;
Tags

Berita

( 364 )

Masyarakat Kelas menengah Perlu Diperkuat

KT1 08 Mar 2024 Investor Daily (H)
Jumlah kelas menengah semakin bertambah dari tahun ke tahun. Namun, kebanyakan masyarakat kelas  menengah memiliki pendidikan yang relatif rendah. Sementara kebijakan pemerintah  yang ada selama ini justru menambah beban kepada kelas menengah. Karenanya, masyarakat kelas menengah perlu diperkuat dengan mempermudah akses mereka untuk pendidikan yang lebih baik juga infrastruktur lainnya dalam rangka meningkatkan kesejateraan. "Dikelas menengah mau tidak mau, suka tidak suka akan menjadi sangat banyak dengan porsinya hampir 70%. Oleh karena itu para akademisi, ekonom, dan penulis harus menggugah untuk berbicara lebih insentif lagi tentang kelas menengah karena ini bisa menjadi bom waktu kedepannya kalau negara tidak bisa mengontrol dan tidak bisa men-treat mereka dengan baik," kata Dosen Fakultas UI Atma Jaya Johanes Bercham Suhartoko. (Yetede)

Telkom Makin Dekat Monetisasi Bisnis Data Center

KT1 06 Mar 2024 Investor Daily
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) makin dekat menuju monetasi bisnis pusat data (data center), seiring keberhasilan emiten BUMN papan atas tersebut yang menyelesaikan pengalihan aset di Singapura ke NeutraDC. Setelah pengalihan aset senilai US$ 219 juta atau setara  Rp 3,4 triliun tersebut, NeutraDC yang juga merupakan anak usaha Telkom ini, melangkah lebih lanjut dengan mencari kemitraan strategis untuk peningkatan modal. Aksi korporasi  yang diproyeksikan rampung paling lambat pada 2025 ini, ditaksir bisa mendatangkan  dana segar hingga Rp13 triliun hingga Rp 13 triliun. Leste, Giovani menyebutkan, kemungkinan besar aset tersebut akan ditransfer ke NeutralDC di masa depan. Meski jadwalnya belum jelas hingga saat ini. (Yetede)

Fatamorgana Integritas KPK

KT1 26 Feb 2024 Tempo
"Organisasi ini terbukti independen dan sukses mengkampanyekan gerakan antikorupsi di Indonesia dengan mengkombinasikan upaya penegakan hukum terhadap pejabat yang berbuat salah serta didukung oleh cita-cita reformasi sistem tata kelola dan kampanye edukasi terhadap seluruh warga Indonesia agar waspada, jujur, dan aktif.”

Kutipan di atas ditujukan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi saat mendapat penghargaan bergengsi Ramon Magsaysay lebih dari satu dekade lalu di Filipina. Kala itu KPK dianggap dan diakui oleh dunia internasional sebagai lembaga pemerintah yang sukses menyebarluaskan nilai integritas kepada masyarakat. Sorak-sorai, apresiasi, dan dukungan pun silih berganti membersamai setiap tindakan yang dilakukan oleh komisi antirasuah. Namun kenangan manis itu sekarang harus dikubur dalam-dalam, di tengah kian maraknya pelanggaran yang dilakukan oleh pegawai internalnya sendiri. 

Rasanya tak salah jika dikatakan periode kepemimpinan KPK saat ini merupakan yang terburuk sepanjang sejarah lembaga tersebut. Bayangkan, belum selesai dengan permasalahan keterlibatan bekas Ketua KPK Firli Bahuri dalam perkara korupsi pemerasan terhadap eks-Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, baru-baru ini Dewan Pengawas KPK memutuskan bersalah 78 pegawai karena terbukti melakukan pungutan liar (pungli) di rumah tahanan mereka. Melihat jumlahnya, tentu sulit untuk mengatakan bahwa permasalahan ini sekadar ulah oknum, melainkan terjadi karena adanya gerombolan penjahat yang terorganisasi. (Yetede)


