;
Tags

Ekonomi Makro

( 699 )

Siapkan Langkah Antisipasi dalam Implementasi RCEP

KT3 12 Jan 2022 Kompas

Indonesia akan mengimplementasikan perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) pada pertengahan 2022. Dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Koichi Hagiuda, Mendag Muhammad Lutfi(10/1)  mengatakan, Indonesia berkomitmen mempercepat ratifikasi perjanjian RCEP di tingkat nasional. ”Implementasi RCEP diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi kawasan dan global akibat imbas pandemi Covid-19,” kata Lutfi

Indonesia belum merampungkan ratifikasi karena pembahasannya di parlemen belum tuntas. Kemendag memprediksi, 5 tahun sejak RCEP diberlakukan, ekspor Indonesia akan naik 8-11 % dan investasi luar negeri meningkat 22 %. Selain penurunan tarif dan kemudahan investasi, RCEP juga membuka peluang peningkatan keterlibatan Indonesia dalam rantai nilai global.

Plt Direktur Eksekutif Indonesia Global Justice (IGJ) Rachmi Hertanti berpendapat, pengalihan dan penciptaan perdagangan bisa terjadi lewat RCEP, mengingat mayoritas komoditas unggulan negara anggota RCEP, terutama negara ASEAN, relatif sama. Negara lain non-anggota RCEP bisa jadi tidak kehilangan potensi ekspor. Mereka justru dapat bekerja sama dengan negara yang terikat RCEP. Riset pemerintah menunjukkan, neraca perdagangan Indonesia bakal defisit pada tahun awal implementasi RCEP, namun akan diimbangi kenaikan surplus sampai 979,03 juta USD pada 2040 atau 2,5 kali surplus saat tidak mengikuti RCEP yang hanya 383,06 juta USD. (Yoga)


Bappenas Optimistis Indonesia akan Keluar dari Middle Income Trap

KT1 07 Jan 2022 Investor Daily

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas optimis, Indonesia bakal keluar dari jebakan kelas menengah  (middle income trap) pada 2045 dengan mendorong pertumbuhan  ekonomi sebesar 6% atau lebih tinggi dari rata-rata  beberapa tahun terakhir yang hanya dikisaran 5%. Terealisasinya ekonomi hijau dan rendah karbon menjadi kunci utamanya. Indonesia harus melakukan lompatan untuk menghindari income middle trap dan berjalan sebagai negara maju kedepannya. Untuk mewujudkannya, perlu kolaborasi semua pihak. Pemerintah perlu menjalankan enam strategi transformasi ekonomi untuk mencapai  visi Indonesia Emas 2045. Menurut Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Medrilzam, enam strategi informasi  tersebut adalah pengembangan  SDM, peningkatan produktifitas ekonomi, pemindahan ibu kota negara , transformasi digital, integrasi ekonomi domestik, serta ekonomi hijau dan rendah karbon. (Yetede)

RNI Jamin Pasokan Beras dan Gula

KT1 31 Dec 2021 Investor Daily

PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI Persero) sebagai BUMN klaster pangan memastikan ketersediaan pangan khususnya gula dan beras aman menjelang awal 2022. "Setiap  jelang hari besar ataupun pergantian tahun memang diikuti dengan isu ketersediaan pangan, dari peninjauan kami di lapangan  melalui beberapa toko retail dipastikan stock gula dan beras aman", kata Diretur Utama RNI Arief Prasetyo Adi seperti di lansir Antara, Kamis, (30/12) Kolaborasi  RNI sebagai BUMN dengan sektor swasta akan semakin memperkuat hilirisasi produk-produk pangan nasional  melalui perluasan jaringan distribusi serta mendukung ketersediaan dan keterjangankauan produk-produk pangan berkualitas bagi masyarakat. (Yetede) 

Paradoks Bonanza Komoditas

KT3 24 Dec 2021 Kompas

Hingga akhir November 2021, pendapatan negara mencapai 97,5 % target Rp 1.743,6 triliun dan diyakini  melebihi target di akhir tahun. Semua pos penerimaan tumbuh positif, penerimaan pajak sudah 88 %, penerimaan bea cukai 108 %, dan PNBP 128 % target. Ekspor catat rekor tertinggi pada Agustus dan terjadi surplus neraca dagang sejak Mei 2020. Membawa kita keluar dari tekanan fiskal sejak pandemi, namun peringatan muncul untuk tak larut dalam euforia, karena bonanza penerimaan ini disumbangkan tingginya harga komoditas. Seiring peningkatan penerimaan negara, defisit APBN ditekan dari 5,73 % PDB pada Oktober 2021 jadi 3,63 %, dan bisa turun di bawah 3 % di 2023. Berbagai kajian ingatkan bahaya Dutch desease atau ketergantungan berlebih pada SDA sebagai paradox keunggulan komparatif yang menggerogoti daya saing jangka panjang. UNCTAD 2019 menyebut, 10 tahun terakhir kontribusi Indonesia di rantai pasok global menurun. Deindustrialisasi yang terjadi ancam prospek jangka panjang pertumbuhan ekonomi, dan memerangkap Indonesia dalam jebakan negara berpendapatan menengah. (Yoga)


