;
Tags

Ekonomi Makro

( 695 )

Produk Kelautan dan Perikanan Indonesia Diterima di 177 Negara

KT1 17 Dec 2021 Investor Daily

Produk kelautan dan perikanan dari Indonesia semakin menjangkau pasar global. Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina mengatakan, sejak Januari-November 2021, produk Indonesia sudah diterima di 177 dari 195 negara anggota PBB. Sebanyak  3.203 Unit Pengolahan Ikan dan Unit Penangkapan Ikan  telah terdaftar di berbagai negara mitra. Selama 11 bulan 2021, sebanyak 3.771 sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Point diterbitkan. Pelaku usaha pengiriman produk perikanan domestik Indonesia mendapat kemudahan usaha dari kebijakan KKP melaui BKIPM, berupa keringanan biaya sertifikat kesehatan dan mutu, rata-rata mencapai Rp 3,4 miliar per bulan.  (Yetede)

Melonjak 4.188,7%, ASDP Raih Laba Rp 212,09 M

KT1 07 Dec 2021 Investor Daily

PT  ASDP Indonesia Ferry (persero) membukukan laba sebesar Rp 212,09 miliar pada kuartal III-2021. Angka itu melonjak 4.188,7 dibanding realisasi periode sama tahun lalu yang rugi Rp 5,2 miliar. Selain itu operator angkutan penyebrangan tersebut mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp2,5 triliun pada kuartal III-2021 atau naik 11,31% dari realisasi periode yang sama tahun lalu.

Menurut dia, pergeseran tren dari pejalan kaki dan pengguna sepeda motor ke mobil pribadi sehingga jumlah kendaraan roda empat mengalami peningkatan. Sedangkan, kendaraan roda empat atau lebih mencapai 1,89 juta unit atau naik 25% bila dibandingkan realisasi periode sama tahun 2020 sebanyak1,51 juta unit.

"Penurunan kendaraan roda dua dan tiga salah satunya dipicu tren  masyarakat yang bergeser menggunakan kendaraan roda empat saat melakukan perjalanan dengan moda penyebrangan. Apalagi saat ini telah tersambung akses tol baik Tran Sumatera dan Trans Jawa sehingga masyarakat dapat mengakses perjalanan darat dengan relatif cepat dan lancar," Kata Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin. (Yetede)

Pertumbuhan Yang Makin Inklusif

KT1 27 Nov 2021 Investor Daily

Pertumbuhan yang makin inklusif mengandung makna bahwa pertumbuhan ekonomi kian banyak dihasilkan oleh pemangku kepentingan, serta semakin banyak dan kian berimbang dapat dinikmati oleh banyak pihak. Pertumbuhan yang inklusif berarti menjadi sebuah janji suci pembangunan yang bersifat universal.

Pertumbuhan yang inklusif berarti ada kesadaran bersama bahwa ketidakadilan global harus diatasi. Fakta yang berkembang hingga kini adalah berada pada wilayah pragmatisme. Fakta yang tampak adalah pertumbuhan yang bertumbuh. Pada ranah idealisme adalah berbicara tentang pertumbuhan dan pemerataan.

Indonesia pernah memunculkan gagasan tentang Ekonomi Pancasila. Beberapa tokohnya sebagian telah tiada, Seperti Prof DR Murbiyarto dari FE UGM. Mungkin masih banyak lagi  tokoh nasional atau daerah yang mempunyai pemikiran itu. Ginanjar Kartasasmita dapat pula termasuk tokoh yang memiliki concern serupa. (Yetede)

Koperasi yang Terindikasi Bermasalah dan Melanggar Hukum Segera Ditutup

KT1 11 Nov 2021 Investor Daily

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) meminta kepada pejabat fungsional pengawas koperasi untuk berani mengambil sikap jika menemukan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang terindikasi bermasalah atau melanggar hukum. Serta, jangan lagi melihat status koperasi apakah koperasi tersebut menjadi otoritas provinsi atau kabupaten/kota. Jika terindikasi, segera ambil tindakan. Tutup dulu koperasinya, sampai ada kejelasan. Jangan merasa abai karena merasa status koperasi  bukan berada diwilayahnya. Tutup dulu baru laporkan ke otoritas yang berwenang," tegas Deputi Bidang Pengoperasian Kemenkop dan UKM Ahmad Zabadi dalam siaran pers yang diterima, Rabu 10/11).

