2022, BEI Targetkan Pencatatan 68 Efek
Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan pencatatan (listing) 68 efek pada 2022 atau meningkat dibandingkan target tahun ini yang mencapai 66 efek. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tahun depan ditargetkan sebesar Rp 13,5 triliun. Direktur Penilaian Perusahaan BEI Nyoman Yetna menjelaskan, listing efek itu mengakumulasi semua intrusmen. "Sebanyak 68 pencatatan itu sudah mencakup saham, obligasi, exchange traded fund (ETF), efek beragun aset (EBA), dan fana investasi infrastruktur (DINFRA)," jelas dia dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (27/10).
Tahun ini, menurut dia, realisasi pencatatan relatif cukup baik. Nyoman menyebutkan, sampai saat ini sudah ada 39 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa. Sedangkan untuk intrusmen lainnya, Nyoman menyebutkan sudah ada empat pencatatan obligasi, dua ETF, dan satu EBA-SP. Dengan keseluruhan pencatatn tersebut,maka sudah ada listing 46 efek sampai saat ini atau sekitar 70% dari target yang mencapai 66 efek.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengungkapkan, tahun depan, BEI menargetkan RNTH sebesar Rp13,5 triliun atau meningkat dari target tahun ini yang mencapai Rp 12 triliun. Target tersebut sejalan dengan masukan para stockholder, anggota bursa (AB), manager investasi (MI), dan lainnya, "Target ini jga memperhatikan kasus Covid-19 yang mulai menurun," ungkap dia.
Dari sisi pengembangan pasar, Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan, BEI akan fokus memperluas produk dan partisipan, serta meningkatkan layanan non-cash equities. Sejalan dengan itu, pengembangan pasar akan di fokuskan pada perluasan produk dan layanan BEI. Beberapa pengembangan yang akan dilakukan bursa adalah penambahan indeks acuan baru seperti untuk tema syariah. (Yetede)
Tags :
#Ekonomi MakroPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023