Ekonomi Internasional
( 642 )2022, Ekonomi dan Produksi Pangan jadi Fokus Utama Korut
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menyatakan akan mengutamakan dan memusatkan ekonomi pada 2022. Pernyataan itu disampakan pada agenda pidato rapat pleno komite pusat Partai Buruh Korea, tanpa menyinggung soal AS. Kantor Berita Korea atau Korean Central News Agency (KCNA) melaporkan, dalam pidato diakhir pertemuan partai pada Jumat (31/12) Kim mengakui situasi sulit yang dihadapi pada 2021 pada saat menysusun rencana untuk tahun mendatang. Kekhawatiran tentang krisis pangan besar-besaran di Korea Utara pun dilaporkan terus berkembang. Bahkan seorang pakar hak azasi manusia (HAM) dari PBB telah memperingatkan pada Oktober, bahwa kelompok paling rentang adalah yang paling beresiko mengalami kelaparan. "Pandemi terus membatasi Diplomasi Korea Utara, menghancurkan perekonomiannya, dan menjadikan kontrol perbatasan sebagai masalah keamanan utama," kata Leif-Eric Easley, seorang Profesor dari Ehwa Womans University di Seoul, kepada AFP. (Yetede)
2022, Ekonomi dan Produksi Pangan jadi Fokus Utama Korut
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menyatakan akan mengutamakan dan memusatkan ekonomi pada 2022. Pernyataan itu disampakan pada agenda pidato rapat pleno komite pusat Partai Buruh Korea, tanpa menyinggung soal AS. Kantor Berita Korea atau Korean Central News Agency (KCNA) melaporkan, dalam pidato diakhir pertemuan partai pada Jumat (31/12) Kim mengakui situasi sulit yang dihadapi pada 2021 pada saat menysusun rencana untuk tahun mendatang. Kekhawatiran tentang krisis pangan besar-besaran di Korea Utara pun dilaporkan terus berkembang. Bahkan seorang pakar hak azasi manusia (HAM) dari PBB telah memperingatkan pada Oktober, bahwa kelompok paling rentang adalah yang paling beresiko mengalami kelaparan. "Pandemi terus membatasi Diplomasi Korea Utara, menghancurkan perekonomiannya, dan menjadikan kontrol perbatasan sebagai masalah keamanan utama," kata Leif-Eric Easley, seorang Profesor dari Ehwa Womans University di Seoul, kepada AFP. (Yetede)
Prancis dan Italia Minta Aturan Fiskal UE Diubah
Presiden Perancis Emannuel Macron dan Perdana Menteri (PM) Italia Mario Dradhi pada Kamis (24/12) waktu setempat pekan lalu meminta Uni Eropa (UE) mengubah aturan fiskal. Tujuannya untuk menarik belanja investasi jauh lebih besar walau disadari ada kemendesakan untuk mengurangi beban utang. Macron pada awal bulan ini mengatakan, Prancis akan menjadikan reformasi kriteria Maatricht sebagai salah satu prioritas saat mulai menjabat presidensi UE bulan depan. Ia berpendapat bahwa defisit anggaran negara anggota tidak boleh dari 3% PDB-nya sudah ketinggalan zaman. Kantor Kepresidenan Prancis mengungkapkan bahwa Macron dan Draghi sudah memperlihatkan artikel itu kepada para pemimpin Eropa lainnya.Termasuk PM Spanyol Pedro Sanchez yang mendukung dan Scholz yang menentang. (Yetede)
Harap Cemas Soal Pemulihan Ekonomi
Ekonomi dunia 2021 bangun dari koma akibat pandemi Covid-19, namun, lonjakan inflasi, kemacetan rantai pasok global, dan Covid-19 galur Omicron di akhir tahun meredupkan optimisme. Dunia berharap cemas menanti pemulihan ekonomi global 2022, walau banyak negara dapat keluar dari resesi akibat Covid-19 dua tahun terakhir, didahului negara kaya dengan akses baik terhadap vaksin Covid-19, seperti AS dan Zona Euro. IMF perkirakan banyak negara berkembang belum pulih hingga 2024.
Pasar saham capai rekor tertinggi tahun ini, namun investor khawatir bank sentral akan tarik stimulus dan naikkan suku bunga lebih awal untuk menjinakkan inflasi. Kepala Ekonom dan Strategi Schroders, Keith Wade menekankan, kemunculan galur Omicron mengingatkan kita pada ketidakpastian yang masih ada selama pandemi, namun diperkirakan tahun 2022 jadi tahun yang baik bagi pertumbuhan seiring pemulihan ekonomi global. Inflasi diharapkan berada di level moderat. (Yoga)
Inilah Resiko Ekonomi Terbesar untuk 2022
Sebagian besar ekonom, termasuk dari Bloomberg Economics, pada dasarnya memperkirakan pemulihan yang kuat, pendinginan harga-harga, dan pergeseran dari pengaturan kebijakan moneter darurat. Masih terlalu dini untuk vonis pasti atas varian omicron dari Covid-19, ternyata lebih menular dari varian mendahulunya, mungkin terbukti kurang mematikan juga. Ancaman Inflasi, pada awal 2021, pemerintah AS diperkirakan mengakhiri tahun dengan inflasi 2% yang sekarang malah mendekati 7%, namun upah di AS bisa terus naik lebih tinggi. Menuju Kenaikan Suku Bunga Fed, sejarah baru-baru ini, dari tantrum tahun 2013 hingga aksi jual saham 2018, menunjukkan bagaimana pengetatan Fed menjadi kesulitan untuk pasar. Kenaikan suku bunga The Fed bisa berarti pendaratan darurat untuk pasar negara berkembang.
