Inflasi China dan Pemulihan Global
China memastikan inflasi yang mengamuk sepanjang 2021 terkendali, dan tak akan menjadi faktor pengganggu pertumbuhan tahun 2022. Peran China yang menyumbang 18,33 % PDB dunia 2020 kian penting dalam perekonomian global, sejak membuka diri pada 1978 dengan pertumbuhan rata-rata dua digit selama dua dekade setelahnya. China satu-satunya negara yang mencatat pertumbuhan positif pada 2020 dan menyumbang lebih dari sepertiga pertumbuhan global pada 2021. Pada triwulan I-2021 pertumbuhan ekonomi China mencapai 18,30 %, tertinggi dalam sejarah, setelah mengalami kontraksi 6,8 % pada triwulan I-2020 akibat dampak pandemi.
IMF memprediksi, China menyumbang lebih dari seperlima total peningkatan PDB dunia 5 tahun ke depan (2022-2026). PDB global diperkirakan IMF tumbuh 5,9 % pada 2021 dan 4,9 % tahun ini, tetapi ada kemungkinan dikoreksi akibat Omicron. Angka pertumbuhan global ini diprediksi perlahan melambat menjadi 3 persen pada 2026. Faktor yang mungkin menjadi momok penghambat ekspansi ekonomi China adalah defisit energi, terutama dengan komitmen global China untuk menekan emisi karbon dalam kaitan perubahan iklim. Selain pertumbuhan global yang melambat pasca pandemi, hal lain yang harus diwaspadai adalah meningkatnya ketimpangan akibat divergensi atau pemulihan yang tak merata antar negara. (Yoga)
Tags :
#Ekonomi InternasionalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023