Ekonomi Internasional
( 642 )BoJ Naikkan Proyeksi Inflasi
Bank sentral Jepang atau BoJ merevisi prakiraan inflasi pada Selasa (18/1) dan menyesuaikan pandangannya tentang resiko kenaikan harga-harga. Di saat yang sama BoJ mempertahankan kebijakan pelonggaran moneter karena ekonomi Jepang masih dihadapkan pada ketidakpastian pandemi-19. BoJ juga merevisi perkiraan inflasi untuk tahun fiskal hingga Maret 2024 menjadi 1,1% dari sebelumnya 1,0%. "Tingkat proyeksi kenaikan indeks harga konsumen untuk tahun fiskal 2022 agak lebih tinggi, terutama mencerminkan harga komoditas dan meneruskan kenaikan itu ke harga konsumen," kata pernyataan resmi BoJ. Bank sentral Jepang tersebut merivisi keatas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun fiskal 2023 menjadi 3,8% dari sebelumnya 2,9%. BoJ mempertahankan target inflasi 2%, meskipun belum mencapai level ini dalam waktu yang lama, terlepas dari upaya bertahun-tahun dan dengan lonjakan harga-harga secara global. (Yetede)
Kebijakan Moneter Jadi Perhatian Pelaku Pasar
Saham-saham unggulan di bursa saham China, Senin(17/1/2022), naik tipis 0,4 % setelah Bank Sentral China (PBOC) menurunkan suku bunga pinjaman utama sebesar 10 basis poin. Data terbaru ekonomi China menunjukkan, angka penjualan ritel hanya naik 1,7 persen secara tahunan Desember lalu, meleset dari perkiraan sebesar 3,7 %. Tahun lalu, ekonomi China tumbuh 8,1 %. Perhatian pelaku pasar pekan ini juga tertuju pada kebijakan moneter Jepang. (Yoga)
PDB Tiongkok Kuartal IV Diprediksikan Melambat
Laju ekonomi Tiongkok diprediksi tumbuh lamban dalam 1-12 tahun di kuartal IV-2021 karena terbebani permintaan yang lebih lemah akibat penurunan di sektor properti, perbatasan utang dan langkah-langkah ketat terkait pandemi Covid-19. Berdasarkan hasil jajak pendapat Reuters, data resmi yang dirilis pada Senin (17/1) diperkirakan memperlihatkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) 3,6% yang dicapai pada Oktober-Desember.
Angka ini merupakan laju terlemahnya sejak Kuartal II-2020, dan melambatnya dari 4,9% pada kuartal III. Pada 2021, laju PDB kemungkinan meningkat 8,0%. Yanga mana bakal jadi pertumbuhan tahunan tertinggi dalam satu dekade. Menurut laporan pemerintah bakal merilis data PDB bersama dengan data aktivitas Desember pada Senin, pukul 02.00 GMT. (Yetede)
Alibaba Targetkan Didik 50 Ribu Talenta Digital
Alibaba Cloud, tulang punggung teknologi intelengensi Alibaba Group asal Tiongkok,mengumumkan komitmennya untuk menghasilkan lebih banyak sumber daya manusia (SDM) di Indonesia pada 2022. Sebanyak 50 ribu talenta digitalpun ditargetkan akan dididiknya. General Manager Alibaba Cloud Indonesia Leon Chen mengatakan, sebagai penyedia jasa layanan komputasi awan (cloud) global pertama di Indoensia, pihaknya telah dipilih oleh berbagai pelaku bisnis sebagai mitra terpercaya dalam layanan komputasi awan selama lebih dari enam tahun terakhir. "Kedepannya, kami bertekad untuk menyediakan lebih banyak SDM lokal, seperti memberi pelatihan talenta digital, dukungannya kepada komunitas start-up dan developer, solusi bersama dengan para mitra, dan memperkenalkan teknologi terdepan kepada pasar Indonesia," ujar Leon dalam pernyataanya minggu lalu. (Yetede)
Inflasi China dan Pemulihan Global
China memastikan inflasi yang mengamuk sepanjang 2021 terkendali, dan tak akan menjadi faktor pengganggu pertumbuhan tahun 2022. Peran China yang menyumbang 18,33 % PDB dunia 2020 kian penting dalam perekonomian global, sejak membuka diri pada 1978 dengan pertumbuhan rata-rata dua digit selama dua dekade setelahnya. China satu-satunya negara yang mencatat pertumbuhan positif pada 2020 dan menyumbang lebih dari sepertiga pertumbuhan global pada 2021. Pada triwulan I-2021 pertumbuhan ekonomi China mencapai 18,30 %, tertinggi dalam sejarah, setelah mengalami kontraksi 6,8 % pada triwulan I-2020 akibat dampak pandemi.
