;
Tags

Ekonomi Internasional

( 635 )

Prospek Pertumbuhan Zona Euro Tetap Optimistis

KT1 07 Dec 2021 Investor Daily

Para menteri keuangan (Menkeu) di zona Euro menyatakan tetap optimis terhadap prospek pertumbuhan, Dana Moneter Internasional (IMF) juga disebut-sebut akan mempresentasikan  pandangannya tentang ekonomi zona Euro. Bahkan pejabat senior yang terlibat dalam persiapan pertemuan  mengatakan, varian baru menimbulkan ketidakpastian, tetapi tidak mengubah gambaran besar. Komisi Eropa memperkirakan pada November bahwa ekonomi zona euro akan tumbuh lebih cepat dari  yang diperkirakan sebelumnya tahun ini. Bank Sentral Eropa, Komisi, dan IMF telah melihat rekor inflasi zona Euro yang tinggi, yang mencapai 4,9% year-on-year pada November. Catatan ini dipandang sebagai fenomena sementara dan sejauh ini tidak ada efek putaran kedua terhadap upah. (Yetede)

Harga Minyak Dunia Terendah dalam 2 Bulan

KT1 28 Nov 2021 Investor Daily

Harga minyak mentah acuan Brent pada pukul 10.35 GMT dilaporkan turun US$4,68 atau 5,6% menjadi US$ 77,45 per barel. Sedangkan harga minyak acuan West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) turun UAD 5,20 atau 6,6% menjadi US$ 73,19 per barel,pasca liburan perayaan Hari Thanskgiving, pada Kamis (25/11) di AS.

Harga minyak dunia tersebut merosot bersamaan dengan pasar saham global ditengah kekhawatiran varian baru Covid-19. Di sisi lain, para investor juga mengamati respon Tiongkok terhadap pelepasan jutaan barel minyak AS dari cadangan stratregisnya melalui koordinasi dengan negara-negara konsumen besar lainnya. Langkah ini merupakan upaya untuk meredam kenaikan harga.

"Pelepasan semacam itu kemungkinan bakal membengkakkan pasokan dalam beberapa bulan mendatang," kata sumber di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), berdasarkan temuan panel ahli yang memberi nasihat kepada para menteri anggota OPEC, yang dilansir Reuters. (Yetede)


Jepang Tambah Anggaran Stimulus US$ 31,4 Miliar

KT1 27 Nov 2021 Investor Daily

Kabinet Jepang pada Jumat (26/11) menyetujui rekor 36,0 triliun yen (US$ 314 miliar) anggran tambahan untuk tahun fiskal 2021. Anggaran tersebut merupakan stimulus ekonomi terbaru pemerintah untuk menguatkan pemulihan ekonomi dari pandemi virus corona. Pemerintah juga berencana menggunakan  6,1 triliun yen yang diambil  dari anggran fiskal 2020.

Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida mengatakan pemerintahnya bertujuan untuk membuat anggaran tambahan  di sidang parlemen yang akan diadakan bulan depan. Melalui stimulus ini, Kishida memimpin pemulihan ekonomi dalam negeri ke tingkat pra-pandemi, sambil coba memenuhi tujuannya mendistribusikan kembali kekayaan dengan meningkatkan dukungan untuk rumah tangga dan perusahaan.

Untuk meningkatkan sektor pariwisata yang dilanda pandemi, dana sebanyak 268,5 miliar yen akan dialokasikan untuk memulai kembali program subsidi pariwisata domestik "Go To Travel" pemerintah. Sebelumnya, program tersebut ditangguhkan  pada Desember 2020 dengan adanya lonjakan jumlah kasus baru virus Covid-19. (Yetede)

Perkebunan Sawit 390 Ha Diadukan ke Mabes Polri

KT1 25 Nov 2021 Investor Daily

Perkebunan kelapa sawit seluas 300 hektar (ha) di desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, diduga beroperasi tanpa izin sehingga belasan tahun. Dugaan ini muncul karena izin usaha perkebunan, yang masih proses diupayakan. Kesulitan terbitnya izin usaha  perkebunan itu disebabkan karena kebun tersebut diduga hasil penyerobotan dari petani yang tergabung dalam Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa-M). Dalam keterangan pers Koalisi Masyarakat Sipil  untuk Keadilan Agrari-Setara Institute, PLTH dilaporkan dengan pasal 47 ayat (1) UU No.39 tahun 2014 disebutkan bahwa perusahaan perkebunan yang melakukan usaha budidaya  tanaman perkubanan dengan luasan skala tertentu  dan/atau usaha pengolahan hasil perkebunan dengan kapasitas pabrik tertentu wajib memiliki izin usaha perkebunan, Ancaman ketidakpatuhan  terhadap pasal itu berupa ketentuan pidana yang terdapat dalam pasal 105 UU No,39 Tahun 2014 yaitu pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 10miliar.

