;
Tags

Umum

( 784 )

Panen Masalah Setelah Bank Tanah Hadir

KT1 29 Jan 2024 Tempo
Warga Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, harus menelan kecewa. Harapan mereka untuk segera menerima sertifikat hak milik (SHM) atas tanah harus tertunda.  Padahal sebelumnya pemerintah daerah sudah menetapkan tanah bekas hak guna usaha (HGU) PT Hasfarm Hortikultura Sulawesi sebagai lahan pertanian komunal untuk masyarakat di sana. Namun, pada akhir 2023, Badan Bank Tanah datang, memasang patok, dan mengklaim tanah itu sebagai aset negara.

Ningsi, anggota Badan Permusyawaratan Desa, mengatakan lahan tersebut sudah digarap warga dan rencananya menjadi tanah obyek reforma agraria (TORA). “Karena itu, kami menolak keberadaan patok dari Bank Tanah,” ujarnya saat ditemui selepas dialog reforma agraria di Palu, Kamis, 25 Januari 2024. Ningsi menambahkan, sebelum PT Hasfarm masuk pada 1992, sebagian besar warga sudah hidup dan menggarap lahan di lokasi tersebut. Tatkala masa HGU habis, warga kemudian menduduki kembali lahan itu dengan menanam kelor dan lontar.

Pada 2016, Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Sigi mendata lokasi tersebut untuk menjadi TORA. Gugus Tugas dan warga berkali-kali menggelar musyawarah hingga akhirnya ditetapkan masyarakat akan menerima redistribusi tanah berupa pertanian komunal. Pada 2022, sebanyak 400 keluarga terdata menjadi subyek penerima. Luas area yang akan diredistribusi pun sudah ditentukan, yakni 194 hektare, yang terbagi di Desa Pombewe dan Desa Oloboju. Dengan adanya kepastian tersebut, warga berharap segera mendapat hak atas tanah. Bupati Sigi Mohamad Irwan Lapatta lalu menyurati Menteri Agraria dan Tata Ruang Hadi Tjahjanto pada 22 Juli 2023 dan melakukan audiensi dua bulan setelahnya. (Yetede)

Subsidi Angkutan Perintis dan PSO Naik menjadi Rp 12,2 T

KT1 29 Jan 2024 Investor Daily
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada tahun ini mengalokasikan  subsidi angkutan perintis dan public service obligation (PSO)  sebesar Rp12,2 triliun. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 9,1 triliun. Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan pemerintah  berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik dengan tarif terjangkau melalui angkutan eprintis dan kewajiban layanan publik pada semua moda transportasi. "Subsidi dan PSO ini berarti tarif yang dibayarkan penumpang  menjadi lebih terjangkau. Karena sebagian biaya operasional dan operator transportasi  telah dibayarkan oleh pemerintah," kata Adita Irawati. Adita menjelaskan saat ini masih banyak daerah di Indonesia yang membutuhkan dukungan layanan transportasi publik  yang terjangkau, untuk membuka ketersolasian wilayah dan melancarkan pergerakan  penumpang maupun barang atau logistik. (Yetede)