Bertemu Surya Paloh, Jokowi Ingin Menjadi Jembatan untuk Semua

KT1 20 Feb 2024 Investor Daily (H)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pertemuan dengan Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh, di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (18/2/2024) merupakan pertemuan politik biasa. Presiden berharap pertemuan itu bisa  menjadi jembatan bagi semua pihak. "Ini baru awal-awal. Nanti kalau sudah final nanti kami sampaikan. Tapi itu sebetulnya saya saya itu hanya menjadi jembatan, yang paling penting kan nanti partai-partailah," ujar Jokowi. Presien tidak menjelaskan detail apa yang dimaksud dengan menjadi jembatan. Ketika ditanya mengenai hal tersebut, dia hanya mengatakan dirinya hanya ingin menjadi  jembatan bagi semua pihak. Ia tidak merasa perlu menjelaskan siapa yang mengundang dan siapa yang diundang dalam pertemuan tersebut. Yang penting, kata dia, pertemuan itu akan bermanfaat bagi perpolitikan kita, bagi negara, saya kira yang paling penting itu," jelas dia. (Yetede)

Bahaya Data di Luar Negeri

KT1 19 Feb 2024 Tempo
Para ahli keamanan siber ragu akan keamanan data dan keandalan sistem teknologi informasi Komisi Pemilihan Umum dalam menangani hasil Pemilu 2024. Komunitas keamanan siber dan pelindungan data, Cyberity, menemukan data digital pada sistem Sirekap-web.kpu.go.id dan Pemilu2024.kpu.go.id disimpan di luar negeri.  Menurut Ketua Cyberity Arif Kurniawan, dua situs web KPU tersebut menggunakan layanan komputasi awan yang lokasi server alias peladennya berada di Cina, Prancis, dan Singapura. Padahal, dia mengimbuhkan, pemerintah telah mewajibkan seluruh data masyarakat disimpan di dalam negeri. 

Ketentuan itu selaras dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik serta Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). “Karena menyangkut sektor publik dan menggunakan APBN, data penting seperti data pemilu semestinya diatur dan berada di Indonesia sesuai dengan Pasal 20 PP Nomor 71/2019,” ujarnya, pekan lalu.

Pakar telematika Roy Suryo turut mempertanyakan alasan KPU tidak menyimpan data sepenting data Pemilu 2024 di Indonesia. Sebab, data yang disimpan di negara lain dapat diakses berbagai pihak tanpa diketahui oleh pemerintah Indonesia ataupun KPU.    Adapun Komisioner KPU Betty Epsilon Idroos membantah anggapan bahwa server Sirekap ataupun Pemilu2024 terhubung dengan server Alibaba di Singapura. “Enggak, servernya di Indonesia,” kata Betty. (Yetede)

Listrik Premium Hijau dari PLTS Terapung

KT1 19 Feb 2024 Tempo
 Perjuangan umat manusia menghindari bencana iklim terangkum dalam kalimat ringkas yang dikatakan Bill Gates berikut: "dari 51 miliar ke nol." Tatkala Gates menulis buku How to Avoid a Climate Disaster pada 2021, secara global, negara-negara di dunia ini melepaskan emisi gas rumah kaca sebesar 51 miliar ton ke atmosfer. Akibat tingginya emisi tadi, tidak bisa tidak, negara-negara di bawah kolong langit yang tidak biru lagi ini diwajibkan menurunkan emisi gas rumah kaca sampai ke titik nol. Tantangan itu semakin besar. Sebab, pada 2023, Komisi Eropa mencatat volume emisi gas rumah kaca mencapai rekor tertinggi baru, yaitu 53,79 miliar ton setara dengan karbon dioksida (CO2 ekuivalen).
 