Toshiba akan Membagi Bisnis Menjadi Tiga

KT1 10 Nov 2021 Investor Daily

Toshiba berencana untuk membagi perusahaan menjadi tiga divisi pada awal 2023. Sebelumnya perusahaan mengalami serangkaian krisis, termasuk penggulingan ketua dewan direksi dan tawaran pembelian yang kontroversial. Harian bisnis Nikkeri melaporkan tiga unit bisnis akan fokus pada infrastruktur, perangkat, serta memori semikonduktor dan diharapkan akan mendaftar di bursa efek kemungkinan dalam waktu dua tahun. Toshiba menyatakan kepada AFP bahwa opsi untuk membagi bisnisnya sedang dipertimbangkan, tetapi mengatakan tidak ada keputusan yang terjadi.

Nikkeri, yang tidak mengutip sumber, mengatakan langkah itu dapat diumumkan pada Jum'at (12/11) ketika Toshiba melaporkan pendapatan. "Kami sedang merancang bisnis jangka menengah  untuk meningkatkan nilai perusahaan kami, dan membagi bisnis kami adalah satu opsi. Tetapi tidak ada yang diputuskan secara resmi pada saat ini. Kami akan segera mengumumkan jika kami mengatasi sesuatu yang harus diungkapkan," kata Juru Bicara Toshiba Tatsuro Oishi kepada APF, Selasa (19/11).

Keputusan itu jika terkonfirmasi, akan mengakhir periode pergolakan besar bagi perusahaan yang pernah menjadi simbol teknologi canggih dan kekuatan ekonomi Jepang tersebut. Pada Juni 2021, pemegang saham memilih untuk menggulingkan ketua dewan direksi setelah serangkaian  skandal dan kerugian. Ini menjadi kemenangan bagi investor aktivitas yang jarang terjadi diperusahaan Jepang. Laporan investigasi merinci bagaimana perusahaan telah melakukan intervensi dan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang untuk membantu mempengaruhi suara dewan." (Yetede)

Ekspansi Bisnis, Netflix Bermain di Bisnis Gim

KT1 30 Sep 2021 Bisnis Indonesia

Platform penyedia tayangan berbayar Netfilx Inc, mulai merambah video gim setelah mengakuisisi Night School Studio. Pasca pencaplopkan ini Netfilx akan menyediakan fitur gim bagi pelanggan di seluruh dunia.  Kesepakatan tersebut memperlihatkan bahwa Netflix tengah berusaha mewujudkan ambisinya untuk mencipatkan video gim dengan memperluas video streaming di penjuru dunia. Kami terus bekerja sama dengan pengembang di dunia dan merekrut talenta terbaik di industri (gim) untuk menyediakan koleksi gim ekslusif terbaik," kata Mike Verdu, Vice Presiden Pengembangan Gim Netfilx dilansir Blommberg, Rabu (29/9)

Kendati menyediakan layanan permainan, perusahaan berkomitmen untuk tidak mengenakan biaya tambahan kepada para pelanggan di dunia. Namun demikian, Co-Chief Executive Officer Netfilx Ted Sarandos belum dapat memastikan jadwal perusahaan untuk memulai debutnya dalam dunia gim. Secara terpisah, perwakilan Night School mengatakan bahwa akusisi ini merupakan suatu kehormatan yang nyata bagi bisnis perseroan dan menjadi studio gim pertama yang bergabung dengan Netflix.

Layanan video gim netflix akan menjadi cara lain untuk memikat pelanggan baru dan juga menawarkan sesuatu yang berbeda dari pesaingnya seperti Walt Disney Co.AT&T Inc, WarnerMedia, dan Amazone.com Inc. Eskpansi bisnis Netflix di industri gim bermula ketika merekrut Verdu. Dia diketahui merupakan salah satu figur yang cukup aktif di industri gim. Verdu tercatat pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Facebook yang bertugas bekerja dengan pengembang gim dan konten lainnya untuk headset realitas virtual (VR) Oculus. (yetede)

