Berita
( 364 )Guyup Politik dan Komitmen Kuat pada Demokrasi
Tenaga Kerja Terampil Kunci Penciptaan Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas
Investasi Hijau Dongkrak Saham Astra dan Barito Renewables
Ketangguhan Indonesia Hadapi Tantangan Global
Jokowi: KTT AIS Forum 2023 Sepakati Kesetaraan dan Inklusivitas
2024, Jakarta Mendapat Tambahan Lima Hotel Baru
Sinyal Politik Gibran di Medan Merdeka Barat
Bergabungnya Kaesang akan Tingkatkan Popularitas PSI
JAKARTA,ID-Partai Solidaritas Indonesia (PSI) diuntungkan dengan bergabungnya putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep ke partai tersebut. Popularitas PSI akan meningkat di publik menjelang pemilu 2024. Namun demikian, masuknya Kaesang tidak secara otomatis mendongkrak elektabilitas PSI. Hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah kepada Investor Daily, Jakarta (24/09/2023). "Situasi ini, (bergabungnya Kaesang yang merupakan putra Presiden, Red) bisa meningkatkan popularitas partai, namun belum tentu dari sisi elektabilitas buat partai," kata Dedi. Dedi menilai, Kaesang merupakan sosok anak muda yang sangat populer, pengusaha muda sukses serta memiliki sumber daya yang cukup untuk mendukung partai. Karena itu, menurut dia wajar jika bergabung Keasang seharusnya dapat diapresiasi oleh PSI, Dedi mengatakan, PDIP sebenarnya memiliki aturan yang tegas dimana keluarga wajib membawa keseluruhan anggota sebagai kader atau simpatisan PDI. "Tetapi ini berhubung ini adalah keuarga Presiden, maka PDIP kemungkinan tidak akan menerapkan aturan tegas ini," (Yetede)
Agus Martowardojo dan Arcandar Tahar Masuk Jajaran Komisaris PLN
Konsensus Tercapai, G20 Menentang Kekuatan Senjata
NEW DELHI,ID-Kelompok negara G20 pada Sabtu (09/09/2023) waktu New Delhi, India akhirnya sukses mengatasi perbedaan pendapat mengenai perang di Ukraina. Kelompok 20 negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini mencapai konsensus mengenai deklarasi bersama. Sebanyak 83 paragraf "Deklarasi Para Pemimpin" itu akan membuka jalan bagi kerangka penyelesaian utang, solusi pendanaan iklim sesuai kebutuhan masing-masing negara, serta janji-janji lain untuk meningkatkan pembangunan di Dunia Selatan. Komunike bersama itu terdiri atas 14 poin. Hal menarik, pada poin ke-12, G20 menyerukan pentingnya menjaga ketahanan pangan dan energi, kami menyerukan penghentian penghancuran militer atau serangan lain terhadap infrastruktur terkait. Poin 13, G20 menyeurkan kepada semua negara untuk menjunjung tinggi prinsip-prinsip hukum internasional dan sistem multilateral yang menjaga perdamaian dan stabilitas. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Upaya Menegakkan Jurnalisme Berkeadilan
01 Aug 2022 -
Hati-hati Rekor Inflasi
02 Aug 2022 -
Kegagalan Sistem Pangan Indonesia
06 Aug 2022