IMF memprediksi, China menyumbang lebih dari seperlima total peningkatan PDB dunia 5 tahun ke depan (2022-2026). PDB global diperkirakan IMF tumbuh 5,9 % pada 2021 dan 4,9 % tahun ini, tetapi ada kemungkinan dikoreksi akibat Omicron. Angka pertumbuhan global ini diprediksi perlahan melambat menjadi 3 persen pada 2026. Faktor yang mungkin menjadi momok penghambat ekspansi ekonomi China adalah defisit energi, terutama dengan komitmen global China untuk menekan emisi karbon dalam kaitan perubahan iklim. Selain pertumbuhan global yang melambat pasca pandemi, hal lain yang harus diwaspadai adalah meningkatnya ketimpangan akibat divergensi atau pemulihan yang tak merata antar negara. (Yoga)
AS Akan Menuju Ekonomi Terbaik
Chief Executive Officer (CEO) dan Chairman JPMorgan Chase Jamie Dimon mengatakan, AS sedang menuju pertumbuhan ekonomi terbaik dalam beberapa dekade. "Kita akan memiliki pertumbuhan terbaik yang pernah dialami tahun ini, saya pikir mungkin sejak beberapa saat setelah peristiwa Depresi Besar (Great Depression). Tahun depan juga akan cukup bagus," ujar dia kepada Bertha Coobms dari CNBC, dalam acara "40th Annual J.P.Morgan Healthcare Conference" yang digelar secara virtual karena penyebaran varian virus corona Covid-19, Omicron, Senin (10/1) waktu setempat. Menurut Dimon kepercayaannya berasal dari neraca konsumen Amerika yang kuat. Dimon mengungkapkan, pertumbuhan akan terjadi bahkan disaat The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan lebih banyak dari yang diharapkan investor. "Ada kemungkinan inflasi lebih buruk dari yang dipikirkan orang. Saya sendiri akan terkejut jika hanya empat kali kenaikan," tambahnya. (Yetede)
Industri Keuangan Inggris, Tekfin Digoyang Pencucian Uang
Industri teknologi finansial atau tefkin Inggris digoyang dugaan pencucian uang oleh pebisnis kelas atas, lantaran ditemukan fakta bahwa mayoritas pengendali tefkin Inggris bermakas di negara suaka pajak, seperti kepulauan Virgin, Siprus, Ukraina, UEA. Berdasar penelitian Bloomberg, perusahaan pembayaran digital yang mengantongi izin Financial Conduct Authority (FCA) ini, diduga terlibat sejumlah kasus pencucian uang, diantaranya skandal pencucian uang Baltik, kesalahan keuangan di Rusia dan Kirgistan, penipuan kesehatan di AS, serta masalah keuangan di Luxemburg dan Australia.
Salah satu perusahaan tefkin yang tengah naik daun dan terlibat praktik pencucian uang adalah Moorwand Ltd, yang dikendalikan pengusaha berbasis di Moldova, Wael Sulaiman Almaree, diduga terlibat ratusan transaksi mencurigakan yang melibatkan pemberi pinjaman asal Denmark. Moonwand memang tidak dituduh melakukan kesalahan dan masih berwenang memindahkan dana nasabah, tapi kasus ini menguatkan dugaan tefkin banyak disalah gunakan untuk memfasilitasi pencucian uang. (Yoga)
Industri Keuangan Inggris, Tekfin Digoyang Pencucian Uang
Industri teknologi finansial atau tefkin Inggris digoyang dugaan pencucian uang oleh pebisnis kelas atas, lantaran ditemukan fakta bahwa mayoritas pengendali tefkin Inggris bermakas di negara suaka pajak, seperti kepulauan Virgin, Siprus, Ukraina, UEA. Berdasar penelitian Bloomberg, perusahaan pembayaran digital yang mengantongi izin Financial Conduct Authority (FCA) ini, diduga terlibat sejumlah kasus pencucian uang, diantaranya skandal pencucian uang Baltik, kesalahan keuangan di Rusia dan Kirgistan, penipuan kesehatan di AS, serta masalah keuangan di Luxemburg dan Australia.