Menurut Zabadi, tidak ada larangan pejabat pengawas koperasi mengambil tindakan menutup operasional KSP jika ditemukan indikasi melanggar hukum wajib mengambil tindakan. Seandainya tidak ada Undang-Undang atau peraturan  sekalipun, tetap wajib melindung masyarakat dari praktik-praktik koperasi  yang merugikan dan meresahkan masyarakat. "Pejabat pengawas koperasi dituntut untuk berani meneggakkan disiplin regulasi. Percuma sudah mengetahui suatu regulasi tapi tidak ada tindakan apapun. Seolah-olah itu bukan tugas kita, kita abai dan merasa  berdosa melakukan pembiaran, buat apa jadi pengawas kalau hanya formalitas." kata Zabadi.

"Jika ditanya mana bukti pelanggaran hukum, ya tidak ada izinnya. Jika ditanya izinya sedang diproses, ya ditutup dulu koperasinya sampai izinnya keluar. Kalau sudah keluar baru bisa beroperasi. Kita digaji negara untuk melindung rakyat, mari kita bawa jiwa karsa kita," kata Zabadi. Menurutnya, fungsional pengawas koperasi dan satgas pengawas koperasi merupakan ujung tombak kesukseskan pengawasan koperasi. tantangan pengawasan koperasi yang semakin berat arus ditunjang dengan SDM pengawas koperasi yang handal. (Yetede)


2022, BEI Targetkan Pencatatan 68 Efek

KT1 28 Oct 2021 Investor Daily

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan pencatatan (listing) 68 efek pada 2022 atau meningkat dibandingkan target tahun ini yang mencapai 66 efek. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tahun depan ditargetkan sebesar Rp 13,5 triliun. Direktur Penilaian Perusahaan BEI Nyoman Yetna menjelaskan, listing efek itu mengakumulasi semua intrusmen. "Sebanyak 68 pencatatan itu sudah mencakup saham, obligasi, exchange traded fund (ETF), efek beragun aset (EBA), dan fana investasi infrastruktur (DINFRA)," jelas dia dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (27/10).

Tahun ini, menurut dia, realisasi pencatatan relatif cukup baik. Nyoman menyebutkan, sampai saat ini sudah ada 39 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa. Sedangkan untuk intrusmen lainnya, Nyoman menyebutkan sudah ada empat  pencatatan obligasi, dua ETF, dan satu EBA-SP. Dengan keseluruhan pencatatn tersebut,maka sudah ada listing 46 efek sampai saat ini atau sekitar 70% dari target yang mencapai 66 efek.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengungkapkan, tahun depan, BEI menargetkan RNTH sebesar Rp13,5 triliun atau meningkat dari target tahun ini yang mencapai Rp 12 triliun. Target tersebut sejalan dengan masukan para stockholder, anggota bursa (AB), manager investasi (MI), dan lainnya, "Target ini jga memperhatikan kasus Covid-19 yang mulai menurun," ungkap dia.

Dari sisi pengembangan pasar, Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan, BEI akan fokus memperluas produk dan partisipan, serta meningkatkan layanan non-cash equities. Sejalan dengan itu, pengembangan pasar akan di fokuskan pada perluasan produk dan layanan BEI. Beberapa pengembangan yang akan dilakukan bursa adalah penambahan indeks acuan baru seperti untuk tema syariah. (Yetede)

Kadin: Investasi, Kunci Hadapi Perang Ekonomi

KT1 21 Oct 2021 Investor Daily

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengingatkan, Indonesia sedang menghadapi dua perang, yaitu perang ekonomi dan kesehatan. Untuk menghadapi perang ekonomi, kuncinya adalah menarik investasi, bukan mencetak uang atau utang. Dia menjelaskan, uang memang dapat menggerakkan roda ekonomi, sehingga bisa menjadi salah satu solusi menghadapi perang ekonomi. Caranya, Bank Indonesia mencetak uang lebih banyak lagi. Namun, ini bisa membuat pasokan uang di pasar banjir, sehingga ujungnya berdampak negatif. Kemudian, dia melanjutkan, utang bisa menjadi solusi lain. Akan tetapi utang bisa memicu masalah.