EKOSISTEM KENDARAAN LISTRIK : Pamor Kinclong Mobil Setrum

HR1 27 Jan 2024 Bisnis Indonesia

Minat masyarakat Bali untuk menggunakan kendaraan listrik makin meningkat seiring dengan hadirnya beragam produk kendaraan listrik baik motor listrik maupun mobil listrik di Pulau Dewata. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil penjualan mobil listrik pabrikan asal China, Wuling Motors (Wuling) yang bisa tembus hingga 100 unit per bulan sepanjang 2023. Sales Area Supervisor Wuling Motors Noor Fazrur mengatakan bahwa sepanjang tahun lalu penjualan mobil listrik di Bali menunjukkan konsistensinya. Wuling Motors menargetkan penjualan mobil listrik di Pulau Dewata pada tahun ini bakal meningkat dibandingkan tahun lalu. Meski tak menyebut angka spesifi k, tetapi Fazrur optimistis realisasi penjualan bisa melampaui tahun sebelumnya. Sementara itu, PR Manager Wuling Motors Brian Gom-gom menambahkan bahwa tingginya minat masyarakat membeli kendaraan listrik juga datang dari pengalaman masyarakat yang sudah menggunakan kendaraan listrik sebelumnya. Selain itu, dia menilai bahwa insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari pemerintah juga mendorong minat masyarakat untuk membeli kendaraan listrik. Jumlah kendaraan listrik hingga kuartal IV/2023 di Pulau Dewata mencapai 5.596 unit yang didominasi sepeda motor listrik 4.934 unit, minibus 589 unit, mobil roda tiga 61 unit, dan sedan 12 unit.

KENDARAAN ELEKTRIFIKASI : Kualitas Motor Listrik Jadi Pilihan

HR1 26 Jan 2024 Bisnis Indonesia

Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia memprediksi masyarakat menyerap sepeda motor listrik berkualitas menyusul besarnya potensi pasar kendaraan bermotor listrik roda dua di Tanah Air. Sekretaris Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Abdullah Alwi mengatakan bahwa produsen motor listrik memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk berkualitas dengan menggunakan jenis baterai Li-ion. Hanya saja, dia menegaskan harga motor memang akan cenderung lebih mahal. Dia menyebut baterai jenis Lithiumion (Li-ion) yang berbahan baku nikel lebih cocok untuk digunakan pada produk elektrifi kasi. Menurutnya, kepadatan dari baterai Li-ion yang lebih tinggi membuat produk menjadi lebih tahan lama dibandingkan dengan jenis lead acid. Terlebih lagi Indonesia memiliki sumber nikel terbesar di dunia. Di sisi lain, dia juga mengatakan pemerintah sudah merilis standardisasi untuk baterai swap menjadi kapasitas 60 volt dan 72 volt. Hal itu bertujuan pengalaman yang didapatkan dari motor listrik tidak berbeda jauh dengan konvensional. Dalam kesempatan yang sama, peneliti Indef Ahmad Heri Firdaus mengatakan perlu upaya komprehensif untuk mematangkan ekosistem motor listrik supaya menarik minat konsumen. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah memasang target kuota subsidi sepeda motor listrik sebanyak 50.000 unit bisa terserap penuh pada 2024, setelah Syarat penerima subsidi motor listrik diperluas menjadi penerima subsidi 1 NIK untuk 1 unit motor listrik.

Restrukturisasi Lancar, Beban Cadangan Berkurang

HR1 25 Jan 2024 Kontan
Upaya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menyelesaikan restrukturisasi utang perusahaan BUMN Karya mulai memperlihatkan hasil. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) telah berhasil melakukan penandatangan Master Restructuring Agreement (MRA) restrukturisasi utang sebesar Rp 20,58 triliun dengan 11 kreditur. Berdasarkan keterangan WIKA, Rabu (24/1), skema MRA itu dibagi tiga. 

Tranche A senilai Rp 14,16 triliun dikenai bunga 4% dan akan jatuh tempo pada 23 Desember 2031. Jumlah ini adalah sisa utang WIKA tidak termasuk bunga tangguhan. Lalu Tranche B dengan nilai utang Rp 1,75 triliun akan dikenai bunga 4% dan jatuh tempo pada 23 Desember 2029. Tranche C mencakup bunga tangguhan terutang dari WIKA senilai Rp 839 miliar. Ini akan dibayarkan hingga 23 Desember 2025 dan tidak dikenaikkan bunga. Adapun 11 kreditur yang menyepakati MRA dengan WIKA diantaranya BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, BSI, Bank BJB, Bank DKI, HSBC, ICBC, Bank Panin, dan Exim Bank. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan kepada KONTAN belum lama ini, bahwa Kementerian BUMN menargetkan restrukturisasi utang BUMN rampung sebelum kabinet berganti. 

Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede, tercapainya kesepakatan restrukturisasi itu akan berdampak positif bagi perbankan. Nilai pencadangan yang sudah disediakan bank sebelumnya untuk memitigasi risiko dari bakal menurun. Sementara itu, Direktur Manajemen Risiko BTN Setiyo Wibowo menyebut, porsi BTN untuk kredit kepada WIKA kecil dibanding kreditur lainnya. "BTN dalam hal ini hanya minority lender. Jadi kita juga sepakat dengan lender lain," kata dia kepada Kontan, Rabu (24/1). Ia bilang BTN telah melakukan pencadangan atas kredit itu sesuai dengan profil risikonya.  

TRIS Bidik Pasar Menengah Atas

HR1 24 Jan 2024 Kontan
Emiten sektor tekstil dan garmen, PT Trisula International Tbk (TRIS) menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang positif di tahun 2024. Hal ini tak lepas upaya perseroan yang fokus menghasilkan produk-produk dengan margin tinggi. Direktur Utama Trisula International, Widjaya Djohan mengatakan, perseroan menyiapkan sejumlah strategi untuk memacu kinerja tahun ini. Antara lain fokus meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat inovasi untuk menjangkau pasar menengah atas dengan terus mengikuti tren fesyen terkini. 

Namun, TRIS belum bisa memaparkan nilai pendapatan yang diincar tahun ini karena masih dalam perhitungan internal. "Rinciannya sedang dihitung dan akan disampaikan dalam RUPS tahunan berikutnya," ucapnya. Untuk itu, TRIS akan mengalokasikan sebagian anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini untuk membeli mesin baru. Hanya saja, ia Widjaya belum bisa merinci berapa anggaran capex yang disiapkan untuk kebutuhan tahun ini. 

Selain itu, Trisula Group memiliki jaringan distribusi sendiri, sehingga dapat terus mengikuti perkembangan permintaan pasar dengan keuntungan yang lebih maksimal. Widjaya mengungkapkan, peluang pasar di industri garmen dan tekstil masih sangat besar. Namun, peluang itu sangat dipengaruhi tantangan kondisi ekonomi global dan nasional. Selain itu, TRIS juga beradaptasi dengan kemajuan zaman, terutama di era digitalisasi. Dengan berkembangnya era tersebut, TRIS juga  mendaftarkan produknya di berbagai jaringan e-commerce, bahkan memiliki website sendiri yang bernama yukshopping.com. 

Di sisi lain, sejalan dengan membaiknya kondisi perekonomian, banyak pelanggan business to business (B2B) TRIS yang membutuhkan  produk. Widjaya menyatakan bahwa selama ini TRIS telah memiliki banyak pelanggan setia yang telah percaya dengan kualitas produk yang mereka hasilkan. Mengutip laporan keuangan kuartal III-2023, TRIS mencatatkan peningkatan penjualan 0,1% secara tahunan atau year and year (yoy) menjadi Rp 1,04 triliun. Pada saat sama, laba  bersih tumbuh 0,61% yoy menjadi Rp 28,07 miliar.

Persaingan E-commerce Kian Sengit

HR1 22 Jan 2024 Kontan

Potensi penurunan suku bunga dapat memberikan keleluasaan bagi emiten e-commerce di 2024 untuk berekspansi. Namun persaingan kemungkinan bakal semakin ketat seiring dengan kembalinya Tiktok Shop ke dalam industri ini. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menjelaskan, potensi penurunan bunga di 2024 akan berdampak positif terhadap kinerja emiten e-commerce. Suku bunga yang lebih rendah akan mendorong pertumbuhan ekonomi, yang pada akhirnya meningkatkan konsumsi masyarakat. Selain itu, lanjut dia, penurunan suku bunga juga akan membuat biaya pendanaan emiten e-commerce menjadi lebih murah. Kondisi tersebut dapat mendukung emiten e-commerce untuk memiliki lebih banyak ruang dalam berekspansi dan berinvestasi. Saat ini terdapat tiga emiten yang bermain di bisnis e-commerce, yaitu PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), serta PT Global Digital Niaga Tbk (BELI). Menurut Sukarno, emiten sektor teknologi e-commerce masih memiliki potensi untuk melanjutkan tren pertumbuhan di tahun 2024. 

