Berita
( 364 )Pascadebat, TKN Prabowo-Gibran Optimistis Pilpres Sekali Putaran
Cawe-cawe Polisi Menandingi Gerakan Kampus
Turun Gunung Mengkritik Jokowi
SDM Kunci Penyelesaian Masalah Bangsa
Menhan Prabowo Kembali Resmikan 15 Titik Sumber Air di Bangkalan
Transisi Energi Gradual Cegah Greenflation
Merah-Biru Rapor Sri Mulyani
Pemerintah Diminta Buka Data Pantauan Emisi Karbon
Direktur Eksecutif for Essential Service Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengungkapkan, meski scrubber sudah terpasang di Indonesia, tingkat polusi udara belum mengalami penurunan yang signifikan. Ia pun mendesak pemerintah untuk membuka data pantauan emisi karbon. Pada hari-hari tertentu saat kondisi lalu lintas sedang sepi, tingkat polusi udara masih tinggi. Fabby menyoroti kemungkinan bahwa scrubber mungkin tidak selalu beroperasi selama 24 jam penuh, atau bahkan mungkin mengalami kerusakan dan tidak berfungsi dengan normal. "Ada tiga hal yang memungkinkan polusi udara tetap tinggi. Pertama tidak semua PLTU menggunakan scrubber. Keudara, apakah scrubber selalu dinyalakan 24 jam? Ketiga, apakah scrubber berfungsi normal atau rusak? Semua ini harus diperiksa." ujar fabby. Fabby menekankan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) seharusnya dilengkapi dengan continuous emissions monitoring sistem (CEMS) untuk memantau emisi karbon secara berkala dari PLTU dan industri. (Yetede)
Timur tengah Telah Berubah Selamanya
Gabung TKN, Khofifah Tambah "Daya Gedor" Prabowo-Gibran di Jatim
Pilihan Editor
-
Alarm Inflasi Mengancam Sektor Retail
11 Oct 2022









