Bitcoin Tertekan Pemberantasan Tambang Kripto di Tiongkok
BEIJING – Nilai Bitcoin jatuh
lebih dari 10% pada Senin (21/6)
setelah Tiongkok memperluas
pemberantasan terhadap industri
penambangan besar-besaran kripto,
dengan larangan tambang kripto di
provinsi bagian barat daya.
Tambang Tiongkok menggerakkan hampir 80% perdagangan
global dalam kripto, meskipun ada
larangan perdagangan domestik
sejak 2017. Tetapi dalam beberapa
bulan terakhir sejumlah provinsi
telah memerintahkan penutupan
tambang karena pemerintah Tiongkok mengalihkan perhatiannya ke
industri tersebut.
Harga bitcoin kemudian merosot
ke level US$ 32.309. Unit tersebut
telah terpukul parah dalam beberapa
minggu terakhir, setelah memukul
rekor mendekati US$ 65.000 pada
April, sebagian penurunan disebabkan tindakan keras pemerintah
Tiongkok.
Pemberitahuan tersebut dilaporkan menginstruksikan perusahaan
listrik untuk berhenti memasok
listrik ke semua tambang cryptocurrency pada Minggu (20/6).
Bank sentral Tiongkok (PBoC)
mengatakan kegiatan transaksi mata
uang virtual mengganggu ekonomi
normal dan tatanan keuangan,
serta berisiko berkembang biak
dari transfer aset lintas batas ilegal.
Pihaknya menambahkan, lembaga
harus memotong penghubung yang
memfasilitasi mereka.
Pemerintah Tiongkok telah menambah tekanan pada para penambang cryptocurrency untuk
mengeliminasi risiko keuangan dari
spekulasi, meskipun kekhawatiran
lingkungan tentang tambang yang
menghabiskan gas juga menjadi
faktor.
(Oleh - HR1)
Tags :
#Crypto CurrencyPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023