Salah satu perusahaan tefkin yang tengah naik daun dan terlibat praktik pencucian uang adalah Moorwand Ltd, yang dikendalikan pengusaha berbasis di Moldova, Wael Sulaiman Almaree, diduga terlibat ratusan transaksi mencurigakan yang melibatkan pemberi pinjaman asal Denmark. Moonwand memang tidak dituduh melakukan kesalahan dan masih berwenang memindahkan dana nasabah, tapi kasus ini menguatkan dugaan tefkin banyak disalah gunakan untuk memfasilitasi pencucian uang. (Yoga)
Presidensi G-20:Bukan Sekadar Giliran
Pertama kalinya Indonesia memegang presidensi G-20. Setiap tahun, salah satu negara anggota dapat giliran mengemban tugas presidensi G-20. Terbentuknya G-20 tak terlepas dari krisis keuangan global 1998 yang berimbas ke banyak negara, terutama Asia, beranggotakan 19 negara dengan produk domestik bruto terbesar dan Uni Eropa. Mengutip situs Kemenkeu, keanggotaan Indonesia dalam G-20 mewakili kawasan Asia Tenggara dan dunia Islam.
Secara kolektif G-20 merupakan representasi 85 % perekonomian dunia, 80 % investasi global, serta 75 % perdagangan internasional. Penetapan Indonesia sebagai presidensi G-20 tahun 2022 dilakukan pada KTT Ke-15 G-20 di Riyadh, Arab Saudi (22/11/20). Serah terima presidensi G-20 dari Italia ke Indonesia dilakukan pada KTT G-20 di Roma, Italia (31/10/21).
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Pertemuan Pertama Tingkat Sherpa G-20 berkata, selaku presidensi G-20, Indonesia ajak dunia mencapai pemulihan ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan. Manfaat yang dirasakan Indonesia selama presidensi G-20 adalah keterlibatan dan peran lebih besar dalam menentukan arah kebijakan global ke depan. Jika semua rencana dan agenda G-20 di bawah presidensi Indonesia berjalan lancar dan sesuai rencana, posisi Indonesia sebagai pengarah kebijakan ekonomi global semakin strategis. (Yoga)
2022, Ekonomi dan Produksi Pangan jadi Fokus Utama Korut
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menyatakan akan mengutamakan dan memusatkan ekonomi pada 2022. Pernyataan itu disampakan pada agenda pidato rapat pleno komite pusat Partai Buruh Korea, tanpa menyinggung soal AS. Kantor Berita Korea atau Korean Central News Agency (KCNA) melaporkan, dalam pidato diakhir pertemuan partai pada Jumat (31/12) Kim mengakui situasi sulit yang dihadapi pada 2021 pada saat menysusun rencana untuk tahun mendatang. Kekhawatiran tentang krisis pangan besar-besaran di Korea Utara pun dilaporkan terus berkembang. Bahkan seorang pakar hak azasi manusia (HAM) dari PBB telah memperingatkan pada Oktober, bahwa kelompok paling rentang adalah yang paling beresiko mengalami kelaparan. "Pandemi terus membatasi Diplomasi Korea Utara, menghancurkan perekonomiannya, dan menjadikan kontrol perbatasan sebagai masalah keamanan utama," kata Leif-Eric Easley, seorang Profesor dari Ehwa Womans University di Seoul, kepada AFP. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Aset Kripto, Beda Aturan Pajak AS dan Indonesia
03 Aug 2021 -
Pengembangan StartUp, Wealthtech Siap Melejit
02 Aug 2021 -
KKP Finalisasi Aturan PNBP Pascaproduksi
03 Aug 2021