Head of Equity Research Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) Prasetya Gunadi menyoroti persaingan di industri e-commerce, setelah Tiktok Shop menjalin kemitraan dengan Tokopedia. TikTok akan menginvestasikan lebih dari US$ 1.5 miliar dan mengakuisisi 75,01% saham Tokopedia yang diumumkan pada 11 Desember 2023. Samuel Sekuritas meyakini investasi Tiktok tersebut merupakan hal positif bagi GOTO. Mengingat sebagian besar biaya GOTO berasal dari Tokopedia. Marketplace itu menyumbang 23,6% dari total kerugian bersih GOTO per 30 September 2023. Prasetya melihat pesaing terdekat Tokopedia di Indonesia yaitu Shopee, yang didukung SEA Group, masih memiliki banyak modal untuk dibelanjakan. Namun, live commerce mulai masuk ke ruang e-commerce Indonesia. Oleh karena itu, dengan TikTok Shop sebagai pemimpin dalam live commerce, GOTO mungkin telah menemukan mitra yang tepat. Analis Mirae Asset Sekuritas Christopher Rusli dan Jonghoon Won memandang BUKA diperkirakan akan mengalami peningkatan kinerja pada sektor gaming dan sektor grosir dengan musim liburan akan datang.  GOTO juga diharapkan mendapat manfaat dari momentum musim perayaan itu.


SUMUT ECONOMIC OUTLOOK 2024 : MENJAGA RASA AMAN BERINVESTASI DI SUMUT UNTUK MENGEJAR PERTUMBUHAN

HR1 22 Jan 2024 Bisnis Indonesia

Sumatra Utara sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional di pulau Sumatra ada pada pada titik persimpangan untuk melaju naik pada tahun ini. Persimpangan yang ditandai oleh tantangan tahun politik, dimana pilpres dan pileg dilaksanakan, serta ditambah pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional XXI/PON Aceh-Sumut 2024. Sumut menjadi penyumbang hampir seperempat dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pulau Sumatra. Catatan PDRB atas dasar harga berlaku Sumut tahun 2022 mencapai Rp955,19 triliun dan PDRB per kapita mencapai Rp63,19 juta. Dalam seminar Sumut Economic Outlook 2024 yang digelar harian Bisnis Indonesia di Hotel JW Marriott, Medan pada Selasa (16/01/2024), Bank Indonesia Kantor Wilayah (BI Kanwil) Sumut memprakirakan ekonomi Sumut bisa tumbuh pada pada 2023 lalu pada kisaran 4,3-5,1% secara tahunan (year-on-year/yoy). Dan angka itu diproyeksikan terkerek pada kinerja 2024 menjadi kisaran 4,5-5,3% (yoy) dengan tingkat inl asi yang terjaga di target sasaran 2,5%+1%. Optimisme ini disampaikan Kepala Kanwil BI Sumut IGP Wira Kusuma melihat historis ekonomi Sumut yang tetap tumbuh kuat di angka 4,94% (yoy) pada kuartal III tahun 2023, di tengah kondisi perekonomian dunia yang tidak pasti akibat ketegangan geopolitik dan meningkatnya inl asi global. BPS mencatat, berkurangnya permintaan global membuat kinerja ekspor nasional sepanjang 2023 terus turun hingga -4,26% (yoy) pada kuartal III 2023. Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III-2023 yang sebesar 4,94% (yoy), ditopang oleh peningkatan konsumsi rumah tangga dan investasi.Pola yang sama juga tercermin dalam perekonomian Sumut. Hingga kuartal III-2023, penopang terbesar pertumbuhan ekonomi Sumut (dari sisi pengeluaran) berasal dari konsumsi rumah tangga dan investasi. Sedangkan ekspor Sumut pada kuartal III-2023 tercatat mengalami kontraksi 5,11% (yoy). Sementara dari sisi lapangan usaha, lanjut Wira, ialah sektor perdagangan dan konstruksi yang jadi sumbernya, masing-masing meningkat 6,06% (yoy) dan 5,97% (yoy). Sektor pertanian sendiri mengalami perlambatan akibat turunnya harga komoditas global.