Kesepakatan Pajak Global, Penerimaan Negara Rentan Tergerus

KT1 23 Sep 2021 Bisnis Indonesia

Pemerintah perlu mewaspadai resiko tergerusnya penerimaan negara dalam implementasi Pilar 1: Approch yang disepakati oleh komunitas global. Alasannya, kesepakatan itu hanya menguntungkan negara maju. Internasional Monetary Fund (IMF) dalam digitalization and Taxation in Asia mencatat, negara berkembang seperti Indonesia beresiko kehilangan penerimaan sebesar 0,01% dari produk domestik bruto (PDB) jika mengimplementasikan Pilar 1. Laporan ini menuliskan, jika Amount A dalam proposal Pilar 1 hanya berlaku pada korporasi multinasional dengan pendapatan global diatas 20 miliar uero, profitabilitas diatas 10%, dan residual profit yang direlokasikan kepada yuridiksi pasar hanya sebesar 20%, tambahan penerimaan yang dinikmati oleh Indonesiapun tidak signifikan, atau justru memangkas potensi penerimaan.

"Negara berkembang seperti Indonesia, India, dan Malaysia bisa kehilangan penerimaan besar 0,01% dari PDB atau pendapatan tambahan penerimaan yang cenderung minim," tulis IMF dalam laporan yang dikutip Bisnis, Senin (20/9). IMF mencatat negara yang diuntungkan adalah yurikdiksi dengan penghasilan cukup tinggi diantaranya, Australia, Jepang, Korea Selatan, dan China. Sekedar informasi, arah proposal Pilar 1 meluas pascapertemuan negara-negara G7 pada Juni 2021. Sebelumnya, Pilar 1 hanya terbatas  pada sektor ekonomi digital seperti Automated Digital Services (ADS) dan Consumer Facing Businesses. Di sisi lain pemerintah telah memiliki langkah antisipasi  jika konsensus global berlarut atau mengancam penerimaan Indonesia, yakni melalui implementasi pajak transaksi elektronik (PTE) yang diakomodasi dalam UU No.2/2020.

Meski demikian, tedapat beberapa korporasi multinasional yang memiliki penjualan signifikan di Indonesia, tetapi tidak mencakup dalam Pilar 1 akibat tidak terpenuhi treshold pendapatan global yang disyaratkan itu. Menanggapi hal itu, pengajar Ilmu Administrasi Fiskal Universitas Indonesia Prianto Budi Saptono menyarankan kepada pemerintah untuk mengidentifikasi secara jelas dan terperinci terkait dengan objek PTE, sehingga memiliki legalitas yang kuat. Direktur Eksekutif MUC Tax Reseach Institute Wahyu Nuryanto mengusulkan PMSE harus masuk kedalam katagori instansi, lembaga, asosiasi, dan pihak lain yang berperan sebagai pemasok data bagi otoritas pengelola data. "Sektor digital menurut saya sudah seharusnya masuk dalam daftar pengingat makin banyak PMSE yang ditunjuk menjadi pemungut PPN." (yetede)

LCS Untungkan Industri Alas Kaki

KT1 07 Sep 2021 Investor Daily, 7 September 2021

Indonesia dan Tiongkok resmi menggunakan skema pembayaran local currenly settlement (LCS) mulai Senin (6/9). Artinya, transaksi bilateral Indonesia dan Tiongkok akan menggunakan mata uang lokal kedua negara, yakni rupiah dan yuan, tidak lagi menggunakan dollar AS. Kesepakatan ini dianggap menguntungkan industri alas kaki yang banyak memborong bahan baku dari Tiongkok. Kemudian, industri padat karya ini menjual produk dalam dollar AS ke pasar ekspor. 

Direktur Eksekutif Asosiasi Persatuan Indonesia (Aprisondo) Firman Bakrie menerangkan, pada prinsipnya, setiap mata uang pasti fluktuatif. Selama itu, pembeli alas kaki nasioanal kebanyakan dari Eropa dan AS dan menggunakan dollar AS. Disisi lain Firman menerangkan PPKM dan pembelajaran tatap muka (PTM) di beberapa daerah bakal berdampak positif terhadap pasar domestik  alas kaki. "Begitu ada sekolah tatap muka, ekspektasi pemain lokal adalah sudah ada market. Ketika itu sudah ada, mereka langsung berencana order ke pabrik. Memang, secara nilai belum siginifikan ya, tetapi sudah jauh lebih baik dibandingkan dua bulan terakhir pas PPKM darurat level 3-4, ujar dia. Dia berharap PPKM dapat lebih dilonggarkan, seiring turunnya kasus baru Covid-19 dan seiring naiknya vaksinasi. Firman meminta industri alas kaki dapat beroperasi 100% dengan satu shift, kapasitas produksi hilang 10-15%, "Kami berharap tidak ada lagi pengetatan sampai akhir tahun nanti. Sebab kami sedang mengejar momentum Natal dan Tahun Baru baik untuk domestik dan ekspor," Kata Firman. 

