;
Tags

Ekonomi Internasional

( 642 )

Toshiba Ungkapkan Rencana Spin-off Jadi Dua

KT1 08 Feb 2022 Investor Daily

Perusahaan manufaktur asal Jepang Toshiba pada Senin (7/2) mengumumkan rencana untuk membagi perusahaan atau spin-off menjadi dua perusahaan. Berarti Toshiba merivisi usulan sebelumnya yang kontroversial, yakni hendak membagi perusahaan menjadi tiga. Para pemegang saham sudah lama berselisih dengan managemen tentang cara terbaik  untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Pemegang saham harus tetap menyetujui  pengajuan tersebut dalam pemungutan suara yang diperkirakan dilakukan pada Maret 2022. "Kami percaya spin-off ini optimal" kata Presiden dan CEO Toshiba Satoshi Tsunakawa, Senin. Besarnya bisnis Toshiba juga menyebabkan  kelambatan dalam pengambilan keputusan di masa lalu. Perampingan operasi akan memungkinkan investor untuk memilih porsi bisnis  yang menarik bagi mereka. (Yetede)

Reformasi Fiskal Jadi Modal Berharga

KT3 04 Feb 2022 Kompas

Kesetaraan pemulihan ekonomi global menjadi salah satu agenda Indonesia dalam presidensi G-20, dimana Indonesia punya modal keberhasilan reformasi bidang ekonomi di tengah pandemi. Ketua Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio N Kacaribu mengatakan, permasalahan global yang akan dicari jalan keluarnya dalam forum finance track G-20 adalah kecepatan pemulihan ekonomi yang tidak setara, karena utang negara miskin yang melambung tinggi kala pandemi. Jalan keluarnya adalah kemungkinan opsi pengampunan utang bagi negara miskin.

Managing Director IMF Kristalina Georgieva mengkhawatirkan kemampuan bayar utang negara berpendapatan rendah, yang menjadi salah satu tantangan pemulihan ekonomi global. ”Kami punya kekhawatiran pemulihan perekonomian global akan kehilangan momentum akibat belum tuntasnya pengentasan pandemi Covid-19,” katanya. Co-chair Finance and Health Task Force G-20 sekaligus Staf Ahli Menkeua Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional Wempi Saputra menambahkan, kolaborasi negara G-20 di bidang keuangan dan kesehatan dilakukan dalam upaya mencegah dan mendeteksi, dan merespons keadaan darurat kesehatan di masa datang. (Yoga)


Menavigasi Pergolakan Politik dan Ekonomi Dunia

KT3 03 Feb 2022 Kompas

Amerika mengalami inflasi yang cukup tinggi, mencapai 7 % pada Desember 2021, tertinggi dalam 39 tahun terakhir. Jerome Powell, pemimpin The Fed, mengumumkan akan menaikkan suku bunga (FFR) pada 2022 beberapa kali. Semua akan terdampak oleh kebijakan ini di kala negara-negara di dunia belum semua pulih dari hantaman pandemi. Pertama, dollar AS yang kuat akan menarik arus modal global kembali ke AS. Sebelum normalisasi FFR, likuiditas global sedang tinggi. Kedua, naiknya dollar AS juga berdampak pada utang pemerintah sejumlah negara. Ketiga, rencana kenaikan suku bunga The Fed sudah diikuti kenaikan suku bunga beberapa bank sentral. BI juga sudah mengumumkan arah kebijakannya dalam menjaga stabilitas dengan mendukung pemulihan ekonomi nasional sekaligus memitigasi dampak normalisasi The Fed. Keempat, naiknya nilai tukar dollar AS berdampak pada realisasi komitmen investasi. Kelima, ketegangan geopolitik Rusia dan Ukraina kembali terjadi, pada saat AS mengalami inflasi tinggi, dan FFR harus naik. Jika ketegangan ini tak terselesaikan dengan baik, bisa menciptakan volatilitas dan kenaikan harga energi dan bahan pangan. (Yoga)


Kolaborasi untuk Pemulihan Global

KT3 31 Jan 2022 Kompas

Kolaborasi menghadapi berbagai tantangan global yang kompleks menjadi kata kunci pemulihan ekonomi dunia yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan pascapandemi. Pesan tegas dan semangat itu digaungkan sepanjang rangkaian kegiatan G-20 yang dipimpin Indonesia tahun ini. Bagaimana pelaksanaannya masih menjadi pekerjaan rumah Indonesia sepanjang presidensi G-20 Indonesia 2022 agar bisa mewujudkan slogan ”Recover Together, Recover Stronger”.

Peringatan Direktur Pelaksana Bank Dunia Mari Pangestu pada B-20 Indonesia Inception Meeting, yaitu tak ada pemulihan global tanpa pemulihan ekonomi negara berkembang, dan tak ada pemulihan tanpa peran swasta, menunjukkan kolaborasi global masih compang-camping saat ini. IMF mengingatkan, 2022 diprediksi lebih berat dibanding 2020 akibat kompleksitas tantangan yang dihadapi, melonjaknya kasus Omicron di banyak negara menunjukkan pandemi belum selesai, inflasi dunia yang tinggi, disrupsi rantai pasok, dan utang global membengkak.