Meski ekonomi Sumut diprakirakan akan tetap tumbuh kuat pada 2024 dengan faktor pendorong yang hampir sama dengan tahun sebelumnya, ditambah dengan adanya pemilu dan PON Sumut Aceh, serta program hilirisasi industri kelapa sawit untuk program mandatori biodiesel B35 dan B40, Wira mengimbau stake holders tidak lengah. Pertanian menjadi sektor pembentuk utama struktur perekonomian Sumut. Meski mengalami perlambatan pada 2023, BPS Sumut mencatat berdasarkan distribusi, kategori pertanian, perkebunan, dan perikanan yang di dalamnya termasuk komoditas sawit beserta turunannya menjadi kategori dengan share terbesar terhadap pendapatan domestic regional bruto (PDRB) Sumut, mencapai 23,71%.Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) cabang Sumut Timbas P Ginting mengatakan, di tahun 2024 peran komoditas sawit beserta turunannya bagi perekonomian Sumut masih akan signifikan. Penurunan nilai ekspor seiring dengan menurunnya ekspor produk sawit. Timbas mengatakan, dalam 5 tahun terakhir produksi sawit Sumut cenderung turun, sementara permintaan untuk kebutuhan dalam negeri terus meningkat. “Mau tidak mau, kita harus meningkatkan produksi dan produktivitas” lanjutnya. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sumut Agus Tripriyono mengatakan, titik tekan peningkatan produktivitas sawit ialah pada peningkatan sektor perkebunannya, terutama perkebunan sawit rakyat. Sejalan dengan Agus, Ketua KADIN Sumut Firsal Dida Mutyara juga menyebut hilirisasi sebagai tantangan Sumut di tahun 2024.“Ekspor Sumut masih didominasi oleh komoditas dan komoditas yang menjadi unggulan ekspor ialah kelapa sawit, kopi, juga karet. Melihat situasi global saat ini tentu tantangan ke depan ialah bagaimana mendorong hilirisasi komoditas karena industri hilirisasi penting untuk meningkatkan nilai tambah produk,” terang Firsal. Peningkatan industri hilirisasi berkaitan erat pula dengan investasi. BI Kanwil Sumut sebelumnya memprakirakan investasi di Sumut pada 2024 akan tetap kuat. Namun, baik Kepala Kanwil BI Sumut maupun Ketua Kadin Sumut sepakat, para investor saat ini berada dalam fase menunggu. “Investor cenderung akan wait and see hingga ada kepastian hasil penyelenggaraan pemilu,” jelas Firsal. Upaya yang dilakukan pemprov tersebut tampaknya masih menghadapi sejumlah tantangan. Direktur Utama PT Kawasan Industri Medan (KIM) Daly Mulyana mengatakan, meski KIM masuk daftar promosi investasi pemprov kepada calon investor, sepanjang 2023 kemarin KIM nihil investor baru. Sedangkan M. Pintor Nasution, Kepala PT Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Sumatra Utara, mengatakan bahwa potensi berkembangnya korporasi dan bisnis di Sumut sangat tinggi. Dalam hal ini, BEI memberikan perhatian khusus untuk membawa korporasi di Sumut untuk berkiprah di pasar modal untuk membantu ekspansi bisnis yang dilakukan. Dalam kaitan bisnis korporasi di skala UMKM di Sumut, Basuki Tri Andayani, Deputi Operational PT Pegadaian Regional Sumut & Aceh, mengatakan Pegadaian merasakan tinggi prospek ekonomi di Sumut sehingga manajemen berani memasang target pertumbuhan bisnis hingga 18% pada tahun ini. Terkait keamanan berusaha, Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi mengimbau para pengusaha dan investor agar tidak ragu berinvestasi di Sumut.