Sebelumnya, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kasan mengatakan, LCS mengurangi ketergantungan  terhadap dollar AS. LCS juga diharapkan memicu efisiensi biaya transaksi, karena selama ini terjadi dua kali dalam konversi dalam transaksi. (YTD)

Bank-Bank Sentral Berusaha Mengatasi Risiko Iklim

IDR 06 Sep 2021 Investor Daily, 3 September 2021

New York - Bank-bank sentral utama dunia dipandang sebagai penyelamat ekonomi global setelah krisis keuangan 2008 dan ketika pandemi virus corona melanda tahun lalu. Tetapi mereka dinilai kurang bersatu dalam hal menyikapi perubahan iklim. Meskipun tidak terlibat langsung dalam mengatasi pemanasan global, bank sentral harus waspada atas dampaknya terhadap ekonomi dan sistem keuangan. Di tengah meningkatnya kekhawatiran publik, lembaga-lembaga tersebut perlu memasukkan pertimbangan tentang iklim ke dalam kebijakannya.

Sekaligus mengawasi ancaman terhadap mandat utama mereka untuk memastikan stabilitas harga, menyiapkan implikasi bagi pengawasan perbankan dan pertumbuhan ekonomi secara lebih luas. Salah satu alat yang mereka miliki adalah sejumlah bank stress test, yang dapat mengukur bagaimana lembaga keuangan akan bertahan dalam menghadapi guncangan iklim. Bank stress test dapat didefinisikan sebagai analisis yang dilakukan di bawah skenario ekonomi yang tidak menguntungkan, seperti resesi yang berkepanjangan atau krisis keuangan. Tes tersebut dirancang guna menentukan tingkat kecukupan modal bank dalam menahan dampak ketidakstabilan ekonomi atau perkembangan ekonomi yang merugikan.

Bank Sentral Eropa (ECB) dapat mempertimbangkan risiko iklim saat membeli obligasi korporasi atau menerima obligasi yang digunakan untuk agunan. Hal ini memberikan preferensi pada aset perusahaan yang tidak terlibat dalam kegiatan polusi. Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) juga sedang mempertimbangkan tes stres iklim. Sementara Bank Sentral Inggris (BOE) memulai tesnya pada Juni 2021, meninjau bank-bank seperti HSBC dan Barclays.   

Produk Komestik RI Masuk Pasar Kazakhstan

KT1 25 Aug 2021 Investor Daily, 25 Agustus 2021

PT Mustika Ratu Tbk, terus meningkatkan ekspansi ekspor ke mancanegara. Perusahaan produk kecantikan, jamu dan kesehatan ini berhasil membidik dan mamasuki pasar Timur Tengah dan Rusia. Prestasi gemilang ini sangat membanggakan di tengah ekonomi dunia yang lesu akibat wabah virus corona yang telah menjadi pandemi di seluruh dunia. Mustika Ratu justru berhasil mengekspor produk ke mancanegara.

Tahun ini, Mustika ratu kembali berhasil memasuki dan memasarkan produk Slimming Tea, Personal Care dan Herbal Suplement ke Timur Tengah dan Rusia, ini menunjukkan bahwa produk berbasis kearifan lokal dan alami sangat diterima di dunia internasional. " Pasar Timur Tengah menaruh perhatian kuat terhadap produk-produk lokal, ini sangat cocok dengan produk-produk Mustika Ratu  yang telah memiliki sertifikasi halal dan juga terbuat dari bahan-bahan alami. Mereka membandingkan dengan produk kosmetik merek internasional lain yang mayoritas  masih menggunakan bahan-bahan kimia, ujar Presiden Direktur PT Mustika Ratu Tbk (MRAT), Bingar Agidius Situmorang yang biasa disapa Egi.

Mustika Ratu juga berpartisipasi mengikuti World Tea Expo di Las Vegas Convention Center, Las Vegas, Nevada, USA pada tanggal 28-30 Juni 2021 lalu. Perusahaan yang didirikan oleh Ibu Hj. DR BRA Mooryati Soedibyo, 45 tahun yang lalu ini patut diapresiasi dan didukung segenap pihak termasuk pemerintah untuk terus mengembangkan sayapnya di dunia Internasional. "Mustika Ratu juga sudah menandatangani kerjasama dengan salah satu Distributor merek kecantikan terbesar di Rusia untuk market Natural Product di Rusia, Kazakhstan, Armenia, dan Belarus." Jelas Head of Export&International Bussiness PT Mustika Ratu Tbk, Tommy Castalie. (YTD)