;

Listrik Premium Hijau dari PLTS Terapung

Listrik Premium Hijau dari PLTS Terapung
 Perjuangan umat manusia menghindari bencana iklim terangkum dalam kalimat ringkas yang dikatakan Bill Gates berikut: "dari 51 miliar ke nol." Tatkala Gates menulis buku How to Avoid a Climate Disaster pada 2021, secara global, negara-negara di dunia ini melepaskan emisi gas rumah kaca sebesar 51 miliar ton ke atmosfer. Akibat tingginya emisi tadi, tidak bisa tidak, negara-negara di bawah kolong langit yang tidak biru lagi ini diwajibkan menurunkan emisi gas rumah kaca sampai ke titik nol. Tantangan itu semakin besar. Sebab, pada 2023, Komisi Eropa mencatat volume emisi gas rumah kaca mencapai rekor tertinggi baru, yaitu 53,79 miliar ton setara dengan karbon dioksida (CO2 ekuivalen).
 
Untuk mencapai titik nol, titik-titik krusial telah ditetapkan, yaitu 2050 untuk negara-negara maju dan tahun-tahun setelahnya bagi negara berkembang dan miskin. Indonesia memutuskan 2060 sebagai target untuk mencapai net zero emission. Aksi menuju nol emisi karbon tersebut dipengaruhi bagaimana dunia mencapai target emisi pada 2030. Uni Eropa punya proyek menurunkan emisi sebesar 55 persen pada 2030.Di Indonesia sendiri, dalam siaran pers pada 19 Januari lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengklaim cerita sukses penurunan emisi gas rumah sebesar 127,67 juta ton CO2 ekuivalen atau 109,64 persen di atas target.

Klaim ini memompa kepercayaan diri pemerintah sehingga menaikkan target penurunan gas rumah kaca pada 2030 menjadi 31,89 persen dengan kemampuan sendiri dan 43,20 persen dengan dukungan internasional.Bolehlah kita sedikit menepuk dada. Sebab, dua tahun lalu (2022), emisi gas rumah kaca Indonesia sempat menyentuh 1,24 gigaton atau 1,24 miliar ton. Jumlah ini melonjak 10 persen dibanding tahun sebelumnya dan berkontribusi 2,3 persen terhadap total emisi gas rumah kaca global pada 2022. (Yetede)
Tags :
#Berita #Listrik
Download Aplikasi Labirin :