SURVEI PERSEPSI PUBLIK : Efek Bansos di Tahun Politik

HR1 22 Jan 2024 Bisnis Indonesia

Alokasi bansos pemerintah tahun ini menuai kontroversi karena diterapkan dalam tahun politik menjelang Pemilu 2024, meskipun tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Joko Widodo tetap tinggi. Survei menunjukkan bahwa pemberian bansos memiliki dampak besar terhadap persetujuan terhadap Presiden. Pemberian bansos juga diyakini memiliki pengaruh elektoral yang positif terhadap beberapa pasangan calon presiden. Program bansos dianggap sebagai kebijakan strategis yang mendapat dukungan masyarakat. Meskipun demikian, masih ada kekurangan dalam penyaluran bansos yang harus diatasi oleh pemerintah untuk meningkatkan efektivitasnya.

Pilih Saham Sebagai Investasi Utama

HR1 20 Jan 2024 Kontan

Investasi membawa Lie Kurniawan mengenal dan memasuki dunia ekonomi. Ia bercerita, awal mula mengenal dunia investasi melalui kakaknya pada tahun 2000. Pada saat itu, dirinya masih mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA). "Kakak saya lima tahun lebih tua dan saya diperkenalkan dengan saham," ceritanya kepada KONTAN, Jumat (19/1). Perkenalan itu memunculkan kesan bagi Kurniawan muda. Sehingga, akhirnya ia memutuskan untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai dunia investasi, khususnya saham. Apalagi Kurniawan menilai bahwa investasi sebagai sebuah industri yang memiliki masa depan cerah. Lie kemudian memutuskan memperdalam ilmu finansial dengan memasuki kuliah jurusan keuangan perbankan. Karena saat itu, hanya jurusan itu yang paling dekat dengan dunia investasi. Tak berhenti di saham, ia juga sempat mencoba beberapa instrumen lain. Dirinya pernah mencoba produk derivatif seperti kontrak opsi saham, futures,foreign exchange (forex), hingga aset kripto. Hanya saja, ia merasa instrumen-instrumen tersebut tidak cocok dengan dirinya yang cenderung tipe konservatif. Menurutnya, instrumen-instrumen tersebut membutuhkan kecekatan dan cenderung spekulatif.

Sementara investasi di saham, sudah ada teori yang jelas, setidaknya dengan melihat aspek fundamental keuangan perusahaan. Selain memperhatikan fundamental, momentum untuk masuk pada suatu saham juga di nilainya penting diperhatikan. Ia mencontohkan, tahun 2002, saat peristiwa bom Bali, harga saham turun 7%-10%. Ia sampai harus izin keluar kelas untuk cek saham miliknya. Kala itu ia memilih membeli saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Pada akhir 2003, dirinya melepas saham itu dengan keuntungan lima kali lipat. Contoh lainnya saat booming saham batubara pada tahun 2022 lalu. Menurutnya, apabila mengikuti tren dengan memutuskan untuk ikut membeli maka bisa berpotensi mendapatkan kenaikan yang banyak. Sementara apabila memilih sektor lain, kemungkinan besar return-nya akan lebih kecil. Karena berbagai hal itu, pria asal Jakarta ini memantapkan menaruh seluruh investasinya pada instrumen saham. Hanya saja, belakangan ini sedikit bergeser. "Saat ini alokasi ke saham menjadi 80% dan 20% cash," sebutnya. Ia mencontohkan lagi, saat Covid-19, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari 20%. Hal itu dinilai sebagai sebuah peluang, tetapi kondisi krisis tersebut berbeda dengan saat krisis ekonomi sebelumnya lantaran kondisi ekonomi Indonesia yang lebih baik. Sementara saat Covid-19 seluruh negara mengalami krisis, sehingga investor harus cermat karena perusahaan bisa terancam bangkrut.