Melalui presidensi G-20, Indonesia memiliki peran penting dalam agenda-setting yang menjembatani kepentingan dan mewujudkan kolaborasi global, terutama penguatan arsitektur kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi berkelanjutan guna mewujudkan pemulihan global yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Kolaborasi dan langkah terkoordinasi perlu digarisbawahi, posisi Indonesia menjadi harapan besar negara berkembang dan terbelakang untuk juga diakomodasi kepentingannya. Keberhasilan kepemimpinan Indonesia di G-20 perlu dukungan semua pihak dalam negeri, termasuk kalangan pelaku usaha. (Yoga)


Rusia Susun Peta Jalan Uang Digital

KT3 29 Jan 2022 Kompas

Pihak berwenang di Rusia tengah menyusun peta jalan mata uang digital dalam sistem keuangan nasionalnya. Ini menjadi jalan tengah yang diputuskan Presiden Vladimir Putin di tengah pandangan berseberangan dari berbagai pihak, termasuk Bank Sentral Rusia, terhadap mata uang digital, sejalan dengan keinginan beberapa pihak, termasuk politisi. Dalam proposal peta jalan yang disusun Kemenkeu, Kementerian  perekonomian dan Digital, Kemendagri, Federal Security Service (FSB) serta Bank Sentral Rusia, terbuka pilihan yang memungkinkan pembelian dan penjualan mata uang digital dilakukan secara eksklusif oleh organisasi perbankan Rusia, juga tercantum usulan prosedur yang bisa menghalangi mata uang digital asing dipertukarkan kepada konsumen Rusia, namun ada klausul yang memungkinkan platform asing memperoleh lisensi untuk beroperasi di Rusia.

Binance, platform mata uang digital terbesar di dunia, tertarik dengan rencana Pemerintah Rusia membuka pasar mata uang digitalnya. ”Tujuan kami adalah mendapatkan lisensi dan menjalankan bisnis legal di mana peraturan mengizinkan,” kata Direktur Binance Eropa Timur Gleb Kostarev, sikap keras Bank Sentral Rusia, tidak membuatnya mundur. ”Ukraina, Kazakhstan, dan Uzbekistan, lebih setia pada cryptocurrency dan mengambil langkah liberalisasi daripada pembatasan. Tapi, regulator lokal mengambil langkah ini dengan memperhatikan Rusia,” katanya. Kekhawatiran FSB dan Bank Sentral Rusia terkait mata uang digital bukannya tanpa alasan. Investigasi Reuters menunjukkan bahwa Binance tidak sepenuhnya patuh pada regulasi, terutama soal transparansi. (Yoga)


Google Investasi di Operator Terbesar Kedua India

KT1 29 Jan 2022 Investor Daily

Perusahaan teknologi Google akan akan menginvestasikan USD 1 Milyar di perusahaan operator selular ke 2 di India, Airtel, untuk memperkuat posisi di pasar telekomunikasi yang berkembang pesat di India dengan membeli saham senilai USD 700 Juta seharga 734 Rupee (USD 9,77) per saham di Bharti Airtel milik Sunil Mitall. Total kepemilikan Google adalah 1,28 %. Dana USD 300 Juta akan diinvestasikan untuk mengimplementasi perjanjian komersial 5 tahun ke depan, diantaranya memperluas produk dan layanan airtel. “Kami bangga bermitra dalam visi bersama memperluas konektivitas dan akses yang adil ke internet untuk lebih banyak orang India,” kata CEO Induk Google, Alphabet, Sundar Pichai. (Yetede)


Mengamankan Pasar ASEAN

KT3 27 Jan 2022 Kompas

Asia Tenggara jadi kawasan menarik bagi perusahaan teknologi. Pasar yang besar, ketersediaan SDM, kemudahan investasi pun menjadi daya tarik. Namun, ASEAN perlu mengamankan dirinya dengan membangun semacam rezim sebab kawasan ini merupakan pasar teknologi yang sangat besar dan memiliki sejumlah keunggulan. Laporan Google, Temasek, dan Baik Company (2021) menyebutkan, total pengguna internet berkembang dari 360 juta pada 2019 menjadi 440 juta pada 2021. Kawasan ini juga memiliki pertumbuhan tinggi dalam investasi perusahaan teknologi berbasis digital atau start up. ASEAN juga menjadi pasar berbagai perusahaan teknologi, mulai perhotelan, transportasi, perdagangan, hingga kuliner. Sejumlah perusahaan dari sejumlah negara berinvestasi dan melakukan penjualan produk di ASEAN.