Untuk mencapai titik nol, titik-titik krusial telah ditetapkan, yaitu 2050 untuk negara-negara maju dan tahun-tahun setelahnya bagi negara berkembang dan miskin. Indonesia memutuskan 2060 sebagai target untuk mencapai net zero emission. Aksi menuju nol emisi karbon tersebut dipengaruhi bagaimana dunia mencapai target emisi pada 2030. Uni Eropa punya proyek menurunkan emisi sebesar 55 persen pada 2030.Di Indonesia sendiri, dalam siaran pers pada 19 Januari lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengklaim cerita sukses penurunan emisi gas rumah sebesar 127,67 juta ton CO2 ekuivalen atau 109,64 persen di atas target.

Klaim ini memompa kepercayaan diri pemerintah sehingga menaikkan target penurunan gas rumah kaca pada 2030 menjadi 31,89 persen dengan kemampuan sendiri dan 43,20 persen dengan dukungan internasional.Bolehlah kita sedikit menepuk dada. Sebab, dua tahun lalu (2022), emisi gas rumah kaca Indonesia sempat menyentuh 1,24 gigaton atau 1,24 miliar ton. Jumlah ini melonjak 10 persen dibanding tahun sebelumnya dan berkontribusi 2,3 persen terhadap total emisi gas rumah kaca global pada 2022. (Yetede)

Tak hanya Siap Menang, Juga Harus Siap Kalah

KT1 14 Feb 2024 Investor Daily (H)
"Tidak hanya siap untuk menang, tapi juga harus siap untuk kalah." Pesan itu kembali diserukan oleh sejumlah elemen masyarakat, dari tokoh agama, hingga pelaku usaha, kepada semua kontestan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, menjelang momen pemungutan suara atau pencoblosan yang akan berlangsung pada hari ini, Rabu (14/02/2024).  Pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat untuk memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR, DPRD, serta DPD. Karenanya, semua pihak, terlebih kontestan pemilu, harus menghormati apa pun hasil pemilu yang telah dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil luber-jurdil, para kontestan pemilu diminta menyelesaikan melalui jalur hukum yang ada, yakni gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). SIkap legowo terhadap hasil pemilu serta menghindari cara yang melawan hukum dalam penyelesaian perselisihan pemilu, akan lebih menjamin terciptanya kepastian hukum serta stabilitas politik, sosial dan keamanan. (Yetede)

Pemanasan 1,5 Derajat Celsius Terlampaui

KT1 14 Feb 2024 Tempo
SUHU global telah melampaui pemanasan 1,5 derajat Celsius dan mungkin melewati 2 derajat Celsius pada akhir dekade ini, berdasarkan studi pertama di dunia yang saya pimpin. Temuan yang mengkhawatirkan ini didasarkan pada catatan suhu yang terkandung dalam kerangka spons laut, yang menunjukkan perubahan iklim global telah berkembang lebih jauh dari perkiraan sebelumnya. Emisi gas rumah kaca yang disebabkan oleh manusia mendorong terjadinya  pemanasan global. Memperoleh informasi yang akurat tentang tingkat pemanasan sangat penting. Sebab, hal itu membantu kita memahami apakah peristiwa cuaca ekstrem lebih mungkin terjadi dalam waktu dekat dan apakah dunia membuat kemajuan dalam pengurangan emisi.

Sampai saat ini, perkiraan pemanasan laut bagian atas terutama didasarkan pada catatan suhu permukaan laut, tapi penanggalannya hanya sampai 180 tahun yang lalu. Kami malah bisa mempelajari 300 tahun catatan yang dilestarikan dalam kerangka spons laut berumur panjang dari Karibia Timur. Secara khusus, kami memeriksa perubahan jumlah unsur kimia yang dikenal sebagai strontium dalam kerangkanya, yang mencerminkan variasi suhu air laut selama kehidupan organisme.

Menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 1,5 derajat Celsius sejak masa pra-industri adalah tujuan Perjanjian Paris tentang iklim pada 2015. Penelitian kami, yang diterbitkan dalam Nature Climate Change pada 5 Februari 2024, menunjukkan peluang itu telah berlalu. Bumi mungkin sebenarnya sudah mencapai setidaknya pemanasan 1,7 derajat Celsius sejak zaman pra-industri. Ini temuan yang sangat meresahkan. (Yetede)

Operasi Penggembosan Gerakan Kampus

KT1 10 Feb 2024 Tempo
Profesor Jiuhardi bersama 16 guru besar lintas perguruan tinggi berkumpul di Hotel Aryaduta, Jakarta, selama tiga hari, Selasa hingga Kamis lalu. Di hotel itu, mereka menggodok rancangan maklumat yang akan dibacakan secara terbuka. Jiuhardi merupakan guru besar ilmu ekonomi dari Universitas Mulawarman. Ia dan 16 guru besar lainnya bergabung dalam Presidium Forum Guru Besar Indonesia. Rapat di Hotel Aryaduta itu dipimpin oleh Singgih Tri Sulistiyono, guru besar dari Universitas Diponegoro. Singgih merupakan Ketua Presidium Forum Guru Besar Indonesia. Adapun Jiuhardi datang ke Jakarta atas undangan Singgih Tri Sulistiyono, yang dikirim kepadanya pada 4 Februari lalu. “Kami berangkat sehari setelahnya,” kata Jiuhardi kepada Tempo, Jumat, 9 Februari 2024

Ia mengatakan pengundang menanggung biaya transportasi peserta pergi-pulang (PP) dan sewa hotel selama empat hari. “Ongkos ke bandar udara saja yang pribadi,” katanya.Jiuhardi mengatakan rapat Presidium Forum Guru Besar Indonesia sengaja dilakukan untuk merespons sikap guru besar yang berlebihan, khususnya mengenai tanggapan mereka terhadap pelaksanaan Pemilu 2024.  Sikap guru besar yang berlebihan yang dimaksudkan Jiuhardi itu merujuk pada gerakan kampus yang meningkat sejak akhir Januari lalu. Gerakan kampus itu berawal dari petisi civitas academica Universitas Gadjah Mada yang dinamai Petisi Bulaksumur, 31 Januari lalu. Mereka menegur Jokowi sebagai bagian dari keluarga besar UGM. Jokowi adalah alumnus UGM dari Fakultas Kehutanan. (Yetede)

Amarah Kampus kepada Jokowi

KT1 10 Feb 2024 Tempo
Lamadahur Pamungkas sibuk mengirim pesan WhatsApp kepada pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa di berbagai perguruan tinggi, Jumat kemarin. Mantan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti itu mengajak koleganya ikut “Gerakan Kampus” mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo. “Komunikasi kami lakukan untuk konsolidasi gerakan selanjutnya,” kata Lamadahur, Jumat, 9 Februari 2024. 

Lamadahur sesungguhnya sudah berkomunikasi dengan pengurus BEM di sejumlah kampus sejak Desember lalu. Saat itu, ia mengajak BEM di seluruh Indonesia turun ke jalan mengkritik pemerintahan Jokowi yang dinilai semakin ugal-ugalan.  Namun rencana demonstrasi mahasiswa itu batal terlaksana pada akhir tahun lalu. Kendala utama, kata Lamadahur, adalah pengurus BEM di sejumlah kampus mengalami masa transisi. Mereka tengah menggelar pemilihan pengurus BEM, sama seperti di Universitas Trisakti yang sedang menggelar pemilihan raya.

Satu bulan konsolidasi, aliansi mahasiswa lintas kampus, termasuk Universitas Trisakti, memilih turun ke jalan, Kamis lalu. Mereka berunjuk rasa di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, atau tidak jauh dari Istana Negara. Awalnya, mahasiswa hendak berdemonstrasi di depan Istana Negara, tapi polisi memblokade jalan menuju arah Istana. Dalam orasinya, mahasiswa menyuarakan kondisi demokrasi di Indonesia yang semakin terpuruk. Mereka juga mengusung agenda menolak pemilu curang dan mewacanakan pemakzulan Jokowi. (Yetede)