Produk Kelautan dan Perikanan Indonesia Diterima di 177 Negara

KT1 17 Dec 2021 Investor Daily

Produk kelautan dan perikanan dari Indonesia semakin menjangkau pasar global. Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina mengatakan, sejak Januari-November 2021, produk Indonesia sudah diterima di 177 dari 195 negara anggota PBB. Sebanyak  3.203 Unit Pengolahan Ikan dan Unit Penangkapan Ikan  telah terdaftar di berbagai negara mitra. Selama 11 bulan 2021, sebanyak 3.771 sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Point diterbitkan. Pelaku usaha pengiriman produk perikanan domestik Indonesia mendapat kemudahan usaha dari kebijakan KKP melaui BKIPM, berupa keringanan biaya sertifikat kesehatan dan mutu, rata-rata mencapai Rp 3,4 miliar per bulan.  (Yetede)

Melonjak 4.188,7%, ASDP Raih Laba Rp 212,09 M

KT1 07 Dec 2021 Investor Daily

PT  ASDP Indonesia Ferry (persero) membukukan laba sebesar Rp 212,09 miliar pada kuartal III-2021. Angka itu melonjak 4.188,7 dibanding realisasi periode sama tahun lalu yang rugi Rp 5,2 miliar. Selain itu operator angkutan penyebrangan tersebut mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp2,5 triliun pada kuartal III-2021 atau naik 11,31% dari realisasi periode yang sama tahun lalu.

Menurut dia, pergeseran tren dari pejalan kaki dan pengguna sepeda motor ke mobil pribadi sehingga jumlah kendaraan roda empat mengalami peningkatan. Sedangkan, kendaraan roda empat atau lebih mencapai 1,89 juta unit atau naik 25% bila dibandingkan realisasi periode sama tahun 2020 sebanyak1,51 juta unit.

"Penurunan kendaraan roda dua dan tiga salah satunya dipicu tren  masyarakat yang bergeser menggunakan kendaraan roda empat saat melakukan perjalanan dengan moda penyebrangan. Apalagi saat ini telah tersambung akses tol baik Tran Sumatera dan Trans Jawa sehingga masyarakat dapat mengakses perjalanan darat dengan relatif cepat dan lancar," Kata Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin. (Yetede)

Pertumbuhan Yang Makin Inklusif

KT1 27 Nov 2021 Investor Daily

Pertumbuhan yang makin inklusif mengandung makna bahwa pertumbuhan ekonomi kian banyak dihasilkan oleh pemangku kepentingan, serta semakin banyak dan kian berimbang dapat dinikmati oleh banyak pihak. Pertumbuhan yang inklusif berarti menjadi sebuah janji suci pembangunan yang bersifat universal.

Pertumbuhan yang inklusif berarti ada kesadaran bersama bahwa ketidakadilan global harus diatasi. Fakta yang berkembang hingga kini adalah berada pada wilayah pragmatisme. Fakta yang tampak adalah pertumbuhan yang bertumbuh. Pada ranah idealisme adalah berbicara tentang pertumbuhan dan pemerataan.

Indonesia pernah memunculkan gagasan tentang Ekonomi Pancasila. Beberapa tokohnya sebagian telah tiada, Seperti Prof DR Murbiyarto dari FE UGM. Mungkin masih banyak lagi  tokoh nasional atau daerah yang mempunyai pemikiran itu. Ginanjar Kartasasmita dapat pula termasuk tokoh yang memiliki concern serupa. (Yetede)

Koperasi yang Terindikasi Bermasalah dan Melanggar Hukum Segera Ditutup

KT1 11 Nov 2021 Investor Daily

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) meminta kepada pejabat fungsional pengawas koperasi untuk berani mengambil sikap jika menemukan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang terindikasi bermasalah atau melanggar hukum. Serta, jangan lagi melihat status koperasi apakah koperasi tersebut menjadi otoritas provinsi atau kabupaten/kota. Jika terindikasi, segera ambil tindakan. Tutup dulu koperasinya, sampai ada kejelasan. Jangan merasa abai karena merasa status koperasi  bukan berada diwilayahnya. Tutup dulu baru laporkan ke otoritas yang berwenang," tegas Deputi Bidang Pengoperasian Kemenkop dan UKM Ahmad Zabadi dalam siaran pers yang diterima, Rabu 10/11).

Menurut Zabadi, tidak ada larangan pejabat pengawas koperasi mengambil tindakan menutup operasional KSP jika ditemukan indikasi melanggar hukum wajib mengambil tindakan. Seandainya tidak ada Undang-Undang atau peraturan  sekalipun, tetap wajib melindung masyarakat dari praktik-praktik koperasi  yang merugikan dan meresahkan masyarakat. "Pejabat pengawas koperasi dituntut untuk berani meneggakkan disiplin regulasi. Percuma sudah mengetahui suatu regulasi tapi tidak ada tindakan apapun. Seolah-olah itu bukan tugas kita, kita abai dan merasa  berdosa melakukan pembiaran, buat apa jadi pengawas kalau hanya formalitas." kata Zabadi.