UE Ingin Bentuk Kekuatan Dagang Baru
Komisi Eropa pada Rabu (8/12) meluncurkan upaya guna melengkapi Uni Eropa (UE) dengan kekuatan dagang baru. Agar dapat dengan cepat membalas upaya-upaya pemerintah asing untuk melemahkan ekonomi dan bisnis Eropa. Paket yang dimaksud dinamakan instrumen anti-paksaan. Rencana paket ini didorong oleh para pendukung utama instrumen "anti-paksaan" ketika Donald Trump menjadi Presiden AS. Potensi trik-trik kotor oleh Tiongkok dan Rusia juga dianggap ada dalam benak para pendukung instrumen, yang diminta oleh parlemen Eropa. Namun UE memperingatkan bahwa mereka tidak akan bersedia menanggapi perselisihan perdagangan. Seperti yang diusulkan, bahwa eksekutif UE di Brussels akan memiliki daftar opsi untuk menjawab intimidasi ekonomi oleh pemerintah asing. (Yetede)
Prospek Pertumbuhan Zona Euro Tetap Optimistis
Para menteri keuangan (Menkeu) di zona Euro menyatakan tetap optimis terhadap prospek pertumbuhan, Dana Moneter Internasional (IMF) juga disebut-sebut akan mempresentasikan pandangannya tentang ekonomi zona Euro. Bahkan pejabat senior yang terlibat dalam persiapan pertemuan mengatakan, varian baru menimbulkan ketidakpastian, tetapi tidak mengubah gambaran besar. Komisi Eropa memperkirakan pada November bahwa ekonomi zona euro akan tumbuh lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya tahun ini. Bank Sentral Eropa, Komisi, dan IMF telah melihat rekor inflasi zona Euro yang tinggi, yang mencapai 4,9% year-on-year pada November. Catatan ini dipandang sebagai fenomena sementara dan sejauh ini tidak ada efek putaran kedua terhadap upah. (Yetede)
Harga Minyak Dunia Terendah dalam 2 Bulan
Harga minyak mentah acuan Brent pada pukul 10.35 GMT dilaporkan turun US$4,68 atau 5,6% menjadi US$ 77,45 per barel. Sedangkan harga minyak acuan West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) turun UAD 5,20 atau 6,6% menjadi US$ 73,19 per barel,pasca liburan perayaan Hari Thanskgiving, pada Kamis (25/11) di AS.
Harga minyak dunia tersebut merosot bersamaan dengan pasar saham global ditengah kekhawatiran varian baru Covid-19. Di sisi lain, para investor juga mengamati respon Tiongkok terhadap pelepasan jutaan barel minyak AS dari cadangan stratregisnya melalui koordinasi dengan negara-negara konsumen besar lainnya. Langkah ini merupakan upaya untuk meredam kenaikan harga.
"Pelepasan semacam itu kemungkinan bakal membengkakkan pasokan dalam beberapa bulan mendatang," kata sumber di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), berdasarkan temuan panel ahli yang memberi nasihat kepada para menteri anggota OPEC, yang dilansir Reuters. (Yetede)
Jepang Tambah Anggaran Stimulus US$ 31,4 Miliar
Kabinet Jepang pada Jumat (26/11) menyetujui rekor 36,0 triliun yen (US$ 314 miliar) anggran tambahan untuk tahun fiskal 2021. Anggaran tersebut merupakan stimulus ekonomi terbaru pemerintah untuk menguatkan pemulihan ekonomi dari pandemi virus corona. Pemerintah juga berencana menggunakan 6,1 triliun yen yang diambil dari anggran fiskal 2020.
Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida mengatakan pemerintahnya bertujuan untuk membuat anggaran tambahan di sidang parlemen yang akan diadakan bulan depan. Melalui stimulus ini, Kishida memimpin pemulihan ekonomi dalam negeri ke tingkat pra-pandemi, sambil coba memenuhi tujuannya mendistribusikan kembali kekayaan dengan meningkatkan dukungan untuk rumah tangga dan perusahaan.
Untuk meningkatkan sektor pariwisata yang dilanda pandemi, dana sebanyak 268,5 miliar yen akan dialokasikan untuk memulai kembali program subsidi pariwisata domestik "Go To Travel" pemerintah. Sebelumnya, program tersebut ditangguhkan pada Desember 2020 dengan adanya lonjakan jumlah kasus baru virus Covid-19. (Yetede)
Perkebunan Sawit 390 Ha Diadukan ke Mabes Polri
Perkebunan kelapa sawit seluas 300 hektar (ha) di desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, diduga beroperasi tanpa izin sehingga belasan tahun. Dugaan ini muncul karena izin usaha perkebunan, yang masih proses diupayakan. Kesulitan terbitnya izin usaha perkebunan itu disebabkan karena kebun tersebut diduga hasil penyerobotan dari petani yang tergabung dalam Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa-M). Dalam keterangan pers Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agrari-Setara Institute, PLTH dilaporkan dengan pasal 47 ayat (1) UU No.39 tahun 2014 disebutkan bahwa perusahaan perkebunan yang melakukan usaha budidaya tanaman perkubanan dengan luasan skala tertentu dan/atau usaha pengolahan hasil perkebunan dengan kapasitas pabrik tertentu wajib memiliki izin usaha perkebunan, Ancaman ketidakpatuhan terhadap pasal itu berupa ketentuan pidana yang terdapat dalam pasal 105 UU No,39 Tahun 2014 yaitu pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 10miliar.
Pilihan Editor
-
KKP Dorong Pengusaha Ekspor Perikanan ke Timteng
02 Aug 2021 -
Indef: APBN Memiliki Masalah Berat
02 Aug 2021 -
Transaksi E-Commerce Diprediksi Rp 395 Triliun
30 Jul 2021