Rezim teknologi ASEAN setidaknya bisa mengatasi masalah persaingan internal di antara beberapa perusahaan teknologi. Kerja sama kawasan ini bisa digunakan untuk membendung agresivitas perusahaan teknologi dari banyak negara. Seperti Uni Eropa, mereka melihat bahwa pengambilan data warganya oleh perusahaan teknologi dari luar telah merugikan mereka. Mereka kemudian bisa membuat aturan perlindungan data pribadi dan juga perpajakan. ASEAN juga perlu membangun rezim yang memungkinkan kerja sama di bidang teknologi dan sumber daya manusia teknologi. (Yoga)


Panasonic Investasi US$ 700 Juta Untuk Baterai Tesla

KT1 25 Jan 2022 Investor Daily

Menurut sebuah laporan baru, perusahaan elektronik Panasonic menginvestasikan US$ 700 juta, untuk memproduksi sel baterai lithium-ion Tesla disebuah pabrik di Jepang pada 2023. Produsen kendaraan listrik (EV) Tesla telah bersiap untuk memulai produksi mobil pertamanya menggunaka sel baterai 4680. Ini adalah sel baterai tanpa tab baru dalam format yang lebih besar, dengan bahan kimia baru yang diluncurkan pada 2020. Untuk pertama kalinya Tesla berencana memproduksi sel baterai sendiri untuk mendukung produksi kendaraan listriknya. Panasonic, mitra baterai tertua Tesla secara tentatif mengumumkan bahwa mereka akan menggunakan jalur produksi prototipe untuk sel baterai baru tersebut. Sekarang, menurut laporan baru dari Nikkei Asia, Panasonic mengatakan telah menyetujui investasi sebesar 89 miliar yen (US$ 705 juta) di pabrik Wakayama, Jepang untuk memprodukdi 4680 sel baterai untuk Tesla. (Yetede)

Asa Pemulihan Ekonomi Global

KT3 24 Jan 2022 Kompas

Pendapat, pandangan, keluh kesah, juga tekad atas hal yang terjadi dan bakal dihadapi secara global tahun ini mengemuka dalam Agenda Davos 2022 yang digelar Forum Ekonomi Dunia (WEF) sepekan kemarin. Presiden China Xi Jinping memperingatkan sejumlah risiko yang mengancam pemulihan ekonomi global, di antaranya gangguan rantai pasok global, pasokan energy yang ketat, dan kenaikan harga komoditas. Presiden Jokowi menyatakan, 84,2 persen responden dalam Global Risk Report 2022 WEF merasa khawatir dan resah terhadap keadaan dunia, yang harus dijawab dengan aksi nyata. Indonesia berusaha agar masa presidensi Indonesia di G-20 tahun 2022 bisa menjadi bagian penting menjawab keresahan tersebut, dengan menjadi katalis pemulihan ekonomi global yang inklusif. Lewat tema Presidensi G-20 Indonesia ”Recover Together, Recover Stronger”, Indonesia mengedepankan kemitraan dan inklusivitas serta menyediakan platform terobosan untuk transformasi di berbagai bidang.

Tim riset Manulife Investment Management menilai tantangan makro yang panjang, termasuk ekspektasi kenaikan suku bunga Fed Rate di AS, menyiratkan tingkat inflasi bisa sangat tinggi selama beberapa bulan. Pasokan global diharapkan membaik lewat berjalannya produksi. Gangguan rantai pasok diproyeksikan berkurang sehingga dapat mendorong pemulihan yang lebih berkelanjutan. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menekankan fleksibilitas kebijakan sangat penting pada tahun ini. Inflasi terus-menerus, tingkat utang fiskal, dan pandemi Covid-19 berkelanjutan menghadirkan tantangan kompleks bagi para pembuat kebijakan. Dengan cara yang terkoordinasi, bank sentral dunia dan otoritas fiskal telah mencegah dunia jatuh ke dalam depresi besar lainnya. (Yoga)


Forum B-20 Tak Hanya Milik Pebisnis Elite

KT3 19 Jan 2022 Kompas

Seiring posisi presidensi G-20 tahun 2022, Indonesia juga didaulat menjadi penyelenggara forum B-20, yakni kelompok yang mewakili komunitas bisnis di negara G-20. ”Forum ini (B-20) bukan hanya untuk pebisnis elite, melainkan juga mengusung kepentingan UMKM agar makin berkembang,” kata Ketum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid (18/1) yang juga Ketua Dewan Penasihat B-20 Indonesia. Penyelenggaraan B-20 tahun ini pertama kalinya dipimpin negara berkembang yaitu Indonesia, yang  jadi kesempatan dan momentum memperjuangkan kepentingan bisnis di negara berkembang yang didominasi UMKM.

Langkah konkret yang dilakukan selama rangkaian B-20 tahun ini adalah meningkatkan kapasitas UMKM, terutama usaha mikro dan ultramikro, agar naik kelas dari kategori informal menjadi formal sehingga dapat mengakses permodalan di lembaga keuangan, juga mempromosikan produk UMKM ke dunia internasional dengan daya saing produk yang kompetitif. Menurut Arsjad, kepentingan UMKM diperjuangkan sesuai tema B-20 Indonesia, yakni mendorong pertumbuhan global yang inovatif, inklusif, dan kolaboratif. ”Sesuai G-20, B-20 Indonesia juga akan mengusung tiga prioritas, yakni kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi,” ujarnya. (Yoga)