"Investasi baik dari dalam mau pun luar negeri menjadi kunci hadapi perang ekonomi," ucap dia saat melantik pengurus Kadin 2021-2026 di Jakarta, Rabu (20/10). Arsjad mengatakan, Kadin ingin menarik dan Kadin adalah bagian dari itu. Sebab, berdasarkan UU Kadin, Kadin adalah mitra strategis dari pemerintah. Dengan demikian, Kadin harus bersama-sama dengan Kementerian Investasi, Kementerian Perdagangan (Kemendag),Kementerian Perindustrian (Kemeperin), dan seluruh kementerian-kementerian lain harus bersatu membawa investasi," ucap Arsjad.

Kadin, tegas dia, optimistis terhadap prospek ekonomi nasional. Berdasarkan data pemerintah, selama enam bulan 2021, ekonomi tumbuh 7%. Ekspor juga melejit, sehingga kuartal IV-2021, ekonomi bisa tumbuh 5%.Dia menambahkan, untuk perang kesehatan, sejak empat bulan sejak Munas Kadin, asosiasi ini membantu pemerintah menang melawan pandemi. Saat ini, Indonesia belum menang melawan pandemi, karena masuknya varian Corona delta, yang membuat pemerintah menerapkan PPKM level 3-4. Namun, ia menuturkan, belakangan ini, kasus baru Covid-19 terus menurun. Kedepan kasus Covid-19 tetap wajib diwaspadai, karena musuh tidak terlihat. (yetede)

RI Berperan Besar dalam Rantai Pasok BEV Global

KT1 18 Oct 2021 Investor Daily

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan, Indonesia berperan besar dalam rantai pasok mobil listrik murni atau (battery electric vehicle/BEV) terbesar di dunia.  Dia menuturkan,  penjualan BEV segmen kendaraan penumpang diprediksi mencapai 28 juta unit pada 2021, dengan pangsa pasar 30%. Hal ini mendongkrak kebutuhan baterai BEV. Mengutip BloomberNEF, pertumbuhan ini berdampak pada  peningkatan kebutuhan lithium ion battery (LIB) yang diperkirakan mencapai 1,65 juta gigawatt-hour (GWH) serta kebutuhan infrastruktur charging station sekitar 9,89 juta unit pada 2030. Tingginya proyeksi peningkatan populasi BEV dipengaruhi oleh global inititive  campaign yang diprakarsai oleh berbagai negara maju bekerja sama dengan para produsen BEV global serta organisasi nirlaba lainnya. 

Menperin mencatat, saat ini ada sembilan perusahaan yang telah siap mendukung industri baterai, lima penyedia bahan baku baterai, dan empat perusahaan produsen baterai. Dia menerangkan, industri baterai Indonesia harus mengantisipasi perkembangan teknologi kedepan yang berdampak pada harga lebih murah, energi yang dihasilakn lebih tinggi, dan waktu pengisian yang lebih singkat. Adanya teknologi disruptive battery seperti ini, mengindikasikan ketersedian nikel, mangan dan kobalt melimpah tidak menjamin keberhasilan produksi baterai. "Pertimbangan biaya dan kemampuan storage dari material baru juga harus diantisipasi," kata Agus, belum lama ini. (yetede)

Hari Pangan Sedunia, Pemda Waspadai Defisit Pangan

KT1 06 Oct 2021 Bisnis Indonesia

Kemungkinan terjadinya defisit pangan ditingkat daerah patut diwaspadai pada tahun-tahun mendatang, seiring dengan pesatnya alihfungsi lahan dan jumlah penduduk makin banyak. Potensi defisit pangan tersebut disadari oleh Kabupaten Sleman yang merupakan daerah yang mengalami perkembangan pesat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman Suparmono mengatakan saat ini produksi  beras makin surplus 70.000 ton, tetapi nilainya turun dibandingkana dengan beberapa waktu lalu surplus 100.000 ton. "Ini turun terus dari tahun ke tahun," Katanya, dilansir dari Antara.

Bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober, Sleman membuat gerakan Stop Boros Pangan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya defisit pangan tersebut. Sejauh ini, menurut Suparmono, negara yang paling boros pangan adalah Arab Saudi dan Indonesia menduduki urutan kedua. Menurutnya, jika kondisi alih lahan dan cara konsumsi pangan masyarakat Sleman masih seperti sekarang, maka defisit beras  bisa terjadi pada 2022-2023. "Artinya, banyak sekali pangan kita terbuang yang seharusnya dapat mencukupi kebutuhan pangan kita," ujarnya.