"Jika ditanya mana bukti pelanggaran hukum, ya tidak ada izinnya. Jika ditanya izinya sedang diproses, ya ditutup dulu koperasinya sampai izinnya keluar. Kalau sudah keluar baru bisa beroperasi. Kita digaji negara untuk melindung rakyat, mari kita bawa jiwa karsa kita," kata Zabadi. Menurutnya, fungsional pengawas koperasi dan satgas pengawas koperasi merupakan ujung tombak kesukseskan pengawasan koperasi. tantangan pengawasan koperasi yang semakin berat arus ditunjang dengan SDM pengawas koperasi yang handal. (Yetede)


2022, BEI Targetkan Pencatatan 68 Efek

KT1 28 Oct 2021 Investor Daily

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan pencatatan (listing) 68 efek pada 2022 atau meningkat dibandingkan target tahun ini yang mencapai 66 efek. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tahun depan ditargetkan sebesar Rp 13,5 triliun. Direktur Penilaian Perusahaan BEI Nyoman Yetna menjelaskan, listing efek itu mengakumulasi semua intrusmen. "Sebanyak 68 pencatatan itu sudah mencakup saham, obligasi, exchange traded fund (ETF), efek beragun aset (EBA), dan fana investasi infrastruktur (DINFRA)," jelas dia dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (27/10).

Tahun ini, menurut dia, realisasi pencatatan relatif cukup baik. Nyoman menyebutkan, sampai saat ini sudah ada 39 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa. Sedangkan untuk intrusmen lainnya, Nyoman menyebutkan sudah ada empat  pencatatan obligasi, dua ETF, dan satu EBA-SP. Dengan keseluruhan pencatatn tersebut,maka sudah ada listing 46 efek sampai saat ini atau sekitar 70% dari target yang mencapai 66 efek.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengungkapkan, tahun depan, BEI menargetkan RNTH sebesar Rp13,5 triliun atau meningkat dari target tahun ini yang mencapai Rp 12 triliun. Target tersebut sejalan dengan masukan para stockholder, anggota bursa (AB), manager investasi (MI), dan lainnya, "Target ini jga memperhatikan kasus Covid-19 yang mulai menurun," ungkap dia.

Dari sisi pengembangan pasar, Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan, BEI akan fokus memperluas produk dan partisipan, serta meningkatkan layanan non-cash equities. Sejalan dengan itu, pengembangan pasar akan di fokuskan pada perluasan produk dan layanan BEI. Beberapa pengembangan yang akan dilakukan bursa adalah penambahan indeks acuan baru seperti untuk tema syariah. (Yetede)

Kadin: Investasi, Kunci Hadapi Perang Ekonomi

KT1 21 Oct 2021 Investor Daily

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengingatkan, Indonesia sedang menghadapi dua perang, yaitu perang ekonomi dan kesehatan. Untuk menghadapi perang ekonomi, kuncinya adalah menarik investasi, bukan mencetak uang atau utang. Dia menjelaskan, uang memang dapat menggerakkan roda ekonomi, sehingga bisa menjadi salah satu solusi menghadapi perang ekonomi. Caranya, Bank Indonesia mencetak uang lebih banyak lagi. Namun, ini bisa membuat pasokan uang di pasar banjir, sehingga ujungnya berdampak negatif. Kemudian, dia melanjutkan, utang bisa menjadi solusi lain. Akan tetapi utang bisa memicu masalah.

"Investasi baik dari dalam mau pun luar negeri menjadi kunci hadapi perang ekonomi," ucap dia saat melantik pengurus Kadin 2021-2026 di Jakarta, Rabu (20/10). Arsjad mengatakan, Kadin ingin menarik dan Kadin adalah bagian dari itu. Sebab, berdasarkan UU Kadin, Kadin adalah mitra strategis dari pemerintah. Dengan demikian, Kadin harus bersama-sama dengan Kementerian Investasi, Kementerian Perdagangan (Kemendag),Kementerian Perindustrian (Kemeperin), dan seluruh kementerian-kementerian lain harus bersatu membawa investasi," ucap Arsjad.

Kadin, tegas dia, optimistis terhadap prospek ekonomi nasional. Berdasarkan data pemerintah, selama enam bulan 2021, ekonomi tumbuh 7%. Ekspor juga melejit, sehingga kuartal IV-2021, ekonomi bisa tumbuh 5%.Dia menambahkan, untuk perang kesehatan, sejak empat bulan sejak Munas Kadin, asosiasi ini membantu pemerintah menang melawan pandemi. Saat ini, Indonesia belum menang melawan pandemi, karena masuknya varian Corona delta, yang membuat pemerintah menerapkan PPKM level 3-4. Namun, ia menuturkan, belakangan ini, kasus baru Covid-19 terus menurun. Kedepan kasus Covid-19 tetap wajib diwaspadai, karena musuh tidak terlihat. (yetede)