Spekulasi Bermunculan tentang Motif Pencurian Kripto US$ 600 Juta
Aset Poly Network berbentuk mata uang kripto (cryptocurrency) pada kamis (12/8) telah dikembalikan sebagian,sekitar US$ 342 juta dari total yang dicuri para peretas senilai US$ 600 juta. Aksi para peretas misterius ini menarik perhatian para investor kripto sekaligus menimbulkan bermacam spekulasi terkait motifnya. Ada yang menduga mereka sengaja mencuri untuk mengungkapkan kelemahan keamanan yang berbahaya. Atau apakah mereka baru menyadari akan ditangkap. Aleksander, sebagai co-founder Coinfirm, mengatakan bahwa perusahaannya termasuk yang mengkhususkan diri mengikuti transaksi blockcain yang sangat rumit, serta membantu lembaga penegak hukum dan investor untuk melacak aset yang dicuri.
Beberapa penggemar kripto bahkan ada yang memuji aksi peretasan terhadap Poky dengan menyebut sebagai pahlawan. Sementara itu, lainnya curiga bahwa para peretas mulai mengembalikan uang dikarenakan para detektif sedang mengejar mereka. "Sulit mengatakan apa niat awal peretas itu. Para peretas mungkin hanya takut akan tindakan yang diambil terhadapnya." Yang paling terkenal, ketika ada peretas mencuri 850.000 bitcoin dari busa Jepang Mt Gox pada 2014. Saat itu, nilai bitcoin mencapai sekitar US$470 juta, dan hari ini secara mengejutkan nilainya sudah US$ 38 milliar. Kemudian pada 2018, Coinchek, layanan pertukaran kripto di Jepang, diretas dan kehilangan US$ 500juta.
Namun, laporan itu mengingatkan bahwa terdapat lonjakan aksi peretas dan penipuan terkait keuangan terdesentralisasi (DeFi/ decentralized finance ), yakni suatu bentuk pembiayaan kripto, termasuk, pinjaman yang dirancang untuk memutus perantara seperti di perbankan. "Imajinasi penipu di industri ini terus berkembang," ujar Syedur Rahman, seorang pengacara Inggris yang khusus menangani kasus yang melibatkan mata uang kripto. Perjuangan para korban untuk mendapatkan kembali uang yang dicuri di Mt. Gox telah mandek selama bertahun-tahun dalam litigasi internasional. "Ketika ada konsumen yang kehilangan nominal, tidak banyak yang bisa dilakuan," Tambah Rahman. (YTD)
Tags :
#Crypto CurrencyPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023