Gerakan alternatif terkait dengan katahanan pangan juga dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Banyuasin SumSel dengan mengalokasikan lahan seluas 1,2 juta hektare (ha) untuk program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan. Bupati Banyuasin Askolani mengatakan program ini untuk mengajak masyarakat memanfaatkan lahan perkarangan untuk ditanami sayuran, buah-buahan, dan tanaman obat-obatan sehingga setiap keluarga diharapkan dapat menyediakan sendiri kebutuahn pangannya. (yetede)

Industri Mamin, Pebisnis Terus Beradaptasi

KT1 23 Aug 2021 Bisnis Indonesia

Industri minuman dan makanan terus beradaptasi dengan PPKM demi menjaga target pertumbuhan pada tahun ini. Industri olahan daging menyebut sangat merasakan dampak dari pemberlakuan kebijakan PPKM. Alasannya, selain jam operasional ritel yang dibatasi produsen juga harus menyesuaikan dengan daya beli masyarakat saat ini. 

Ketua Umum Nasional Meat Producer Assosoation Ishana Mahisa mengatakan tak hanya penjualan di ritel modern atau mall yang membuat channel pendistribusian menurun, tetapi juga sejumlah pusat penjualan makanan daging olahan yang biasa buka 24 jam harus melakukan penyesuaian jam operasional toko. 

"Di daerah banyak pusat frozen food yang buka sampai malam atau 24 jam. Kemarin di Bandung sampai dijaga aparat, jadi kami cukup terdampak, padahal dulu PSBB tidak seperti ini," katanya kepada Bisnis, Minggu (22/8). Meski demikian pihaknya tetap bersepakat dengan pemberlakuan PPKM yang sudah berjalan hampir 2 bulan ini karena terbukti  berhasil menurunkan kasus aktif Covid-19."Jadi, strategi produsen saat ini mengecilkan kemasannya sampai dijual per 100 gram untuk menyesuaikan dengan kemampuan beli masyarakat.

Ketua Umum Gakoptindo Aip Syaifrudin mengatakan jika tahun lalu produksi yang dihitung dari komsumsi bahan baku kedelai bisa mencapai 3,3 juta ton, tahun ini kemungkinan hanya akan sekitar 3 juta ton. "Memang tergantung daerahnya juga, ada yang produsen bilang hanya turun 10% ada yang bilang sampai 30%. Namun, lebih karena daya beli, bukan karena pembatasan mall hanya sekitar 10%," tuturnya. (YTD)

Kinerja Industri Asuransi, Ruang Tumbuh Masih Terbuka

KT2 06 Aug 2021 Bisnis Indonesia

Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Hastanto Sri Margi Widodo mengatakan bahwa penurunan Purchasing Manager’s Index dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian industri asuransi. Widodo menilai bahwa jika manufaktur tertekan hingga 3 bulan, pemulihan ulang aktivitasnya akan cukup sulit dan memerlukan waktu.Widodo menjabarkan bahwa selama pandemi Covid19, kontraksi besar terjadi di asuransi kendaraan bermotor seiring anjloknya penjualan kendaraan. Meski sempat terperosok, arus kas lini bisnis ini masih bisa bertumpu dari kontrak berdurasi beberapa tahun, tapi kemudian tertolong oleh penjualan mobil yang meningkat pada 2021.Lini bisnis asuransi properti, yang cukup mendominasi portofolio industri asuransi umum, saat ini masih menghadapi tekanan akibat terbatasnya aktivitas masyarakat. Pertumbuhan ekuitas dinilai dapat membuat industri asuransi semakin kokoh dalam menyediakan proteksi bagi masyarakat.Budi meyakini ketahanan keuangan dan pembayaran manfaat dapat meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap asuransi jiwa. Hal itu dapat menunjang pertumbuhan bisnis pada sisa tahun berjalan, didorong oleh tingginya kebutuhan proteksi di tengah pandemi Covid19.Pengamat asuransi dan pengajar Sekolah Tinggi Asuransi Trisakti Azuarini Diah Parwati menjelaskan bahwa dalam kondisi penyebaran virus corona yang sangat cepat, keberadaan asuransi kesehatan menjadi sangat penting.