adalah untuk membantu pemerintah mengumpulkan sejumlah uang guna membantu mendanai investasi US$550 miliar untuk proyek nasional di sektor transportasi dan fasilitas publik.Di proposal tersebut terdapat ketentuan yang memperbarui aturan terkait kewajiban pialang untuk melaporkan transaksi dan investasi di kripto dengan nilai lebih dari US$10.000. Sekadar catatan, Gedung Putih juga telah mengusulkan ide serupa dalam beberapa bulan terakhir. Adapun, di berbagai negara, aset kripto telah berkembang jauh lebih cepat daripada regulasi yang ada dari pemerintah. Hal itu memunculkan beragam kontroversi di berbagai belahan dunia.Sejumlah pengamat menilai rencana perpajakan tersebut sejatinya digunakan untuk membantu pemerintah mengendalikan ledakan transaksi di aset kripto, baik secara jumlah maupun nilai.Lonjakan yang tak terkendali di transaksi dan investasi aset kripto tersebut dikhawatirkan menjadi celah bagi pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk melakukan penghindaran pengawasan yang selama ini diberlakukan dalam sistem keuangan tradisional. “Alih-alih terburu-buru melalui ketentuan yang belum teruji dengan konsekuensi besar yang tidak diinginkan, kami mendorong Kongres AS untuk bekerja sama dengan industri untuk menemukan bahasa yang sesuai bagi semua pemangku kepentingan,” kata Ketua Asosiasi Blockchain Kristin Smith seperti dilansir Bloomberg, Jumat (30/7).Di samping itu, investor telah frustrasi selama bertahun-tahun dengan kurangnya informasi mengenai aturan dari Pemerintah AS, tentang bagaimana cara melaporkan kepemilikan aset mereka untuk tujuan pajak. Alih-alih lebih jelas tentang cara mengikuti aturan, para investor harus direpotkan oleh beragam proses audit dan penegakan hukum.Para pelaku industri aset kripto khawatir kebijakan Pemerintah AS justru akan mendorong sebagian industri berpindah ke luar negeri.

Sementara itu, di Indonesia, pemerintah disebut-sebut tengah menggodok pengenaan pajak atas aset kripto. Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan pihaknya bersama dengan instansi terkait seperti Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan tengah membahas rencana pajak penghasilan (PPh) untuk investasi aset kripto di Indonesia.Indrasari memaparkan saat ini, pajak yang dikenakan atas aset kripto masih berupa PPh badan yang ditanggung oleh pedagang aset kripto. Kedepannya, pajak yang akan dikenakan untuk aset kripto adalah PPh final.“Rencananya akan PPh final seperti yang berlaku pada bursa efek. Jadi lebih lengkap,” ujarnya.Kendati begitu, Harmanda mengingatkan ada beberapa poin yang perlu diperhatikan oleh pemerintah sebelum memutuskan menerapkan pajak untuk aset kripto. Untuk itu, salah satu kunci yang perlu diperhatikan adalah pemahaman bahwa industri kripto adalah industri yang tidak memiliki batasan yang kaku.

Pengembangan Mata Uang Virtual, Membalut Kripto Dalam Sebuah Burger

Ayutyas 21 Jul 2021 Bisnis Indonesia

Kafe Red Ruby di Seminyak, Bali punya cara unik untuk memperkenalkan produknya. Mereka menawarkan produk burger dan koktail dibalut dengan hadiah token kripto StarX.Cara baru ini dilakukan sebagai upaya memperkenalkan industry hospitality dengan kripto.Nantinya, poin kripto yang diperoleh sebanyak 100 token StartX untuk setiap pembelian burger dan koktail tidak dapat diperjual belikan.Kripto tersebut hanya dapat digunakan seperti poin sebagaimana ketika kita membeli di sebuah tempat belanja. Bedanya, token tersebut tidak memiliki batas waktu. Untuk saat ini kegunaan token hanya sebatas reward.Namun, kedepannya tidak menutup kemungkinan ditukar dengan kripto lain seperti bitcoin atau cryptocurrency lain dengan catatan apabila izin Startwork sudah diperoleh.“Selanjutnya, bisa diuangkan atau bisa ditransfer ke kripto wallet. Tapi itu langkah ke depannya tidak sekarang,” ujar Director Startworks Global Graham J Bristow kepada Bisnis akhir pekan lalu.Startworks Global merupakan perusahaan yang memelopori transaksi berhadiah kripto tersebut. Ditegaskan oleh Graham, saat ini kripto yang dikembangkan belum dapat difungsikan sebagai alat pembayaran pengganti mata uang rupiah. Hal ini karena Startworks masih dalam proses registrasi di Bappebti, dan ditarget sebelum Desember 2021 rampung.

(Oleh - HR1)

AS akan Menjadi Pusat Penambangan Bitcoin Baru Dunia

Ayutyas 19 Jul 2021 Investor Daily, 19 Juli 2021

Amerika Serikat (AS) sekarang sedang menjadi pusat kegiatan (hub) penambangan kesayangan dunia yang baru bagi para penambang bitcoin, dan tujuan penambangan terbesar kedua di planet bumi ini. Data terbaru yang dirilis Cambridge University menunjukkan kemungkinan, bahwa para penambang bicoin yang diusir dari Tiongkok berbondong-bondong menuju AS. Bahkan, jauh sebelum Tiongkok mengambil tindakan tegas terhadap para penambang ini. Tercatat hampir 17% dari semua penambang bitcoin dunia pada April 2021 atau naik 151% dari September 2020. “Selama 18 bulan terakhir, kami mengalami pertumbuhan infrastruktur pertambangan yang serius di AS. Kami telah melihat peningkatan besar-besaran dalam operasi penambangan yang ingin pindah ke Amerika Utara, sebagian besar di AS,” ujar Darin Feinstein, pendiri Blockcap dan Core Scientific, yang dikutip CNBC, pada Sabtu (17/7). “Awalnya sebanyak 500.000 rig penambang Tiongkok sedang mencari tempat tinggal di AS. Jika mereka dikerahkan, itu artinya Amerika Utara akan memiliki hampir 40% dari hashrate global pada akhir 2022,” kata Fred Thiel dari Marathon Digital.

“Para penambang besar yang diperdagangkan secara publik mampu mengumpulkan modal untuk melakukan pembelian besar,” tutur CEO perusahaan mata uang digital Foundry, Mike Colyer, yang membantu membawa peralatan pertambangan ke Amerika Utara senilai lebih dari US$ 300 juta. Colyer menambahkan, perusahaan-perusahaan, seperti operator penambangan kripto Amerika Utara, Core Scientific terus membangun ruang layanan online sepanjang musim penurunan harga kripto sehingga mereka memiliki kapasitas untuk memasang peralatan baru. “Sebagian besar peralatan baru yang diproduksi dari Mei 2020 hingga Desember 2020 dikirim ke AS dan Kanada,” kata dia. Sedangkan Alex Brammer dari Luxor Mining – sebuah wadah mata uang kripto (cryptocurrency) yang dibangun untuk penambang tingkat lanjut – menunjukkan bahwa pasar modal dan instrumen keuangan yang matang di sekitar industri pertambangan turut memainkan peran besar dalam pesatnya pertumbuhan industri di AS.

(Oleh - HR1)